23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

tatkala by tatkala
April 11, 2021
in Berita
Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada bersama piagam penghargaan

Ini berita baik. Desa Baktiseraga, Buleleng, mendapat penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha dari Gubernur Bali Wayan Koster. Desa Baktiseraga bersama 3 desa dinas lain dan satu desa adat di Bali yang juga mendapat penghargaan yang sama dinilai sukses melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Tiga desa dinas lainnya itu adalah Desa Taro (Kecamatan Tegallalang, Gianyar), Desa Paksebali (Kecamatan Dawan, Klungkung),  Desa Punggul (Kecamatan Abiansemal, Badung), dan satu desa adat adalah Desa Adat Padang Tegal (Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar).

Oleh Gubernur Koster, Desa Baktiseraga dan desa-desa itu telah berinisiatif secara mandiri melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber, sesuai dengan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Penghargaan itu diserahkan Gubernur Bali bersamaan dengan acara peluncuran Keputusan Gubernur Nomor 381/03P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat, Jumat, 9 April 2021, di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Dengan penghargaan itu, Desa Baktiseraga bersama tiga dinas lain dan satu desa adat yang mendapat penghargaan itu memang layak dianggap sebagai “contoh soal” oleh desa-desa lain dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, artinya pengelolaan sampah dilakukan di desa itu sendiri sehingga tak ada lagi kiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jika itu terjadi maka kerepotan pemerintah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, perlahan bisa berkurang.

Bagaimana ceritanya Desa Baktiseraga bisa mengelola sampah sendiri?

Perbekel/Kepala Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada pun bercerita. Tahun 2019, Gubernur Bali mengeluarkan  Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019. Substansi dari Pergub itu, adalah menyelesaikan persoalan sampah di Bali.

Apalagi belakangan TPA kini sudah menimbulkan persoalan baru. TPA tak mampu menampung aliran sampah yang dibawa dari desa-desa dan kota-kota. Untuk itu, urusan sampah harus diselesaikan di sumbernya, yakni di desa. Upaya itu tentu dilakukan atas kerjasama yang intensif antara desa dinas dengan desa adat serta dengan pihak-pihak lain di desa atau di wilayah perkotaan.

Bagaimana menyelesaikan urusan sampah pada sumbernya?

Polanya gampang. Mulai dari sumber sampah, seperti rumah tangga dilakukan pemilahan sampah plastik, organik dan residu. “Jika dalam rumah tangga sudah melakukan pemilahan. Tim sampah tinggal mengambil, kemudian memprosesnya. Sampah organik jadi pupuk organik,  sampah plastik didaur ulang dan sampah residu secara teknis bisa dihilangkan dengan menggunakan proses pembakaran yang tak berdampak polusi. Ada peralatannya untuk itu,” kata Armada.

Nah, sejak awal, sejak menjabat sebagai perbekel, Gusti Putu Armada sesungguhnya sudah memikirkan pola, teknis dan strategi semacam itu. Dengan adanya Pergub, niat itu menjadi semakin kuat untuk menyelesaikan persoalan sampah di desanya sehingga kiriman ke TPA bisa dikurangi.

Namun, konsep tanpa sarana-prasarana tentu sulit untuk diwujudkan. Perlu mesin, perlu alat-alat, perlu SDM. Dan, apa yang mendesak yang diperlukan? Tentu saja TPS3R, yakni Tempat Pengelolaan Sampah – Reduse Reuse Resycle. Bagaimana mendapatkannya?

Sejak 2018, Perbekel Armada melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk bisa membangun TPS3R di Baktiseraga. Dua tahun berjuang, pada tahun 2020 akhirnya mendapat akses dan diberi bantuan mesin dan peralatan untuk mengoperasikan TPS3R demi bisa mengolah sampah menjadi pupuk. ”Jadi, satu satunya di Buleleng, TPS3R ada di Desa Baktiseraga,” ujarnya.

TPS3R di Baktiseraga, Buleleng

Dari situ mulailah dibangun manajemen pengelolaan sampah yang lebih baik. Tim penanganan sampah yang terdiri dari 13 petugas dengan gencar melakukan edukasi ke warga untuk melakukan pemilahan sampah langsung di rumah tangga. Petugas tinggal mengambil sampah di depan rumah warga lalu membawa sampah itu sesuai dengan jenisnya.

Sampah plastik dibawa ke bank sampah, sampah organik dibawa ke TPS3R untuk diolah menjadi pupuk. Nah, yang dibawa ke tempat pembuangan transisi hanya sampah residu. Dan kemudian hanya sampah residu yang diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke TPA.

Jauh lebih ringan beban yang dihadapi pemerintah, tim sampah, dan tentu juga beban untuk alam serta lingkungan.

Sebelum ada TPS3R, sampah ditumpuk di tempat transisi di wilayah LC Baktiseraga. Dari tempat transisi itu, semua sampah diangkut ke TPA. Tempat transisi menjadi bau akibat tumpukan sampah, dan truk DLH juga punya beban berat karena banyaknya volume sampah yang harus diangkut ke TPA.

“Kini semua menjadi lebih ringan. Yang dikirim ke TPA hanya residu, sementara sampah plastik dan sampah organik sudah tuntas di Baktiseraga,” kata Armada.

Urban Farming

Setelah menghasilkan pupuk organik dalam jumlah yang cukup banyak, Perbekel Armada lantas berpikir soal pemanfaatannya. Jika Baktiseraga berada di wilayah pedesaan yang memiliki wilayah kebun dan sawah yang luas, tentu akan mudah saja untuk mendistribusikan pupuk organik kepada warga. Tapi, Baktiseraga adalah desa yang berada di wilayah perkotaan.

Akhirnya terpikir untuk membuat konsep urban farming dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di wilayah Baktiseraga, terutama di wilayah LC. Di LC masih banyak tanah kosong yang belum dibanguni oleh pemiliknya. Tanah itu, seizin pemiliknya ditanaman berbagai jenis sayuran yang pemupukannya dilakukan dengan menggunakan pupuk organik.

Urban farming mengambil konsep raised bed atau dengan bak tanaman. Untuk pembatas lahan menggunakan batu bata bekas. Media tanam dibuat berbentuk persegi panjang dengan ukuran masing-masing sekitar 1,5 meter x 4 meter. Di media tanam itu diisi dengan sejumlah bibit tanaman pangan dan tanaman obat keluarga. Beberapa warga dilibatkan dalam perawatan tanaman dan saat ini masih dalam tahapan penyemaian bibit.

Untuk pengerjaan lahan hingga perawatan kebun pihaknya melibatkan warga desa. Hasil panen tanaman pangan dibagikan ke warga desa dan dijual dengan melibatkan PKK Desa Baktiseraga. Saat ini, Perbekel Armada terus mengadakan pendekatan kepada pemilik lahan tak produktif untuk dimanfaatkan menjadi kebun pangan dengan teknik urban farming, bahkan dengan sistem sewa. “Artinya kami berencana menyewa namun pemilik lahan tidak mengizinkan. Selagi lahan tersebut tidak digunakan kami dipersilakan memakai. Setiap panen nanti kami bagi hasil panennya,” ujar Armada.

Urban Farming di Desa Baktiseraga, Buleleng

Dan, betapa gembira Perbekel Armada bersama timnya karena urban farming itu sudah sempat panen perdana, Jumat, 5 Maret 2021. Panen itu bahkan dihadiri Ibu Bupati Buleleng Aries Sujati.

Konsep Gubernur

Terkait Keputusan Gubernur Nomor 381/03P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat yang di-launching di Taro, Gianyar itu, Perbekel Armada melihat konsep dan keinginan Gubernur itu bagus. “Sampah ditangani di sumbernya, di desa, kelurahan atau desa adat. Itu bagus. Baktiseraga sudah membuktikannya,” kata Armada.

Namun, untuk membuat pengelolaan itu berhasil di seluruh Bali, diperlukan jejaring yang kuat. Terdapat 600-an lebih desa dinas dan 1.4000-an desa adat, sehingga implementasi dari Pergub akan beragam dan berbeda-beda. Apalagi, kondisi desa di Bali sangat beragam. Ada desa di perkotaan seperti Baktiseraga, ada desa yang benar-benar berada di wilayah pedesaan, sehingga persoalannya pun berbeda-beda.

 “Kalau tak serius, tak berbasis manajemen, tanpa political will yang bagus, mimpi saja. Kalau dibuat dengan jelas, perlu waktu ya, pasti bisa akan dicapai untuk Bali,” ujar Armada. [T]

Tags: bulelengDesa BaktiseragalingkunganSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tatkala Pandemi, (Bali) Jangan Berhenti Menggelar Ritual Seni dan Budaya

Next Post

Gejala Bisa Sama, Nasib Bisa Beda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

Read moreDetails

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

Read moreDetails

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
0
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

Read moreDetails

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
0
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

Read moreDetails

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

Read moreDetails

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

by tatkala
October 3, 2026
0
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

Read moreDetails

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

by Jaswanto
October 1, 2026
0
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

Read moreDetails

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Gejala Bisa Sama, Nasib Bisa Beda

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co