12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

tatkala by tatkala
February 23, 2021
in Khas
Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

Buleleng Endek Carnaval

Jauh sebelum keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tentang penggunaan kain tenun endek, Pemkab Buleleng sudah punya ambisi besar untuk mengangkat kembali citra endek, sekaligus membangkirkan kerajinan tenun endek di Buleleng. Salah satunya adalah menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC).

Buleleng Endek Carnaval (BEC) yang digagas Pemkab Buleleng melalui Bappeda Buleleng adalah strategi kreatif dan inovatif dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan kain endek khas Buleleng. Ajang ini merupakan ajang yang sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang kerap dikumandangkan Bupati Putu Agus Suradnyana dalam mengangkat potensi-potensi Buleleng di bidang seni budaya, ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan.  Event itu adalah satu strategi untuk melestarikan, mengembangkan sekaligus memperkenalkan desain-desain endek atau tenun ikat khas Bali Utara di mata dunia.

Ketika event itu digelar, Kabupaten Buleleng seolah menjadi kiblat baru fashion di Provinsi Bali. Ini karena peserta Buleleng Endek Carnaval yang pertama tahun 2014 menampilkan pakaian berbahan dasar endek dan memukau para penonton yang memadati kawasan Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, dan Jalan Ahmad Yani. Apalagi, sejumlah desainer nasional ikut ambil bagian dalam event itu antara lain Gede Yudi, desainer asal Sukasada yang kini melakukan proses kreatif di Jakarta. Selain itu ada Afif Ghurub Bestari, dosen Universitas Jogjakarta. Juga ikut Ketut Radjin, perajin endek asal Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.

Karnaval endek tahun 2014 juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah mobil hias dari Sauan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemkab Buleleng. Tak pelak karnaval penampilan mobil hias itu juga menarik perhatian penonton, karena hanya sekali setahun dapat menyaksikan penampilan itu. Sebanyak 15 tim, mengikuti lomba, sementara tiga tim lainnya mengikuti eksebisi. Meski secara umum peserta belum mengetahui desain konsep karnaval, namun sejumlah peserta sudah mendesain pakaian dengan konsep karnaval.

Gede Suyasa yang menjadi penggagas BEC ketika ia menjadi Kepala Bappeda Buleleng menyebutkan bahwa BEC memang diharapkan dapat menarik minat desainer-desainer muda Buleleng dalam berkarya. Termasuk mengundang dan menarik minat desainer nasional merancang busana non formal, dengan bahan dasar endek. Selama ini kain endek hanya terbatas untuk pakaian formal, dan dengan BEC ini masyarakat ingin diberi pertunjukkan bahwa endek juga bisa digunakan untuk bahan pakaian yang lain, termasuk fashion.

Yang menarik, BEC perdana itu diisi dengan pembuatan dokumentasi dalam bentuk film dokumenter.  Selain diputar di sela kegiatan, film itu juga dapat didistribusikan ke seluruh satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dan dapat diputar dalam berbagai kegiatan pemerintah, termasuk di antaranya pameran. Dokumentasi memang sangat penting untuk menjaga keaslian dan kualitas endek khas Buleleng. Sekaligus mencegah motif endek khas Buleleng dari kepunahan.

Tahun 2015, BEC kembali digelar untuk keduakalinya. Dalam BEC 2015 dilibatkan sebanyak 700 peserta. Tahun 2015 ini kepanitiaan BEC diketuai Kepala Bappeda Gede Dharmaja. Tahun 2015 ini BEC mengangkat tema “Pesona Flora Denbukit”. Tema ini menunjukkan keberagaman buah dan bunga yang ada di Buleleng. Potensi buah-buahan yang kaya di Buleleng itu diterjemahkan para desainer untuk merancang desain pakaian berbahan kain endek dalam BEC tersebut. Dengan tema ini, BEC memberi juga dampak untuk mempromosikan kekayaan agro dan kerajinan di Bali Utara. 

BEC itu sendiri memang menjadi bagian dari agenda strategis yang dicanangkan Bupati Putu Agus Suradnyana. Agenda yang dicanangkan itu tentang bagaimana penguatan ekonomi, peningaktan UKM, dan industri kreatif. Caranya dengan terus mengggali potensi Buleleng yang dulu berjaya kini redup. Bupati Putu Agus Suradnyana dalam sejumlah wawancara kerap memberi contoh bagaimana kerajinan di Desa Beratan nyaris redup karena disaingi produksi dari daerah luar. Bupati Suradnyana memiliki prinsip bahwa ketika orang daerah menghargai apa yang menjadi keunggulan daerahnya, yang secara benar-benar dieksploitasi secara kraetif, maka muaranya adalah meningkatnya kesejahteran masyarakat sekaligus terpenuhinya capaian tenaga kerja.

Di bidang kain endek, selain menggelar BEC, Bupati Suradnyana secara terus menerus mengajak pimpinan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membuat seragam yang punya kekhasan yang diproduksi oleh perajin endek Buleleng. Perajin di tempat kerajinan endek yang ada di Buleleng bisa melihat contoh motif tersebut sehingga bisa membuatnya sendiri. Sehingga kebutuhan PNS akan baju seragam endek bisa dipenuhi oleh perajin lokal di Buleleng.

Di sisi lain, Ketua Tim Penggerak PKK Nyonya Aries Suradnyana juga terus melakukan langkah pembinaan ke desa-desa bersama tim penggerak PKK yang lain. Ini dilakukan karena sangat disadari perancang mode di Buleleng banyak sekali sehingga kain endek bisa dijadikan materi desain mode yang baik dan bagus. Apalagi, dalam berbagai ajang fashion show di Denpasar, desain endek yang dirancang para perancang dari Buleleng selalu mengundang decak kagum dari penggemar desain dari kabupaten lain.

Nyonya Aries Suradnyana bersama ibu-ibu PKK lain secara rutin turun ke desa, misalnya ke Desa Kalianget. Kepada para perajin ia kerap memberi masukan untuk selalu menjaga kualitas endek khas Buleleng. Selain itu juga secara terus-menerus dilakukan sosialisasi agar masyarakat memakai endek dalam kegiatan sehari-hari atau pada event tertentu.

Bisa disimpulkan Pemkab Buleleng sejak lama punya upaya membangkitkan kembali usaha pertenunan kain endek di Bali Utara. Selain menyerap produksinya, perajin kini diajarkan juga dalam teknik pewarnaan, sehingga kain tenun endek dan songket yang dihasilkan kualitasnya meningkat dan bisa bersaing dengan kain tenun endek dari daerah lain di Bali. Sentra kain tenun lain di Buleleng juga terletak di Desa Sinabun Kecamatan Sawan. Hasil tenunnannya tidak hanya memenuhi pasaran di Buleleng juga dipasarkan hingga ke luar Bali. Sebelumnya usaha menenun ini sempat terseok-seok dan nyaris punah, karena anak-anak muda kurang berminat menekuni pekerjaan menenun.

Sayangnya, entah karena semangat yang kendor atau anggaran yang kendor, tahun 2019 BEC mulai hilang dari agenda. Apalagi saat pandemi 2020, BEC naga-naganya mulai jadi kenang-kenangan. [T]

Tags: Buleleng Endek Carnavalkain tenun
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Next Post

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co