13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
November 28, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Foto: Jayen Photography

PERISTIWA BIASA PADA HARI-HARI BAHAGIA

Minggu, hari matahari
Kujemur cahaya
Di sela urat daun
Tumbuh-tumbuhan

Senin, hari tumbuh-tumbuhan
Kusimpan serat gizi
Pada jinak atau liar
Tubuh hewan

Selasa, hari hewan
Kutanam budi baik
Tanpa balas dan bunga
Di setiap hati manusia

Rabu, hari budi manusia
Kurawat rasa dan kata cinta
Atas waktu luang
Milik pengetahuan

Kamis, hari pengetahuan
Kupetik segala yang terlihat
Oleh mata di dunia
Kusimpan di dunia maya

Jumat, hari pengetahuan maya
Kuciptakan puisi
Paling suci paling murni
Untuk ayah dan ibu

Sabtu, hari ayah dan ibu
Kupadati diri dengan cahaya kasih
Limpah ruah melebihi cahaya
Matahari

BERKEBUN DALAM RUMAH

Aku tanam pohon api dalam dingin
Kau petik kemudian rasa asin
Dari butir buah yang terbit
begitu saja di tepi kening

“Aku panen!” katamu.

Aku pun mengecup keningmu
Mencecap asin
yang sebentar lagi hilang
menjauh
dari masa tua

Kau tanam pohon api dalam udara
Aku pagut kemudian rasa sepat
Dari buah yang menggantung
Sedemikian rupa di ujung lidah

“Aku dapat!” ujarku

Kau pun memagut lidahku
Seakan menghentikan sepat kata-kata
yang dulu senantiasa lepas
jatuh bagai hujan
di atas kursi ruang keluarga

Aku tanam pohon air dalam panas
Kau petik kemudian rasa asam
Dari beratus-ratus buah yang berkumpul
Seperti sediakala di ujung-ujung jari

“Aku panen raya!” katamu

Aku pun mengisap jari-jarimu
Biar kunikmati sari asam kehidupan
sebelum larut
dalam manis janji-janji
di ceruk kuali

Kau tanam pohon air dalam udara
Aku hirup kemudian rasa hambar
Dari buah yang mengalir
Begitu rupa pada alur napas

“Aku berlimpah!” kataku

Kau pun menghirup napasku
Memberi rupa pada hambar
rupaku rupamu
rupa anak-anak
di meja makan

Aku tanam pohon udara dalam panas
Kau dapatkan kemudian rasa pedas
Dari buah yang terbayang-bayang
Sebegitu nyata dalam perih mata

“Aku dapat tunai!” katamu

Aku pun membasuh matamu
Agar kaulihat dengan sempurna
betapa lumrah segala yang lebih
betapa mewah segala yang kurang
di teras depan

Kau tanam pohon udara dalam dingin
Aku terkesiap disembur rasa pahit
Dari biji buah yang meluncur pesat
Sebegitu pesat pada alir darah di urat nadi

“Aku terima kasih!” kataku

Kau pun mengusap urat nadiku
Merawat rasa pahit sebagai penyembuh
luka di kaki
sakit di hati
nyeri di sekujur rumah

SEORANG ANAK MENGGAMBAR TIGA WUJUD POHON

1.

Pagi hari, si anak dengan kening berkerut
Menggambar pohon segitiga

“Ini pohon muda
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!” kata si anak.

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Makin tinggi makin tinggi
Si anak menyambung kertas di bagian atas
Makin panjang makin panjang

Bintang-bintang menyingkir
Mencipta ruang lengang, tembus lurus ke puncak angkasa
Kelelawar hilang sihir. Serangga gigil demam
Sayap kupu-kupu jadi serbuk awan di ketinggian

“Tapi, setinggi apakah pikiran
di kepalamu, Ayah?” tanya si anak.

Kau lewat pada batas, tak akan sampai pada akhir
Pohon tinggi mudah dihitung
Kedalaman akar susah diduga

“Pohon segitiga
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!”

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Dua segi dekat pada batang, runduk pada akar
Satu segi menjangkau matahari
Dua segi dijangkau matahari

2.

Siang usai makan, si anak dengan muka mengantuk
Menggambar pohon segi empat

“Ini pohon setengah tua
Pohon tubuh, pohon tubuhmu, Ayah!” kata si anak.

Sisi kiri sisi kanan melebar badan, rimbun mendatar
Sisi atas pun menunduk, sisi bawah menahan beban

Tangkai menjuntai, seribu buah melayang seperti bintang
Kelelawar tidur siang, timbun lemak bergayut di perut
Dan pada lengan cabang, semut berduyun serangga tualang
Kupu-kupu mengibaskan sayap dan seribu ulat tetas
setelah tuntas penyerbukan

Si anak menyambung kertas di pinggir kiri, juga di kanan
Hingga lewat semua warna pada dua ujung tangan

“Setengah tua, setengah usia
Apa yang ditakutkan tubuh
Selain berat pada ketinggian, Ayah?” tanya si anak.

Kau berhenti sebelum tiba pada tuju
Kepala menunduk, kaki menahan beban
Ulat seakan hama, sebelum pasrah jadi kupu-kupu

“Pohon segi empat
Pohon tubuhmu, Ayah!”

Semut serangga menyeberang leluasa
Dari ranting paling kiri ke ranting paling kanan
Dari kaki sebelah kiri ke kaki sebelah kanan

Jangankan melangkah, diam pun kau mulai susah

3.

Malam sebelum ke ranjang, si anak dengan wajah bersih
Menggambar pohon lingkaran

“Ini pohon matang
Pohon ulu hati
Ulu di hatimu, Ayah!” kata si anak

Ia menggambar satu titik
Di tengahnya ada jalin cabang, geliat ranting
Serat batang kuat dan liat inti kayu
Serabut dan tunggang akar. Daun rimbun berlapis
Melingkar serupa bola bumi
Hijau dan penuh

“Sepenuh apakah perasaan-perasaanmu
Yang tersimpan sunyi
Di ulu hati, Ayah?” tanya si anak

Kau tersesat pada titik yang tumbuh. Lingkar pohon
Yang hidup. Bulat belukar. Ular hijau ular pohon
Burung-burung kecil pada ranting. Burung besar di cabang
Iring-iring semut. Kertap serangga dan ulat bulu naik turun batang
Ulat buah pada buah, ulat tanah pada akar
Saling canda, saling mangsa, dengan tanda
dan perasaan yang sama

“Pohon lingkaran
Pohon ulu hatimu, Ayah!”

Kau masuk ke dalam titik
Tak sampai-sampai di kedalaman

_____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAINNYA

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seorang Nelayan Mengambang Sepanjang Sungai Ijo Gading | Cerpen I Putu Agus Phebi Rosadi

Next Post

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co