21 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merantau Memang Tidak Mudah, Namun Itu Bukan Alasan

Reina Friska Saraswati by Reina Friska Saraswati
July 7, 2020
in Kuliner
Merantau Memang Tidak Mudah, Namun Itu Bukan Alasan

Ilustrasi foto Mursal Buyung

Buat temen-temen semua, sempat punya rencana merantau tidak ketika baru tamat SMA? Mungkin sebagian orang berfikir, merantau itu seru dan keren, karena bisa tinggal di lingkungan baru misalnya di salah satu kota yang terkenal di indonesia atau bahkan di luar negeri. Tetapi, bagi sebagian orang, merantau itu tidak mudah, karena mereka harus jauh dari keluarga dan harus menahan rindu.

Manusiawi sih, kalau masih banyak keraguan dalam diri mengenai merantau. Dengan alasan, sudah terlalu nyaman akan keadaan sekarang, entah itu teman-teman disekitar, suasana lingkungan sekitar rumah, atau bahkan tidak bisa jauh dari keluarga. Tetapi, kalau terus-terusan di zona nyaman, apa yakin akan berkembang? Merantau akan memberikan kamu kesempatan lebih luas dalam mengembangkan diri, dan salah satu jalan menuju kesuksesan, loh!

Dikutip dari laman kompasiana, salah satu orang yang telah sukses bernama Tadashi Yanai, Founder Uniqlo asal Jepang, yang ternyata dibalik kesuksesannya beliau adalah seorang perantau. Beliau bahkan telah terbiasa merantau ke banyak negara selagi muda. Begitu pula dengan Zhang Xin, seorang wanita yang berasal dari negara tirai bambu ini dapat mengubah nasib dengan merantau ke Inggris hingga kekayaannya melebihi Donal Trump.

Jika kamu memang berniat ingin benar-benar sukses, lakukan perubahan dalam hidupmu dan merantaulah selagai muda. Selagi semangat masih membara, mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya sangatlah penting, karena sebagai bekal menuju kesuksesan. Nah, salah satu kemampuan yang harus dimiliki dalam meraih kesuksesan adalah mampu beradaptasi. Kemampuan tersebut bisa kita miliki saat merantau. Dengan ini kalian akan diajarkan untuk menyesuaikan kepribadian kalian dan berbagai hal di lingkungan baru. Tak hanya itu, beberapa kemampuan yang bisa kamu temukan saat merantau :


1. Pintar Mengelola Keuangan

Saat kamu jauh dari orangtua, kamu akan menjadi manajer keuangan bagi diri sendiri. Mengatur keuangan saat sedang jauh dari orangtua bukanlah hal yang mudah. Terkadang kamu harus rela hidup sangat hemat agar uang kiriman atau gaji cukup dalam satu bulan. Tapi kalau sudah terbiasa, mengatur keuangan dengan bijak akan sangat mudah dilakukan.

2. Membentuk Kemandirian

Tanpa kamu sadari sebenarnya jauh dari orang tua akan membentuk kamu menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi. Mengapa demikian? Karena tak ada lagi yang dapat kamu andalkan ketika di kota orang selain diri kamu sendiri. Dengan cara melatih diri sendiri nantinya akan menjadikan kamu lebih mandiri dan membuat kamu bisa bertahan hidup di kota orang. Dan nantinya kemandirian kamu ini akan berguna hingga hidup kamu di masa depan.

3. Menyadari Pentingnya Keluarga

Ketika kamu masih berada bersama keluarga tentu ada saja hal yang menjengkelkan yang terlihat, entah itu hanya karena kamu berebut makanan dengan saudaramu atau hanya teguran dari orang tuamu, karena kamu hanya bermalas-malasan seharian. Dengan merantau, akan banyak momen indah yang sempat terlupakan diingat kembali saat jauh dari keluarga.

Rasa ingin segera berkumpul bersama selalu muncul. Kamu akan belajar untuk lebih menghargai waktu yang dihabiskan bersama mereka karena keterbatasan waktu yang dimiliki setelah memutuskan untuk pergi jauh dari rumah. Merantau membuka matamu, bahwa satu-satunya tempat kamu bisa diterima tanpa pretensi ya hanya di keluarga.

4. Memperluas Relasi

Ketika memilih untuk merantau, berarti akan banyak peluang untuk memperluas jaringan atau relasi. Jika sebelumnya kamu adalah tipe orang yang sedikit pemalu dan pendiam, dengan merantau akan membantu kamu lebih percaya diri untuk berkomunikasi dengan kelompok baru.

5. Lebih Menyukai Tantangan

Di lingkungan baru, kamu akan dipertemukan dengan berbagai macam halangan dan rintangan. Merantau pastinya jauh dari orang tua, hal tersebut menjadi alasan untuk bisa mengatasi setiap tantangan. Karena sudah kebiasaan dengan tantangan, maka halangan dan rintangan merupakan aspek kecil yang harus di hadapi.

6. Berani Mengambil Risiko

Bukan menjadi seseorang yang bersiko, tetapi menjadi seseorang yang mudah mengambil keputusan tanpa ada keraguan. Pergi merantau, akan merubah 100% karakter kamu menjadi seseorang yang lebih berani untuk memutuskan segala sesuatu. Pengalaman menjadi seseorang yang berani mengambil resiko akan kamu dapatkan saat waktu di tanah perantauan, kamu akan lebih gampang dalam mempertimbangkan segala sesuatu.

Dari merantau, banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Penderitaan dan rintangan yang dihadapi, tentu saja menjadikan acuan untuk meraih mimpi dan tujuan. Akan ada cerita ketika meneteskan air mata karena harus menahan rindu dengan keluarga dan suasana kampung halaman. Anak rantau mungkin saja memiliki mental yang lebih kuat jika disbanding dengan anak yang masih tinggal dengan orang tuanya. Suka dan duka saat merantau, kelak akan jadi cerita indah yang akan bisa kita ceritakan kembali kepada anak cucu kita nanti. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandemi, Bolak-Balik Waktu ke Masa Lalu dan Masa Depan

Next Post

Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]

Reina Friska Saraswati

Reina Friska Saraswati

Lahir dan tinggal di Br. Dinas Tegal Temu Kelod, Desa Tibubiu, Kerambitan, Tabanan, Bali. Bisa ditemui di Instagram @reina_friska

Related Posts

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails
Next Post
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]

Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan - [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026
Persona

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Esai

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

by Emi Suy
May 19, 2026
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik
Bahasa

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

by I Made Sudiana
May 19, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

by Early NHS
May 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co