14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Ni Putu Putri Budiastini by Ni Putu Putri Budiastini
February 8, 2020
in Khas
Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Pusaka Putih Gladi Musikalisasi dalam Bulan Bahasa Bali 2020

Kecintaan terhadap seni, bertemu orang yang sejiwa, membuat aku berani bertindak gila, tapi tetap yang positif dong, seperti pengalaman yang satu ini. Berlanjut setelah Dies Natalis dengan anggota yang terlibat dalam seni, ditetapkanlah Kelompok Pusaka Putih. Kelompok dari perkumpulan orang-orang yang menyukai seni dan sastra di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Tahun 2020, pemerintah Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali sebagai wadah melestarikan budaya bali dan sebagai wadah untuk para seniman berkreativitas melalui lomba-lomba yang diadakan. Kami, Pusaka Putih memulai jalan dengan mengikuti Lomba Musikalisasi Puisi Bali.

Awal pendaftaran dan keikutsertaan lomba ini berada di titik kebimbangan dari anggota Pusaka Putih yang sebagian besar bukan orang Bali dan masih pasif berbahasa bali. Di satu sisi, hampir semua sudah pulang kampung karena liburan semester. Namun, dua anggota yang bukan dari Bali ingin mencoba dan sambil belajar berbahasa Bali katanya.

Bagi kami, niat saja tidak cukup, kalau tidak ada pengaplikasiannya sama saja dengan bayangan tanpa pengakuan. Akhirnya mereka segera balik ke Bali dan terbentuklah satu kelompok dengan personil yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Latihan-latihan kami lakukan setiap hari dan sempat terpotong satu minggu karena kegiatan prodi di sela liburan. Satu minggu itu kami kejar dalam waktu tiga hari. Memang waktu latihan yang sangat sebentar. Awalnya kami tidak yakin akan terselesaikannya lagu ini, karena masalah waktu dan baru belajar mengaransemen puisi.

Tapi, Kak Wah Surya sempat berkata “Selesai kok itu, kalau kalian memang niat dan seken latihannya.” Yaa… kami tetap semangat mencari-cari dan meminta pendapat dari Kak Wah juga. Disela-sela latihan pun, sempat berkenalan dengan kelompok Nol Derajat yang menjadi salah satu peserta di lomba ini juga.

Mental kami tidak ciut, karena memang benar mereka bagus dan kami masih mencari pengalaman dan mencari jati diri, hehehe…

Latihan sudah, Technical Meeting (TM) pun harus dihadiri ke Denpasar, kembali kita dilanda kebingungan. Tanpa pikir panjang, aku berangkat mewakili Pusaka Putih Bersama Kak Wah yang mewakili kelompoknya. Aku orang yang belum dewasa, pergi jauh selalu ditemani. Aku ingin dewasa dan mandiri, menentukan keinginanku sendiri. Selagi itu positif, ngapain aku harus takut.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk benar-benar keluar dari zona nyamanku selama ini. Kebanyakan orang sudah biasa bolak-balik Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya. Lalu, apa salahnya aku menjadi bagian seperti mereka?

Tanggal 7 Februari 2020 merupakan tanggal perlombaanya, kami 5 orang dengan 4 peserta lomba dan 1 teman lagi berangkat ke Denpasar sehari sebelum tanggal tersebut. Kami berpencar, Dio dan Kris di tempat saudara mereka di Denpasar, Iwan dan temannya menyewa penginapan dekat Art Center, sementara aku di Gianyar tempat orang tuaku.

Berapa kali aku dihubungi oleh panitia penyelenggara karena belum hadirnya kami di lokasi lomba. Pasalnya dua peserta lomba mengundurkan diri yang menyebabkan undian penampilan kami dimajukan. Walaupun buru-buru, kami datang tepat waktu.

Kami membawakan musikalisasi puisi dengan judul puisi Basa Bali karya Suntari Pr. dengan aransemen sendiri dan Prasida Antuk Titiang karya Tuti Dirgha, aransemen Kak Akar, Suma, dan Rahatri. Penampilan kami dibantu oleh Kak Wah dan kelompoknya dalam penataan dan pengaturan sound. Namun, penampilan di detik terakhir kami pecah, tidak sesuai latihan.

Yaaa, mungkin kami terlalu solid, sampai-sampai salah nada barengan pula, hahaha… Walau begitu kami lega telah tampil dan itu hasil dari usaha kami yang masih perlu banyak pelajaran dan pengalaman.

Evaluasi dewan juri menyatakan “Melestarikan Budaya Bali dapat dilakukan dengan cara modern, salah satunya melalui musikalisasi puisi. Masalahnya sekarang ialah musikalisasi puisi itu apa? Karena penampilan peserta lomba yang menampilkan dengan cara yang berbeda-beda menujukan itulah pemahaman mereka terhadap musikalisasi puisi.

Jadi, apapun hasilnya teruslah belajar dan mencari pendalaman pemahaman. Hasil sekarang memang ini menurut pandangan kami dan tahun depan beda juri, beda pula penilaiannya. Tetaplah berlatih jangan sampai disini saja.”

Akhir pengumuman juara, kami juga berkesempatan bertemu kembali dengan Kak Heri, salah satu juri Dies Natalis Undiksha Tahun 2020. Yaa dapat dikatakan kita ikut workshop kilatnya bersama Kak Wah Surya dan Nol Derajat, hahaha.

Hal yang luar biasa kami dapatkan, pesannya ialah Kak Heri mengatakan “Ketika lomba pilih lagu mana yang pantas untuk dilombakan dan yang memang pantas untuk pementasan biasa, itu berbeda. Apalagi ketika ada pengulangan-pengulangan yang tanpa maksud. Lalu, Musikalisasi Puisi itu jangan terus balad, memang kita tidak akan bisa menghilangkan balad kita karena sudah ditanamkan dari lahir. Tapi cobalah berani untuk berinovasi dan mengubah sedikit aransemen orang lain yang kita rasa kurang tepat untuk dibawakan, jangan terlalu terpaku.”

“Mengenai mengaransemen lagu, pahami dulu apa yang ingin disampaikan puisi itu di setiap baitnya, terkadang kita bisa salah paham dengan maksud puisi itu, karena kata ‘maksud’ itu hanya pencipta puisi yang punya. Kita hanya mampu menafsirkan pesan yang ingin disampaikan saja, kemudian barulah mulai untuk memainkan rasa. Ingat, puisilah yang memberi rasa pada tubuh dan mimik wajah kita, bukan kita yang seolah-olah memaku rasa pada puisinya. Sehingga tubuh akan ikut menyampaikan pesan dari puisi selain suara. Itu akan mendukung penampilan kita. Oyaa…. Pembukaan dan akhiran, belajarlah untuk mengemasnya dengan bagus, karena kebanyakan orang akan mengingat awalan dan akhiran. Bagian tengah hanya sekilas lewat saja. Jadi, awal dan akhirnya itu penting broo…” sambungnya.

Sungguh hari yang penuh kejutan. Terima kasih Kak Heri, masukkannya sangat bermanfaat sekali dan terima kasih pula kepada Kak Wah telah berbagi kesempatan kembali, jangan kapok-kapok ya.

Oya, proses itu ternyata mahal, setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memaknai proses itu untuk bisa dicintai dan dijauhkan dari kata sia-sia. Masalah hasil itu tergantung proses, hahaha. Salam Budaya. [T]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisiPuisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pulang

Next Post

Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ni Putu Putri Budiastini

Ni Putu Putri Budiastini

Mahasiswi PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2019

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ketut Pameran Nok! - Mari Datang Pang Rame...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co