2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
August 3, 2021
in Khas
Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Warga asing bersama warga lokal memilah sampah di desa Les, Tejakula, Buleleng, Bali

Tahu patung blue marlin di pantai Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang sempat diberitakan ramai-ramai di media cetak dan online?

Patung itu didesain tanggal 20 Februari 2021 dan mulai digarap tanggal 3 Maret, dibuat oleh para pemuda Desa Les, berjumlah 7 orang, salah satunya Komang Trisna Ananda.

Bahan patung itu adalah sampah plastik. Itu yang membuat patung itu jadi istimewa. Patung itu menghabiskan kurang lebih sekitar 600-an botol plastik dan hampir ribuan label kemasan botol dan juga beberapa plastik tas kresek.

Patung itu kini seakan menjadi ikon Desa Les. Bukan saja ikon seni, melainkan juga ikon sebagai desa yang punya perhatian penuh terhadap kreativitas pengelolaan sampah plastik di desa itu.

Patung marlin di pantai Desa Les

Pengelolaan sampah yang baik di Desa Les tak bisa dilepaskan dari persentuhan dan pergaulan warga asing dan warga lokal di desa itu. Desa Les, meski sebagai desa yang cukup jauh dari ibukota kabupaten dan ibukota provinsi, namun desa itu seakan memiliki daya tarik sehingga banyak warga asing datang ke situ, bahkan menetap.

Warga asing itu bukan melulu wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai Desa Les dan keasrian bukit-bukitnya. Mereka kebanyakan mahasiswa dan aktivis lingkungan, yang tertarik menerapkan ilmu tentang penyelamatan lingkungan, baik di laut maupun di daratan.

Mari bicarakan soal Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Les. Sejak tahun 2017  TPST yang memiliki sebelas staff dan berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sea Communities. Dari kolaborasi ini lahirlah berbagai program baik, sekaligus mendapat perhatian dari sejumlah lembaga pendidikan di Australia, AS dan negara lain. Persentuhan-persentuhan

“Sea Communities banyak berkolaborasi dengan pemdes  di unit TPST  dalam hal edukasi dan berbagai program community service untuk dalam hal pengelolaan sampah,” kata Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara.

Gede Arsana dan cacahan sampah plastik

Kegiatan TPST dan kolaborasi itu akan didukung dengan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah berbasis sumber antara desa adat dan dinas yang draftnya sudah rampung dan kini tinggal pengesahan sehabis PPKM.

Salah satu staff TPST, Gede Arsana, menuturkan kolaborasi dengan Sea Communities sangat membantu dalam edukasi sampah, dalam memilah sampah, dan memahami permasalahan dari banyaknya jenis-jenis sampah. “Terlebih lagi memahami nilai ekonomis dari sampah yang sangat jarang orang awam pahami, bagaimana sampah bisa menjadi sumber penghasilan dan kreatifitas dan juga aktifitas wisata,” kata Arsana.

Gede Arsana dan mesin shruder

Bagaimana bentuk kolaborasi Sea Communities dengan TPST?

Adalah Edgar Bernal atau yang lebih dikenal dengan nama Bali, Nyoman Girri, warga negara Filipina yang sudah hampir menetap 5 tahun di Desa Les. Girri adalah Program Manager Sea Communities.

Awalnya, aktivitas utama komunitas adalah membersihkan terumbu karang di laut Desa Les. Pasalnya, terumbu karang itu hampir seriap saat dimasuki sampah yang berasal dari aliran sungai maupun selokan yang mengarah ke pantai.

Setelah melalui beberapa kesempatan survei, komunitas itu sepakat untung menanggulangi persoalan ini dari hulu, yaitu tempat pembuangan sampah sekaligus mengedukasi masyarakat yang melibatkan insan pendidikan di desa, seperti siswa dan guru SD serta SMP.

Upaya dan program-program penanggulangan sampah itu kemudian mendapat perhatian sehingga sejumlah lembaga turut membantu dan bekerjasama. Dua alat pencacah sampah sekaligus  pencair sampah plastik untuk membuat melamin didapatkan dari CSR organisasi Earth Watch Institute dari Australia (Earth Watch Australia)

Southern Cross University Australia  yang juga membuat “The Shruder Workshop” atau pelatihan daur ulang sampah plastik di Desa Les. Tak ketinggalan, Carol University, Filipina, juga menjadi kampus yang mendukung kegiatan community service ini.

Sebelum pandemi, mahasiswa dari kampus-kampus itu datang ke Les, untuk melakukan semacam KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan di situlah terjadi project-project kolaboratif hasil dari persentuhan warga asing dan lokal, termasuk persentuhan-persentuhan budaya dan teknologinya.

Nah, patung blue marlin di tepi Pantai Desa Les itu adalah project dari Carol University. Selama pandemi project pemanfaatan limbah plastik  menjadi seni rupa patung ikan marlin adalah project virtual yang digagas untuk kampus tersebut khususnya dalam bidang Marine Science Biology. Selama pandemi koordinasi dan kolaborasi banyak dilakukan secara daring.

Bahkan bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja yang datang dari seluruh dunia (Australia, Singapura, Amerika serikat,  Belanda, dll) kalangan profesional pun banyak yang datang ke desa les untuk berwisata “sampah” ini.  Keindahan alamnya adalah bonus tersendiri, pastinya.

Yang membanggakan dari kolaborasi ini, di samping masalah sampah bisa diatasi, dampak ekonomis dirasakan, dan program ini menjadi best seller wisata edukasi yang ditawarkan Desa Les.

Edgar Bernal atau yang lebih dikenal dengan nama Bali, Nyoman Girri,

Apa saja yang dilakukan warga asing yang berkunjung ke TPST Desa Les?

Pertama, mereka turut memilah sampah plastik, sesuai dengan jenis dan klasifikasi kelas plastiknya. Kedua, mencacah plastik atau mencairkannya menjadi melamin  di mesin shruder, sehingga menghasilkan tangan menyerupai lidi dari bahan plastik

Ketiga, membuat anyaman dari bahan melamin yang dihasilkan menjadi kerajinan tangan seperti ingka dan lain-lain

“Kegiatan ini adalah best seller dari program Earth Watch bekerjasama dengan Sea Communities dan TPST Desa Les,” kata Nyoman Girri, warga Filifina yang jadi pentolan di Sea Communities itu.

Kalau sudah begini, kolaborasi dan sinergi dari banyak pihak adalah kunci maju bersama jntuk mengubah stigma sampah menjadi berkah. [T]

Tumpukan sampah di TPST Desa Les siap dipilah

Baca artikel lain tentang DESA LES dari penulis NYOMAN NADIANA

Tags: bulelengdaur ulang sampah plastikDesa LesPariwisataSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Next Post

Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Covid: Antara Kedukaan dan Merelakan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co