2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

tatkala by tatkala
February 23, 2021
in Khas
Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

Buleleng Endek Carnaval

Jauh sebelum keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tentang penggunaan kain tenun endek, Pemkab Buleleng sudah punya ambisi besar untuk mengangkat kembali citra endek, sekaligus membangkirkan kerajinan tenun endek di Buleleng. Salah satunya adalah menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC).

Buleleng Endek Carnaval (BEC) yang digagas Pemkab Buleleng melalui Bappeda Buleleng adalah strategi kreatif dan inovatif dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan kain endek khas Buleleng. Ajang ini merupakan ajang yang sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang kerap dikumandangkan Bupati Putu Agus Suradnyana dalam mengangkat potensi-potensi Buleleng di bidang seni budaya, ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan.  Event itu adalah satu strategi untuk melestarikan, mengembangkan sekaligus memperkenalkan desain-desain endek atau tenun ikat khas Bali Utara di mata dunia.

Ketika event itu digelar, Kabupaten Buleleng seolah menjadi kiblat baru fashion di Provinsi Bali. Ini karena peserta Buleleng Endek Carnaval yang pertama tahun 2014 menampilkan pakaian berbahan dasar endek dan memukau para penonton yang memadati kawasan Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, dan Jalan Ahmad Yani. Apalagi, sejumlah desainer nasional ikut ambil bagian dalam event itu antara lain Gede Yudi, desainer asal Sukasada yang kini melakukan proses kreatif di Jakarta. Selain itu ada Afif Ghurub Bestari, dosen Universitas Jogjakarta. Juga ikut Ketut Radjin, perajin endek asal Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.

Karnaval endek tahun 2014 juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah mobil hias dari Sauan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemkab Buleleng. Tak pelak karnaval penampilan mobil hias itu juga menarik perhatian penonton, karena hanya sekali setahun dapat menyaksikan penampilan itu. Sebanyak 15 tim, mengikuti lomba, sementara tiga tim lainnya mengikuti eksebisi. Meski secara umum peserta belum mengetahui desain konsep karnaval, namun sejumlah peserta sudah mendesain pakaian dengan konsep karnaval.

Gede Suyasa yang menjadi penggagas BEC ketika ia menjadi Kepala Bappeda Buleleng menyebutkan bahwa BEC memang diharapkan dapat menarik minat desainer-desainer muda Buleleng dalam berkarya. Termasuk mengundang dan menarik minat desainer nasional merancang busana non formal, dengan bahan dasar endek. Selama ini kain endek hanya terbatas untuk pakaian formal, dan dengan BEC ini masyarakat ingin diberi pertunjukkan bahwa endek juga bisa digunakan untuk bahan pakaian yang lain, termasuk fashion.

Yang menarik, BEC perdana itu diisi dengan pembuatan dokumentasi dalam bentuk film dokumenter.  Selain diputar di sela kegiatan, film itu juga dapat didistribusikan ke seluruh satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dan dapat diputar dalam berbagai kegiatan pemerintah, termasuk di antaranya pameran. Dokumentasi memang sangat penting untuk menjaga keaslian dan kualitas endek khas Buleleng. Sekaligus mencegah motif endek khas Buleleng dari kepunahan.

Tahun 2015, BEC kembali digelar untuk keduakalinya. Dalam BEC 2015 dilibatkan sebanyak 700 peserta. Tahun 2015 ini kepanitiaan BEC diketuai Kepala Bappeda Gede Dharmaja. Tahun 2015 ini BEC mengangkat tema “Pesona Flora Denbukit”. Tema ini menunjukkan keberagaman buah dan bunga yang ada di Buleleng. Potensi buah-buahan yang kaya di Buleleng itu diterjemahkan para desainer untuk merancang desain pakaian berbahan kain endek dalam BEC tersebut. Dengan tema ini, BEC memberi juga dampak untuk mempromosikan kekayaan agro dan kerajinan di Bali Utara. 

BEC itu sendiri memang menjadi bagian dari agenda strategis yang dicanangkan Bupati Putu Agus Suradnyana. Agenda yang dicanangkan itu tentang bagaimana penguatan ekonomi, peningaktan UKM, dan industri kreatif. Caranya dengan terus mengggali potensi Buleleng yang dulu berjaya kini redup. Bupati Putu Agus Suradnyana dalam sejumlah wawancara kerap memberi contoh bagaimana kerajinan di Desa Beratan nyaris redup karena disaingi produksi dari daerah luar. Bupati Suradnyana memiliki prinsip bahwa ketika orang daerah menghargai apa yang menjadi keunggulan daerahnya, yang secara benar-benar dieksploitasi secara kraetif, maka muaranya adalah meningkatnya kesejahteran masyarakat sekaligus terpenuhinya capaian tenaga kerja.

Di bidang kain endek, selain menggelar BEC, Bupati Suradnyana secara terus menerus mengajak pimpinan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membuat seragam yang punya kekhasan yang diproduksi oleh perajin endek Buleleng. Perajin di tempat kerajinan endek yang ada di Buleleng bisa melihat contoh motif tersebut sehingga bisa membuatnya sendiri. Sehingga kebutuhan PNS akan baju seragam endek bisa dipenuhi oleh perajin lokal di Buleleng.

Di sisi lain, Ketua Tim Penggerak PKK Nyonya Aries Suradnyana juga terus melakukan langkah pembinaan ke desa-desa bersama tim penggerak PKK yang lain. Ini dilakukan karena sangat disadari perancang mode di Buleleng banyak sekali sehingga kain endek bisa dijadikan materi desain mode yang baik dan bagus. Apalagi, dalam berbagai ajang fashion show di Denpasar, desain endek yang dirancang para perancang dari Buleleng selalu mengundang decak kagum dari penggemar desain dari kabupaten lain.

Nyonya Aries Suradnyana bersama ibu-ibu PKK lain secara rutin turun ke desa, misalnya ke Desa Kalianget. Kepada para perajin ia kerap memberi masukan untuk selalu menjaga kualitas endek khas Buleleng. Selain itu juga secara terus-menerus dilakukan sosialisasi agar masyarakat memakai endek dalam kegiatan sehari-hari atau pada event tertentu.

Bisa disimpulkan Pemkab Buleleng sejak lama punya upaya membangkitkan kembali usaha pertenunan kain endek di Bali Utara. Selain menyerap produksinya, perajin kini diajarkan juga dalam teknik pewarnaan, sehingga kain tenun endek dan songket yang dihasilkan kualitasnya meningkat dan bisa bersaing dengan kain tenun endek dari daerah lain di Bali. Sentra kain tenun lain di Buleleng juga terletak di Desa Sinabun Kecamatan Sawan. Hasil tenunnannya tidak hanya memenuhi pasaran di Buleleng juga dipasarkan hingga ke luar Bali. Sebelumnya usaha menenun ini sempat terseok-seok dan nyaris punah, karena anak-anak muda kurang berminat menekuni pekerjaan menenun.

Sayangnya, entah karena semangat yang kendor atau anggaran yang kendor, tahun 2019 BEC mulai hilang dari agenda. Apalagi saat pandemi 2020, BEC naga-naganya mulai jadi kenang-kenangan. [T]

Tags: Buleleng Endek Carnavalkain tenun
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Next Post

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co