23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”No Traffic, No Business” | Tanpa Aktivitas, Ekonomi Bali Akan Sulit Pulih

Gede Suardana by Gede Suardana
March 2, 2021
in Opini
”No Traffic, No Business” | Tanpa Aktivitas, Ekonomi Bali Akan Sulit Pulih

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Pertumbuhan ekonomi Bali minus 12 persen. Paling buruk dibandingkan daerah lain di Indonesia. Untuk cepat pulih, mesti ada “traffic”. Tanpa aktivitas masyarakat, tidak akan terjadi geliat ekonomi.

Awal Covid-19 melanda Indonesia (seluruh dunia), sektor ekonomi kita (Bali) langsung terpukul. Sektor usaha langsung anjlok. Penjualan turun 60 hingga 70 persen dari situasi normal.

Data ini, hasil kompilasi dari ngobrol tipis-tipis dengan sesama pebisnis. Diskusi dari para pelaku bisnis kecil (UMKM).

Ketika awal covid-19 mewabah di bulan Maret 2020, penjualan masih normal di masa ini. Memasuki bulan April, penjualan masih pada kisaran 40-45 persen. Kondisi ini berlangsung hingga bulan Juli 2020. Memasuki bulan Agustus -saat pemerintah meluncurkan kebijakan new normal- ekonomi mulai menggeliat. Sekejap saja, penjualan merangkak naik ke angka 50 persen.

Ini kabar menggembirakan. Ekonomi makin membaik pada bulan Agustus-September 2020. Pendapatan merangkak ke angka 75 persen. Tak hanya sektor UMKM yang memilki harapan ekonomi bakal cepat pulih. Sektor ekonomi lainnya pun sama menggeliat. Misalnya, data menunjukkan penjualan mobil di bulan ini juga ikut terkerek naik.

Pelaku ekonomi ketika itu, memiliki harapan bahwa kondisi ekonomi akan berangsur pulih pada bulan ke bulan berikutnya.

Kenapa pada bulan September lonjakannya signifikan, untuk ukuran pandemi?, jawabannya adalah aktivitas masyarakat mulai berangsur normal. Warga mulai keluar rumah beraktivitas setelah lima bulan sebelumnya berada di rumah saja. Aktivitas warga secara masif, dalam ukuran new normal pada waktu itu, berdampak pada sektor ekonomi.

Tiba-tiba saja manusia yang sebelumnya diam rumah, begitu bisa keluar rumah, ada yang ingin membeli tipat cantok, jaje gula bali, makan di restoran. Hasrat nongkrong dan minum di kafe tersalurkan. Mulai berani belanja ke pasar, swalayan, dan aktivitas lainnya. Imbasnya, ekonomi kecil mulai berputar.

Ada lonjakan juga karena masyarakat bisa bertransaksi karena masih memiliki simpanan uang. Saldo di rekening masih aman. Tabungan hasil bekerja dari tahun sebelumnya masih ada di brangkas rumah.

Melihat suasana membaik, pelaku usaha, termasuk saya, mulai memasang target bahwa Januari 2021 ekonomi bakal pulih seiring turunnya kasus Covid-19.

Tapi apa daya, prediksi itu melenceng jauh. Setelah ekokomi merangkak naik pada bulan Setember, justru kembali melemah di bulan Oktober. Saat itu, pelaku usaha masih bisa tenang. Mungkin, warga masih bernafas sejenak. Mereka menahan diri tidak banyak membelanjakan uangnya.

Memasuki bukan November lanjut ke bulan Desember situasi ekonomi Bali ternyata semakin sulit. Saat pertumbuhan ekonomi di provinsi lain minus pada kisaran satu digit, misalnya minus 3 sampai 5, Bali justru pertumbuhannya minus dua digit di angka minus 12. Ini mulai jadi pertanda buruk.

Setelah mencermati data BPS tentang kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan April hingga Desember 2020, ternyata hanya sebanyak 808 orang wisman yang datang ke Bali. Maka dapat disimpulkan bahwa menurunnya sektor ekonomi akibat dari anjloknya sektor pariwisata Bali.

Memasuki bulan Januari dan Februari, perkembangan sektor ekonomi Bali makin parah. Kondisi Bali berbanding terbalik dengan daerah lainnya. Kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM kemudian menjadi PPKM mikro makin mencekik perekonomian Bali.

Yang membuat makin cemas, ternyata penjualan di bulan Januari dan Februari 2021 sudah hampir mendekati kondisi bulan April hingga Juli 2020. Penjualan turun lagi pada kisaran 40-45 persen. Angka yang mengkhawatirkan.

Mengapa penjualannya turun lagi? Penyebabnya adalah tabungan masyarakat Bali sudah mulai menipis bahkan mungkin sudah ada yang mulai habis.

Tidak ada pergerakan masyarakat juga membuat perputaran roda ekonomi melambat.

Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh temeh oleh pemerintah Bali. Gubernur Bali dan bupati/walikota harus mampu membuat terobosan untuk mengkerek kembali sektor ekonomi Bali.

Penerapan kebijakan PPKM mikro jangan membatasi aktivitas ekonomi Bali terlalu ketat. Jangan ada lagi Satpol PP menutup paksa lapak pedagang nasi jinggo di pinggir jalan. Jangan lagi menjatuhkan denda Rp 100 ribu kepada warga. Itu semua akan membuat pelaku usaha putus asa, dan warga juga enggan keluar rumah untuk berbelanja karena beranggapan pelaku usaha menutup lapaknya lebih awal.

Jika aktivitas warga terus terkunci, maka lama-kelamaan ekonomi menjadi lumpuh. Karena dengan tidak adanya kegiatan masyarakat berdampak pada pertumbuhan ekonomi menjadi semakin turun. Istilahnya, “No Traffic, No Business”.

Untuk itu, PPKM mikro mestinya diartikan aktivitas masyarakat tetap normal namun taat melaksanakan protokol kesehatan. Persilahkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi secara normal namun selalu diedukasi menerapkan protokol kesehatan. Kerahkan SDM pemerintah untuk memberikan edukasi ke semua strata ekonomi masyarakat. Mengedukasi pedagang berbeda caranya dengan mengedukasi pegawai kantoran, berbeda juga caranya jika mengedukasi kaum milenial.

Jika menemukam warga yang lalai, lakukan pendekatan humanis. Tegur, sapa, senyum. Jika perlu, berikan masker gratis bagi yang tidak menggunakan masker.

Kebijakan yang diambil juga tidak boleh ada kesenjangan dengan realitas. Masyarakat saat ini butuh kebijakan yang terkait dengan kesehatan dan ekonomi rakyat. Selain kebijakan ini, kesampingan dulu.

Jika membuat kebijakan, nalar kebijakan pemerintah sesuaikan dengan logika perut rakyat. Jika sejalan maka, niscaya secara perlahan, ekonomi akan mulai pulih dan kesehatan terjaga.

Namun, jika pemerintah abai dengan kondisi Bali pada awal tahun 2021, maka dikhawatirkan sektor ekonomi Bali akan makin terpuruk. Memulihkannya akan butuh waktu dan upaya yang lebih keras lagi.

Tags: bisnisekonomipandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jro Alap, Kemuliaan Tukang Panjat Kelapa di Desa Les

Next Post

Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co