3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Putu Aristadewi by Putu Aristadewi
September 14, 2022
in Persona
Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Eka Wahyuni yang biasanya dipanggil Echa adalah salah satu peserta dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diselenggarakan di Bali oleh Kemendikbud.

Echa begitu ramah, cara tuturnya lembut, dan murah senyum, sampai-sampai saya merasa tidak ada jarak di antara kita. Setiap berbicara, ia selalu tersenyum, dan saya rasa, secara tidak langsung itu membuat siapa pun yang bicara padanya reflek untuk ikut tersenyum.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Saat saya tanya tentang awal mula ia terjun ke dunia tari, garis bibirnya tampak mulai tertarik lagi. Dengan senyuman kecil itu, ia mengisahkan pengalamannya menari saat masih duduk di bangku kelas 1 SD. Kelanjutan pertemuannya dengan tari terjadi pada semester akhir kuliah. Ia begitu senang menari. Tentu. Tari yang paling sering ia tarikan adalah tari gong yang berasal dari Kalimantan Timur.

Menurut Echa tari Gong dikenal oleh masyarakat sebagai tari tradisi Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Kenyah. Tari ini secara umum dikenal sebagai pertunjukan di mana ada seorang gadis yang menari di atas sebuah gong.

Echa juga menambahkan bahwa tari tersebut kemudian berkembang pada saat dipentaskan di luar daerah. Perkembangan tersebut berupa atraksi antara dua orang penari laki-laki yang membawakan tarian perang. Siapa pun nanti yang menang dalam tarian itu, ia akan tampil dengan penari wanita.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Sampai pada cerita Echa tentang tari tersebut, saya mulai merasa diajak masuk pada ketertarikan yang sama. Tapi dalam waktu yang terbatas itu, saya memilih untuk melanjutkan pertanyaan mengenai praktik artistiknya. Ia menjawab bahwa ia sudah berproses untuk menelisik lebih dalam dan membaca tari gong dari berbagai sudut pandang. Ia merasa jenuh saat hanya disuruh menarikan tari itu tanpa tahu sejarah dan asal usulnya.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

“Aku merasa ketika aku jadi penari itu kosong, aku gatau apa-apa,” ungkapnya.

Perempuan tamatan S1 sastra inggris ini menelusuri dan mengulik tari tersebut mulai dari sejarah, latar sosial, dan lain sebagainya. Tapi menurutnya, yang ia dapatkan tetap sama saja. Hanya terbatas pada tari yang di tarikan oleh seorang wanita di atas gong yang menceritakan tentang kelembutan gadis dayak.

“Ah… masak cuman itu aja?” gumamnya seolah mengulangi kegelisahannya sebelumnya. Tapi situasi itu justru ia anggap sebagai satu pesona tari gong yang justru membuatnya semakin penasaran untuk menelusuri tari itu lebih lanjut.

Melihat informasi yang didapat tentang tari gong masih sangat minim, Echa kemudian membuka praktik dengan mulai mengenali tubuh tari gong itu terlebih dahulu. Dan pada tahun 2016 “Pesona” sesi 1 mulai terbentuk.

Eka Wahyuni (memegang mic) dalam sesi diskusi setelah program Napak Tilas di Pura Samuan Tiga

Perjalanan Echa meluapkan rasa penasarannya terhadap tari gong membuatku ikut terpesona. Berangkat dari kekosongan yang ia rasakan sebagai seorang penari, kemudian menghantarkannya kepada parktik artistik yang sebenarnya juga di luar konteks keilmuan yang ia tekuni.

Echa jeli membaca hal yang belum sempat terbaca oleh masyarakat umumnya. Menariknya, ia berharap tarian itu tidak hanya dikenal sebagai sebuah tari untuk kepentingan pariwisata. Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan dari situasi itu, ia sadar akan hal-hal yang mungkin saja bisa hadir di balik situasi yang demikian.

Eka Wahyuni (baju hitam) dalam sesi presentasi karya tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Echa kemudian lanjut bercerita tentang karyanya pada malam pementasan di Mandala Wisata, depan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu Gianyar. Pementasan ini adalah proses dari karya pesona sebelumnya. Dimana ia menyadari bahwa orang mempunyai sudut pandangnya sendiri terhadap suatu hal. Termasuk sudut pandang mereka dalam melihat tari gong.

Sudut pandang itu bisa datang dari alat komunkasi yang digunakan yakni hp. Maka ia dalam karyanya mencoba untuk mengarahkan para kolaborator untuk mengambil gambar bagian tubuh dari seorang penari yang terus bergerak.

Mereka diarahkan untuk mengambil sudut-sudut yang berbeda untuk mendapatkan hasil berdasarkan dari sudut yang difoto tersebut. Menurut saya, itu bisa menjadi salah satu cara kita mengetahui sudut pandang seseorang terhadap suatu hal, di mana cara itu memungkinkan mereka menarik kesimpulan berdasarkan dari apa yang mereka tatap. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    “Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

    Next Post

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Putu Aristadewi

    Putu Aristadewi

    Koreografer dan penari, Jelana Creative Movement

    Related Posts

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails
    Next Post
    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

      5 shares
      Share 5 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

      43 shares
      Share 43 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
    Kritik Seni

    Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

    SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

    by Wayan Gde Yudane
    August 3, 2026
    ‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
    Ulas Musik

    ‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

    Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

    by Ahmad Sihabudin
    August 3, 2026
    “Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
    Pameran

    “Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

    DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

    by Nyoman Budarsana
    August 3, 2026
    Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
    Tualang

    Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

    SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

    by I Nyoman Tingkat
    August 2, 2026
    Mantra Visual Made Wiradana
    Ulas Rupa

    Mantra Visual Made Wiradana

    PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

    by Hartanto
    August 2, 2026
    Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
    Ulas Musik

    Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

    “Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

    by Mahesa Putra
    August 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

    "Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

    by Tri Nugroho Adi
    August 2, 2026
    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
    Esai

    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

    CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

    by IGP Weda Adi Wangsa
    August 2, 2026
    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
    Esai

    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

    PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

    by Angga Wijaya
    August 2, 2026
    Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
    Panggung

    Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

    MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

    by Nyoman Budarsana
    August 2, 2026
    Tuhan Yang Maha Puisi
    Ulas Buku

    Tuhan Yang Maha Puisi

    The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

    by Heski Dewabrata
    August 1, 2026
    Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
    Esai

    Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

    "Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

    by I Wayan Yudana
    August 1, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co