2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengkaji Ulang Kendaraan Pribadi di Denpasar

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
February 1, 2020
in Opini
Mengkaji Ulang Kendaraan Pribadi di Denpasar

Gambar: Kemacetan parah di Denpasar. Pertambahan kendaraan pribadi lebih besar daripada perluasan kendaraan dan tempat parkir. [Foto: penulis]

Saat ini di Bali dan banyak tempat di Indonesia, hampir tidak ada kayuhan sepeda dayung di jalan raya. Bus kota sulit diakses. Saat ingin pergi ke berbagai tempat , harus menggunakan kendaraan pribadi. Banyak orang berpikir ini hal yang biasa dan dapat diterima. Dampak kendaraan pribadi adalah besar bagi lingkungan, kesehatan dan sosial sehingga rancangan kota alternative yang mengutamanan pejalan kaki, sepeda dayung dan transportasi masal harus menjadi perhatian bersama

Transportasi termasuk penyumbang terbesar gas rumah kaca. Efek dari kota yang dirancang untuk kendaraan pribadi adalah perluasan kota yang tak beraturan dengan “menelan” ruang hijau dan lahan pertanian. Belum lagi kemacetan, polusi suara dan resiko kecelakaan. Setiap komponen pada kendaran pribadi didapat dengan menambang. Secara sosial, kendaraan pribadi merupakan penanda perbedaan kelas.

Efek polusi pada mobil berupa gas karbon dioksida memerangkap panas di perkotaan. Pembakaran yang tidak sempurna dari mesin mengeluarkan gas monoksida yang berbahaya bagi pernapasan. Suara bising yang ditimbulkan membuat orang rentan naik darah dan mengalami tekanan hingga serangan jantung. Biaya kesehatan lain yang muncul adalah kegemukan karena kurang bergerak. Kegemukan menjadi masalah serius di Indonesia yang terkait dengan sistem transportasi dimana membuat orang enggan berjalan kaki atau bersepeda. Seruan aksi individu untuk membatasi kendaraan pribadi tanpa fasilitas yang layak untuk transportasi umum dan mengutamanan pejalan kaki serta sepeda dayung tidak ada gunanya.

Pada tahun 2018, ratusan ribu orang menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Dapat dipikirkan dampaknya bukan hanya pada kondisi fisik korban, tapi juga biaya kesehatan, kesulitan bekerja hingga cacat seumur hidup. Ditambah lagi, saat terjadi kecelakaan, kemacetan parah terjadi seperti pada jalur Denpasar Gilimanuk. Kemacetan panjang membuat waktu tempuh lebih lama tiga jam atau lebih. Distribusi barnag untuk kebutuhan ekonomi menjadi terganggu. Kerusakan jalan yang sering terjadi akibat kendaraan pribadi terlalu berat seperti truk mengharuskan perbaikan jalan yang memboroskan anggaran.

Di Denpasar, jalan Imam Bonjol, Raya Sesetan, jalan Hang Tuah, dan Sunset Road sering terjadi kemacetan parah yang dapat disetarakan dengan Jakarta pada jam jam sibuk. Menurut data bank dunia(1), rakyat Indonesia rugi 56 Trilliun rupiah akibat kemacetan di jalan. Kemacetan berpotensi besar membuat emosi seseorang jadi buruk sehingga memicu kekerasan dalam rumah tangga atau pada orang lain. Kemacetan yang buruk, tekanan di tempat kerja dan keterasingan dirinya dengan hasil kerjanya, dengan sesama manusia maupun lingkungannya menyebabkan rasa sakit yang tak kelihatan.

Perluasan pemukiman yang menggusur ruang hijau di Bali membuat kerawanan pangan tak jauh dari masyarakat. Ada suatu seminar berjudul sawah punah Bali benyah. Di balik alarm ekologi ini, perluasan lahan beraspal dan berbeton menimbulkan daya resap air ke tanah menyusut sehingga sumber air untuk mengairi sawah berkurang. Lahan berbeton dan beraspal ini dibuat untuk menguntungkan perusahaan pengembang rumah dan kendaraan pribadi yang keuntungannya dinikmati segelintir orang dengan memberikan dampak negative pada banyak orang. Sawah yang menjadi sumber karbohidrat, serat dan protein Bali, terkikis oleh supermarket yang asal usul produknya tidak diketahui bagaimana pengolahannya, asal usul bahan mentah untuk membuat makanan tersebut dan siapa yang mengolah.

Bila diamati lebih dalam bahan baku kendaraan pribadi seperti bijih besi, aluminium, timah, tembaga, perak, dan minyak bumi untuk bahan plastik mengharuskan penambangan dilakukan terus menerus demi memenuhi permintaan. Banyak konflik sosial dan kerusakan lingkungan terjadi akibta ini. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui akan habis suatu saat nanti. Kendaraan mobil hibrida atau mobil listrik tidak menjadi solusi menangani masalah yang timbul akibat kendaraan pribadi justru akan semakin marak perluasan lahan beton, aspal dan penambangan demi bahan baku mobil, aspal, maupun bahan bakar listrik.

Beberapa langkah drastis untuk menghilangkan kemacetan di Denpasar. Pada ruas jalan Kamboja dari Selatan hingga Utara, perlu ditegaskan larangan memarkir kendaraan pribadi di Badan Jalan. Komplek lahan gor Ngurah Rai  dapat dibangun gedung parkir mobil untuk menampung kendaraan. Badan jalan menjadi lebih lancer dilalui. Di jalan Hayam Wuruk Barat dan komplek pasar Kreneng, mobil dan motor yang parkir di badan jalan ditampung di gedung parkir lapangan yang sering dipakai pameran atau konser music dangdut. Jalur pejalan kaki di situ harus steril dari parkir kendaraan dan pedagang kaki lima. Trotoar yang berlubang ditambal. Pembangunan gedung parkir itu perlu dan para pengendara mobil harus parkir di sana.

Untuk jangka menengah, jalur sepeda dibangun mencakup jalan Hayam Wuruk, hingga Jalan Gunung Agung, Jalur ini harus dihubungkan dengan yang ada di jalan Hang Tuah, Raya Puputan , Jalan Kecubung, Jalan Katrangan, Jalan Nusa Indah, dan Jalan Plawa. Jalur pejalan kaki dapat dibangun juga di sana.

Dalam jangka panjang, gerakan akar rumput perlu dilakukan untuk merencanakan kota yang ramah lingkungan dengan ruang hijau berupa sawah, kebun pertanian permakultur, dan taman kota minimal dua per tiga total luas kota terhubung ke tempat pendidikan, kesehatan, pariwisatan, industry,  ruang public dan komunitas untuk dapat berkolaborasi, dan pemukiman dengan transportasi umum.  


Sumber:

  1. https://katadata.co.id/berita/2019/10/03/bank-dunia-indonesia-rugi-rp-56-triliun-per-tahun-akibat-kemacetan

Tags: denpasarkendaraan bermotorlalu lintastransportasi
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Zumba dan Gaya

Next Post

Sesederhana Mencinta – [Ulasan Buku “Nyujuh Langit Duur Bukit”]

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Sesederhana Mencinta – [Ulasan Buku “Nyujuh Langit Duur Bukit”]

Sesederhana Mencinta – [Ulasan Buku “Nyujuh Langit Duur Bukit”]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co