14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lain Mutasi Virus Corona, Lain Lagi Mutasi Pejabat

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 7, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Bukan yang terkuat atau tercepat yang bertahan hidup, namun yang pintar beradaptasi.”— (Charles Darwin)

Puluhan Negara menutup perbatasannya dari Inggris, setelah diketahui ada mutan baru virus Corona di negeri ratu Elizabeth itu, yang karakteristik penyebarannya lebih cepat. Akhirnya, gara-gara uleh jasad renik tak tampak mata itulah, Inggris yang sangat terhormat, tanah kelahiran Charles Darwin,  dikucilkan.  Meski telah membuat kekacauan dan kegaduhan, mutasi virus ini tak ada suratnya, tak ada lobi-lobi apalagi motif politik menjelang pilkada. Diam-diam dan tak ada yang diuntungkan, kecuali virus itu sendiri.

Ia bermutasi dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tanpa backing-an siapa-siapa. Tidak ada setoran kepada atasan atau sebaliknya, pun tak ada kekecewaan atau kemaranan atasannya. Lagipula ia memang tak punya atasan atau bawahan. Mereka setara, mungkin.

Virus bermutasi hanya untuk satu-satunya urusan yang sangat prinsip, yaitu untuk kelestarian spesiesnya sendiri. Kelestariannya yang telah terancam oleh manusia, yang sudah muak dan lelah didera pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun. Dengan berbagai upaya, manusia tentu saja berambisi secepatnya memusnahkan virus SARS-CoV-2 ini dari muka bumi. Apapun telah dan akan dilakukan untuk memutuskan rantai penularan sekaligus peluang hidup virus ini.               

Mulai dari menerapkan pembatasan jarak fisik, memakai masker dan cuci tangan untuk mengurangi kesempatan virus menggapai inang baru. Lalu berbagai obat anti virus untuk mengeradikasi (memusnahkan) virus Corona tersebut. Juga penyemprotan berbagai zat desinfektan untuk membunuh virus yang menyebar di lingkungan kita. Terakhir tentu saja, uji coba vaksin yang secara ilmiah mendapatkan efektivitas sangat baik, mendekati 95%.

Dan saat ini pun pemberian vaksin telah dilaksanakan di seluruh dunia. Meskipun di Bali dan Buleleng belum dilaksanakan, namun logistik vaksin sudah sampai di depan pintu rumah kita. Belum lagi kenyataan telah terbentuknya  kekebalan alami dalam tubuh mereka yang pernah terinfeksi dan kemudian sembuh. Jika tercapai komulatif 60% saja  populasi kebal, baik secara alamiah maupun buatan (vaksin), maka terwujudlah apa yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Keadaan ini, praktis membuat seluruh populasi terlindungi, karena yang rentan dan belum kebal telah dipagari oleh 60% yang telah imun. Dengan situasi seperti ini, yang telah dideteksi oleh “agen intelijen” virus Corona, wajarlah mereka bermanuver melakukan mutasi. Inggris telah merasakan akibatnya.

BACA KOLOM DOKTER LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Berbeda dengan mutasi virus, mutasi pejabat atau pegawai sering kali diawali atau diikuti kegaduhan dan perdebatan. Ini bukti sisi rumit kehidupan manusia disandingkan virus yang sedemikian sederhana. Dalam hal mutasi ini pun, rumitnya bisa minta ampun. Minimal dapat kita lihat dari proses maupun tujuan atau maksud mutasi pejabat tersebut. Mutasi bisa terjadi karena keinginan pejabat yang bersangkutan dan disetujui oleh atasannya. Ini sepertinya akan menjadi baik-baik saja dan mulus.

Betulkah demikian? Oooh, belum tentu saudara-saudara! Karena bisa saja pejabat lain, rekannya sendiri tak sudi dan lalu tak cuma diam, susah dalam hati saja, bisa saja ia melakukan perlawanan. Bukan hanya perlawanan dari persaingan internal, penolakan bahkan bisa dating dari masyarakat. Masih ingat kasus Ahok yang diusulkan menjadi komisaris utama Pertamina kan? Betapa ramainya perdebatan di masyarakat. Nah itu yang pejabat dan atasannya saja sepakat tetap bisa gaduh, apalagi kalau yang berikut.

Keribuatan sudah pasti timbul jika, atasan memutasi seorang pejabat sementara pejabat yang bersangkutan tidak bersedia. Atau sebaliknya, atasan tidak menyetujui keinginan seorang pejabat untuk dimutasi padahal pejabat tersebut sudah mendapat backing-an dari pihak yang lebih berkuasa. Pada kasus seperti ini, bisa-bisa atasannya lah yang kena mutasi duluan. Aduh, rumit betul jadinya.

Dari sisi maksud dan tujuan pun, mutasi pejabat diwarnai berbagai kerumitan. Terbaik tentu saja mutasi dilakukan dengan pertimbangan meningkatkan kinerja, dengan menempatkan seorang pegawai pada pos pekerjaan yang paling tepat, sesuai skil dan kemampuannya. Mutasi semacam ini, boleh dikatakan mendekati model mutasi virus yang sederhana namun prinspil dan risiko kegaduhannya akan sangat kecil.

Nah di luar alasan tadi, sudah dipastikan akan terjadi keriuhan. Misalnya mutasi dilakukan jika alasan suka tak suka, alasan politis atau loyalitas di luar pekerjaan,  lebih-lebih jika terkait persoalan asmara dan percintaan, wahhh pasti bakal ramai ini. Maka bukan tidak mungkin akan bisa kita lihat seorang guru diangkat menjadi camat atau seorang pegawai yang tinggal di timur dipindah ke tempat paling jauh di barat.

Rupanya dalam hal mutasi pun, manusia seharusnya bisa belajar dari virus. Begitu mutasi dilakukan dengan proses dan maksud yang sangat sederhana dan prinsip, maka itu akan efektif dan tenang. Ayo lawan dan waspada mutasi virus Corona dengan disiplin protocol kesehatan dan menerima vaksin Covid-19! [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tumbuh di Sela Tugu Kota | Perpustakaan Jalanan di Bali

Next Post

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Maskulinitas Perpolitikan Indonesia: Glass Ceiling bagi Perempuan dalam Ranah Politik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co