23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Ni Putu Putri Budiastini by Ni Putu Putri Budiastini
February 8, 2020
in Khas
Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Pusaka Putih Gladi Musikalisasi dalam Bulan Bahasa Bali 2020

Kecintaan terhadap seni, bertemu orang yang sejiwa, membuat aku berani bertindak gila, tapi tetap yang positif dong, seperti pengalaman yang satu ini. Berlanjut setelah Dies Natalis dengan anggota yang terlibat dalam seni, ditetapkanlah Kelompok Pusaka Putih. Kelompok dari perkumpulan orang-orang yang menyukai seni dan sastra di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Tahun 2020, pemerintah Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali sebagai wadah melestarikan budaya bali dan sebagai wadah untuk para seniman berkreativitas melalui lomba-lomba yang diadakan. Kami, Pusaka Putih memulai jalan dengan mengikuti Lomba Musikalisasi Puisi Bali.

Awal pendaftaran dan keikutsertaan lomba ini berada di titik kebimbangan dari anggota Pusaka Putih yang sebagian besar bukan orang Bali dan masih pasif berbahasa bali. Di satu sisi, hampir semua sudah pulang kampung karena liburan semester. Namun, dua anggota yang bukan dari Bali ingin mencoba dan sambil belajar berbahasa Bali katanya.

Bagi kami, niat saja tidak cukup, kalau tidak ada pengaplikasiannya sama saja dengan bayangan tanpa pengakuan. Akhirnya mereka segera balik ke Bali dan terbentuklah satu kelompok dengan personil yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Latihan-latihan kami lakukan setiap hari dan sempat terpotong satu minggu karena kegiatan prodi di sela liburan. Satu minggu itu kami kejar dalam waktu tiga hari. Memang waktu latihan yang sangat sebentar. Awalnya kami tidak yakin akan terselesaikannya lagu ini, karena masalah waktu dan baru belajar mengaransemen puisi.

Tapi, Kak Wah Surya sempat berkata “Selesai kok itu, kalau kalian memang niat dan seken latihannya.” Yaa… kami tetap semangat mencari-cari dan meminta pendapat dari Kak Wah juga. Disela-sela latihan pun, sempat berkenalan dengan kelompok Nol Derajat yang menjadi salah satu peserta di lomba ini juga.

Mental kami tidak ciut, karena memang benar mereka bagus dan kami masih mencari pengalaman dan mencari jati diri, hehehe…

Latihan sudah, Technical Meeting (TM) pun harus dihadiri ke Denpasar, kembali kita dilanda kebingungan. Tanpa pikir panjang, aku berangkat mewakili Pusaka Putih Bersama Kak Wah yang mewakili kelompoknya. Aku orang yang belum dewasa, pergi jauh selalu ditemani. Aku ingin dewasa dan mandiri, menentukan keinginanku sendiri. Selagi itu positif, ngapain aku harus takut.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk benar-benar keluar dari zona nyamanku selama ini. Kebanyakan orang sudah biasa bolak-balik Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya. Lalu, apa salahnya aku menjadi bagian seperti mereka?

Tanggal 7 Februari 2020 merupakan tanggal perlombaanya, kami 5 orang dengan 4 peserta lomba dan 1 teman lagi berangkat ke Denpasar sehari sebelum tanggal tersebut. Kami berpencar, Dio dan Kris di tempat saudara mereka di Denpasar, Iwan dan temannya menyewa penginapan dekat Art Center, sementara aku di Gianyar tempat orang tuaku.

Berapa kali aku dihubungi oleh panitia penyelenggara karena belum hadirnya kami di lokasi lomba. Pasalnya dua peserta lomba mengundurkan diri yang menyebabkan undian penampilan kami dimajukan. Walaupun buru-buru, kami datang tepat waktu.

Kami membawakan musikalisasi puisi dengan judul puisi Basa Bali karya Suntari Pr. dengan aransemen sendiri dan Prasida Antuk Titiang karya Tuti Dirgha, aransemen Kak Akar, Suma, dan Rahatri. Penampilan kami dibantu oleh Kak Wah dan kelompoknya dalam penataan dan pengaturan sound. Namun, penampilan di detik terakhir kami pecah, tidak sesuai latihan.

Yaaa, mungkin kami terlalu solid, sampai-sampai salah nada barengan pula, hahaha… Walau begitu kami lega telah tampil dan itu hasil dari usaha kami yang masih perlu banyak pelajaran dan pengalaman.

Evaluasi dewan juri menyatakan “Melestarikan Budaya Bali dapat dilakukan dengan cara modern, salah satunya melalui musikalisasi puisi. Masalahnya sekarang ialah musikalisasi puisi itu apa? Karena penampilan peserta lomba yang menampilkan dengan cara yang berbeda-beda menujukan itulah pemahaman mereka terhadap musikalisasi puisi.

Jadi, apapun hasilnya teruslah belajar dan mencari pendalaman pemahaman. Hasil sekarang memang ini menurut pandangan kami dan tahun depan beda juri, beda pula penilaiannya. Tetaplah berlatih jangan sampai disini saja.”

Akhir pengumuman juara, kami juga berkesempatan bertemu kembali dengan Kak Heri, salah satu juri Dies Natalis Undiksha Tahun 2020. Yaa dapat dikatakan kita ikut workshop kilatnya bersama Kak Wah Surya dan Nol Derajat, hahaha.

Hal yang luar biasa kami dapatkan, pesannya ialah Kak Heri mengatakan “Ketika lomba pilih lagu mana yang pantas untuk dilombakan dan yang memang pantas untuk pementasan biasa, itu berbeda. Apalagi ketika ada pengulangan-pengulangan yang tanpa maksud. Lalu, Musikalisasi Puisi itu jangan terus balad, memang kita tidak akan bisa menghilangkan balad kita karena sudah ditanamkan dari lahir. Tapi cobalah berani untuk berinovasi dan mengubah sedikit aransemen orang lain yang kita rasa kurang tepat untuk dibawakan, jangan terlalu terpaku.”

“Mengenai mengaransemen lagu, pahami dulu apa yang ingin disampaikan puisi itu di setiap baitnya, terkadang kita bisa salah paham dengan maksud puisi itu, karena kata ‘maksud’ itu hanya pencipta puisi yang punya. Kita hanya mampu menafsirkan pesan yang ingin disampaikan saja, kemudian barulah mulai untuk memainkan rasa. Ingat, puisilah yang memberi rasa pada tubuh dan mimik wajah kita, bukan kita yang seolah-olah memaku rasa pada puisinya. Sehingga tubuh akan ikut menyampaikan pesan dari puisi selain suara. Itu akan mendukung penampilan kita. Oyaa…. Pembukaan dan akhiran, belajarlah untuk mengemasnya dengan bagus, karena kebanyakan orang akan mengingat awalan dan akhiran. Bagian tengah hanya sekilas lewat saja. Jadi, awal dan akhirnya itu penting broo…” sambungnya.

Sungguh hari yang penuh kejutan. Terima kasih Kak Heri, masukkannya sangat bermanfaat sekali dan terima kasih pula kepada Kak Wah telah berbagi kesempatan kembali, jangan kapok-kapok ya.

Oya, proses itu ternyata mahal, setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memaknai proses itu untuk bisa dicintai dan dijauhkan dari kata sia-sia. Masalah hasil itu tergantung proses, hahaha. Salam Budaya. [T]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisiPuisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pulang

Next Post

Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ni Putu Putri Budiastini

Ni Putu Putri Budiastini

Mahasiswi PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2019

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ketut Pameran Nok! - Mari Datang Pang Rame...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co