24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 8, 2020
in Khas
Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ada yang tahu nama Ketut Sedana? ada yang tahu ia  itu kerjaannya apa? kalau tidak, saya akan jelaskan, dapat pahala lho jika mempromosikan teman. Apa pentingnya sih Ketut saya kenalkan? ya tidak penting-penting amat sih, tapi  gimana yah, ia mau pameran eee, tugas temankan saling mendukung, saya dukungnya lewat tulisan ini. Gembar-gembor kalau ia mau pameran instalasi, (kalau saya lebih suka menyebutnya kolase benda-benda). Kali aja kan, banyak teman yang datang, lalu meramaikan acara dan membicarakannya. Jadi bagus lah persemetonan skena kita.

Saya secara pribadi mengenal Ketut sudah hampir setahun, tidak lama memang. Kalau secara fisik, Ketut itu memiliki rambut panjang-sebahu, wajahnya oval, tingginya tidak mencapai 1,5 meter, kalau jalan pantatnya agak naik sedikit, kerena ia terbiasa berjalan dengan tumit depannya. Lalu selanjutnya ia suka dengan benda-benda berbau tua, seperti kaset pita, piringan hitam, lagu-lagu lama, mesin ketik, kotak pensil tua, ah pokoknya begitulah semacam kolektor barang antik pokoknya, ape je ane amah barak, demen be ye. Mungkin hal ini yang menyebabkan wajahnya agak terlihat tua, berbanding terbalik dengan umurnya yang baru menginjak angka 23 tahun.

Selain menyukai barang-barang berbau lama, ia juga tertarik dengan hal-hal berbau spiritual. Kebiasannya, menghidupkan dupa harum jika sedang bekerja atau pada kesempatan tertentu. Saya suka kebiasaan ia ini, karena ternyata harum dupa itu mempengaruhi kinerja menjadi lebih cepat, karena rilex dan bisa berkonsentrasi. Maka dari itu di setiap event yang kami adakan, ia selalu mengisi divisi kerohanian, divisi yang hanya bisa dinobatkan kepada seseorang yang berhasil  menunda hujan. Ituah Pak Tut, nama panjangnya Ketut Sedana, manusia langka karena anak ke empat, dan penuh berkat. Astungkara

Tanggal 9 Februari 2020 ia menggelar pameran kolase benda-benda bertajuk MEMENTO. Awalnya saya pribadi iseng-iseng berhadiah saja  menawarkan ia untuk pameran di Warung Men Brayut, ternyata ide itu disambut baik, kira-kira kejadiannya bulan November 2019. Nah dari bulan November itu kami memulai diskusi-diskusi ringan, dari menceritakan kisah hidupnya hingga ia memilih jalur kesenian sebagai sebagian ruang hidupnya, hingga bercerita tentang keluarga dan kedekatan-kedekatannya. Dari sini saya bersama teman-teman lainnya mengarahkan arah pameran secara tidak langsung, menawarkan beberapa ide, wacana, literasi, hingga referensi-referensi pameran di luar Bali. Namun entah kenapa jika ia membicarakan keluarganya, ada kesan yang enggan, rindu, menerawang, namun berbinar. Mulailah saya menajamkan pemikirannya agar mengambil tema keluarga lewat benda-benda yang menyimpan kandungan kenangan terhadap subjek yang ia maksud.

Hadirlah 7 karya yang akan dipamerkan hingga 8 Maret 2020.  Karya-karya tersebut adalah hasil perenungan dalam menggali lebih dalam makna keluarga terhadap dirinya. bentangan kenangan ini kemudian direkontruksi menjadi karya instalasi berukuran kecil yang berporos pada narasi-narasi pendukungnya. Misalnya begini ia begitu senang menyapu menggunakan sapu lidi, (ya Pak Tut memang senang bersih-bersih, saya saksi lo brai), dari sapu lidi ini ia mencoba menggali pengalaman hidupnya, apa alasan dibalik kebiasaannya tersebut. Akhirnya ia menemukan satu peristiwa yang selalu terniang jika   melihat benda tersebut. Lengan tangannya pernah terluka karena alm ayahnya melempar sapu lidi ke arah Ketut. Sebab ia membandel tidak mau pulang dari rumah neneknya. Sapu, alm ayah, narasi luka, ketiga ini diramu lalu menghasilkan karya berjudul Sampat Lidi. Karya ini gabungan antara serok, rumah plastik sapu ijuk, dan lidi. Nawang lidi kan ? batang ne slepan, don nyuh.

Bagi Ketut setiap benda menyimpan kenangan, apapun jenis kenangannya, baik, buruk, haru, sakit, kecewa bahkan luka sekalipun. Kenangan akan selalu tersusun oleh permainan kucing-kucingan antara kita dan waktu. Kejar mengejar, silih berselisih, hingga kenangan lampau yang sangat tua, ringkih lalu ditinggalkan. Lebih jauh (yen agak seriusang bedik) Ketut tengah mengajak kita untuk bertanya, atas apa diri ini tumbuh, darimana kita terbentuk, apa saja faktor pertumbuhan itu, bentangkanlah secara diakronis waktu dan catat setiap perubahan di dalamnya, tentu teman-teman akan menemukan sebab-akibat yang secara tidak langsung jarang kita sadari.

Apakah Ketut sedang onani ditengah hiruk pikuk kejadian-kejadian sekitarnya ? yaiyalah onani, onani itu perlu dalam mengenali diri sendiri, ditengah belantara dan sandiwara dunia. Yen sing onani, nyen orin men ? masak dadong di solo. Onani adalah titik awal beranjak , ide-ide yang dekat dengan diri biasanya memiliki kekuatan yang lebih, sebab ruang lingkupnya sudah kita lakukan sedari dulu, namun belum dipahami dengan kesadaran yang awas.

Sube lantas keto….

Dari pada saya liu ngoceh, lan jalan ke Denpasar nyingakin pameranne Ketut, di acara pembukaan selain ngorte anu anu, akan ada penampilan Badiktilu dengan narasi-narasi diri yang setengah radikal-setengah kalem-kalem, ada juga komposer Falsafah Tinu Maha yang digawangi oleh Ramdan, ia membuat lagunya sendiri, menyusunnya dari pertanyaan atas dasar apa keberadaan manusia hari ini dan pertunjukan kecil oleh Teater Kalangan yang tengah membincangkan luka dalam tubuh. Selama pameran juga ada beberapa acara yaitu Minggu 16 Februari  bincang-bincang bersama Ketut Sedana, Minggu 23 Februari, Lokakarya membuat boneka bersama Kacak Kicak Puppet Theater, Minggu 1 Maret penulisan Kritik karya seni rupa, dan Minggu, 8 Maret  Masak-masak sekaligus penutupan acara.

Yen  khe nggak bisa datang pas pembukaan, boleh kok khe datang pas acara-acara lokakarya selama pameran berlangsung. [T]

  • Untuk mendownload katalog silahkan di klik http://bit.ly/MementoKetutsedana
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Next Post

Hari Pers Nasional Untuk Siapa?

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pers Nasional Untuk Siapa?

Hari Pers Nasional Untuk Siapa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co