23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
November 28, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Made Adnyana Ole | Peristiwa Biasa Pada Hari-hari Bahagia

Foto: Jayen Photography

PERISTIWA BIASA PADA HARI-HARI BAHAGIA

Minggu, hari matahari
Kujemur cahaya
Di sela urat daun
Tumbuh-tumbuhan

Senin, hari tumbuh-tumbuhan
Kusimpan serat gizi
Pada jinak atau liar
Tubuh hewan

Selasa, hari hewan
Kutanam budi baik
Tanpa balas dan bunga
Di setiap hati manusia

Rabu, hari budi manusia
Kurawat rasa dan kata cinta
Atas waktu luang
Milik pengetahuan

Kamis, hari pengetahuan
Kupetik segala yang terlihat
Oleh mata di dunia
Kusimpan di dunia maya

Jumat, hari pengetahuan maya
Kuciptakan puisi
Paling suci paling murni
Untuk ayah dan ibu

Sabtu, hari ayah dan ibu
Kupadati diri dengan cahaya kasih
Limpah ruah melebihi cahaya
Matahari

BERKEBUN DALAM RUMAH

Aku tanam pohon api dalam dingin
Kau petik kemudian rasa asin
Dari butir buah yang terbit
begitu saja di tepi kening

“Aku panen!” katamu.

Aku pun mengecup keningmu
Mencecap asin
yang sebentar lagi hilang
menjauh
dari masa tua

Kau tanam pohon api dalam udara
Aku pagut kemudian rasa sepat
Dari buah yang menggantung
Sedemikian rupa di ujung lidah

“Aku dapat!” ujarku

Kau pun memagut lidahku
Seakan menghentikan sepat kata-kata
yang dulu senantiasa lepas
jatuh bagai hujan
di atas kursi ruang keluarga

Aku tanam pohon air dalam panas
Kau petik kemudian rasa asam
Dari beratus-ratus buah yang berkumpul
Seperti sediakala di ujung-ujung jari

“Aku panen raya!” katamu

Aku pun mengisap jari-jarimu
Biar kunikmati sari asam kehidupan
sebelum larut
dalam manis janji-janji
di ceruk kuali

Kau tanam pohon air dalam udara
Aku hirup kemudian rasa hambar
Dari buah yang mengalir
Begitu rupa pada alur napas

“Aku berlimpah!” kataku

Kau pun menghirup napasku
Memberi rupa pada hambar
rupaku rupamu
rupa anak-anak
di meja makan

Aku tanam pohon udara dalam panas
Kau dapatkan kemudian rasa pedas
Dari buah yang terbayang-bayang
Sebegitu nyata dalam perih mata

“Aku dapat tunai!” katamu

Aku pun membasuh matamu
Agar kaulihat dengan sempurna
betapa lumrah segala yang lebih
betapa mewah segala yang kurang
di teras depan

Kau tanam pohon udara dalam dingin
Aku terkesiap disembur rasa pahit
Dari biji buah yang meluncur pesat
Sebegitu pesat pada alir darah di urat nadi

“Aku terima kasih!” kataku

Kau pun mengusap urat nadiku
Merawat rasa pahit sebagai penyembuh
luka di kaki
sakit di hati
nyeri di sekujur rumah

SEORANG ANAK MENGGAMBAR TIGA WUJUD POHON

1.

Pagi hari, si anak dengan kening berkerut
Menggambar pohon segitiga

“Ini pohon muda
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!” kata si anak.

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Makin tinggi makin tinggi
Si anak menyambung kertas di bagian atas
Makin panjang makin panjang

Bintang-bintang menyingkir
Mencipta ruang lengang, tembus lurus ke puncak angkasa
Kelelawar hilang sihir. Serangga gigil demam
Sayap kupu-kupu jadi serbuk awan di ketinggian

“Tapi, setinggi apakah pikiran
di kepalamu, Ayah?” tanya si anak.

Kau lewat pada batas, tak akan sampai pada akhir
Pohon tinggi mudah dihitung
Kedalaman akar susah diduga

“Pohon segitiga
Pohon pikiran di kepalamu, Ayah!”

Satu segi, satu pucuk, runcing ke langit
Dua segi dekat pada batang, runduk pada akar
Satu segi menjangkau matahari
Dua segi dijangkau matahari

2.

Siang usai makan, si anak dengan muka mengantuk
Menggambar pohon segi empat

“Ini pohon setengah tua
Pohon tubuh, pohon tubuhmu, Ayah!” kata si anak.

Sisi kiri sisi kanan melebar badan, rimbun mendatar
Sisi atas pun menunduk, sisi bawah menahan beban

Tangkai menjuntai, seribu buah melayang seperti bintang
Kelelawar tidur siang, timbun lemak bergayut di perut
Dan pada lengan cabang, semut berduyun serangga tualang
Kupu-kupu mengibaskan sayap dan seribu ulat tetas
setelah tuntas penyerbukan

Si anak menyambung kertas di pinggir kiri, juga di kanan
Hingga lewat semua warna pada dua ujung tangan

“Setengah tua, setengah usia
Apa yang ditakutkan tubuh
Selain berat pada ketinggian, Ayah?” tanya si anak.

Kau berhenti sebelum tiba pada tuju
Kepala menunduk, kaki menahan beban
Ulat seakan hama, sebelum pasrah jadi kupu-kupu

“Pohon segi empat
Pohon tubuhmu, Ayah!”

Semut serangga menyeberang leluasa
Dari ranting paling kiri ke ranting paling kanan
Dari kaki sebelah kiri ke kaki sebelah kanan

Jangankan melangkah, diam pun kau mulai susah

3.

Malam sebelum ke ranjang, si anak dengan wajah bersih
Menggambar pohon lingkaran

“Ini pohon matang
Pohon ulu hati
Ulu di hatimu, Ayah!” kata si anak

Ia menggambar satu titik
Di tengahnya ada jalin cabang, geliat ranting
Serat batang kuat dan liat inti kayu
Serabut dan tunggang akar. Daun rimbun berlapis
Melingkar serupa bola bumi
Hijau dan penuh

“Sepenuh apakah perasaan-perasaanmu
Yang tersimpan sunyi
Di ulu hati, Ayah?” tanya si anak

Kau tersesat pada titik yang tumbuh. Lingkar pohon
Yang hidup. Bulat belukar. Ular hijau ular pohon
Burung-burung kecil pada ranting. Burung besar di cabang
Iring-iring semut. Kertap serangga dan ulat bulu naik turun batang
Ulat buah pada buah, ulat tanah pada akar
Saling canda, saling mangsa, dengan tanda
dan perasaan yang sama

“Pohon lingkaran
Pohon ulu hatimu, Ayah!”

Kau masuk ke dalam titik
Tak sampai-sampai di kedalaman

_____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAINNYA

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seorang Nelayan Mengambang Sepanjang Sungai Ijo Gading | Cerpen I Putu Agus Phebi Rosadi

Next Post

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co