14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 7, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Bukan yang terkuat atau tercepat yang bertahan hidup, namun yang pintar beradaptasi.”— (Charles Darwin)

Puluhan Negara menutup perbatasannya dari Inggris, setelah diketahui ada mutan baru virus Corona di negeri ratu Elizabeth itu, yang karakteristik penyebarannya lebih cepat. Akhirnya, gara-gara uleh jasad renik tak tampak mata itulah, Inggris yang sangat terhormat, tanah kelahiran Charles Darwin,  dikucilkan.  Meski telah membuat kekacauan dan kegaduhan, mutasi virus ini tak ada suratnya, tak ada lobi-lobi apalagi motif politik menjelang pilkada. Diam-diam dan tak ada yang diuntungkan, kecuali virus itu sendiri.

Ia bermutasi dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tanpa backing-an siapa-siapa. Tidak ada setoran kepada atasan atau sebaliknya, pun tak ada kekecewaan atau kemaranan atasannya. Lagipula ia memang tak punya atasan atau bawahan. Mereka setara, mungkin.

Virus bermutasi hanya untuk satu-satunya urusan yang sangat prinsip, yaitu untuk kelestarian spesiesnya sendiri. Kelestariannya yang telah terancam oleh manusia, yang sudah muak dan lelah didera pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun. Dengan berbagai upaya, manusia tentu saja berambisi secepatnya memusnahkan virus SARS-CoV-2 ini dari muka bumi. Apapun telah dan akan dilakukan untuk memutuskan rantai penularan sekaligus peluang hidup virus ini.               

Mulai dari menerapkan pembatasan jarak fisik, memakai masker dan cuci tangan untuk mengurangi kesempatan virus menggapai inang baru. Lalu berbagai obat anti virus untuk mengeradikasi (memusnahkan) virus Corona tersebut. Juga penyemprotan berbagai zat desinfektan untuk membunuh virus yang menyebar di lingkungan kita. Terakhir tentu saja, uji coba vaksin yang secara ilmiah mendapatkan efektivitas sangat baik, mendekati 95%.

Dan saat ini pun pemberian vaksin telah dilaksanakan di seluruh dunia. Meskipun di Bali dan Buleleng belum dilaksanakan, namun logistik vaksin sudah sampai di depan pintu rumah kita. Belum lagi kenyataan telah terbentuknya  kekebalan alami dalam tubuh mereka yang pernah terinfeksi dan kemudian sembuh. Jika tercapai komulatif 60% saja  populasi kebal, baik secara alamiah maupun buatan (vaksin), maka terwujudlah apa yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Keadaan ini, praktis membuat seluruh populasi terlindungi, karena yang rentan dan belum kebal telah dipagari oleh 60% yang telah imun. Dengan situasi seperti ini, yang telah dideteksi oleh “agen intelijen” virus Corona, wajarlah mereka bermanuver melakukan mutasi. Inggris telah merasakan akibatnya.

BACA KOLOM DOKTER LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Berbeda dengan mutasi virus, mutasi pejabat atau pegawai sering kali diawali atau diikuti kegaduhan dan perdebatan. Ini bukti sisi rumit kehidupan manusia disandingkan virus yang sedemikian sederhana. Dalam hal mutasi ini pun, rumitnya bisa minta ampun. Minimal dapat kita lihat dari proses maupun tujuan atau maksud mutasi pejabat tersebut. Mutasi bisa terjadi karena keinginan pejabat yang bersangkutan dan disetujui oleh atasannya. Ini sepertinya akan menjadi baik-baik saja dan mulus.

Betulkah demikian? Oooh, belum tentu saudara-saudara! Karena bisa saja pejabat lain, rekannya sendiri tak sudi dan lalu tak cuma diam, susah dalam hati saja, bisa saja ia melakukan perlawanan. Bukan hanya perlawanan dari persaingan internal, penolakan bahkan bisa dating dari masyarakat. Masih ingat kasus Ahok yang diusulkan menjadi komisaris utama Pertamina kan? Betapa ramainya perdebatan di masyarakat. Nah itu yang pejabat dan atasannya saja sepakat tetap bisa gaduh, apalagi kalau yang berikut.

Keribuatan sudah pasti timbul jika, atasan memutasi seorang pejabat sementara pejabat yang bersangkutan tidak bersedia. Atau sebaliknya, atasan tidak menyetujui keinginan seorang pejabat untuk dimutasi padahal pejabat tersebut sudah mendapat backing-an dari pihak yang lebih berkuasa. Pada kasus seperti ini, bisa-bisa atasannya lah yang kena mutasi duluan. Aduh, rumit betul jadinya.

Dari sisi maksud dan tujuan pun, mutasi pejabat diwarnai berbagai kerumitan. Terbaik tentu saja mutasi dilakukan dengan pertimbangan meningkatkan kinerja, dengan menempatkan seorang pegawai pada pos pekerjaan yang paling tepat, sesuai skil dan kemampuannya. Mutasi semacam ini, boleh dikatakan mendekati model mutasi virus yang sederhana namun prinspil dan risiko kegaduhannya akan sangat kecil.

Nah di luar alasan tadi, sudah dipastikan akan terjadi keriuhan. Misalnya mutasi dilakukan jika alasan suka tak suka, alasan politis atau loyalitas di luar pekerjaan,  lebih-lebih jika terkait persoalan asmara dan percintaan, wahhh pasti bakal ramai ini. Maka bukan tidak mungkin akan bisa kita lihat seorang guru diangkat menjadi camat atau seorang pegawai yang tinggal di timur dipindah ke tempat paling jauh di barat.

Rupanya dalam hal mutasi pun, manusia seharusnya bisa belajar dari virus. Begitu mutasi dilakukan dengan proses dan maksud yang sangat sederhana dan prinsip, maka itu akan efektif dan tenang. Ayo lawan dan waspada mutasi virus Corona dengan disiplin protocol kesehatan dan menerima vaksin Covid-19! [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Next Post

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co