24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Batas : Percakapan dengan Pebri Irawan

Putu Aristadewi by Putu Aristadewi
September 7, 2022
in Persona
Mengenal Batas : Percakapan dengan Pebri Irawan

Sangar dan tegas. Itulah kesan pertama saat saya pertama kali melihat sosok Pebri Irawan. Perawakannya yang kekar membuat saya sedikit segan untuk berkenalan dengannya. Namun, semua itu lebur ketika malam kedua Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 berlangsung—kegiatan yang diadakan oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Setelah memberi tahu lewat pesan singkat bahwa dirinya akan saya wawancarai, saya memberanikan diri untuk sekedar menyapa terlebih dahulu. Dan, coba tebak apa yang terjadi! Semua ekspektasi saya tentang kesangarannya hilang entah kemana. Saya tertawa malu dalam hati. Ternyata Pebri adalah orang yang jauh dari kata sangar, penuh semangat, dan selalu mempunyai cara untuk mencairkan obrolan. Prasangka yang awalnya aku lemparkan ke Pebri membuatku tertawa sendiri. Sebegitu sangarnya ia dimataku.

Pada malam yang lumayan dingin, kami memulai percakapan di sudut restoran.

Krisna Satya, Ela Mutiara, dan Pebri Irawan (dari kanan ke kiri)dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Koreografer kelahiran Riau ini mengawali perkenalannya dengan dunia seni pada saat duduk di bangku SMA. Menurutnya, sebelum berkenalan dengan dunia seni, Pebri sangat dekat dengan olahraga. Seperti sepak bola, voly, dan climbing. Justru, perkenalan dengan seni, ia awali dengan bermain musik di sanggar sekolahnya SMA. Berbagai bidang ia pelajari, mulai dari musik, tari, bahkan teater.

Semua itu ia jalani hingga tamat SMA. Setelah tamat, pikiran untuk dapat menekuni kesenian membuatnya berusaha mencari informasi terkait kampus yang akan ia jadikan pijakan selanjutnya. Mungkin memang sudah jodohnya dengan seni, setelah melakukan berbagai pertimbangan serta perkelahian dengan ego, ia akhirnya memilih Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dari sanalah awal karirnya di dunia tari berkembang.

Pebri yang selalu tertarik dengan ilmu sosiologi, sejarah, dan hukum ini menamatkan studi S1 di ISI Yogyakarta tahun 2019, kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 di kampus yang sama. Ilmu serta pengetahuan yang ia dapatkan di bangku kuliah ia jadikan bekal dalam berkarya. Sama-samar terdengar suara peserta Temu Seni Tari yang juga sedang bercakap-cakap dengan kawan lainnya. Pebri menarik napas panjang seolah menarik ingatan tentang proses yang pernah ia alami. Pebri melanjutkan obrolan.

Pebri Irawan (menggunakan kacamata hitam) bersama peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur dalam sesi Napak Tilas di Pura Samuan Tiga

Pebri Irawan (menggunakan baju hijau bercorak) dalam geladi presentasi karya tari

Dari obrolan itu, saya pahami ada empat inti yang Pebri lakukan saat menggali sebuah ide dalam berkarya, yakni pengaturan kerangka berpikir—terkait tema, tujuan, dan lain-lain—menemukan kata kunci, membaca ulang peristiwa atau isu yang sedang dibahas, baru kemudian merumuskan penulisan konsep. Keempat strategi itu menurutnya membuat karya akan lebih terstruktur dan terhindar dari keambiguan. Selain itu, dalam berproses perlu memperhatikan aspek penonton. Pertimbangan itu hadir agar kita dapat membedakan konteks yang dijalani dan lebih peka terhadap lingkungan penonton.

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Dengan agak ragu memotong percakapan, saya sesungguhnya ingin tahu karya-karya yang ia gemari. Kini, giliran saya menarik napas panjang, lalu pertanyaan itu telah ia terima. Rupanya, dengan semangat ia bercerita tentang tari “Pakarena” yang berasal dari Sulawesi Selatan.

    “Ketika saya melihat tari itu, wah… ini kontemporer!” katanya dengan senyum yang lebar.

    “Coba ya, tari yang begitu pelan, musiknya malah cepat,” celetuknya lagi.

    Rupanya, Pebri tertarik dengan kekontrasan yang dihadirkan dalam tari itu, di mana tari yang pelan akan menghadirkan detail gerak yang jelas, dan musik yang cepat akan menjadi tantangan penari yang bergerak pelan.

    Pebri Irawan (baju merah muda) dalam pertunjukan berjudul “Secret Coco”

    Pebri Irawan (baju merah muda) dalam diskusi karya di Mandala Wisata, Desa Bedulu

    Malam semakin larut, Pebri mulai menceritakan tentang salah satu tarinya yang berjudul “Membatas”. Pebri bercerita bahwa tari tersebut berangkat dari karya sastra yang menceritakan kisah ikan Terubuk dan ikan Puyu-puyu. Ikan tersebut berasal tempat yang berbeda—ikan Terubuk dari laut dan ikan Puyu-puyu dari sungai—dan jatuh cinta. Ikan Terubuk yang mengejar cintanya berusaha menerobos air tawar, dan sialnya, ikan Terubuk pun mati.

    Sementara itu, ikan Puyu-puyu yang sedih kemudian naik ke pohon pulai dan moksa. Dari cerita itu, Pebri berkata bahwa ia mendapatkan banyak pelajaran dari sastra itu. Salah satunya adalah memahami batasan-batasan yang sudah ada di sekitar kita. Dengan pemahaman itu lahirlah karya “Membatas” sebagai hasil dari pembacaannya terhadap kisah itu.

    Penari yang sekarang memiliki kesibukan membuat karya dalam pembukaan Indonesian Dance Festival Layar Berkembang selalu memperhatikan karya yang dibuatnya. Perhatian itu ia curahkan dengan selalu melakukan evaluasi karya sebagai bagian dari kematangan karya itu juga. Evaluasi yang ia lakukan biasanya dengan mementaskan karya tersebut tidak hanya pada satu tempat. Setelah itu, ia akan membuka diskusi dengan teman-teman dari disiplin lain untuk mendapatkan tawaran perspektif.

    Perbincangan seru di atas meja persegi itu menyisakan banyak pelajaran bagi saya sebagai orang tari. Bagaimana trik kita membongkar sebuah isu sebelum melahirkan sebuah karya, memahami konteks karya yang akan dibuat, evaluasi karya sebagai jalan untuk mematangkan karya kita. Semua itu adalah bekal yang pada akhirnya akan mematangkan seorang koreografer. [T]

  • Baca artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Ternyata Stres Berguna Juga

    Next Post

    Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama

    Putu Aristadewi

    Putu Aristadewi

    Koreografer dan penari, Jelana Creative Movement

    Related Posts

    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    by Made Adnyana Ole
    October 17, 2026
    0
    Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

    APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

    Read moreDetails

    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    by Wayan Jengki Sunarta
    October 9, 2026
    0
    Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

    APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

    Read moreDetails

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails
    Next Post
    Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama

    Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

    SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

    by I Made Pria Dharsana
    October 21, 2026
    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
    Pendidikan

    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

    ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026
    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
    Pariwisata

    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

    DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co