3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

tatkala by tatkala
February 23, 2021
in Khas
Selasa Pakai Endek | Mari Ingat Kembali Buleleng Endek Carnaval

Buleleng Endek Carnaval

Jauh sebelum keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tentang penggunaan kain tenun endek, Pemkab Buleleng sudah punya ambisi besar untuk mengangkat kembali citra endek, sekaligus membangkirkan kerajinan tenun endek di Buleleng. Salah satunya adalah menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC).

Buleleng Endek Carnaval (BEC) yang digagas Pemkab Buleleng melalui Bappeda Buleleng adalah strategi kreatif dan inovatif dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan kain endek khas Buleleng. Ajang ini merupakan ajang yang sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang kerap dikumandangkan Bupati Putu Agus Suradnyana dalam mengangkat potensi-potensi Buleleng di bidang seni budaya, ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan.  Event itu adalah satu strategi untuk melestarikan, mengembangkan sekaligus memperkenalkan desain-desain endek atau tenun ikat khas Bali Utara di mata dunia.

Ketika event itu digelar, Kabupaten Buleleng seolah menjadi kiblat baru fashion di Provinsi Bali. Ini karena peserta Buleleng Endek Carnaval yang pertama tahun 2014 menampilkan pakaian berbahan dasar endek dan memukau para penonton yang memadati kawasan Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, dan Jalan Ahmad Yani. Apalagi, sejumlah desainer nasional ikut ambil bagian dalam event itu antara lain Gede Yudi, desainer asal Sukasada yang kini melakukan proses kreatif di Jakarta. Selain itu ada Afif Ghurub Bestari, dosen Universitas Jogjakarta. Juga ikut Ketut Radjin, perajin endek asal Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.

Karnaval endek tahun 2014 juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah mobil hias dari Sauan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemkab Buleleng. Tak pelak karnaval penampilan mobil hias itu juga menarik perhatian penonton, karena hanya sekali setahun dapat menyaksikan penampilan itu. Sebanyak 15 tim, mengikuti lomba, sementara tiga tim lainnya mengikuti eksebisi. Meski secara umum peserta belum mengetahui desain konsep karnaval, namun sejumlah peserta sudah mendesain pakaian dengan konsep karnaval.

Gede Suyasa yang menjadi penggagas BEC ketika ia menjadi Kepala Bappeda Buleleng menyebutkan bahwa BEC memang diharapkan dapat menarik minat desainer-desainer muda Buleleng dalam berkarya. Termasuk mengundang dan menarik minat desainer nasional merancang busana non formal, dengan bahan dasar endek. Selama ini kain endek hanya terbatas untuk pakaian formal, dan dengan BEC ini masyarakat ingin diberi pertunjukkan bahwa endek juga bisa digunakan untuk bahan pakaian yang lain, termasuk fashion.

Yang menarik, BEC perdana itu diisi dengan pembuatan dokumentasi dalam bentuk film dokumenter.  Selain diputar di sela kegiatan, film itu juga dapat didistribusikan ke seluruh satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dan dapat diputar dalam berbagai kegiatan pemerintah, termasuk di antaranya pameran. Dokumentasi memang sangat penting untuk menjaga keaslian dan kualitas endek khas Buleleng. Sekaligus mencegah motif endek khas Buleleng dari kepunahan.

Tahun 2015, BEC kembali digelar untuk keduakalinya. Dalam BEC 2015 dilibatkan sebanyak 700 peserta. Tahun 2015 ini kepanitiaan BEC diketuai Kepala Bappeda Gede Dharmaja. Tahun 2015 ini BEC mengangkat tema “Pesona Flora Denbukit”. Tema ini menunjukkan keberagaman buah dan bunga yang ada di Buleleng. Potensi buah-buahan yang kaya di Buleleng itu diterjemahkan para desainer untuk merancang desain pakaian berbahan kain endek dalam BEC tersebut. Dengan tema ini, BEC memberi juga dampak untuk mempromosikan kekayaan agro dan kerajinan di Bali Utara. 

BEC itu sendiri memang menjadi bagian dari agenda strategis yang dicanangkan Bupati Putu Agus Suradnyana. Agenda yang dicanangkan itu tentang bagaimana penguatan ekonomi, peningaktan UKM, dan industri kreatif. Caranya dengan terus mengggali potensi Buleleng yang dulu berjaya kini redup. Bupati Putu Agus Suradnyana dalam sejumlah wawancara kerap memberi contoh bagaimana kerajinan di Desa Beratan nyaris redup karena disaingi produksi dari daerah luar. Bupati Suradnyana memiliki prinsip bahwa ketika orang daerah menghargai apa yang menjadi keunggulan daerahnya, yang secara benar-benar dieksploitasi secara kraetif, maka muaranya adalah meningkatnya kesejahteran masyarakat sekaligus terpenuhinya capaian tenaga kerja.

Di bidang kain endek, selain menggelar BEC, Bupati Suradnyana secara terus menerus mengajak pimpinan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membuat seragam yang punya kekhasan yang diproduksi oleh perajin endek Buleleng. Perajin di tempat kerajinan endek yang ada di Buleleng bisa melihat contoh motif tersebut sehingga bisa membuatnya sendiri. Sehingga kebutuhan PNS akan baju seragam endek bisa dipenuhi oleh perajin lokal di Buleleng.

Di sisi lain, Ketua Tim Penggerak PKK Nyonya Aries Suradnyana juga terus melakukan langkah pembinaan ke desa-desa bersama tim penggerak PKK yang lain. Ini dilakukan karena sangat disadari perancang mode di Buleleng banyak sekali sehingga kain endek bisa dijadikan materi desain mode yang baik dan bagus. Apalagi, dalam berbagai ajang fashion show di Denpasar, desain endek yang dirancang para perancang dari Buleleng selalu mengundang decak kagum dari penggemar desain dari kabupaten lain.

Nyonya Aries Suradnyana bersama ibu-ibu PKK lain secara rutin turun ke desa, misalnya ke Desa Kalianget. Kepada para perajin ia kerap memberi masukan untuk selalu menjaga kualitas endek khas Buleleng. Selain itu juga secara terus-menerus dilakukan sosialisasi agar masyarakat memakai endek dalam kegiatan sehari-hari atau pada event tertentu.

Bisa disimpulkan Pemkab Buleleng sejak lama punya upaya membangkitkan kembali usaha pertenunan kain endek di Bali Utara. Selain menyerap produksinya, perajin kini diajarkan juga dalam teknik pewarnaan, sehingga kain tenun endek dan songket yang dihasilkan kualitasnya meningkat dan bisa bersaing dengan kain tenun endek dari daerah lain di Bali. Sentra kain tenun lain di Buleleng juga terletak di Desa Sinabun Kecamatan Sawan. Hasil tenunnannya tidak hanya memenuhi pasaran di Buleleng juga dipasarkan hingga ke luar Bali. Sebelumnya usaha menenun ini sempat terseok-seok dan nyaris punah, karena anak-anak muda kurang berminat menekuni pekerjaan menenun.

Sayangnya, entah karena semangat yang kendor atau anggaran yang kendor, tahun 2019 BEC mulai hilang dari agenda. Apalagi saat pandemi 2020, BEC naga-naganya mulai jadi kenang-kenangan. [T]

Tags: Buleleng Endek Carnavalkain tenun
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Next Post

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Nitya Yuli Pratistha | Bangga Jadi Hindu, Bangga Jadi Jawa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co