13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
November 28, 2021
in Khas
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Salah satu peserta dengan menampilkan Wayang Tradisi Bali gaya Buleleng (Bali Utara)

Hari Wayang Nasional merupakan sebuah momentum perayaan seni pewayangan dan pedalangan dirayakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada setiap tanggal 7 November. Merayakan Hari Wayang Nasional sangatlah penting.

Selain menjadi pengingat atas diakuinya wayang sebagai Warisan Agung Budaya Dunia oleh UNESCO, perayaan hari wayang juga sebagai salah satu ruang untuk menghadirkan wayang secara serentak melalui berbagai bentuk sajian seperti pementasan, diskusi, workshop, hingga pameran rupa wayang.

Di Bali perayaan Hari Wayang Nasional pertama diselenggarakan tahun 2020 oleh Program Studi Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia Denpasar bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia Denpasar.

Namun perayaan waktu itu hanya dapat dirayakan secara daring (live streaming) melalui kanal youtube ISI DENPASAR mengingat pada saat itu semua acara kesenian tidak dapat terselenggara secara langsung, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa dan dosen yang tergabung dalam panitia acara untuk merayakan hari wayang ini.

Dialog Seni Pewayangan

Dalam perayaan Hari Wayang Nasional tahun 2020 yang lalu hanya menyajikan Dialog Seni Pewayangan yang mengusung tema “Refleksi Perkembangan Wayang” dengan 3 orang pakar Seni Pewayangan Bali sebagai pemantik dialog yaitu Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A, Dr. I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum, dan  I Made Sidia, SSP., M.Sn. Ketiga pakar tersebut mengulas tentang perkembangan Wayang Bali dulu, kini, dan akan datang.

Selain Dialog Seni Pewayangan, pada acara tersebut juga menyajikan pementasan Wayang Kulit Tradisi Bali gaya Sukawati dengan mementaskan dua dalang yang mumpuni. keistimewaan dari perayaan tahun lalu adalah penampilan Dalang Wanita yaitu Kadek Candy Cintya Dewi yang menampilkan pertunjukan wayang dengan sangat aktraktif walaupun seorang perempuan tetapi aksi dari candy sebagai salah satu Dalang Wanit di Bali sangat memukau penikmat yang menikmati acara perayaan tersebut melalui layar kaca.

Tidak puas dengan perayaan tahun lalu secara daring, tahun ini (2021) perayaan Hari Wayang Nasional kembali digelar dengan nuansa dan bentuk penyajian yang berbeda dari sebelumnya yaitu live (langsung) dan daring (dalam jaringan).

Perayaan hari wayang tahun ini digelar dengan tujuan untuk membangkitkan kembali gairah kreativitas seni pewayangan di Bali yang secara langsung tertuang dalam tema besar acara ini yaitu SAMITA. SAMITA berasal dari kata Samirana Atangia (Bangkit dari keterpurukan).

Perayaan tahun ini dapat dikatakan sangatlah meriah terlihat dari berbagai rangkaian acara seperti diadakannya perlombaan Topeng Pengraos Se-Bali, lomba Dalang Cilik Se-Bali, dan lomba Macepat Se-Bali. Selain itu Dialog Seni Pewayangan kembali dihadirkan dalam sajian live streaming melalui kanal youtube ISI Denpasar dengan narasumber Dr. I Made Marajaya, SSP., M.Si dan I Gusti Aryana, S.Sn yang membahas topik tentang “Tantangan dan Peluang Dalang di Masa Pandemi”.

Dalam Dialog Seni Pewayangan ini juga menyuguhkan pementasan Wayang Tradisi Bali gaya Buleleng (Bali Utara) yang menambah kemeriahan perayaan Hari Wayang Nasional tahun 2021.

Di tengah-tengah rangkaian acara juga menghadirkan webinar berskala Nasional bekerjasama dengan PEPADI Bali yang menghadirkan narasumber yang juga sebagai pakar Pedalangan Indonesia. Puncak dari acara ini dilaksanakan pada tanggal 7 november 2021 dengan menampilkan berbagai pertunjukan kesenian wayang dan teater.

Lomba Dalang Cilik

Moment menarik dalam perayaan Hari Wayang Nasional di Bali tahun ini yang diselenggarakan oleh Prodi Seni Pedalangan dan Hmp Seni Pedalangan adalah perhelatan lomba Dalang Cilik Se-Bali yang diikuti oleh anak-anak yang rata-rata berumur 9-14 tahun.

Dalam mengikuti perlombaan, para peserta sangat taat terhadap aturan yang dibuat oleh panitia yang terformulasi dalam kriteria dengan tujuan untuk menyatukan pemahaman dan kesepakatan sehingga perlombaan ini berjalan dengan lancar.

Hal yang menarik dalam lomba Dalang Cilik ini adalah bentuk penyajian pementasannya menggunakan konsep wayang lemah yaitu pertunjukan wayang yang secara penyajiannya tanpa menggunakan kelir (layar) dan blencong (lampu api) dengan tujuan untuk melatih mental para peserta karena mereka dapat dengan jelas melihat penonton dan situasi kondisi didepannya.

Penggunaan konsep penyajian ini tidak ada kaitannya dengan wayang lemah dalam konteks upacara namun lebih kepada melatih mentalitas para peserta Dalang Cilik sehingga luaran lomba ini dapat melahirkan generasi dalang dengan kemampuan dan mental yang mumpuni.

Satu catatan kecil untuk perhelatan lomba Dalang Cilik tahun ini adalah penggunaan kelir (layar). Perlu dipikirkan kembali bahwa penggunaan kelir sangatlah penting dalam menghadirkan tetikesan sebagai salah satu unsur utama dalam penyajian pertunjukan Wayang Tradisi Bali.

Tetikesan merupakan sebuah teknik permainan gerak wayang yang terfokus pada tangan sang dalang dalam memberikan spirit agar wayang terlihat hidup baik melalui gerak berjalan maupun gerak menari.

Sebagai teknik dasar permainan wayang dalam menghadirkan keindahan gerak, teknik tetikesan juga memberikan pemahaman tentang pentingnya kerapian dalam menyajikan pertunjukan Wayang Tradisi Bali yang dapat dilihat dari kecapakan sang dalang saat memegang wayang.

Namun yang sangat diapresiasi dalam perlombaan Dalang Cilik ini adalah prinsip dasarnya bahwa perhelatan lomba Dalang Cilik Se-Bali ini bukan bertujuan untuk memperlombakan style/penggayaan wayang setiap daerah, tapi lebih kepada pembinaan dalang-dalang muda sebagai generasi penerus melalui kompetisi yang menitik beratkan pada kemampuan sang dalang tersebut karena tidak dapat dipungkiri bawah kompetisi ini juga merupakan salah satu media ruang melahirkan dalang cilik/dalang muda berbakat.

Semoga perayaan Hari Wayang Nasional tahun depan dapat dilaksanakan dengan lebih meriah dan diusahakan hadir ditengah-tengah masyarakat. [T]

Tags: dalam cilikHari WayangISI Denpasarseni pertunjukanwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Next Post

Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

Dalem Dukut, Raja Nusa yang Tak Berdarah Nusa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co