14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Wayan Paing by Wayan Paing
September 23, 2019
in Khas
Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Peserta diskusi dan workshop di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Karangasem

Dia yang dilahirkan oleh dunia tulis menulis (sebutlah karya sastra), dan karena tulisannyalah ia diperhitungkan oleh sejumlah lembaga penting, sehingga ia kemudian menjadi orang penting di satu lembaga. Namun karena alasan jabatan, kesibukan lain-lain, dan pekerjaan tertentu yang lain-lian, lalu ia tidak lagi menulis, bahkan ia seperti berada jauh dari dunia tulis-menulis.

“Orang itu berdosa besar pada kebudayaan. Pendosa dia. Dan pendosa-pendosa itu banyak sekali sekarang ada,” kata seseorang.

Orang itu, tak perlulah disebutkan namanya, mungkin bercanda dengan serius. Atau serius bercanda. Namun beberapa orang yang berdiri di sekelilingnya mendadak sedikit tercengang. Sedikit sekali tercengangnya, sampai-sampai tidak bisa dikentarakan oleh yang lainnya. Itupun berlalu secepat kilat sebelum akhirnya terurai oleh tawa yang dikeluarkan secara lepas.

Itu seolah menandakan ikut merayakan dirinya masing-masing menjadi bagian dari pendosa-pendosa itu.

Dari arah berlawanan, di belakang kami berdiri dan tertawa-tawa, terdengar suara dari seseorang yang lain, yang cukup jelas dari sound system.  “Kita semua punya kesibukan. Saya sendiri juga sibuk, tapi mengapa di tengah kesibukan itu kita harus menulis?”

Mendadak semua terdiam. Bukan hanya gerombolan beberapa orang yang berdiri; kami. audien yang duduk lesehanpun terdiam. Terdengar jelas ada desah yang menghambur keluar dari semua yang ada di tempat itu. Walau tidak semuanya, setidaknya ada beberapa yang mendesah. Entah karena gelisah atau tidak mengerti.

“Karena waktu adalah sesuatu yang berharga. Sangat berharga. Tidak pernah waktu akan berulang. Semua kenangan, kesan dan perasaan yang terjadi pada waktu tertentu, jika ingin jadi penulis, harus segera dituliskan. Karena pengalaman jarang sekali bisa terulang. Kalau tidak segera dituliskan, akan ada pengalaman-pengalaman lain yang akan menimpa dan menimbunnya!” kata orang itu lewat sound system.

Dalam hati, kompak benar ini dua orang. Mungkin itulah yang menjadi alasan, mereka berjodoh (ha..ha..ha).

Kedua pernyataan yang saling mendukung itu terlontar dalam acara “Diskusi buku Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci dan Workshop Penulisan Cerpen yang digelar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Minggu, 22 September 2019.

Diskusi dan workshop itu menghadirkan dua pasang suami istri, Made Adnyana Ole dan Kadek Sonis Piscayanti, serta Gede Gita Purnama dan Carma Citrawati. Hadir juga pembicara lain, I Wayan Kerti, ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP di Karangasem, dengan moderator Aries Pidrawan. Tentu acara itu dibuka dengan penuh taksu oleh Kepala Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban I Nengah Suarya, SE.

Kegiatan yang diikuti oleh orang guru, dosen, penyuluh bahasa Bali, siswa, dan beberapa orang pegiat literasi itu berlangsung sederhana namun sarat dengan pengetahuan dan pengalaman, bagaimana membangun literasi mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan yang berdurasi kurang dari empat jam tersebut, mampu membangkitkan dan menumbuhkan berbagai macam perasaan. Yang jika ditulis, tentu akan membuat yang menuliskannya itu menjadi penulis. Apalagi ditulis dengan pengembangan dan analisis yang baik akan menjadikan penulis tersebut menjadi penulis yang mempunyai kualitas. Tentu saja itu tujuan dari digelarnya acara tersebut.

Kembali kepada dosa kebudayaan. Kenapa bisa dikatakan seseorang yang pernah menulis, lalu mendapatkan “manfaat” dari tulisan dan kegiatannya menulis, dan kemudian berhenti menulis, akan memiliki dosa kebudayaan?

Sejatinya, selain untuk menuliskan pengetahuan dan perasaanya, seorang penulis secara langsung akan memasukkan budaya-budaya yang berkembang pada masa hidupnya ke dalam tulisan yang dia buat. Tanpa adanya jejak-jejak budaya yang terangkum dalam sebuah tulisan, kebudayaan-kebudayaan yang sudah lama berkembang akan hilang tanpa jejak ditelan jaman.

Dengan kata lain, kita akan mati tanpa memberi warisan kepada anak dan cucu kita. Dengan kondisi mati demikian, kita akan membiarkan anak-cucu kita hidup terapung terombang-ambing tanpa pegangan budaya dalam mengarungi kehidupannya. Mereka hanya akan bergantung pada budaya yang mereka dapatkan saat kehidupannya tanpa bisa memilih pada saat dalam kondisi terdesak. Memberi kehidupan yang demikan, adalah sebuah dosa besar yang tidak akan bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan menulis, setidaknya kita mewariskan jejak-jejak kehidupan masa lampau kepada generasi mendatang untuk dapat diambil hal-hal positif yang terkandung di dalamnya agar mempunyai landasan yang kuat dalam menghadapi putaran jaman yang semakin kencang. Bahkan landasan yang diwariskan tersebut, bisa jadi, membuat mereka yang akan mengendalikan putaran jaman yang pesat ini. Pesat dan semakin pesat.

Setidaknya demikian hal yang diperoleh pada Minggu pagi itu. Dan harus segera dituliskan. Jika tidak, maka akan menjadi sesuatu yang hanya “pernah” terlintas dalam benak.

Lalu, bagaimana agar bisa menulis di tengah kesibukan? Jawaban pastinya adalah: punya komitmen yang kuat untuk menulis. Selebihnya masalah waktu, cara, dan perlengkapan lainnya, silakan tentukan sendiri. (???) dan akan lebih baik jika mulai sedini mungkin dan bila ada kebingungan, konsultasikan pada ahlinya (penulis yang sudah berpengalaman) seperti narasumber suami istri yang mengisi acara hari itu. [T]

Tags: karangasemMuseum Pustaka Lontar Dukuh Penabansastrasastra bali modern
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Konser New Gamelan: Melompat Bangun atau Lelap Menuju Potongan Pengalaman Bunyi

Next Post

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co