2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Paket Murah Setelah Mati” || Tentang “Petunon” di Setra Adat Buleleng

tatkala by tatkala
December 30, 2020
in Khas
“Paket Murah Setelah Mati” || Tentang “Petunon” di Setra Adat Buleleng

Paket Pitra Yadnya pada petunon/tempat kremasi di Setra Adat Buleleng

Upacara kematian bagi umat Hindu di Bali, misalnya upacara ngaben, yang dulu sering dianggap rumit dan mahal, kini tampaknya bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Terutama jika hal itu dilakukan di Setra Adat Buleleng, tepatnya di Jalan Gajah Mada Singaraja.

Desa Adat Buleleng kini memiliki tempat petunon, atau tempat kremasi, sekaligus juga mengelola paket pitra yadnya dengan tarif yang relatif murah. Petunon ini berlokasi di sebelah timur laut areal setra, yang dilengkapi empat tempat pembakaran jenasah.

Petunon itu juga dilengkapi satu pelinggih padma, satu buah bale peyadnyan, satu buah bale pewedaan, satu buah bale pesandekan, satu buah ruang sekretariat, serta dua buah kamar mandi masing-masing untuk sulinggih dan umum. Areal parkir cukup luas. Di sekeliling tempat petunon  diisi tanaman hias, agar tempat upcara itu mengesankan suasana sejuk.

Bangunan Petunon di Setra Adat Buleleng

Tempat petunon seluas 620  meter persegi itu dibangun sejak Juni 2020 oleh Desa Adat Buleleng bekerjasama dengan Suka-Suka Pengemong Pura Dalem. Dana yang dihabiskan untuk pembangunan petunon itu sebesar Rp 1,2 miliar yang diprakarsai  Made Dharma Tanaya yang juga Jro Mangku Pura Dalem Buleleng  serta ditambah dana BKK dari Pemerintah Provinsi Bali.

Pada Selasa (29/12/20), tempat petunon itu di-pelaspas dengan upacara yang dipuput oleh Ida Bhagawan Yoga Mimba dari Griya Taman Segara Intaran  Kaliuntu.

Dan setelah itu, petunon itu sudah bisa digunakan. Pengelolanya adalah Suka Duka Pura Dalem Desa Adat Buleleng bekerjasama dengan pengelola Setra Adat Buleleng.

Terdapat empat paket pitra yadnya yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kemampuan ekonomi. Pertama, mekingsan digeni dengan biaya sebesar Rp. 6.000.000. Kedua, ngaben alit tanpa nyekah dengan harga Rp. 10.000.000. Ketiga, pengabenan yang dilengkapi prosesi nyekah, ngelinggihang,  dan nyegara gunung sebesar Rp, 15.000.000. Keempat,  pengabenan yang dilengkapi proses nyekah, ngelinggihang, ngingkup, dan nyegara gunung, biayanya sebesar Rp, 17.000.000.

Peket itu layaknya seperti paket perjalanan, namun perjalanan itu adalah perjalanan bagi sang mati agar mendapatkan tempat yang layak di alam surga dan menyatu dengan Ida Sang Hyang Widi.

Jro Mangku Made Dharma Tanaya mengatakan, pembakaran jenazah menggunakan bahan bakar gas agar biaya bisa ditekan seminimal mungkin. “Untuk jangka panjang akan dibangun pembakaran dengan menggunakan listrik,” katanya.

Upacara pemelaspasan petunon di setra Adat Buleleng
Jro Mangku Made Dharma Tanaya (paling kanan)

Non Hindu pun Dilayani

Petunon Desa Adat Buleleng ini bersifat universal. Artinya, semua warga dapat memanfaatkan petunon ini, termasuk umat non Hindu. Bagaimana mengurus warga non Hindu ini, Desa Adat Buleleng sudah memiliki berbagai ketentuan bagi warga di luar krama Desa Adat Buleleng yang termaktub dalam awig-awig.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan Desa Adat Buleleng selama ini memang memiliki program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Program jangka menengah diantaranya melaksanakan pengabenan massal untuk meringankan beban warga masyarakat. “Untuk mengikuti perkembangan jaman maka desa adat membangun sebuah petunon,” katanya.

Sutrisna mengatakan, Setra Adat Buleleng  akan terus ditata sehingga terlihat asri dan nyaman.  Apalagi tahun 2021 akan dibangun kembali rumah di atas pohon kelumpang atau kepuh yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai tempat peninjauan kapal-kapal Belanda pada masa kolonial. “Rumah penianjauan ini akan dijadikan salah satu obyek wisata religi di wewidangan desa adat Buleleng,” katanya.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna (tengah) dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (kanan) saat pemelaspasan petunon di Setra Adat Buleleng

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang hadir dalam upacara pemelaspasan  mengharapkan petunon itu benar-benar bisa meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat Bulelen, serta mampu memberikan manfaat besar bagi umat Hindu di Buleleng.

“Karena sekarang ini memang sudah zamannya. Zaman itu kan berubah terus sesuai dengan keperluan dan kepentingan masyarakat. Sepanjang itu membantu umat, sepanjang itu manfaatnya banyak bagi umat, saya sangat setuju. Karena banyak yang dipermudah dan banyak yang dibantu meringankan bebannya. Karena kita lihat seperti sekarang ini upakara mahal. Kalau pihak petunon bisa mempermudah, biaya jauh lebih murah namun upakaranya tetap sama,”katanya.

Pihak yang akan mengelola petunon ini juga diminta untuk jangan pernah mengurangi arti dan makna dari upakara. Serta terus lakukan sosialisasi agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi masyarakat. Selama makna dan artinya tetap sama, adanya petunon ini pasti akan sangat membantu dan sangat meringankan beban masyarakat. Di samping itu, hal ini merupakan sebuah pilihan dan dengan tujuan yang sama. “Namun pemandangan kita saja yang berbeda. Jadi harus perbanyak sosialisasi. Kalau bisa lebih ringan lagi (dari sisi harga). Itu lebih baik,” ucap Agus Suradnyana. [T] [Editor: Adnyana]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Next Post

Di Bali, “Jam Malam” Lebih Baik Dimajukan Lagi Jadi “Jam Sandyakala”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Di Bali, “Jam Malam” Lebih Baik Dimajukan Lagi Jadi “Jam Sandyakala”

Di Bali, “Jam Malam” Lebih Baik Dimajukan Lagi Jadi “Jam Sandyakala”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co