15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatkala Pandemi, (Bali) Jangan Berhenti Menggelar Ritual Seni dan Budaya

Gede Suardana by Gede Suardana
April 10, 2021
in Opini
Tatkala Pandemi, (Bali) Jangan Berhenti Menggelar Ritual Seni dan Budaya

Gde Suardana

Bali diberikan sebutan beragam oleh dunia. Bali Pulau Dewata. Pulau Seribu Pura. The Last Paradise on Earth. Julukan itu diberikan karena Bali memiliki keindahan dan keunikan aktivitas masyarakat, seni, serta budayanya.

Julukan itu merupakan persepsi yang diberikan oleh dunia kepada Bali. Persepsi yang muncul secara alamiah tanpa kita bentuk dengan sengaja. Persepsi itu muncul sejak turis melihat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Bali secara langsung.

Ketika itu, sebelum mengenal pariwisata, aktivitas manusia, seni, dan budaya Bali hidup dengan alamiah. Beragam kegiatan ritual dilakukan di setiap hari. Mulai dari ritual di keluarga, dadia, desa, hingga ritual agung yang melibatkan banyak orang.

Tak heran jika Bali memiliki beragam ritual yang hadir dari wujud persembahan manusia Bali kepada para leluhur dan dewata. Keragaman ritual yang diwariskan leluhur menghadirkan beragam persepsi yang melekat di benak wisatawan dunia terhadap Bali.

Namun, selama setahun pandemi Covid-19 berlangsung, banyak gerak ritual manusia Bali yang dibatasi. Sangat terasa ketika upakara digelar dengan terbatas (menyesuaikan kehidupan dengan pandemi covid-19). Baik piodalan di pura keluarga, dadia, desa (pura dalem, pura segara, pura puseh), pura sad khayangan, hingga khayangan jagat.

Paling terasa adalah rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi pun dua kali dilaksanakan tanpa iring-iringan pemedek, kemeriahan gamelan, keindahan warna-warni umbul-umbul yang mengiringi perjalanan pratima dewata, betara-betari ribuan pura desa.

Pembatasan dilakukan bersama antara Pemerintah Provinsi Bali  dengan Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. Pembatasan keikutsertaan krama menyesuaikan dengan himbauan pemerintah untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bergerombol dan berbondong-bondong datang ke acara ritual Tawur Kesanga tersebut, sebagai upaya penerapan pembatasan publik,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar, Dewa Gede Rai menjelang Nyepi yang dikutip dari CNN Indonesia saat awal pandemi.

Himbauan dilaksanakan dengan sangat patuh oleh prajuru desa adat di seluruh Bali. Alhasil, seluruh ritual upakara hanya dilaksanakan oleh sulinggih, serati, dan prajuru desa. Krama masing-masing mengikuti dengan cara ngayat (berdoa) dari pura rumah masing-masing.

Paradoks

Pemandangan pembatasan ritual itu seakan menjadi paradoks dengan aktivitas ekonomi, sosial, dan politik. Masih kita ingat, kerumuman yang tak taat protokol kesehatan dilakukan oleh Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah kabupaten/kota ketika melakukan persembahyangan di Pura Besakih saat mengawali new normal. Ia dan lainnya tidak menggunakan masker dengan baik dan benar.

Kegiatan partai berupa tiup lilin dan saling suap menggunakan satu sendok. Sikap itu mendapatkan kritik dari masyarakat. Namun, gubernur yang juga ketua partai enggan dipersalahkan. Ia pun merasa tak melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Iringan simpatisan, semarak gamelan mengantarkan calon kepala daerah ke KPU. Kegiatan pemungutan suara di TPS pada 9 Desember 2020.

Paradoks terbaru adalah kemeriahan penyambutan dengan iringan gamelan menyambut kehadiran Presiden Jokowi di Ubud, Gianyar.

Waktunya Ritual Sakral Kembali Normal

Sebelum mengenal pariwisata, Bali memiliki kekayaan budaya sakral (street culture) yang tampak pada beragam aktivitas kehidupan kultural masyarakatnya, seperti melaksanakan upacara keagamaan, arsitektur khas Bali, dan kebanggaan terhadap adat dan budayanya (Darma Putra, 2015).

Banyak contoh semaraknya street culture yang berkembang sejak tahun 1990-an hingga kini, seperti prosesi ogoh-ogoh, prosesi penyucian diri dan benda sakral (melasti)¸ mengarak barong berkeliling desa (ngelawang) sebagai penolak Bala. Prosesi inilah yang dinikmati wisatawan secara gratis saat mereka melakukan tur ke berbagai penjuru Bali.

Namun, selama setahun gerak ritual manusa Bali tersebut terhenti (baca: dibatasi). Bali seolah sepi dari aktivitas ritual. Tak ada lagi street culture yang menghiasi Bali.

Kini, perayaan Galungan dan Kuningan pada April 2021 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ritual sakral sebagai wujud persembahan kepada leluhur dan batara-batari.

Kegiatan ritual sakral yang kembali memenuhi suasana jalan-jalan di pedesaan. Suara gamelan kembali menggema memeriahkan ritual. Iringan pajeng (payung), umbul-umbul, deretan penjor kembali menyemarakkan kehidupan ritual manusia Bali.

Kebijakan ini akan kembali menghidupkan ritual sakral yang telah hidup puluhan tahun. Gubernur Bali bersama MDA dan PHDI sebaiknya tak lagi melakukan pembatasan kegiatan ritual.

Pemerintah mesti berani menaruh kepercayaan dan keyakinan bahwa manusia Bali mampu menjalankan protokol kesehatan selama menjalankan ritual sakralnya. Piodalan di Pura Besakih yang dihadiri ribuan umat juga menjadi bukti bahwa manusia Bali mampu melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

Jika pun ada yang lalai, pemerintah baiknya melakukan terobosan edukasi, dengan memanfaatkan tokoh adat dan agama untuk menyampaikan penerapan protokol kesehatan kepada kramanya masing-masing pada setiap kegiatan ritual. Himbauan dari tokoh agama dan adat lebih dipercaya dan ditaati oleh kramanya masing-masing dibandingkan himbauan yang hanya bersifat formal dari pemerintah.

Aktivitas ritual yang kembali normal ini niscaya akan membantu mempercepat proses terbentuknya herd immunity natural pada tubuh manusia Bali. Kekebalan tubuh yang tumbuh secara alamiah di saat pandemi juga merupakan anugerah dari Tuhan.

Ritual sakral ini juga akan membangun kembali kepercayaan manusia Bali bahwa mereka akan kembali mendapatkan berkah dari rasa bhakti yang tulus di tengah badai pandemi ini. Mereka akan semakin berkeyakinan bahwa dengan melakukan ritual maka kesehatannya akan lebih cepat pulih. Kehidupan ekonomi keluarga akan pulih. Sebab kegiatan ritual ini akan membantu menggerakkan roda ekonomi Bali.

Dan kita akan semakin berkeyakinan bahwa kegiatan ritual tulus yang dipersembahkan (hanya) kepada leluhur dan dewata tanpa modifikasi dan embel-embel kepentingan pariwisata, akan mampu merawat persepsi dunia terhadap Bali. Di tengah bencana pandemi Covid-19, gerak ritual, seni, dan budaya tetap hidup dan bertumbuh dalam jiwa manusia Bali.

Dampak positif lainnya adalah wisatawan mancanegara dan domestik yang telah rindu untuk datang ke Bali akan terobati. Mereka bisa menyaksikan dengan aktivitas ritual sakral yang diabadikan kemudian dibagikan melalui foto dan video di media sosial. Dengan begitu, persepsi wisatawan bahwa Bali sebagai pulau dewata akan tetap terawat dalam benak mereka.

Semoga! [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utang | Cerpen Rastiti Era

Next Post

Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co