30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
August 2, 2021
in Khas
Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Grace Tjondronimpuno dan I Made Arya Dwita Dedok bersama karya-karya mereka [Foto dok pribadi]

Di Jepang, tak hanya ada pesta olahraga dunia Olimpiade, juga ada pesta seni dunia. Pesta seni itu bertajuk Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20. Perupa Indonesia juga tak ketinggalan ambil bagian event seni ini. Salah duanya adalah sepsang suami-istri I Made Arya Dwita Dedok dan Grace Tjondronimpuno .

Pameran diikuti 65 perupa internasional dari China, USA, Japan, Poland, Mexico, UK, Malaysia, Thailand, Italy, Bangladesh, Canada, Norwegian, dan Indonesia. “Ada sekitar 200 karya lebih dipamerkan,” kata Ketua Pameran Shimmin Katsu.

Pameran diselenggarakan oleh Komite Persiapan dan Pameran Pertukaran Seni Internasional mulai 3 sampai 8 Agustus di Museum Seni Kota Chiba Jepang.

Karena pencegahan dan pengendalian infeksi pneumonia coronavirus baru, seniman yang berpartisipasi dalam pameran dibatasi untuk mengunjungi Jepang, dan skala pameran juga terpengaruh. Pertukaran budaya berfungsi sebagai jembatan interaksi humaniora global dan komunikasi akademik. Pertukaran dan integrasi budaya, ide dan konsep telah menjadi tren dunia baru, dan sekarang, semua jenis budaya, pemikiran, pendapat, dan informasi telah saling terkait erat. tanpa hambatan.

Dengan demikian, pertukaran dan integrasi pasti menjadi pilihan dan keadaan terbaik untuk kelangsungan hidup dan peningkatan semua jenis budaya. Era yang menampilkan Internet sebagai kekuatan teknis dan tautan penghubung sedang terbentuk.

Seni mencerminkan perkembangan masyarakat, dan sangat menyarankan arah perubahan zaman dengan bentuk dan kinerja yang terlihat.Kelebihan seni adalah mengubah pemikiran, pendapat, dan emosi interior ke dalam bentuk visual eksterior yang tidak hanya mengungkapkan seni itu sendiri, tetapi juga secara intensif mencerminkan perubahan budaya, sumber seni itu sendiri.

Seni merespon era ini dengan ekspresi dan karakteristiknya sendiri, dan konsep pertukaran dan integrasi telah berlaku di berbagai jenis seni.Kemunculan bentuk-bentuk seni baru termasuk seni konseptual, seni instalasi, seni pertunjukan, dan gambar berarti tidak hanya seni visual telah melampaui gaya seni tradisional, tetapi juga ekspresi artistik telah melampaui batas seni dan melangkah ke dunia yang lebih besar.

Terobosan ekspresi seni dan batas seni tentu akan melahirkan platform baru untuk presentasi dan pertunjukan seni, yang berarti era yang merangkul berbagai bentuk seni dan menggemakan pertukaran dan integrasi telah disambut.

Pameran Pertukaran Seni Internasional (Jepang) ke-20 adalah kesempatan untuk pertukaran dan interaksi budaya global, kumpul-kumpul yang bahagia dengan saling menghormati, inklusivitas, dan saling belajar, dan eksplorasi, pengalaman, dan juga awal dari “ perjalanan budaya” untuk semua seniman yang berpartisipasi.

“Saya yakin sepenuhnya bahwa pameran ini akan menjadi “pesta seni internasional” yang berhubungan dengan budaya, dan juga menjadi saksi persahabatan yang berharga dari semua seniman dari dalam dan luar negeri,” ujar Shimmin Katsu yang bersama Zhang Lianming merancang pameran ini sampai terwujud.

Julienne Johnson, kurator pameran ini menyampaikan karya-karya yang dikuratori ini, dengan jangkauan luas yang sengaja dibuat, akan memungkinkan kita untuk menyatukan pengalaman manusiawi kita bersama; dengan harapan bahwa itu akan berkontribusi pada rasa keterhubungan yang lebih welas asih dengan harapan akan mengubah lintasan masa depan kita – secara individu dan kolektif.

Pasangan perupa Grace Tjondronimpuno dan I Made Arya Dwita Dedok yang tinggal di Magelang Jawa Tengah, sebagai wakil dari Indonesia ikut memamerkan karya lukisannya masing-masing satu karya. Karya Grace berjudul ”Peace” media Akrilik di kanvas berukuran 100cm X 80cm terdapat potret Mother Theresa dengan bola kata.

Kata Dedok, jika kita tidak memiliki kedamaian, itu karena kita telah lupa bahwa kita saling memiliki” Pentingnya sebuah kedamaian baik pada diri maupun lingkungan sekitar kita. Karya Dedok berjudul “Shimmin Katsu” media akrilik di kanvas berukuran 100cm X 100cm adalah seri seni potret project tentang persahabatan kebetulan modelnya perupa Jepang Shimmin Katsu yang juga ketua Pameran ini.

“Kami berdua sangat senang bisa ikut serta dalam pameran ini , meskipun kami tidak bisa hadir karena kondisi pandemi covid tidak bisa bepergian, kami hanya mengirim karya ke Jepang lewat Kantor Pos Magelang, “ ujar Made Arya Dedok yang baru-baru ini merayakan HUT 50 tahunnya dengan Happening Art Tunggal di Titik Nol Magelang.

Nama-nama perupa diantaranya : Tang Yongli (China), Julienne Johnson (USA), Wang Cheng (China), Katsu Shimmin (Japan), Agniezka Kozuchowska (Poland), Alejandra Phelts (Mexico), Ariel Vargassai (Mexico), Barbara Nathanson (USA), Bart Goldman (USA), Beatatomczyk-Sokolowska (Poland), Clara Berta (USA), Brooke Harker (USA), Carl Shubs (USA), Cathy Read (UK), Christopher L. Mercier (USA), D Thanaselvam (Malaysia), Daniel Callis (USA), Dashe Ilana (USA), DianeHolland (USA), Elaina Burdo (USA), Gendiyo Okano (Japan), Grace Tjondronimpuno (Indonesia), I Made Arya Dwita Dedok (Indonesia), Janai Ami (USA), JJ Martin (USA), Joel Anderson (USA), John Paul Thornton (USA), Silsat Kanaid (Thailand), Kristine Amerson (USA), Larisa Pilinsky (USA), Laura Cullen (USA)Laurie Yehia (USA), Li Dong (China), Li Jingwen (China), Linda Kunik (USA), Linde Caughey (USA), Lisa Bahouth (USA), Liu Libo (China), Maidy Morhous (USA), Mario Fois (Italy), Mariona Barkus (USA), Mela Marsh (USA), Michael Hayden (USA), Michael Korney (USA)< Nichole Mcdaniel (USA), Kodjovi Olympio (USA), Pat Gainor (USA), Petra Eiko (USA), Pranab Mitra Chowdhury (Bangladesh), Robert Denton (USA), Seraphine (USA)Sha Linsen (China), Silvana Tei Kenney (USA), Susan Karhroody (USA), Susan Rosman (USA), Suzanne Dittenber (USA), Suzanne Edmondson (USA), Sylvain Tremblay (Canada), Tang Ning (China), Terry La Rue (USA), Tonino Maurizi (Italy), Torhild Aukan (Norwegian), Zhai Bihual (China), Zhou Xiaobing (China), Zhang Lianming (China).[T][*]

Tags: JepangPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewa, Rahma dan Ratna | Dari Tabanan Menimba Ilmu Menimbang Sampah di Buleleng

Next Post

Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails
Next Post
Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Desa Les | Persentuhan Warga Asing dan Lokal Munculkan Kreativitas Kelola Sampah

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846–1950 | Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co