24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
August 3, 2021
in Khas
Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Warga asing bersama warga lokal memilah sampah di desa Les, Tejakula, Buleleng, Bali

Tahu patung blue marlin di pantai Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang sempat diberitakan ramai-ramai di media cetak dan online?

Patung itu didesain tanggal 20 Februari 2021 dan mulai digarap tanggal 3 Maret, dibuat oleh para pemuda Desa Les, berjumlah 7 orang, salah satunya Komang Trisna Ananda.

Bahan patung itu adalah sampah plastik. Itu yang membuat patung itu jadi istimewa. Patung itu menghabiskan kurang lebih sekitar 600-an botol plastik dan hampir ribuan label kemasan botol dan juga beberapa plastik tas kresek.

Patung itu kini seakan menjadi ikon Desa Les. Bukan saja ikon seni, melainkan juga ikon sebagai desa yang punya perhatian penuh terhadap kreativitas pengelolaan sampah plastik di desa itu.

Patung marlin di pantai Desa Les

Pengelolaan sampah yang baik di Desa Les tak bisa dilepaskan dari persentuhan dan pergaulan warga asing dan warga lokal di desa itu. Desa Les, meski sebagai desa yang cukup jauh dari ibukota kabupaten dan ibukota provinsi, namun desa itu seakan memiliki daya tarik sehingga banyak warga asing datang ke situ, bahkan menetap.

Warga asing itu bukan melulu wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai Desa Les dan keasrian bukit-bukitnya. Mereka kebanyakan mahasiswa dan aktivis lingkungan, yang tertarik menerapkan ilmu tentang penyelamatan lingkungan, baik di laut maupun di daratan.

Mari bicarakan soal Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Les. Sejak tahun 2017  TPST yang memiliki sebelas staff dan berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sea Communities. Dari kolaborasi ini lahirlah berbagai program baik, sekaligus mendapat perhatian dari sejumlah lembaga pendidikan di Australia, AS dan negara lain. Persentuhan-persentuhan

“Sea Communities banyak berkolaborasi dengan pemdes  di unit TPST  dalam hal edukasi dan berbagai program community service untuk dalam hal pengelolaan sampah,” kata Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara.

Gede Arsana dan cacahan sampah plastik

Kegiatan TPST dan kolaborasi itu akan didukung dengan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah berbasis sumber antara desa adat dan dinas yang draftnya sudah rampung dan kini tinggal pengesahan sehabis PPKM.

Salah satu staff TPST, Gede Arsana, menuturkan kolaborasi dengan Sea Communities sangat membantu dalam edukasi sampah, dalam memilah sampah, dan memahami permasalahan dari banyaknya jenis-jenis sampah. “Terlebih lagi memahami nilai ekonomis dari sampah yang sangat jarang orang awam pahami, bagaimana sampah bisa menjadi sumber penghasilan dan kreatifitas dan juga aktifitas wisata,” kata Arsana.

Gede Arsana dan mesin shruder

Bagaimana bentuk kolaborasi Sea Communities dengan TPST?

Adalah Edgar Bernal atau yang lebih dikenal dengan nama Bali, Nyoman Girri, warga negara Filipina yang sudah hampir menetap 5 tahun di Desa Les. Girri adalah Program Manager Sea Communities.

Awalnya, aktivitas utama komunitas adalah membersihkan terumbu karang di laut Desa Les. Pasalnya, terumbu karang itu hampir seriap saat dimasuki sampah yang berasal dari aliran sungai maupun selokan yang mengarah ke pantai.

Setelah melalui beberapa kesempatan survei, komunitas itu sepakat untung menanggulangi persoalan ini dari hulu, yaitu tempat pembuangan sampah sekaligus mengedukasi masyarakat yang melibatkan insan pendidikan di desa, seperti siswa dan guru SD serta SMP.

Upaya dan program-program penanggulangan sampah itu kemudian mendapat perhatian sehingga sejumlah lembaga turut membantu dan bekerjasama. Dua alat pencacah sampah sekaligus  pencair sampah plastik untuk membuat melamin didapatkan dari CSR organisasi Earth Watch Institute dari Australia (Earth Watch Australia)

Southern Cross University Australia  yang juga membuat “The Shruder Workshop” atau pelatihan daur ulang sampah plastik di Desa Les. Tak ketinggalan, Carol University, Filipina, juga menjadi kampus yang mendukung kegiatan community service ini.

Sebelum pandemi, mahasiswa dari kampus-kampus itu datang ke Les, untuk melakukan semacam KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan di situlah terjadi project-project kolaboratif hasil dari persentuhan warga asing dan lokal, termasuk persentuhan-persentuhan budaya dan teknologinya.

Nah, patung blue marlin di tepi Pantai Desa Les itu adalah project dari Carol University. Selama pandemi project pemanfaatan limbah plastik  menjadi seni rupa patung ikan marlin adalah project virtual yang digagas untuk kampus tersebut khususnya dalam bidang Marine Science Biology. Selama pandemi koordinasi dan kolaborasi banyak dilakukan secara daring.

Bahkan bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja yang datang dari seluruh dunia (Australia, Singapura, Amerika serikat,  Belanda, dll) kalangan profesional pun banyak yang datang ke desa les untuk berwisata “sampah” ini.  Keindahan alamnya adalah bonus tersendiri, pastinya.

Yang membanggakan dari kolaborasi ini, di samping masalah sampah bisa diatasi, dampak ekonomis dirasakan, dan program ini menjadi best seller wisata edukasi yang ditawarkan Desa Les.

Edgar Bernal atau yang lebih dikenal dengan nama Bali, Nyoman Girri,

Apa saja yang dilakukan warga asing yang berkunjung ke TPST Desa Les?

Pertama, mereka turut memilah sampah plastik, sesuai dengan jenis dan klasifikasi kelas plastiknya. Kedua, mencacah plastik atau mencairkannya menjadi melamin  di mesin shruder, sehingga menghasilkan tangan menyerupai lidi dari bahan plastik

Ketiga, membuat anyaman dari bahan melamin yang dihasilkan menjadi kerajinan tangan seperti ingka dan lain-lain

“Kegiatan ini adalah best seller dari program Earth Watch bekerjasama dengan Sea Communities dan TPST Desa Les,” kata Nyoman Girri, warga Filifina yang jadi pentolan di Sea Communities itu.

Kalau sudah begini, kolaborasi dan sinergi dari banyak pihak adalah kunci maju bersama jntuk mengubah stigma sampah menjadi berkah. [T]

Tumpukan sampah di TPST Desa Les siap dipilah

Baca artikel lain tentang DESA LES dari penulis NYOMAN NADIANA

Tags: bulelengdaur ulang sampah plastikDesa LesPariwisataSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Next Post

Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co