25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 5, 2021
in Khas
Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Prof. Arya Sugiartha dan Prof. Wayan "Kun" Adnyana

Dua pendekar masa kini di bidang seni-budaya, khususnya seni-budaya dari kerajaan akademisi dan birokrasi, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha dan Prof. Dr. I Wayan Adnyana alias Kun Adnyana, resmi tukaran kursi, tentu juga tukaran pedang.

Arya Sugiartha secara resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Bali oleh Gubernur Wayan Koster, Senin 3 Mei 2021. Ia meninggalkan kursi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Maret 2021. Kursi Rektor ISI yang ditinggalkan Arya Sugiartha diduduki oleh Kun Adnyana.

Sebelum menjadi rektor, Kun Adnyana duduk di kursi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang kini diduduki Arya Sugiartha.   

Kun Adnyana yang memang akademisi ISI Denpasar itu menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Bali sejak April 2019. Selama sekitar dua tahun di kursi Kepala Dinas Kebudayaan, ia sudah sempat merintis Festival Seni Bali Jani dan melanjutkan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali, serta sempat menyelenggarakan Simposium Internasional Sastra Indonesia (SISI) pada Oktober 2019.

Di tengah-tengah kesibukannya menjadi Kepala Dinas ia ikut pemilihan Rektor ISI, dan terpilih. Maka, Senin 22 Maret 2021 ia pun dilantik secara resmi menjadi Rektor ISI periode 2021-2025 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim di Jakarta.

Arya Sugiartha, sebelum menjabat Kepala Dinas Kebudayaan adalah Rektor ISI selama dua periode. Ketika Kun Adnyana jadi Kepala Dinas Kebudayaan,  Arya Sugiartha yang masih rektor tampak selalu semangat “membantu” Dinas Kebudayaan, secara pikiran maupun tenaga, dalam berbagai kegiatan seni-budaya. Boleh dikata, sebelum menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, Arya Sugiartha sudah belajar banyak bagaimana cara menjadi Kepala Dinas.

Maka, ketika Kun Adnyana terpilih menjadi Rektor ISI, sejumlah seniman bisik-bisik agak keras, nanti Arya Sugiartha yang akan menggantikan Kun Adnyana di Dinas Kebuayaan. “Sepertinya mereka akan tukaran,” kata seorang seniman di sela-sela pelaksanaan Festival Seni Bali Jani 2020 di Taman Budaya Denpasar.

Dan, benar. Mereka tukaran. Tentu saja pertukaran tidak terjadi seperti seorang siswa laki-laki SMA tukaran bangku (tempat duduk) dengan siswa lain, misalnya untuk urusan mendekati siswa perempuan. Kedua tokoh seni itu mengikuti proses formal dengan benar sesuai dengan standar pemilihan seorang rektor dan seorang kepala dinas.

Sederhananya, boleh dikata, Kun Adnyana dan Arya Sugiartha akhirnya bertukar kursi. Meski sama-sama duduk untuk mengurusi seni-budaya, khususnya seni budaya Bali, keduanya mau tak mau harusnya bertukar pedang juga agar dunia persilatan seni budaya Bali tetap bisa menyelenggarakan “pertandingan” dengan seimbang, tanpa terjadi kekacauan.

Ya, pedang memang harus ditukar. Pedang bisa dianalogi sebagai alat bertempur (alat menjabat, alat memimpin) termasuk juga alat untuk menjalankan taktik, teknik, dan siasat, dalam dunia persilatan seni-budaya.

Pedang untuk bermain di Dinas Kebudayaan adalah pedang sosial-kemasyarakatan, bersifat birokratik, kadang politis. Untuk urusan seni, pedang ini biasa dimainkan dalam arena-arena seni budaya yang heterogen, campur-baur, yang diisi oleh pemain dari kalangan seniman desa, seniman sebunan, seniman jalanan, dan seniman tanpa jurusan, tanpa fakultas dan tanpa prodi. Yang dihadapi lebih banyak sekaa gong dari desa, desa adat dan sanggar seni di masyarakat luas. Juga terdapat pemain lepas tanpa lembaga.

Berbeda dengan pedang di ISI yang lebih bersifat akademik karena urusannya adalah soal pendidikan, riset dan penelitian. Pedang ini digunakan untuk bermain dalam arena yang lebih homogen, terukur, dan punya standar yang lebih baku. Yang dihadapi adalah seniman dan budayawan akademik. Meskipun seniman-budayawan akademik itu awalnya banyak yang berasal dari sekaa seni sebunan di desa-desa, tapi urusan mereka di kampus memang urusan akademik, di mana dengan pendidikan yang didapat, mereka punya tugas pokok dan fungsi untuk mengembangkan pendidikan seni-budaya, bukan semata-mata menjadi pregina atau tukang tabuh sebagaimana pregina dan tukang tabuh di desa-desa.

Jadi, meski sama-sama berurusan dengan dunia kesenian, tugas mereka berbeda, arena permainan mereka berbeda, sehingga pedang (alat tempur lainnya) juga berbeda. Kun Adnyana yang kini masuk pada arena akademik sudah pernah memegang pedang birokratis (juga politis), Arya Sugiartha yang kini masuk ke arena birokratis pernah memegang pedang akademik.

Apakah mereka bisa sukses di tempat yang baru? Ah, jangan pertanyakan itu. Saya sendiri percaya mereka akan menjadi “pemain pedang” yang andal untuk kemajuan seni-budaya. Kun meskipun tak pernah pegang pedang tertinggi dalam arena akademik, ia juga seorang dosen dan sempat menjabat sejumlah jabatan di ISI Denpasar. Arya Sugiartha pun bukanlah orang asing di Dinas Kebudayaan karena kerap terlibat dalam banyak event budaya di Dinas Kebudayaan.

Setelah dilantik bahkan Arya Sugiartha sudah menyatakan program rutin semisal pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB), Festival Seni Bali Jani yang sudah sempat terselenggara 3 kali juga akan dilanjutkan. Yang paling monumental disiapkan adalah agenda Festival Budaya Dunia di Bali.

“Festival Budaya Dunia di Bali ini dengan mengundang negara-negara yang memiliki budaya unik, seperti Jepang dan Korea Selatan. Festival Budaya Dunia rencananya akan digelar setahun sekali di bulan September. Festival ini tentunya baru bisa digelar nanti setelah pandemi Covid-19 berlalu,” kata Arya Sugiartha sebagaimana dikutip dari Nusa Bali.

Selamat, menjalankan tugas Prof. Arya Sugiartha. [T]

Tags: baliFestival Seni Bali JaniISI DenpasarPesta Kesenian BaliProf. Arya SugiarthaProf. Kun AdnyanaSeniseni modernseni tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bola dan Kegagalan yang Menghantui

Next Post

Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co