3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Putu Aristadewi by Putu Aristadewi
September 14, 2022
in Persona
Tari Gong dan Pesona Eka Wahyuni

Eka Wahyuni yang biasanya dipanggil Echa adalah salah satu peserta dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diselenggarakan di Bali oleh Kemendikbud.

Echa begitu ramah, cara tuturnya lembut, dan murah senyum, sampai-sampai saya merasa tidak ada jarak di antara kita. Setiap berbicara, ia selalu tersenyum, dan saya rasa, secara tidak langsung itu membuat siapa pun yang bicara padanya reflek untuk ikut tersenyum.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Saat saya tanya tentang awal mula ia terjun ke dunia tari, garis bibirnya tampak mulai tertarik lagi. Dengan senyuman kecil itu, ia mengisahkan pengalamannya menari saat masih duduk di bangku kelas 1 SD. Kelanjutan pertemuannya dengan tari terjadi pada semester akhir kuliah. Ia begitu senang menari. Tentu. Tari yang paling sering ia tarikan adalah tari gong yang berasal dari Kalimantan Timur.

Menurut Echa tari Gong dikenal oleh masyarakat sebagai tari tradisi Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Kenyah. Tari ini secara umum dikenal sebagai pertunjukan di mana ada seorang gadis yang menari di atas sebuah gong.

Echa juga menambahkan bahwa tari tersebut kemudian berkembang pada saat dipentaskan di luar daerah. Perkembangan tersebut berupa atraksi antara dua orang penari laki-laki yang membawakan tarian perang. Siapa pun nanti yang menang dalam tarian itu, ia akan tampil dengan penari wanita.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Sampai pada cerita Echa tentang tari tersebut, saya mulai merasa diajak masuk pada ketertarikan yang sama. Tapi dalam waktu yang terbatas itu, saya memilih untuk melanjutkan pertanyaan mengenai praktik artistiknya. Ia menjawab bahwa ia sudah berproses untuk menelisik lebih dalam dan membaca tari gong dari berbagai sudut pandang. Ia merasa jenuh saat hanya disuruh menarikan tari itu tanpa tahu sejarah dan asal usulnya.

Eka Wahyuni dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

“Aku merasa ketika aku jadi penari itu kosong, aku gatau apa-apa,” ungkapnya.

Perempuan tamatan S1 sastra inggris ini menelusuri dan mengulik tari tersebut mulai dari sejarah, latar sosial, dan lain sebagainya. Tapi menurutnya, yang ia dapatkan tetap sama saja. Hanya terbatas pada tari yang di tarikan oleh seorang wanita di atas gong yang menceritakan tentang kelembutan gadis dayak.

“Ah… masak cuman itu aja?” gumamnya seolah mengulangi kegelisahannya sebelumnya. Tapi situasi itu justru ia anggap sebagai satu pesona tari gong yang justru membuatnya semakin penasaran untuk menelusuri tari itu lebih lanjut.

Melihat informasi yang didapat tentang tari gong masih sangat minim, Echa kemudian membuka praktik dengan mulai mengenali tubuh tari gong itu terlebih dahulu. Dan pada tahun 2016 “Pesona” sesi 1 mulai terbentuk.

Eka Wahyuni (memegang mic) dalam sesi diskusi setelah program Napak Tilas di Pura Samuan Tiga

Perjalanan Echa meluapkan rasa penasarannya terhadap tari gong membuatku ikut terpesona. Berangkat dari kekosongan yang ia rasakan sebagai seorang penari, kemudian menghantarkannya kepada parktik artistik yang sebenarnya juga di luar konteks keilmuan yang ia tekuni.

Echa jeli membaca hal yang belum sempat terbaca oleh masyarakat umumnya. Menariknya, ia berharap tarian itu tidak hanya dikenal sebagai sebuah tari untuk kepentingan pariwisata. Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan dari situasi itu, ia sadar akan hal-hal yang mungkin saja bisa hadir di balik situasi yang demikian.

Eka Wahyuni (baju hitam) dalam sesi presentasi karya tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Echa kemudian lanjut bercerita tentang karyanya pada malam pementasan di Mandala Wisata, depan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu Gianyar. Pementasan ini adalah proses dari karya pesona sebelumnya. Dimana ia menyadari bahwa orang mempunyai sudut pandangnya sendiri terhadap suatu hal. Termasuk sudut pandang mereka dalam melihat tari gong.

Sudut pandang itu bisa datang dari alat komunkasi yang digunakan yakni hp. Maka ia dalam karyanya mencoba untuk mengarahkan para kolaborator untuk mengambil gambar bagian tubuh dari seorang penari yang terus bergerak.

Mereka diarahkan untuk mengambil sudut-sudut yang berbeda untuk mendapatkan hasil berdasarkan dari sudut yang difoto tersebut. Menurut saya, itu bisa menjadi salah satu cara kita mengetahui sudut pandang seseorang terhadap suatu hal, di mana cara itu memungkinkan mereka menarik kesimpulan berdasarkan dari apa yang mereka tatap. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    “Read Aloud” di Perpustakaan Buleleng, Anak-anak TK Mendengar dengan Ceria

    Next Post

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Putu Aristadewi

    Putu Aristadewi

    Koreografer dan penari, Jelana Creative Movement

    Related Posts

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
    Esai

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
    Esai

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Khas

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 1, 2026
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
    Esai

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
    Panggung

    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

    PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
    Pop

    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

    ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Manusia Purba di Kota Denpasar
    Esai

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
    Khas

    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

    “CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 1, 2026
    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
    Olahraga

    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

    KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

    by Jaswanto
    October 1, 2026
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
    Esai

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co