24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
January 7, 2021
in Khas
Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

tatkala.co [Foto Taufiq]

Selayaknya tumbuhan kecil di sela tugu kota, perpustakaan jalanan di Bali tampak kecil, jarang terlihat dan dipandang lalu saja. Meskipun demikian, mereka tumbuh, mengorganisir diri dan memberi degup ruang-ruang diskusi dan pertemuan untuk sekitarnya. 

Ada beragam jenis dan banyak perpustakaan alternatif di Bali, mulai dari Taman Baca hingga perpustakaan dengan tawaran-tawaran bacaan selain buku, semisal zines. Meskipun pada dasarnya tujuan dari perpustakaan jalanan dengan yang dilakukan Taman Baca Masyarakat (TBM) tak jauh berbeda.

Namun tulisan ini berfokus pada perpustakaan jalanan—yang mengorganisir diri/ kelompok dan membawa buku ke ruang publik yang sifatnya tidak menentu hanya di satu titik; bisa sesekali di pinggir lapangan, di taman kota, di sekitaran area bermain anak, di pinggir sungai dan lain sebagainya.

Perpustakaan jalanan melaksanakan kegiatannya dengan menggelar lapakan beralaskan terpal atau baliho bekas dan menjajakan bukunya. Mulai dari buku-buku yang diperuntukan untuk anak-anak hingga buku-buku dengan beragam jenis; novel, puisi, buku sejarah, sains dan banyak lagi. 

Di perpustakaan jalanan, buku tak hanya dipajang dan setiap orang bisa mengambil, meminjam, lalu mengembalikannya atau bahkan memberikan pada kawannya. Di Bali perpustakaan jalanan dijaga oleh sekumpulan orang atau kantong-kantong kolektif yang menggagasnya, sehingga setiap orang yang kebetulan melintas atau memang dengan rencana untuk datang membaca bisa langsung bertemu, diskusi, memulai obrolan-obrolan kecil atau bahkan hanya sekedar berbagi makanan sembari bercerita. Tak hanya lapakan buku, di perpustakaan jalanan juga kerap dilaksanakan diskusi-diskusi kecil tematik tentang buku atau hal-hal yang pada saat itu sedang hangat dibicarakan.  

Selain tersebar di berbagai daerah, masing-masing Perpustakaan Jalanan di Bali pun memiliki kegiatan yang beragam.

Lentera Merah – Singaraja (2018) 

Perpustakaan ini terbentuk di tahun akhir 2017 dan 2018 ada masa-masa perpustakaan ini giat berkegiatan di Taman Kota Singaraja. Sayang karena berbagai alasan internal, perpustakaan jalanan ini pun tidak berkegiatan lagi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Lentera Merah masih berhubungan dengan lapakan buku dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman/ Lapangan Kota Singaraja.

Literasi Anak Bangsa (2016 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan ini terbentuk tahun 2016 di Klungkung. Hingga kini perpustakaan ini masih melangsungkan kegiatan-kegiatannya. Selama pandemi, perpustakaan ini kerap membagikan cerita anak yang diterjemahkan, kertas kerja mewarnai, belajar membaca dan menulis untuk anak-anak yang bisa diunduh langsung melalui akunnya. Selama rentang 2016 hingga sekarang, perpustakaan jalanan Literasi Anak Bangsa melakukan berbagai kegiatan lapakan buku anak-anak, menggambar, mewarnai, sablon cukil, Food Not Bomb dan lain sebagainya.

Ngebuku – Bangli (2018)  

Perpustakaan jalanan Ngebuku terbentuk tahun 2018. Mereka sering melaksanakan kegiatan di Taman Kota di Bangli. Kegiatan-kegiatan mereka lebih sering lapakan buku serta diskusi-diskusi kecil yang dilangsungkan sembari membuka lapakan buku.

Omah Laras – Singaraja (2018 – Sekarang) 

Omah Laras lebih tepatnya merupakan sebuah kolektif seni sosial yang terbentuk akhir 2018 di Singaraja. Selain melangsungkan kegiatan-kegiatannya di kontrakan, mereka tak jarang juga melangsungkan lapakan buku, pasar gratis dan ikut terjun langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Selama pandemi mereka juga ikut tergabung dalam dapur umum untuk memasak dan membagikan nasi kepada siapa saja yang memerlukan.

Payung Literasi – Denpasar (2018 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan Payung Literasi terbentuk pada tahun 2018 di Denpasar. Kegiatan-kegiatan mereka selain membuka lapakan buku di Taman Kota dan/ di pinggir sungai kota Denpasar, sesekali mereka juga melangsungkan kegiatan ke lapas untuk acara bagi buku atau belajar bersama.

Perpustakaan Jalanan Denpasar (2017 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Denpasar terbentuk tahun 2017. Satu dari banyak kelompok Perpustakaan Jalanan yang cair terhadap siapa saja yang memang berminat untuk melapak dan belajar bersama. Tak ada aturan baku setiap orang yang tergabung di dalamnya harus ini itu. Kegiatan-kegiataan yang dilakukan Perpustakaan Jalanan Denpasar pun beragam, mulai dari ikut menjadi bagian dari gerakan-gerakan yang didukung, hingga lapakan buku, mewarnai, menonton film dan diskusi-diskusi lingkar kecil sembari membuka lapakan bukunya.

Perpustakaan Jalanan Tabanan (2018 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Tabanan terbentuk tahun 2018. Sejak tahun 2018 mereka kerap melakukan lapakan dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman Kota Tabanan. Perpustakaan ini juga beberapa kali menggelar acara nonton bareng film, street feeding, food not bomb dan beberapa hal lainnya. Ketika ke acara-acara musik di Tabanan pun, tak jarang mereka ikut untuk membuka lapak baca.

Perpustakaan jalanan Lentera Merah di Taman Kota Singaraja [Foto Taufiq]

Masing-masing Perpustakaan di Bali dibentuk dengan cara-cara yang beragam, mulai dari kesadaran kolektif, jejaring pertemanan hingga upaya-upaya untuk merawat pertemanan dengan cara-cara sederhana.

Tumbuhnya perpustakaan jalanan di Bali pun secara tidak langsung memberi jawaban alternatif mengatasi permasalahan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia jika berangkat dari survey yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang dimuat dalam berita Media Indonesia tanggal 30/08/2016 menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Data tersebut didukung pula oleh data UNESCO dimana disebutkan bahwa indeks membaca orang Indonesia hanya 0,001 yang berarti dari 1.000 orang yang ada di Indonesia hanya ada satu orang yang memiliki minat membaca buku. 

Meskipun begitu, penelitian-penelitian tersebut bukanlah satu-satunya acuan untuk menilai bagaimana geliat literasi di Indonesia khususnya di Bali, jika melihat semakin ramainya buku yang terbit dan semakin menjamurnya toko buku online yang tersedia.

Namun jika permasalahan minat baca yang rendah di Indonesia karena disebabkan oleh faktor institusional (tidak adanya fasilitas membaca), boleh jadi Perpustakaan Jalanan adalah satu dari sekian alternative nyata, upaya sadar bagaimana orang-orang di dalamnya mendekatkan buku pada siapa saja. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masturbasi dan Shiwaratri

Next Post

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co