3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
November 28, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Foto: Jayen Photography

PERISTIWA BIASA PADA HARI-HARI BAHAGIA

Minggu, hari matahari
Kujemur cahaya
Di sela urat daun
Tumbuh-tumbuhan

Senin, hari tumbuh-tumbuhan
Kusimpan serat gizi
Pada jinak atau liar
Tubuh hewan

Selasa, hari hewan
Kutanam budi baik
Tanpa balas dan bunga
Di setiap hati manusia

Rabu, hari budi manusia
Kurawat rasa dan kata cinta
Atas waktu luang
Milik pengetahuan

Kamis, hari pengetahuan
Kupetik segala yang terlihat
Oleh mata di dunia
Kusimpan di dunia maya

Jumat, hari pengetahuan maya
Kuciptakan puisi
Paling suci paling murni
Untuk ayah dan ibu

Sabtu, hari ayah dan ibu
Kupadati diri dengan cahaya kasih
Limpah ruah melebihi cahaya
Matahari

BERKEBUN DALAM RUMAH

Aku tanam pohon api dalam dingin
Kau petik kemudian rasa asin
Dari butir buah yang terbit
begitu saja di tepi kening

“Aku panen!” katamu.

Aku pun mengecup keningmu
Mencecap asin
yang sebentar lagi hilang
menjauh
dari masa tua

Kau tanam pohon api dalam udara
Aku pagut kemudian rasa sepat
Dari buah yang menggantung
Sedemikian rupa di ujung lidah

“Aku dapat!” ujarku

Kau pun memagut lidahku
Seakan menghentikan sepat kata-kata
yang dulu senantiasa lepas
jatuh bagai hujan
di atas kursi ruang keluarga

Aku tanam pohon air dalam panas
Kau petik kemudian rasa asam
Dari beratus-ratus buah yang berkumpul
Seperti sediakala di ujung-ujung jari

“Aku panen raya!” katamu

Aku pun mengisap jari-jarimu
Biar kunikmati sari asam kehidupan
sebelum larut
dalam manis janji-janji
di ceruk kuali

Kau tanam pohon air dalam udara
Aku hirup kemudian rasa hambar
Dari buah yang mengalir
Begitu rupa pada alur napas

“Aku berlimpah!” kataku

Kau pun menghirup napasku
Memberi rupa pada hambar
rupaku rupamu
rupa anak-anak
di meja makan

Aku tanam pohon udara dalam panas
Kau dapatkan kemudian rasa pedas
Dari buah yang terbayang-bayang
Sebegitu nyata dalam perih mata

“Aku dapat tunai!” katamu

Aku pun membasuh matamu
Agar kaulihat dengan sempurna
betapa lumrah segala yang lebih
betapa mewah segala yang kurang
di teras depan

Kau tanam pohon udara dalam dingin
Aku terkesiap disembur rasa pahit
Dari biji buah yang meluncur pesat
Sebegitu pesat pada alir darah di urat nadi

“Aku terima kasih!” kataku

Kau pun mengusap urat nadiku
Merawat rasa pahit sebagai penyembuh
luka di kaki
sakit di hati
nyeri di sekujur rumah

SEORANG ANAK MENGGAMBAR TIGA WUJUD POHON

1.

Pagi hari, si anak dengan kening berkerut
Menggambar pohon segitiga

“Ini pohon muda
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!” kata si anak.

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Makin tinggi makin tinggi
Si anak menyambung kertas di bagian atas
Makin panjang makin panjang

Bintang-bintang menyingkir
Mencipta ruang lengang, tembus lurus ke puncak angkasa
Kelelawar hilang sihir. Serangga gigil demam
Sayap kupu-kupu jadi serbuk awan di ketinggian

“Tapi, setinggi apakah pikiran
di kepalamu, Ayah?” tanya si anak.

Kau lewat pada batas, tak akan sampai pada akhir
Pohon tinggi mudah dihitung
Kedalaman akar susah diduga

“Pohon segitiga
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!”

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Dua segi dekat pada batang, runduk pada akar
Satu segi menjangkau matahari
Dua segi dijangkau matahari

2.

Siang usai makan, si anak dengan muka mengantuk
Menggambar pohon segi empat

“Ini pohon setengah tua
Pohon tubuh, pohon tubuhmu, Ayah!” kata si anak.

Sisi kiri sisi kanan melebar badan, rimbun mendatar
Sisi atas pun menunduk, sisi bawah menahan beban

Tangkai menjuntai, seribu buah melayang seperti bintang
Kelelawar tidur siang, timbun lemak bergayut di perut
Dan pada lengan cabang, semut berduyun serangga tualang
Kupu-kupu mengibaskan sayap dan seribu ulat tetas
setelah tuntas penyerbukan

Si anak menyambung kertas di pinggir kiri, juga di kanan
Hingga lewat semua warna pada dua ujung tangan

“Setengah tua, setengah usia
Apa yang ditakutkan tubuh
Selain berat pada ketinggian, Ayah?” tanya si anak.

Kau berhenti sebelum tiba pada tuju
Kepala menunduk, kaki menahan beban
Ulat seakan hama, sebelum pasrah jadi kupu-kupu

“Pohon segi empat
Pohon tubuhmu, Ayah!”

Semut serangga menyeberang leluasa
Dari ranting paling kiri ke ranting paling kanan
Dari kaki sebelah kiri ke kaki sebelah kanan

Jangankan melangkah, diam pun kau mulai susah

3.

Malam sebelum ke ranjang, si anak dengan wajah bersih
Menggambar pohon lingkaran

“Ini pohon matang
Pohon ulu hati
Ulu di hatimu, Ayah!” kata si anak

Ia menggambar satu titik
Di tengahnya ada jalin cabang, geliat ranting
Serat batang kuat dan liat inti kayu
Serabut dan tunggang akar. Daun rimbun berlapis
Melingkar serupa bola bumi
Hijau dan penuh

“Sepenuh apakah perasaan-perasaanmu
Yang tersimpan sunyi
Di ulu hati, Ayah?” tanya si anak

Kau tersesat pada titik yang tumbuh. Lingkar pohon
Yang hidup. Bulat belukar. Ular hijau ular pohon
Burung-burung kecil pada ranting. Burung besar di cabang
Iring-iring semut. Kertap serangga dan ulat bulu naik turun batang
Ulat buah pada buah, ulat tanah pada akar
Saling canda, saling mangsa, dengan tanda
dan perasaan yang sama

“Pohon lingkaran
Pohon ulu hatimu, Ayah!”

Kau masuk ke dalam titik
Tak sampai-sampai di kedalaman

_____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAINNYA

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seorang Nelayan Mengambang Sepanjang Sungai Ijo Gading | Cerpen I Putu Agus Phebi Rosadi

Next Post

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails
Next Post
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co