12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
January 7, 2021
in Khas
Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

tatkala.co [Foto Taufiq]

Selayaknya tumbuhan kecil di sela tugu kota, perpustakaan jalanan di Bali tampak kecil, jarang terlihat dan dipandang lalu saja. Meskipun demikian, mereka tumbuh, mengorganisir diri dan memberi degup ruang-ruang diskusi dan pertemuan untuk sekitarnya. 

Ada beragam jenis dan banyak perpustakaan alternatif di Bali, mulai dari Taman Baca hingga perpustakaan dengan tawaran-tawaran bacaan selain buku, semisal zines. Meskipun pada dasarnya tujuan dari perpustakaan jalanan dengan yang dilakukan Taman Baca Masyarakat (TBM) tak jauh berbeda.

Namun tulisan ini berfokus pada perpustakaan jalanan—yang mengorganisir diri/ kelompok dan membawa buku ke ruang publik yang sifatnya tidak menentu hanya di satu titik; bisa sesekali di pinggir lapangan, di taman kota, di sekitaran area bermain anak, di pinggir sungai dan lain sebagainya.

Perpustakaan jalanan melaksanakan kegiatannya dengan menggelar lapakan beralaskan terpal atau baliho bekas dan menjajakan bukunya. Mulai dari buku-buku yang diperuntukan untuk anak-anak hingga buku-buku dengan beragam jenis; novel, puisi, buku sejarah, sains dan banyak lagi. 

Di perpustakaan jalanan, buku tak hanya dipajang dan setiap orang bisa mengambil, meminjam, lalu mengembalikannya atau bahkan memberikan pada kawannya. Di Bali perpustakaan jalanan dijaga oleh sekumpulan orang atau kantong-kantong kolektif yang menggagasnya, sehingga setiap orang yang kebetulan melintas atau memang dengan rencana untuk datang membaca bisa langsung bertemu, diskusi, memulai obrolan-obrolan kecil atau bahkan hanya sekedar berbagi makanan sembari bercerita. Tak hanya lapakan buku, di perpustakaan jalanan juga kerap dilaksanakan diskusi-diskusi kecil tematik tentang buku atau hal-hal yang pada saat itu sedang hangat dibicarakan.  

Selain tersebar di berbagai daerah, masing-masing Perpustakaan Jalanan di Bali pun memiliki kegiatan yang beragam.

Lentera Merah – Singaraja (2018) 

Perpustakaan ini terbentuk di tahun akhir 2017 dan 2018 ada masa-masa perpustakaan ini giat berkegiatan di Taman Kota Singaraja. Sayang karena berbagai alasan internal, perpustakaan jalanan ini pun tidak berkegiatan lagi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Lentera Merah masih berhubungan dengan lapakan buku dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman/ Lapangan Kota Singaraja.

Literasi Anak Bangsa (2016 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan ini terbentuk tahun 2016 di Klungkung. Hingga kini perpustakaan ini masih melangsungkan kegiatan-kegiatannya. Selama pandemi, perpustakaan ini kerap membagikan cerita anak yang diterjemahkan, kertas kerja mewarnai, belajar membaca dan menulis untuk anak-anak yang bisa diunduh langsung melalui akunnya. Selama rentang 2016 hingga sekarang, perpustakaan jalanan Literasi Anak Bangsa melakukan berbagai kegiatan lapakan buku anak-anak, menggambar, mewarnai, sablon cukil, Food Not Bomb dan lain sebagainya.

Ngebuku – Bangli (2018)  

Perpustakaan jalanan Ngebuku terbentuk tahun 2018. Mereka sering melaksanakan kegiatan di Taman Kota di Bangli. Kegiatan-kegiatan mereka lebih sering lapakan buku serta diskusi-diskusi kecil yang dilangsungkan sembari membuka lapakan buku.

Omah Laras – Singaraja (2018 – Sekarang) 

Omah Laras lebih tepatnya merupakan sebuah kolektif seni sosial yang terbentuk akhir 2018 di Singaraja. Selain melangsungkan kegiatan-kegiatannya di kontrakan, mereka tak jarang juga melangsungkan lapakan buku, pasar gratis dan ikut terjun langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Selama pandemi mereka juga ikut tergabung dalam dapur umum untuk memasak dan membagikan nasi kepada siapa saja yang memerlukan.

Payung Literasi – Denpasar (2018 – sekarang) 

Perpustakaan jalanan Payung Literasi terbentuk pada tahun 2018 di Denpasar. Kegiatan-kegiatan mereka selain membuka lapakan buku di Taman Kota dan/ di pinggir sungai kota Denpasar, sesekali mereka juga melangsungkan kegiatan ke lapas untuk acara bagi buku atau belajar bersama.

Perpustakaan Jalanan Denpasar (2017 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Denpasar terbentuk tahun 2017. Satu dari banyak kelompok Perpustakaan Jalanan yang cair terhadap siapa saja yang memang berminat untuk melapak dan belajar bersama. Tak ada aturan baku setiap orang yang tergabung di dalamnya harus ini itu. Kegiatan-kegiataan yang dilakukan Perpustakaan Jalanan Denpasar pun beragam, mulai dari ikut menjadi bagian dari gerakan-gerakan yang didukung, hingga lapakan buku, mewarnai, menonton film dan diskusi-diskusi lingkar kecil sembari membuka lapakan bukunya.

Perpustakaan Jalanan Tabanan (2018 – sekarang) 

Perpustakaan Jalanan Tabanan terbentuk tahun 2018. Sejak tahun 2018 mereka kerap melakukan lapakan dan diskusi-diskusi lingkar kecil di Taman Kota Tabanan. Perpustakaan ini juga beberapa kali menggelar acara nonton bareng film, street feeding, food not bomb dan beberapa hal lainnya. Ketika ke acara-acara musik di Tabanan pun, tak jarang mereka ikut untuk membuka lapak baca.

Perpustakaan jalanan Lentera Merah di Taman Kota Singaraja [Foto Taufiq]

Masing-masing Perpustakaan di Bali dibentuk dengan cara-cara yang beragam, mulai dari kesadaran kolektif, jejaring pertemanan hingga upaya-upaya untuk merawat pertemanan dengan cara-cara sederhana.

Tumbuhnya perpustakaan jalanan di Bali pun secara tidak langsung memberi jawaban alternatif mengatasi permasalahan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia jika berangkat dari survey yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang dimuat dalam berita Media Indonesia tanggal 30/08/2016 menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Data tersebut didukung pula oleh data UNESCO dimana disebutkan bahwa indeks membaca orang Indonesia hanya 0,001 yang berarti dari 1.000 orang yang ada di Indonesia hanya ada satu orang yang memiliki minat membaca buku. 

Meskipun begitu, penelitian-penelitian tersebut bukanlah satu-satunya acuan untuk menilai bagaimana geliat literasi di Indonesia khususnya di Bali, jika melihat semakin ramainya buku yang terbit dan semakin menjamurnya toko buku online yang tersedia.

Namun jika permasalahan minat baca yang rendah di Indonesia karena disebabkan oleh faktor institusional (tidak adanya fasilitas membaca), boleh jadi Perpustakaan Jalanan adalah satu dari sekian alternative nyata, upaya sadar bagaimana orang-orang di dalamnya mendekatkan buku pada siapa saja. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masturbasi dan Shiwaratri

Next Post

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co