2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”No Traffic, No Business” | Tanpa Aktivitas, Ekonomi Bali Akan Sulit Pulih

Gede Suardana by Gede Suardana
March 2, 2021
in Opini
”No Traffic, No Business” | Tanpa Aktivitas, Ekonomi Bali Akan Sulit Pulih

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Pertumbuhan ekonomi Bali minus 12 persen. Paling buruk dibandingkan daerah lain di Indonesia. Untuk cepat pulih, mesti ada “traffic”. Tanpa aktivitas masyarakat, tidak akan terjadi geliat ekonomi.

Awal Covid-19 melanda Indonesia (seluruh dunia), sektor ekonomi kita (Bali) langsung terpukul. Sektor usaha langsung anjlok. Penjualan turun 60 hingga 70 persen dari situasi normal.

Data ini, hasil kompilasi dari ngobrol tipis-tipis dengan sesama pebisnis. Diskusi dari para pelaku bisnis kecil (UMKM).

Ketika awal covid-19 mewabah di bulan Maret 2020, penjualan masih normal di masa ini. Memasuki bulan April, penjualan masih pada kisaran 40-45 persen. Kondisi ini berlangsung hingga bulan Juli 2020. Memasuki bulan Agustus -saat pemerintah meluncurkan kebijakan new normal- ekonomi mulai menggeliat. Sekejap saja, penjualan merangkak naik ke angka 50 persen.

Ini kabar menggembirakan. Ekonomi makin membaik pada bulan Agustus-September 2020. Pendapatan merangkak ke angka 75 persen. Tak hanya sektor UMKM yang memilki harapan ekonomi bakal cepat pulih. Sektor ekonomi lainnya pun sama menggeliat. Misalnya, data menunjukkan penjualan mobil di bulan ini juga ikut terkerek naik.

Pelaku ekonomi ketika itu, memiliki harapan bahwa kondisi ekonomi akan berangsur pulih pada bulan ke bulan berikutnya.

Kenapa pada bulan September lonjakannya signifikan, untuk ukuran pandemi?, jawabannya adalah aktivitas masyarakat mulai berangsur normal. Warga mulai keluar rumah beraktivitas setelah lima bulan sebelumnya berada di rumah saja. Aktivitas warga secara masif, dalam ukuran new normal pada waktu itu, berdampak pada sektor ekonomi.

Tiba-tiba saja manusia yang sebelumnya diam rumah, begitu bisa keluar rumah, ada yang ingin membeli tipat cantok, jaje gula bali, makan di restoran. Hasrat nongkrong dan minum di kafe tersalurkan. Mulai berani belanja ke pasar, swalayan, dan aktivitas lainnya. Imbasnya, ekonomi kecil mulai berputar.

Ada lonjakan juga karena masyarakat bisa bertransaksi karena masih memiliki simpanan uang. Saldo di rekening masih aman. Tabungan hasil bekerja dari tahun sebelumnya masih ada di brangkas rumah.

Melihat suasana membaik, pelaku usaha, termasuk saya, mulai memasang target bahwa Januari 2021 ekonomi bakal pulih seiring turunnya kasus Covid-19.

Tapi apa daya, prediksi itu melenceng jauh. Setelah ekokomi merangkak naik pada bulan Setember, justru kembali melemah di bulan Oktober. Saat itu, pelaku usaha masih bisa tenang. Mungkin, warga masih bernafas sejenak. Mereka menahan diri tidak banyak membelanjakan uangnya.

Memasuki bukan November lanjut ke bulan Desember situasi ekonomi Bali ternyata semakin sulit. Saat pertumbuhan ekonomi di provinsi lain minus pada kisaran satu digit, misalnya minus 3 sampai 5, Bali justru pertumbuhannya minus dua digit di angka minus 12. Ini mulai jadi pertanda buruk.

Setelah mencermati data BPS tentang kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan April hingga Desember 2020, ternyata hanya sebanyak 808 orang wisman yang datang ke Bali. Maka dapat disimpulkan bahwa menurunnya sektor ekonomi akibat dari anjloknya sektor pariwisata Bali.

Memasuki bulan Januari dan Februari, perkembangan sektor ekonomi Bali makin parah. Kondisi Bali berbanding terbalik dengan daerah lainnya. Kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM kemudian menjadi PPKM mikro makin mencekik perekonomian Bali.

Yang membuat makin cemas, ternyata penjualan di bulan Januari dan Februari 2021 sudah hampir mendekati kondisi bulan April hingga Juli 2020. Penjualan turun lagi pada kisaran 40-45 persen. Angka yang mengkhawatirkan.

Mengapa penjualannya turun lagi? Penyebabnya adalah tabungan masyarakat Bali sudah mulai menipis bahkan mungkin sudah ada yang mulai habis.

Tidak ada pergerakan masyarakat juga membuat perputaran roda ekonomi melambat.

Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh temeh oleh pemerintah Bali. Gubernur Bali dan bupati/walikota harus mampu membuat terobosan untuk mengkerek kembali sektor ekonomi Bali.

Penerapan kebijakan PPKM mikro jangan membatasi aktivitas ekonomi Bali terlalu ketat. Jangan ada lagi Satpol PP menutup paksa lapak pedagang nasi jinggo di pinggir jalan. Jangan lagi menjatuhkan denda Rp 100 ribu kepada warga. Itu semua akan membuat pelaku usaha putus asa, dan warga juga enggan keluar rumah untuk berbelanja karena beranggapan pelaku usaha menutup lapaknya lebih awal.

Jika aktivitas warga terus terkunci, maka lama-kelamaan ekonomi menjadi lumpuh. Karena dengan tidak adanya kegiatan masyarakat berdampak pada pertumbuhan ekonomi menjadi semakin turun. Istilahnya, “No Traffic, No Business”.

Untuk itu, PPKM mikro mestinya diartikan aktivitas masyarakat tetap normal namun taat melaksanakan protokol kesehatan. Persilahkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi secara normal namun selalu diedukasi menerapkan protokol kesehatan. Kerahkan SDM pemerintah untuk memberikan edukasi ke semua strata ekonomi masyarakat. Mengedukasi pedagang berbeda caranya dengan mengedukasi pegawai kantoran, berbeda juga caranya jika mengedukasi kaum milenial.

Jika menemukam warga yang lalai, lakukan pendekatan humanis. Tegur, sapa, senyum. Jika perlu, berikan masker gratis bagi yang tidak menggunakan masker.

Kebijakan yang diambil juga tidak boleh ada kesenjangan dengan realitas. Masyarakat saat ini butuh kebijakan yang terkait dengan kesehatan dan ekonomi rakyat. Selain kebijakan ini, kesampingan dulu.

Jika membuat kebijakan, nalar kebijakan pemerintah sesuaikan dengan logika perut rakyat. Jika sejalan maka, niscaya secara perlahan, ekonomi akan mulai pulih dan kesehatan terjaga.

Namun, jika pemerintah abai dengan kondisi Bali pada awal tahun 2021, maka dikhawatirkan sektor ekonomi Bali akan makin terpuruk. Memulihkannya akan butuh waktu dan upaya yang lebih keras lagi.

Tags: bisnisekonomipandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jro Alap, Kemuliaan Tukang Panjat Kelapa di Desa Les

Next Post

Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Bagaimana Surat Pertama Ditulis | Cerpen Rudyard Kipling

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co