2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Oh, Jadi, Ini yang Namanya Makan Gaji Buta? | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Oh, Jadi, Ini yang Namanya Makan Gaji Buta? | Kabar dari Jepang

Ini salah satu jenis sakura, yang ada di sekitaran dam. [Foto koleksi Riris Sanjaya]

Makin hari urusan pandemi ini makin berlanjut. Saya berusaha tidak membaca lagi berita-berita terkait kericuhan yang terjadi, tetapi tetap mengikuti anjuran pemerintah dan para ahli, terutama mengacu pada pesan dan himbauan dari sang suami yang berada di Bali. Tidak ada peringatan yang lebih menakutkan bagi saya yang sedang bekerja di Jepang jauh dari keluarga ini, daripada kata-kata suami yang bagaikan peluru menembus ruang dan waktu.

Sudah sejak bulan lalu, setelah 10 hari bekerja kemudian saya diliburkan hingga akhir Mei, kemudian dikabari bahwa Juni ini juga sama, libur sebulan penuh. Yang sangat saya syukuri, atas bantuan pemerintah Jepang dan kebijakan perusahaan, gaji saya dan seluruh rekan kerja tetap dibayarkan. Sungguh, ini yang namanya makan gaji buta. Semoga saja saya tidak buta memakan gaji.

Begitulah, karena tidak ada tugas dan jadwal yang harus dipenuhi setiap harinya, saya dan teman-teman mulai aktif berinteraksi dan beraksi. Kami mengeksplor kawasan wisata alam yang kami datangi dengan penuh pertimbangan protokoler kesehatan. Apalagi, sebelum libur kami dihimbau untuk tidak bepergian ke daerah-daerah zona kasus berbahaya, demi menjaga daerah Niseko tetap nihil dalam hitungan kasus corona.

Sebelumnya, ada seseorang yang sepertinya hanya demam biasa, sudah dikirim ke pusat kesehatan dan dipindahkan dari asrama. Wiih, saya sungguh sangat berusaha menghindari hal itu. Makanya meskipun agak mahal, saya tetap memesan jamu Tolak Angin dari Online Shop-Indonesian Store yang ada di Tokyo, sambil pesan beberapa tempe dan bumbu masak. Atau kadang-kadang suka diberi gratis oleh sahabat saya dari Bali yang berbeda tempat kerja. Kalau gratis, khasiatnya dobel! Hahaa

Air terjun pertama yang saya kunjungi di Jepang. {Foto: koleksi Riris Sanjaya]

Tanggal 15 kemarin, kami semua gajian, diberikan 100% karena pemerintah tetap memberikan subsidi. Kemudian, yang awalnya rencana dipotong 20% oleh perusahaan untuk tanggal 15 bulan depan, katanya tidak jadi karena pemerintah masih memberikan dana bantuan. Waah, setelah saya menyampaikan terima kasih pada atasan dengan wajah pura-pura datar, saya berpaling dan membiarkan mulut saya menganga.

Entah apa karena saya bukan warga asli, atau saya memang kurang tertarik untuk mendalami, saya kurang paham bagaimana kebijakan ini diputuskan. Bagaimana proses dan sumber dananya. Bagi saya, bantuan langsung yang diterima tanpa babibu seperti ini begitu menyenangkan, sangat patut disyukuri. Terlebih, Mei lalu, sesaat sebelum putri pertama saya berulang tahun pada tanggal 30, kami semua dikumpulkan di ruang makan utama. Kami diminta mengisi form, untuk menerima bantuan langsung tunai sebesar 100.000 yen per orang. Hah? Bukan hanya untuk warga asli Jepang yang dihitung per-jiwa termasuk bayi, tetapi bagi kami yang juga terdaftar dalam administrasi kependudukan, kami berhak menerima bantuan tersebut. Setelah formulir diiisi sesuai petunjuk, diinformasikan bahwa dana akan diterima 2 minggu setelah pengiriman data. Kemudian setelah satu minggu lebih, saat saya dan rekan-rekan sedang bepergian, beberapa dari kami menarik tunai di bank kantor pos, dan mendapati uang bantuannya sudah masuk ke rekening. Wah, tidak sampai 2 minggu seperti yang disampaikan. Jadilah saya punya kado istimewa untuk si kecil.


BACA Kabar dari Jepang lain yang ditulis Riris Sanjaya


Saya terus bertanya-tanya sambil terus berbahagia, bagaimana bisa, seperti apa, kemudian setelahnya bagaimana, memberikan bantuan dengan sigap dan tanpa banyak ucap. Entah kalau para pengamat politik atau ekonomi, atau siapapun mengutarakan opini mengenai hal ini, saya yang pekerja migran, hanya sangat bersyukur. Sungguh saya bersyukur sekali, mengingat bagaimana pandemi ini memengaruhi perekonomian dunia.

Demikianlah hari-hari saya lalui dengan mengunjungi beberapa kawasan alam yang masuk dalam wilayah aman, dengan sangat berhati-hati meskipun sebagian besar wilayah State of Emergency-nya sudah diangkat. Dan hampir setiap hari pula kami memasak berbagai hidangan bersama di dapur utama asrama.

Karena memiliki 4 musim, saat daun bertumbuh seperti ini, warnanya sungguh-sungguh hijau. [Foto: koleksi Riris Sanjaya]

Belakangan ini, saya kembali membuka buku pelajaran bahasa Jepang, kembali melihat resep masakan, mencoba memahami cara bercocok tanam hidroponik. Saya berusaha mengingatkan tubuh dan otak saya bahwa saya memiliki target bekerja di sini. Saya tidak ingin sampai terlena, dan larut dalam suka-cita. Begitu juga rekan-rekan saya, mereka tetap giat berolahraga dan terus belajar segala hal. Mereka sangat menginspirasi saya. Saya berpikir untuk beraktivitas seolah-olah saya sedang bekerja. Bangun pagi, sembahyang, memasak, belajar, berolahraga, menciptakan hari-hari yang produktif. Saya ingin bersiap untuk kembali bekerja pada Agustus nanti.

Begitu rencananya, hingga pagi ini, di atas meja ruang bersama, saya melihat amplop putih bertuliskan nama lengkap saya: A A AYU RAHADIANI CWARI. Apa ini?

Oh, tidak. Berantakanlah program sempurna saya. Saya dan pastinya seluruh rekan saya yang terdaftar sebagai penduduk kota Niseko, menerima voucher dari pemerintah yang bisa digunakan untuk makan di restoran-restoran yang ada di kawasan Niseko. Tidak hanya restoran, layanan jasa seperti perbaikan kendaraan, furnitur rumah, toko kebutuhan sehari-hari, hingga pemandian air panas, dan perawatan salon pun bisa kami dapatkan dengan menukarkan 6 lembar voucher ini. Keren sekali bukan? Sekali lagi, saya tidak punya teori tentang bagaimana ini diatur, tetapi, saya berasumsi pemerintah setempat bersinergi dengan seluruh pebisnis wilayah untuk bersama-sama menghidupkan perekonomian.  Ini adalah cara mereka mendukung kebertahanan masing-masing. Ditambah dengan upaya pencegahan virus yang terpercaya, mereka sungguh berusaha.

Kalau begini, saya kan jadi ingin jalan-jalan lagi. Belajarnya nanti saja. Eh, ada whatsapp dari suami. Ya sudah, saya pergi makan setelah belajar. Teman-teman, tetap semangat di sana ya! [T]

Tags: JepangNegeri Sakurapekerja migran
Share272TweetSendShareSend
Previous Post

Rasisme, Emon dan Tertawalah Sebelum Dilarang

Next Post

Kisah Pelacur dan Beberapa Eksperimen Jurnalistik dan Politik – [Tentang Cerpen-Cerpen “Foto Bupati di Kamar Pelacur”]

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Pelacur dan Beberapa Eksperimen Jurnalistik dan Politik – [Tentang Cerpen-Cerpen “Foto Bupati di Kamar Pelacur”]

Kisah Pelacur dan Beberapa Eksperimen Jurnalistik dan Politik - [Tentang Cerpen-Cerpen “Foto Bupati di Kamar Pelacur”]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co