24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 7, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Bukan yang terkuat atau tercepat yang bertahan hidup, namun yang pintar beradaptasi.”— (Charles Darwin)

Puluhan Negara menutup perbatasannya dari Inggris, setelah diketahui ada mutan baru virus Corona di negeri ratu Elizabeth itu, yang karakteristik penyebarannya lebih cepat. Akhirnya, gara-gara uleh jasad renik tak tampak mata itulah, Inggris yang sangat terhormat, tanah kelahiran Charles Darwin,  dikucilkan.  Meski telah membuat kekacauan dan kegaduhan, mutasi virus ini tak ada suratnya, tak ada lobi-lobi apalagi motif politik menjelang pilkada. Diam-diam dan tak ada yang diuntungkan, kecuali virus itu sendiri.

Ia bermutasi dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tanpa backing-an siapa-siapa. Tidak ada setoran kepada atasan atau sebaliknya, pun tak ada kekecewaan atau kemaranan atasannya. Lagipula ia memang tak punya atasan atau bawahan. Mereka setara, mungkin.

Virus bermutasi hanya untuk satu-satunya urusan yang sangat prinsip, yaitu untuk kelestarian spesiesnya sendiri. Kelestariannya yang telah terancam oleh manusia, yang sudah muak dan lelah didera pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun. Dengan berbagai upaya, manusia tentu saja berambisi secepatnya memusnahkan virus SARS-CoV-2 ini dari muka bumi. Apapun telah dan akan dilakukan untuk memutuskan rantai penularan sekaligus peluang hidup virus ini.               

Mulai dari menerapkan pembatasan jarak fisik, memakai masker dan cuci tangan untuk mengurangi kesempatan virus menggapai inang baru. Lalu berbagai obat anti virus untuk mengeradikasi (memusnahkan) virus Corona tersebut. Juga penyemprotan berbagai zat desinfektan untuk membunuh virus yang menyebar di lingkungan kita. Terakhir tentu saja, uji coba vaksin yang secara ilmiah mendapatkan efektivitas sangat baik, mendekati 95%.

Dan saat ini pun pemberian vaksin telah dilaksanakan di seluruh dunia. Meskipun di Bali dan Buleleng belum dilaksanakan, namun logistik vaksin sudah sampai di depan pintu rumah kita. Belum lagi kenyataan telah terbentuknya  kekebalan alami dalam tubuh mereka yang pernah terinfeksi dan kemudian sembuh. Jika tercapai komulatif 60% saja  populasi kebal, baik secara alamiah maupun buatan (vaksin), maka terwujudlah apa yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Keadaan ini, praktis membuat seluruh populasi terlindungi, karena yang rentan dan belum kebal telah dipagari oleh 60% yang telah imun. Dengan situasi seperti ini, yang telah dideteksi oleh “agen intelijen” virus Corona, wajarlah mereka bermanuver melakukan mutasi. Inggris telah merasakan akibatnya.

BACA KOLOM DOKTER LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Berbeda dengan mutasi virus, mutasi pejabat atau pegawai sering kali diawali atau diikuti kegaduhan dan perdebatan. Ini bukti sisi rumit kehidupan manusia disandingkan virus yang sedemikian sederhana. Dalam hal mutasi ini pun, rumitnya bisa minta ampun. Minimal dapat kita lihat dari proses maupun tujuan atau maksud mutasi pejabat tersebut. Mutasi bisa terjadi karena keinginan pejabat yang bersangkutan dan disetujui oleh atasannya. Ini sepertinya akan menjadi baik-baik saja dan mulus.

Betulkah demikian? Oooh, belum tentu saudara-saudara! Karena bisa saja pejabat lain, rekannya sendiri tak sudi dan lalu tak cuma diam, susah dalam hati saja, bisa saja ia melakukan perlawanan. Bukan hanya perlawanan dari persaingan internal, penolakan bahkan bisa dating dari masyarakat. Masih ingat kasus Ahok yang diusulkan menjadi komisaris utama Pertamina kan? Betapa ramainya perdebatan di masyarakat. Nah itu yang pejabat dan atasannya saja sepakat tetap bisa gaduh, apalagi kalau yang berikut.

Keribuatan sudah pasti timbul jika, atasan memutasi seorang pejabat sementara pejabat yang bersangkutan tidak bersedia. Atau sebaliknya, atasan tidak menyetujui keinginan seorang pejabat untuk dimutasi padahal pejabat tersebut sudah mendapat backing-an dari pihak yang lebih berkuasa. Pada kasus seperti ini, bisa-bisa atasannya lah yang kena mutasi duluan. Aduh, rumit betul jadinya.

Dari sisi maksud dan tujuan pun, mutasi pejabat diwarnai berbagai kerumitan. Terbaik tentu saja mutasi dilakukan dengan pertimbangan meningkatkan kinerja, dengan menempatkan seorang pegawai pada pos pekerjaan yang paling tepat, sesuai skil dan kemampuannya. Mutasi semacam ini, boleh dikatakan mendekati model mutasi virus yang sederhana namun prinspil dan risiko kegaduhannya akan sangat kecil.

Nah di luar alasan tadi, sudah dipastikan akan terjadi keriuhan. Misalnya mutasi dilakukan jika alasan suka tak suka, alasan politis atau loyalitas di luar pekerjaan,  lebih-lebih jika terkait persoalan asmara dan percintaan, wahhh pasti bakal ramai ini. Maka bukan tidak mungkin akan bisa kita lihat seorang guru diangkat menjadi camat atau seorang pegawai yang tinggal di timur dipindah ke tempat paling jauh di barat.

Rupanya dalam hal mutasi pun, manusia seharusnya bisa belajar dari virus. Begitu mutasi dilakukan dengan proses dan maksud yang sangat sederhana dan prinsip, maka itu akan efektif dan tenang. Ayo lawan dan waspada mutasi virus Corona dengan disiplin protocol kesehatan dan menerima vaksin Covid-19! [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Next Post

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails
Next Post
Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co