2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 5, 2021
in Khas
Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Prof. Arya Sugiartha dan Prof. Wayan "Kun" Adnyana

Dua pendekar masa kini di bidang seni-budaya, khususnya seni-budaya dari kerajaan akademisi dan birokrasi, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha dan Prof. Dr. I Wayan Adnyana alias Kun Adnyana, resmi tukaran kursi, tentu juga tukaran pedang.

Arya Sugiartha secara resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Bali oleh Gubernur Wayan Koster, Senin 3 Mei 2021. Ia meninggalkan kursi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Maret 2021. Kursi Rektor ISI yang ditinggalkan Arya Sugiartha diduduki oleh Kun Adnyana.

Sebelum menjadi rektor, Kun Adnyana duduk di kursi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang kini diduduki Arya Sugiartha.   

Kun Adnyana yang memang akademisi ISI Denpasar itu menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Bali sejak April 2019. Selama sekitar dua tahun di kursi Kepala Dinas Kebudayaan, ia sudah sempat merintis Festival Seni Bali Jani dan melanjutkan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali, serta sempat menyelenggarakan Simposium Internasional Sastra Indonesia (SISI) pada Oktober 2019.

Di tengah-tengah kesibukannya menjadi Kepala Dinas ia ikut pemilihan Rektor ISI, dan terpilih. Maka, Senin 22 Maret 2021 ia pun dilantik secara resmi menjadi Rektor ISI periode 2021-2025 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim di Jakarta.

Arya Sugiartha, sebelum menjabat Kepala Dinas Kebudayaan adalah Rektor ISI selama dua periode. Ketika Kun Adnyana jadi Kepala Dinas Kebudayaan,  Arya Sugiartha yang masih rektor tampak selalu semangat “membantu” Dinas Kebudayaan, secara pikiran maupun tenaga, dalam berbagai kegiatan seni-budaya. Boleh dikata, sebelum menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, Arya Sugiartha sudah belajar banyak bagaimana cara menjadi Kepala Dinas.

Maka, ketika Kun Adnyana terpilih menjadi Rektor ISI, sejumlah seniman bisik-bisik agak keras, nanti Arya Sugiartha yang akan menggantikan Kun Adnyana di Dinas Kebuayaan. “Sepertinya mereka akan tukaran,” kata seorang seniman di sela-sela pelaksanaan Festival Seni Bali Jani 2020 di Taman Budaya Denpasar.

Dan, benar. Mereka tukaran. Tentu saja pertukaran tidak terjadi seperti seorang siswa laki-laki SMA tukaran bangku (tempat duduk) dengan siswa lain, misalnya untuk urusan mendekati siswa perempuan. Kedua tokoh seni itu mengikuti proses formal dengan benar sesuai dengan standar pemilihan seorang rektor dan seorang kepala dinas.

Sederhananya, boleh dikata, Kun Adnyana dan Arya Sugiartha akhirnya bertukar kursi. Meski sama-sama duduk untuk mengurusi seni-budaya, khususnya seni budaya Bali, keduanya mau tak mau harusnya bertukar pedang juga agar dunia persilatan seni budaya Bali tetap bisa menyelenggarakan “pertandingan” dengan seimbang, tanpa terjadi kekacauan.

Ya, pedang memang harus ditukar. Pedang bisa dianalogi sebagai alat bertempur (alat menjabat, alat memimpin) termasuk juga alat untuk menjalankan taktik, teknik, dan siasat, dalam dunia persilatan seni-budaya.

Pedang untuk bermain di Dinas Kebudayaan adalah pedang sosial-kemasyarakatan, bersifat birokratik, kadang politis. Untuk urusan seni, pedang ini biasa dimainkan dalam arena-arena seni budaya yang heterogen, campur-baur, yang diisi oleh pemain dari kalangan seniman desa, seniman sebunan, seniman jalanan, dan seniman tanpa jurusan, tanpa fakultas dan tanpa prodi. Yang dihadapi lebih banyak sekaa gong dari desa, desa adat dan sanggar seni di masyarakat luas. Juga terdapat pemain lepas tanpa lembaga.

Berbeda dengan pedang di ISI yang lebih bersifat akademik karena urusannya adalah soal pendidikan, riset dan penelitian. Pedang ini digunakan untuk bermain dalam arena yang lebih homogen, terukur, dan punya standar yang lebih baku. Yang dihadapi adalah seniman dan budayawan akademik. Meskipun seniman-budayawan akademik itu awalnya banyak yang berasal dari sekaa seni sebunan di desa-desa, tapi urusan mereka di kampus memang urusan akademik, di mana dengan pendidikan yang didapat, mereka punya tugas pokok dan fungsi untuk mengembangkan pendidikan seni-budaya, bukan semata-mata menjadi pregina atau tukang tabuh sebagaimana pregina dan tukang tabuh di desa-desa.

Jadi, meski sama-sama berurusan dengan dunia kesenian, tugas mereka berbeda, arena permainan mereka berbeda, sehingga pedang (alat tempur lainnya) juga berbeda. Kun Adnyana yang kini masuk pada arena akademik sudah pernah memegang pedang birokratis (juga politis), Arya Sugiartha yang kini masuk ke arena birokratis pernah memegang pedang akademik.

Apakah mereka bisa sukses di tempat yang baru? Ah, jangan pertanyakan itu. Saya sendiri percaya mereka akan menjadi “pemain pedang” yang andal untuk kemajuan seni-budaya. Kun meskipun tak pernah pegang pedang tertinggi dalam arena akademik, ia juga seorang dosen dan sempat menjabat sejumlah jabatan di ISI Denpasar. Arya Sugiartha pun bukanlah orang asing di Dinas Kebudayaan karena kerap terlibat dalam banyak event budaya di Dinas Kebudayaan.

Setelah dilantik bahkan Arya Sugiartha sudah menyatakan program rutin semisal pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB), Festival Seni Bali Jani yang sudah sempat terselenggara 3 kali juga akan dilanjutkan. Yang paling monumental disiapkan adalah agenda Festival Budaya Dunia di Bali.

“Festival Budaya Dunia di Bali ini dengan mengundang negara-negara yang memiliki budaya unik, seperti Jepang dan Korea Selatan. Festival Budaya Dunia rencananya akan digelar setahun sekali di bulan September. Festival ini tentunya baru bisa digelar nanti setelah pandemi Covid-19 berlalu,” kata Arya Sugiartha sebagaimana dikutip dari Nusa Bali.

Selamat, menjalankan tugas Prof. Arya Sugiartha. [T]

Tags: baliFestival Seni Bali JaniISI DenpasarPesta Kesenian BaliProf. Arya SugiarthaProf. Kun AdnyanaSeniseni modernseni tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bola dan Kegagalan yang Menghantui

Next Post

Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co