4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 7, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Bukan yang terkuat atau tercepat yang bertahan hidup, namun yang pintar beradaptasi.”— (Charles Darwin)

Puluhan Negara menutup perbatasannya dari Inggris, setelah diketahui ada mutan baru virus Corona di negeri ratu Elizabeth itu, yang karakteristik penyebarannya lebih cepat. Akhirnya, gara-gara uleh jasad renik tak tampak mata itulah, Inggris yang sangat terhormat, tanah kelahiran Charles Darwin,  dikucilkan.  Meski telah membuat kekacauan dan kegaduhan, mutasi virus ini tak ada suratnya, tak ada lobi-lobi apalagi motif politik menjelang pilkada. Diam-diam dan tak ada yang diuntungkan, kecuali virus itu sendiri.

Ia bermutasi dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tanpa backing-an siapa-siapa. Tidak ada setoran kepada atasan atau sebaliknya, pun tak ada kekecewaan atau kemaranan atasannya. Lagipula ia memang tak punya atasan atau bawahan. Mereka setara, mungkin.

Virus bermutasi hanya untuk satu-satunya urusan yang sangat prinsip, yaitu untuk kelestarian spesiesnya sendiri. Kelestariannya yang telah terancam oleh manusia, yang sudah muak dan lelah didera pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun. Dengan berbagai upaya, manusia tentu saja berambisi secepatnya memusnahkan virus SARS-CoV-2 ini dari muka bumi. Apapun telah dan akan dilakukan untuk memutuskan rantai penularan sekaligus peluang hidup virus ini.               

Mulai dari menerapkan pembatasan jarak fisik, memakai masker dan cuci tangan untuk mengurangi kesempatan virus menggapai inang baru. Lalu berbagai obat anti virus untuk mengeradikasi (memusnahkan) virus Corona tersebut. Juga penyemprotan berbagai zat desinfektan untuk membunuh virus yang menyebar di lingkungan kita. Terakhir tentu saja, uji coba vaksin yang secara ilmiah mendapatkan efektivitas sangat baik, mendekati 95%.

Dan saat ini pun pemberian vaksin telah dilaksanakan di seluruh dunia. Meskipun di Bali dan Buleleng belum dilaksanakan, namun logistik vaksin sudah sampai di depan pintu rumah kita. Belum lagi kenyataan telah terbentuknya  kekebalan alami dalam tubuh mereka yang pernah terinfeksi dan kemudian sembuh. Jika tercapai komulatif 60% saja  populasi kebal, baik secara alamiah maupun buatan (vaksin), maka terwujudlah apa yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Keadaan ini, praktis membuat seluruh populasi terlindungi, karena yang rentan dan belum kebal telah dipagari oleh 60% yang telah imun. Dengan situasi seperti ini, yang telah dideteksi oleh “agen intelijen” virus Corona, wajarlah mereka bermanuver melakukan mutasi. Inggris telah merasakan akibatnya.

BACA KOLOM DOKTER LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Berbeda dengan mutasi virus, mutasi pejabat atau pegawai sering kali diawali atau diikuti kegaduhan dan perdebatan. Ini bukti sisi rumit kehidupan manusia disandingkan virus yang sedemikian sederhana. Dalam hal mutasi ini pun, rumitnya bisa minta ampun. Minimal dapat kita lihat dari proses maupun tujuan atau maksud mutasi pejabat tersebut. Mutasi bisa terjadi karena keinginan pejabat yang bersangkutan dan disetujui oleh atasannya. Ini sepertinya akan menjadi baik-baik saja dan mulus.

Betulkah demikian? Oooh, belum tentu saudara-saudara! Karena bisa saja pejabat lain, rekannya sendiri tak sudi dan lalu tak cuma diam, susah dalam hati saja, bisa saja ia melakukan perlawanan. Bukan hanya perlawanan dari persaingan internal, penolakan bahkan bisa dating dari masyarakat. Masih ingat kasus Ahok yang diusulkan menjadi komisaris utama Pertamina kan? Betapa ramainya perdebatan di masyarakat. Nah itu yang pejabat dan atasannya saja sepakat tetap bisa gaduh, apalagi kalau yang berikut.

Keribuatan sudah pasti timbul jika, atasan memutasi seorang pejabat sementara pejabat yang bersangkutan tidak bersedia. Atau sebaliknya, atasan tidak menyetujui keinginan seorang pejabat untuk dimutasi padahal pejabat tersebut sudah mendapat backing-an dari pihak yang lebih berkuasa. Pada kasus seperti ini, bisa-bisa atasannya lah yang kena mutasi duluan. Aduh, rumit betul jadinya.

Dari sisi maksud dan tujuan pun, mutasi pejabat diwarnai berbagai kerumitan. Terbaik tentu saja mutasi dilakukan dengan pertimbangan meningkatkan kinerja, dengan menempatkan seorang pegawai pada pos pekerjaan yang paling tepat, sesuai skil dan kemampuannya. Mutasi semacam ini, boleh dikatakan mendekati model mutasi virus yang sederhana namun prinspil dan risiko kegaduhannya akan sangat kecil.

Nah di luar alasan tadi, sudah dipastikan akan terjadi keriuhan. Misalnya mutasi dilakukan jika alasan suka tak suka, alasan politis atau loyalitas di luar pekerjaan,  lebih-lebih jika terkait persoalan asmara dan percintaan, wahhh pasti bakal ramai ini. Maka bukan tidak mungkin akan bisa kita lihat seorang guru diangkat menjadi camat atau seorang pegawai yang tinggal di timur dipindah ke tempat paling jauh di barat.

Rupanya dalam hal mutasi pun, manusia seharusnya bisa belajar dari virus. Begitu mutasi dilakukan dengan proses dan maksud yang sangat sederhana dan prinsip, maka itu akan efektif dan tenang. Ayo lawan dan waspada mutasi virus Corona dengan disiplin protocol kesehatan dan menerima vaksin Covid-19! [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Next Post

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co