23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Celekontongmas The Movie – Tunggu Banyolan Sengap, Sokir dan Tompel, di Film Layar Lebar!

tatkala by tatkala
November 11, 2019
in Khas
Celekontongmas The Movie – Tunggu Banyolan Sengap, Sokir dan Tompel, di Film Layar Lebar!

Celekontongmas the Movie. Jumpaers di Warung Celaki, Kesiman Denpasar

Di Indonesia, grup lawak yang biasa main di panggung, lalu main juga di film layar lebar, adalah hal biasa. Dulu, sekitar tahun 1970-an, pelawak yang tergabung dalam Kwartet Jaya dengan bintang Bing Slamet, Darto Helm, Soleh dan Bagio, sudah biasa main di panggung, lalu beradegan di film dan juga masuk TV.

Tahun-tahun berikutnya ada kelompo lawak dari kampus, yakni Warkop Prambors yang dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro) juga meramaikan dunia layar lebar. Awalnya mereka ngelawak di radio dan sesekali dalam acara kampus.

Tradisi pelawak ke dunia film kemudian menjadi hal sangat lumrah. Para anggota Srimulat, meski tak boyongan dalam satu grup, juga kerap wara-wiri dari panggung ke film layar lebar, dan tentu saja ke televisi juga.

Nah, di Bali, grup lawak melompat ke dunia film layar lebar mungkin tak banyak, meski mereka juga kerap masuk TV, terutama TV lokal. Film, selain punya karakter yang sangat berbeda dengan panggung nyata, juga memerlukan ongkos produksi yang mahal.

Dengan begitu, kabar bahwa kelompok Celekontong Mas yang terdiri dari Sengap, Sokir dan Tompel, akan melompat ke panggung film layar lebar, bisa disebut sebagai hal baru dalam dunia perlawakan di Bali.  

Dalam acara jumpa media di Warung Celagi ,Kesiman, Senin (12/11), para bintang lawak Bali dan kru film telah menjelaskan berbagai hal yang akan dilakukan dalam penggarapan film itu. Setleha pemaparan itu, kita kini hanya bisa menunggu prosesnya, apakah alih wahana dari panggung lawak ke film layar lebar itu akan berlangsung sukses. Jika di panggung Sengap, Sokir dan Tompel, begitu lancar dan cair berimprovisasi dengan tingtang dan pingpong dialog yang hidup dan bikin gerrrr, apakah dalam film hal itu bisa juga dilakukan. Inilah yang kita tunggu.

Siara Pers

Dalam siaran pers di Warung Celagi itu, disebutnya Kelompok Celekontong Mas terbentuk pada tahun 2012. Mereka  sukses mengeksplorasi daya kreatif cerminan mereka yang mendayagunakan kekuatan intuisi dan imajinasi serta dilandasi oleh proses berfikir kreatif dan holistik.

Mereka terjun membawa lawakan pada era disrupsi ini dimana  membutuhkan pendalaman wawasan dan pengetahuan tinggi. Clekontongmas yang terdiri dari Tompel, Sengap dan Sokir telah mampu menjawab tantangan tersebut. Kecerdasan dalam mengolah lawakan menjadikan mereka memiliki nilai massa tinggi sebagai komedian papan atas di Bali. Berkat ketenaranya di atas panggung tradisi itulah kini mereka mencoba menjajal olah akting di dunia film layar lebar. Filmnya berjudul Nyi Rimbit.

Sanur Cinema Comunity (SRCO) bekerjasama dengan DNJ Production sebagai komunitas filmmaker di Bali turut andil dalam proyek yang meski diisi pelawak, namun proyek itu sesungguhnya amat serius. Berbekal pengalaman dan latar belakang ilmu, komunitas ini berencana menjawab tantangan dan keinginan penonton untuk menghadirkan Clekontongmas dalam layar film.

“Sebuah gagasan mengangkat cerita jenaka yang dikonsep oleh Dedi alias Tompel, yang mengangkat seputar penyalonarangan,” kata Ketut Hery Budiyana selaku Produser Eksekutif , disela jumpa media, di Warung Celagi ,Kesiman, Senin (12/11).

Dijelaskan, sebuah langkah awal, menggarap film layar lebar didahului membuat teaser, dan telah rampung . “Target film ini dimana proses produksi bisa selesai Bulan November ini sedangkan Maret 2020 mudah mudahn bisa selesai dan disaksikan oleh pecinta film di Bali, bahkan mampu berbicara di tingkat nasional,” ungkapnya.

Konsep cerita lebih pada komedia horor, jadi 60 persen komedi sisanya memang megangkat sisi horor tentang penyalonarangan. “Kita memang melibatkan para artis , seniman yang memiliki segmentasi penggemar cukup banyak,  yang kiprahnya di dunia peran tidak diragukan lagi, meski demikian secara penerapan dunia pera   sangat berbeda, antara peran di atas panggung dengan peran di layar lebar,” bebernya.

Hal senada disampaikan Sutradara Ida Bagus Hari Kayanan Putra , alasan mempopulerkan kembali kisah cerita rakyat Bali karena saat ini tradisi lisan sudah mulai ditinggalkan.  Untuk itu kisah mistis calonarang dipadu kocaknya aksi dengan kocaknya aksi comedian Clekontongmas diangkat dalam layar lebar film berjudul “Clekontongmas The Movie – Nyi Rimbit” dengan genre horror komedi.

Produksi film berlokasi di Desa Bayung Gede Kintamani Bangli yang nantinya melibatkan pemuda pemudi Bali sebanyak 40 orang. ”Kami ingin membuktikan bahwa truna-truni Bali juga bisa unjuk gigi dalam persaingan film di kancah nasional, dan kami berbangga karena hasil produksi saat ini teaser kami khususnya pasca produksi 100% dikerjakan di Bali oleh teman-teman kami, ” tegas Gus Hari.

Sementara itu, Sengap, Sokir dan Tompel mengaku kiprah di dunia film sejatinya menjadi impian mereka sejak lama. “Cita-cita membuat film dari dulu sudah ada, namun banyak halangan dan kesibukan yang mrmgganjal,  yang akhirnya baru kali ini ada tawaran membuat film, kita sambut baik, mudah mudahan proses pembuatan berjalan dengan lancar,” kata Tompel yang diamini Sengap, Sokir,  Mbo Kembung dan Mbo Cablek yang memang tergabung di wadah Celekontongmas.

Ketut Hery menambahkan  film ini bertabur bintang karena dalam hal ini Clekontong Mas beradu acting dengan Sri Sumahardani yang dikenal sebagai The best motivator Bali, Yessy Diana penyanyi milenial yang dikenal dengan single lagu Jomblo Bagia dan Ngenehang. Hadir pula Mr. Botax Bali, Gede Phai, Bayu Kramas, Yudik Leyonk Sinatra, Unggit Desti, Anggin, Luh Kembung dan beberapa artis yang memiliki fans masing-masing. Film ini juga mendapat dukungan dari Tjok Abi seorang designer internasional yang turut andil dalam menyajikan desain kostum para pemain.

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tercatat dari tahun 2015 hingga 2018 jumlah penonton ke bioskop meningkat hampir 5 kali lipat pada tahun 2018. Hal tersebut juga didukung dengan pertumbuhan industri perfilman dan minat penonton tanah air menunjukkan trend positif. Kecendrungan segmentasi penonton lebih menggemari film buatan anak negeri. [T] [*]

Tags: filmfilm layar lebarpelawak
Share104TweetSendShareSend
Previous Post

Memilah dan Memilih Sekolah

Next Post

Sastrawan?

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Sastrawan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co