3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
January 7, 2021
in Khas
Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

tatkala.co [Foto Taufiq]

Selayaknya tumbuhan kecil di sela tugu kota, perpustakaan jalanan di Bali tampak kecil, jarang terlihat dan dipandang lalu saja. Meskipun demikian, mereka tumbuh, mengorganisir diri dan memberi degup ruang-ruang diskusi dan pertemuan untuk sekitarnya. 

Ada beragam jenis dan banyak perpustakaan alternatif di Bali, mulai dari Taman Baca hingga perpustakaan dengan tawaran-tawaran bacaan selain buku, semisal zines. Meskipun pada dasarnya tujuan dari perpustakaan jalanan dengan yang dilakukan Taman Baca Masyarakat (TBM) tak jauh berbeda.

Namun tulisan ini berfokus pada perpustakaan jalanan—yang mengorganisir diri/ kelompok dan membawa buku ke ruang publik yang sifatnya tidak menentu hanya di satu titik; bisa sesekali di pinggir lapangan, di taman kota, di sekitaran area bermain anak, di pinggir sungai dan lain sebagainya.

Perpustakaan jalanan melaksanakan kegiatannya dengan menggelar lapakan beralaskan terpal atau baliho bekas dan menjajakan bukunya. Mulai dari buku-buku yang diperuntukan untuk anak-anak hingga buku-buku dengan beragam jenis; novel, puisi, buku sejarah, sains dan banyak lagi. 

Di perpustakaan jalanan, buku tak hanya dipajang dan setiap orang bisa mengambil, meminjam, lalu mengembalikannya atau bahkan memberikan pada kawannya. Di Bali perpustakaan jalanan dijaga oleh sekumpulan orang atau kantong-kantong kolektif yang menggagasnya, sehingga setiap orang yang kebetulan melintas atau memang dengan rencana untuk datang membaca bisa langsung bertemu, diskusi, memulai obrolan-obrolan kecil atau bahkan hanya sekedar berbagi makanan sembari bercerita. Tak hanya lapakan buku, di perpustakaan jalanan juga kerap dilaksanakan diskusi-diskusi kecil tematik tentang buku atau hal-hal yang pada saat itu sedang hangat dibicarakan.  

Selain tersebar di berbagai daerah, masing-masing Perpustakaan Jalanan di Bali pun memiliki kegiatan yang beragam.

Lentera Merah – Singaraja (2018) 

Perpustakaan ini terbentuk di tahun akhir 2017 dan 2018 ada masa-masa perpustakaan ini giat berkegiatan di Taman Kota Singaraja. Sayang karena berbagai alasan internal, perpustakaan jalanan ini pun tidak berkegiatan lagi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Lentera Merah masih berhubungan dengan lapakan buku dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman/ Lapangan Kota Singaraja.

Literasi Anak Bangsa (2016 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan ini terbentuk tahun 2016 di Klungkung. Hingga kini perpustakaan ini masih melangsungkan kegiatan-kegiatannya. Selama pandemi, perpustakaan ini kerap membagikan cerita anak yang diterjemahkan, kertas kerja mewarnai, belajar membaca dan menulis untuk anak-anak yang bisa diunduh langsung melalui akunnya. Selama rentang 2016 hingga sekarang, perpustakaan jalanan Literasi Anak Bangsa melakukan berbagai kegiatan lapakan buku anak-anak, menggambar, mewarnai, sablon cukil, Food Not Bomb dan lain sebagainya.

Ngebuku – Bangli (2018)  

Perpustakaan jalanan Ngebuku terbentuk tahun 2018. Mereka sering melaksanakan kegiatan di Taman Kota di Bangli. Kegiatan-kegiatan mereka lebih sering lapakan buku serta diskusi-diskusi kecil yang dilangsungkan sembari membuka lapakan buku.

Omah Laras – Singaraja (2018 – Sekarang) 

Omah Laras lebih tepatnya merupakan sebuah kolektif seni sosial yang terbentuk akhir 2018 di Singaraja. Selain melangsungkan kegiatan-kegiatannya di kontrakan, mereka tak jarang juga melangsungkan lapakan buku, pasar gratis dan ikut terjun langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Selama pandemi mereka juga ikut tergabung dalam dapur umum untuk memasak dan membagikan nasi kepada siapa saja yang memerlukan.

Payung Literasi – Denpasar (2018 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan Payung Literasi terbentuk pada tahun 2018 di Denpasar. Kegiatan-kegiatan mereka selain membuka lapakan buku di Taman Kota dan/ di pinggir sungai kota Denpasar, sesekali mereka juga melangsungkan kegiatan ke lapas untuk acara bagi buku atau belajar bersama.

Perpustakaan Jalanan Denpasar (2017 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Denpasar terbentuk tahun 2017. Satu dari banyak kelompok Perpustakaan Jalanan yang cair terhadap siapa saja yang memang berminat untuk melapak dan belajar bersama. Tak ada aturan baku setiap orang yang tergabung di dalamnya harus ini itu. Kegiatan-kegiataan yang dilakukan Perpustakaan Jalanan Denpasar pun beragam, mulai dari ikut menjadi bagian dari gerakan-gerakan yang didukung, hingga lapakan buku, mewarnai, menonton film dan diskusi-diskusi lingkar kecil sembari membuka lapakan bukunya.

Perpustakaan Jalanan Tabanan (2018 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Tabanan terbentuk tahun 2018. Sejak tahun 2018 mereka kerap melakukan lapakan dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman Kota Tabanan. Perpustakaan ini juga beberapa kali menggelar acara nonton bareng film, street feeding, food not bomb dan beberapa hal lainnya. Ketika ke acara-acara musik di Tabanan pun, tak jarang mereka ikut untuk membuka lapak baca.

Perpustakaan jalanan Lentera Merah di Taman Kota Singaraja [Foto Taufiq]

Masing-masing Perpustakaan di Bali dibentuk dengan cara-cara yang beragam, mulai dari kesadaran kolektif, jejaring pertemanan hingga upaya-upaya untuk merawat pertemanan dengan cara-cara sederhana.

Tumbuhnya perpustakaan jalanan di Bali pun secara tidak langsung memberi jawaban alternatif mengatasi permasalahan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia jika berangkat dari survey yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang dimuat dalam berita Media Indonesia tanggal 30/08/2016 menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Data tersebut didukung pula oleh data UNESCO dimana disebutkan bahwa indeks membaca orang Indonesia hanya 0,001 yang berarti dari 1.000 orang yang ada di Indonesia hanya ada satu orang yang memiliki minat membaca buku. 

Meskipun begitu, penelitian-penelitian tersebut bukanlah satu-satunya acuan untuk menilai bagaimana geliat literasi di Indonesia khususnya di Bali, jika melihat semakin ramainya buku yang terbit dan semakin menjamurnya toko buku online yang tersedia.

Namun jika permasalahan minat baca yang rendah di Indonesia karena disebabkan oleh faktor institusional (tidak adanya fasilitas membaca), boleh jadi Perpustakaan Jalanan adalah satu dari sekian alternative nyata, upaya sadar bagaimana orang-orang di dalamnya mendekatkan buku pada siapa saja. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masturbasi dan Shiwaratri

Next Post

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co