2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Ni Putu Putri Budiastini by Ni Putu Putri Budiastini
February 8, 2020
in Khas
Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Pusaka Putih Gladi Musikalisasi dalam Bulan Bahasa Bali 2020

Kecintaan terhadap seni, bertemu orang yang sejiwa, membuat aku berani bertindak gila, tapi tetap yang positif dong, seperti pengalaman yang satu ini. Berlanjut setelah Dies Natalis dengan anggota yang terlibat dalam seni, ditetapkanlah Kelompok Pusaka Putih. Kelompok dari perkumpulan orang-orang yang menyukai seni dan sastra di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Tahun 2020, pemerintah Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali sebagai wadah melestarikan budaya bali dan sebagai wadah untuk para seniman berkreativitas melalui lomba-lomba yang diadakan. Kami, Pusaka Putih memulai jalan dengan mengikuti Lomba Musikalisasi Puisi Bali.

Awal pendaftaran dan keikutsertaan lomba ini berada di titik kebimbangan dari anggota Pusaka Putih yang sebagian besar bukan orang Bali dan masih pasif berbahasa bali. Di satu sisi, hampir semua sudah pulang kampung karena liburan semester. Namun, dua anggota yang bukan dari Bali ingin mencoba dan sambil belajar berbahasa Bali katanya.

Bagi kami, niat saja tidak cukup, kalau tidak ada pengaplikasiannya sama saja dengan bayangan tanpa pengakuan. Akhirnya mereka segera balik ke Bali dan terbentuklah satu kelompok dengan personil yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Latihan-latihan kami lakukan setiap hari dan sempat terpotong satu minggu karena kegiatan prodi di sela liburan. Satu minggu itu kami kejar dalam waktu tiga hari. Memang waktu latihan yang sangat sebentar. Awalnya kami tidak yakin akan terselesaikannya lagu ini, karena masalah waktu dan baru belajar mengaransemen puisi.

Tapi, Kak Wah Surya sempat berkata “Selesai kok itu, kalau kalian memang niat dan seken latihannya.” Yaa… kami tetap semangat mencari-cari dan meminta pendapat dari Kak Wah juga. Disela-sela latihan pun, sempat berkenalan dengan kelompok Nol Derajat yang menjadi salah satu peserta di lomba ini juga.

Mental kami tidak ciut, karena memang benar mereka bagus dan kami masih mencari pengalaman dan mencari jati diri, hehehe…

Latihan sudah, Technical Meeting (TM) pun harus dihadiri ke Denpasar, kembali kita dilanda kebingungan. Tanpa pikir panjang, aku berangkat mewakili Pusaka Putih Bersama Kak Wah yang mewakili kelompoknya. Aku orang yang belum dewasa, pergi jauh selalu ditemani. Aku ingin dewasa dan mandiri, menentukan keinginanku sendiri. Selagi itu positif, ngapain aku harus takut.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk benar-benar keluar dari zona nyamanku selama ini. Kebanyakan orang sudah biasa bolak-balik Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya. Lalu, apa salahnya aku menjadi bagian seperti mereka?

Tanggal 7 Februari 2020 merupakan tanggal perlombaanya, kami 5 orang dengan 4 peserta lomba dan 1 teman lagi berangkat ke Denpasar sehari sebelum tanggal tersebut. Kami berpencar, Dio dan Kris di tempat saudara mereka di Denpasar, Iwan dan temannya menyewa penginapan dekat Art Center, sementara aku di Gianyar tempat orang tuaku.

Berapa kali aku dihubungi oleh panitia penyelenggara karena belum hadirnya kami di lokasi lomba. Pasalnya dua peserta lomba mengundurkan diri yang menyebabkan undian penampilan kami dimajukan. Walaupun buru-buru, kami datang tepat waktu.

Kami membawakan musikalisasi puisi dengan judul puisi Basa Bali karya Suntari Pr. dengan aransemen sendiri dan Prasida Antuk Titiang karya Tuti Dirgha, aransemen Kak Akar, Suma, dan Rahatri. Penampilan kami dibantu oleh Kak Wah dan kelompoknya dalam penataan dan pengaturan sound. Namun, penampilan di detik terakhir kami pecah, tidak sesuai latihan.

Yaaa, mungkin kami terlalu solid, sampai-sampai salah nada barengan pula, hahaha… Walau begitu kami lega telah tampil dan itu hasil dari usaha kami yang masih perlu banyak pelajaran dan pengalaman.

Evaluasi dewan juri menyatakan “Melestarikan Budaya Bali dapat dilakukan dengan cara modern, salah satunya melalui musikalisasi puisi. Masalahnya sekarang ialah musikalisasi puisi itu apa? Karena penampilan peserta lomba yang menampilkan dengan cara yang berbeda-beda menujukan itulah pemahaman mereka terhadap musikalisasi puisi.

Jadi, apapun hasilnya teruslah belajar dan mencari pendalaman pemahaman. Hasil sekarang memang ini menurut pandangan kami dan tahun depan beda juri, beda pula penilaiannya. Tetaplah berlatih jangan sampai disini saja.”

Akhir pengumuman juara, kami juga berkesempatan bertemu kembali dengan Kak Heri, salah satu juri Dies Natalis Undiksha Tahun 2020. Yaa dapat dikatakan kita ikut workshop kilatnya bersama Kak Wah Surya dan Nol Derajat, hahaha.

Hal yang luar biasa kami dapatkan, pesannya ialah Kak Heri mengatakan “Ketika lomba pilih lagu mana yang pantas untuk dilombakan dan yang memang pantas untuk pementasan biasa, itu berbeda. Apalagi ketika ada pengulangan-pengulangan yang tanpa maksud. Lalu, Musikalisasi Puisi itu jangan terus balad, memang kita tidak akan bisa menghilangkan balad kita karena sudah ditanamkan dari lahir. Tapi cobalah berani untuk berinovasi dan mengubah sedikit aransemen orang lain yang kita rasa kurang tepat untuk dibawakan, jangan terlalu terpaku.”

“Mengenai mengaransemen lagu, pahami dulu apa yang ingin disampaikan puisi itu di setiap baitnya, terkadang kita bisa salah paham dengan maksud puisi itu, karena kata ‘maksud’ itu hanya pencipta puisi yang punya. Kita hanya mampu menafsirkan pesan yang ingin disampaikan saja, kemudian barulah mulai untuk memainkan rasa. Ingat, puisilah yang memberi rasa pada tubuh dan mimik wajah kita, bukan kita yang seolah-olah memaku rasa pada puisinya. Sehingga tubuh akan ikut menyampaikan pesan dari puisi selain suara. Itu akan mendukung penampilan kita. Oyaa…. Pembukaan dan akhiran, belajarlah untuk mengemasnya dengan bagus, karena kebanyakan orang akan mengingat awalan dan akhiran. Bagian tengah hanya sekilas lewat saja. Jadi, awal dan akhirnya itu penting broo…” sambungnya.

Sungguh hari yang penuh kejutan. Terima kasih Kak Heri, masukkannya sangat bermanfaat sekali dan terima kasih pula kepada Kak Wah telah berbagi kesempatan kembali, jangan kapok-kapok ya.

Oya, proses itu ternyata mahal, setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memaknai proses itu untuk bisa dicintai dan dijauhkan dari kata sia-sia. Masalah hasil itu tergantung proses, hahaha. Salam Budaya. [T]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisiPuisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pulang

Next Post

Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ni Putu Putri Budiastini

Ni Putu Putri Budiastini

Mahasiswi PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2019

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ketut Pameran Nok! - Mari Datang Pang Rame...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co