26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Putu Aristadewi by Putu Aristadewi
September 14, 2022
in Persona
Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Eka Wahyuni yang biasanya dipanggil Echa adalah salah satu peserta dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diselenggarakan di Bali oleh Kemendikbud.

Echa begitu ramah, cara tuturnya lembut, dan murah senyum, sampai-sampai saya merasa tidak ada jarak di antara kita. Setiap berbicara, ia selalu tersenyum, dan saya rasa, secara tidak langsung itu membuat siapa pun yang bicara padanya reflek untuk ikut tersenyum.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Saat saya tanya tentang awal mula ia terjun ke dunia tari, garis bibirnya tampak mulai tertarik lagi. Dengan senyuman kecil itu, ia mengisahkan pengalamannya menari saat masih duduk di bangku kelas 1 SD. Kelanjutan pertemuannya dengan tari terjadi pada semester akhir kuliah. Ia begitu senang menari. Tentu. Tari yang paling sering ia tarikan adalah tari gong yang berasal dari Kalimantan Timur.

Menurut Echa tari Gong dikenal oleh masyarakat sebagai tari tradisi Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Kenyah. Tari ini secara umum dikenal sebagai pertunjukan di mana ada seorang gadis yang menari di atas sebuah gong.

Echa juga menambahkan bahwa tari tersebut kemudian berkembang pada saat dipentaskan di luar daerah. Perkembangan tersebut berupa atraksi antara dua orang penari laki-laki yang membawakan tarian perang. Siapa pun nanti yang menang dalam tarian itu, ia akan tampil dengan penari wanita.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Sampai pada cerita Echa tentang tari tersebut, saya mulai merasa diajak masuk pada ketertarikan yang sama. Tapi dalam waktu yang terbatas itu, saya memilih untuk melanjutkan pertanyaan mengenai praktik artistiknya. Ia menjawab bahwa ia sudah berproses untuk menelisik lebih dalam dan membaca tari gong dari berbagai sudut pandang. Ia merasa jenuh saat hanya disuruh menarikan tari itu tanpa tahu sejarah dan asal usulnya.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

“Aku merasa ketika aku jadi penari itu kosong, aku gatau apa-apa,” ungkapnya.

Perempuan tamatan S1 sastra inggris ini menelusuri dan mengulik tari tersebut mulai dari sejarah, latar sosial, dan lain sebagainya. Tapi menurutnya, yang ia dapatkan tetap sama saja. Hanya terbatas pada tari yang di tarikan oleh seorang wanita di atas gong yang menceritakan tentang kelembutan gadis dayak.

“Ah… masak cuman itu aja?” gumamnya seolah mengulangi kegelisahannya sebelumnya. Tapi situasi itu justru ia anggap sebagai satu pesona tari gong yang justru membuatnya semakin penasaran untuk menelusuri tari itu lebih lanjut.

Melihat informasi yang didapat tentang tari gong masih sangat minim, Echa kemudian membuka praktik dengan mulai mengenali tubuh tari gong itu terlebih dahulu. Dan pada tahun 2016 “Pesona” sesi 1 mulai terbentuk.

Eka Wahyuni (memegang mic) dalam sesi diskusi setelah program Napak Tilas di Pura Samuan Tiga

Perjalanan Echa meluapkan rasa penasarannya terhadap tari gong membuatku ikut terpesona. Berangkat dari kekosongan yang ia rasakan sebagai seorang penari, kemudian menghantarkannya kepada parktik artistik yang sebenarnya juga di luar konteks keilmuan yang ia tekuni.

Echa jeli membaca hal yang belum sempat terbaca oleh masyarakat umumnya. Menariknya, ia berharap tarian itu tidak hanya dikenal sebagai sebuah tari untuk kepentingan pariwisata. Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan dari situasi itu, ia sadar akan hal-hal yang mungkin saja bisa hadir di balik situasi yang demikian.

Eka Wahyuni (baju hitam) dalam sesi presentasi karya tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Echa kemudian lanjut bercerita tentang karyanya pada malam pementasan di Mandala Wisata, depan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu Gianyar. Pementasan ini adalah proses dari karya pesona sebelumnya. Dimana ia menyadari bahwa orang mempunyai sudut pandangnya sendiri terhadap suatu hal. Termasuk sudut pandang mereka dalam melihat tari gong.

Sudut pandang itu bisa datang dari alat komunkasi yang digunakan yakni hp. Maka ia dalam karyanya mencoba untuk mengarahkan para kolaborator untuk mengambil gambar bagian tubuh dari seorang penari yang terus bergerak.

Mereka diarahkan untuk mengambil sudut-sudut yang berbeda untuk mendapatkan hasil berdasarkan dari sudut yang difoto tersebut. Menurut saya, itu bisa menjadi salah satu cara kita mengetahui sudut pandang seseorang terhadap suatu hal, di mana cara itu memungkinkan mereka menarik kesimpulan berdasarkan dari apa yang mereka tatap. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    “Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

    Next Post

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Putu Aristadewi

    Putu Aristadewi

    Koreografer dan penari, Jelana Creative Movement

    Related Posts

    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    by Made Adnyana Ole
    October 17, 2026
    0
    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

    Read moreDetails

    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    by Wayan Jengki Sunarta
    October 9, 2026
    0
    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

    Read moreDetails

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails
    Next Post
    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
    Khas

    Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

    RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

    by Wahyu Mahaputra
    October 25, 2026
    Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
    Puisi

    Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

    Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

    by Rusdy Ulu
    October 25, 2026
    Menyulam Masa Depan Laut Lovina
    Liputan Khusus

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina

    PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

    by Jaswanto
    October 24, 2026
    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
    Pendidikan

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

    NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

    by Dede Putra Wiguna
    October 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co