13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
November 28, 2021
in Khas
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Salah satu peserta dengan menampilkan Wayang Tradisi Bali gaya Buleleng (Bali Utara)

Hari Wayang Nasional merupakan sebuah momentum perayaan seni pewayangan dan pedalangan dirayakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada setiap tanggal 7 November. Merayakan Hari Wayang Nasional sangatlah penting.

Selain menjadi pengingat atas diakuinya wayang sebagai Warisan Agung Budaya Dunia oleh UNESCO, perayaan hari wayang juga sebagai salah satu ruang untuk menghadirkan wayang secara serentak melalui berbagai bentuk sajian seperti pementasan, diskusi, workshop, hingga pameran rupa wayang.

Di Bali perayaan Hari Wayang Nasional pertama diselenggarakan tahun 2020 oleh Program Studi Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia Denpasar bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia Denpasar.

Namun perayaan waktu itu hanya dapat dirayakan secara daring (live streaming) melalui kanal youtube ISI DENPASAR mengingat pada saat itu semua acara kesenian tidak dapat terselenggara secara langsung, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa dan dosen yang tergabung dalam panitia acara untuk merayakan hari wayang ini.

Dialog Seni Pewayangan

Dalam perayaan Hari Wayang Nasional tahun 2020 yang lalu hanya menyajikan Dialog Seni Pewayangan yang mengusung tema “Refleksi Perkembangan Wayang” dengan 3 orang pakar Seni Pewayangan Bali sebagai pemantik dialog yaitu Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A, Dr. I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum, dan  I Made Sidia, SSP., M.Sn. Ketiga pakar tersebut mengulas tentang perkembangan Wayang Bali dulu, kini, dan akan datang.

Selain Dialog Seni Pewayangan, pada acara tersebut juga menyajikan pementasan Wayang Kulit Tradisi Bali gaya Sukawati dengan mementaskan dua dalang yang mumpuni. keistimewaan dari perayaan tahun lalu adalah penampilan Dalang Wanita yaitu Kadek Candy Cintya Dewi yang menampilkan pertunjukan wayang dengan sangat aktraktif walaupun seorang perempuan tetapi aksi dari candy sebagai salah satu Dalang Wanit di Bali sangat memukau penikmat yang menikmati acara perayaan tersebut melalui layar kaca.

Tidak puas dengan perayaan tahun lalu secara daring, tahun ini (2021) perayaan Hari Wayang Nasional kembali digelar dengan nuansa dan bentuk penyajian yang berbeda dari sebelumnya yaitu live (langsung) dan daring (dalam jaringan).

Perayaan hari wayang tahun ini digelar dengan tujuan untuk membangkitkan kembali gairah kreativitas seni pewayangan di Bali yang secara langsung tertuang dalam tema besar acara ini yaitu SAMITA. SAMITA berasal dari kata Samirana Atangia (Bangkit dari keterpurukan).

Perayaan tahun ini dapat dikatakan sangatlah meriah terlihat dari berbagai rangkaian acara seperti diadakannya perlombaan Topeng Pengraos Se-Bali, lomba Dalang Cilik Se-Bali, dan lomba Macepat Se-Bali. Selain itu Dialog Seni Pewayangan kembali dihadirkan dalam sajian live streaming melalui kanal youtube ISI Denpasar dengan narasumber Dr. I Made Marajaya, SSP., M.Si dan I Gusti Aryana, S.Sn yang membahas topik tentang “Tantangan dan Peluang Dalang di Masa Pandemi”.

Dalam Dialog Seni Pewayangan ini juga menyuguhkan pementasan Wayang Tradisi Bali gaya Buleleng (Bali Utara) yang menambah kemeriahan perayaan Hari Wayang Nasional tahun 2021.

Di tengah-tengah rangkaian acara juga menghadirkan webinar berskala Nasional bekerjasama dengan PEPADI Bali yang menghadirkan narasumber yang juga sebagai pakar Pedalangan Indonesia. Puncak dari acara ini dilaksanakan pada tanggal 7 november 2021 dengan menampilkan berbagai pertunjukan kesenian wayang dan teater.

Lomba Dalang Cilik

Moment menarik dalam perayaan Hari Wayang Nasional di Bali tahun ini yang diselenggarakan oleh Prodi Seni Pedalangan dan Hmp Seni Pedalangan adalah perhelatan lomba Dalang Cilik Se-Bali yang diikuti oleh anak-anak yang rata-rata berumur 9-14 tahun.

Dalam mengikuti perlombaan, para peserta sangat taat terhadap aturan yang dibuat oleh panitia yang terformulasi dalam kriteria dengan tujuan untuk menyatukan pemahaman dan kesepakatan sehingga perlombaan ini berjalan dengan lancar.

Hal yang menarik dalam lomba Dalang Cilik ini adalah bentuk penyajian pementasannya menggunakan konsep wayang lemah yaitu pertunjukan wayang yang secara penyajiannya tanpa menggunakan kelir (layar) dan blencong (lampu api) dengan tujuan untuk melatih mental para peserta karena mereka dapat dengan jelas melihat penonton dan situasi kondisi didepannya.

Penggunaan konsep penyajian ini tidak ada kaitannya dengan wayang lemah dalam konteks upacara namun lebih kepada melatih mentalitas para peserta Dalang Cilik sehingga luaran lomba ini dapat melahirkan generasi dalang dengan kemampuan dan mental yang mumpuni.

Satu catatan kecil untuk perhelatan lomba Dalang Cilik tahun ini adalah penggunaan kelir (layar). Perlu dipikirkan kembali bahwa penggunaan kelir sangatlah penting dalam menghadirkan tetikesan sebagai salah satu unsur utama dalam penyajian pertunjukan Wayang Tradisi Bali.

Tetikesan merupakan sebuah teknik permainan gerak wayang yang terfokus pada tangan sang dalang dalam memberikan spirit agar wayang terlihat hidup baik melalui gerak berjalan maupun gerak menari.

Sebagai teknik dasar permainan wayang dalam menghadirkan keindahan gerak, teknik tetikesan juga memberikan pemahaman tentang pentingnya kerapian dalam menyajikan pertunjukan Wayang Tradisi Bali yang dapat dilihat dari kecapakan sang dalang saat memegang wayang.

Namun yang sangat diapresiasi dalam perlombaan Dalang Cilik ini adalah prinsip dasarnya bahwa perhelatan lomba Dalang Cilik Se-Bali ini bukan bertujuan untuk memperlombakan style/penggayaan wayang setiap daerah, tapi lebih kepada pembinaan dalang-dalang muda sebagai generasi penerus melalui kompetisi yang menitik beratkan pada kemampuan sang dalang tersebut karena tidak dapat dipungkiri bawah kompetisi ini juga merupakan salah satu media ruang melahirkan dalang cilik/dalang muda berbakat.

Semoga perayaan Hari Wayang Nasional tahun depan dapat dilaksanakan dengan lebih meriah dan diusahakan hadir ditengah-tengah masyarakat. [T]

Tags: dalam cilikHari WayangISI Denpasarseni pertunjukanwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Next Post

Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co