2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Wayan Paing by Wayan Paing
September 23, 2019
in Khas
Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Peserta diskusi dan workshop di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Karangasem

Dia yang dilahirkan oleh dunia tulis menulis (sebutlah karya sastra), dan karena tulisannyalah ia diperhitungkan oleh sejumlah lembaga penting, sehingga ia kemudian menjadi orang penting di satu lembaga. Namun karena alasan jabatan, kesibukan lain-lain, dan pekerjaan tertentu yang lain-lian, lalu ia tidak lagi menulis, bahkan ia seperti berada jauh dari dunia tulis-menulis.

“Orang itu berdosa besar pada kebudayaan. Pendosa dia. Dan pendosa-pendosa itu banyak sekali sekarang ada,” kata seseorang.

Orang itu, tak perlulah disebutkan namanya, mungkin bercanda dengan serius. Atau serius bercanda. Namun beberapa orang yang berdiri di sekelilingnya mendadak sedikit tercengang. Sedikit sekali tercengangnya, sampai-sampai tidak bisa dikentarakan oleh yang lainnya. Itupun berlalu secepat kilat sebelum akhirnya terurai oleh tawa yang dikeluarkan secara lepas.

Itu seolah menandakan ikut merayakan dirinya masing-masing menjadi bagian dari pendosa-pendosa itu.

Dari arah berlawanan, di belakang kami berdiri dan tertawa-tawa, terdengar suara dari seseorang yang lain, yang cukup jelas dari sound system.  “Kita semua punya kesibukan. Saya sendiri juga sibuk, tapi mengapa di tengah kesibukan itu kita harus menulis?”

Mendadak semua terdiam. Bukan hanya gerombolan beberapa orang yang berdiri; kami. audien yang duduk lesehanpun terdiam. Terdengar jelas ada desah yang menghambur keluar dari semua yang ada di tempat itu. Walau tidak semuanya, setidaknya ada beberapa yang mendesah. Entah karena gelisah atau tidak mengerti.

“Karena waktu adalah sesuatu yang berharga. Sangat berharga. Tidak pernah waktu akan berulang. Semua kenangan, kesan dan perasaan yang terjadi pada waktu tertentu, jika ingin jadi penulis, harus segera dituliskan. Karena pengalaman jarang sekali bisa terulang. Kalau tidak segera dituliskan, akan ada pengalaman-pengalaman lain yang akan menimpa dan menimbunnya!” kata orang itu lewat sound system.

Dalam hati, kompak benar ini dua orang. Mungkin itulah yang menjadi alasan, mereka berjodoh (ha..ha..ha).

Kedua pernyataan yang saling mendukung itu terlontar dalam acara “Diskusi buku Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci dan Workshop Penulisan Cerpen yang digelar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Minggu, 22 September 2019.

Diskusi dan workshop itu menghadirkan dua pasang suami istri, Made Adnyana Ole dan Kadek Sonis Piscayanti, serta Gede Gita Purnama dan Carma Citrawati. Hadir juga pembicara lain, I Wayan Kerti, ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP di Karangasem, dengan moderator Aries Pidrawan. Tentu acara itu dibuka dengan penuh taksu oleh Kepala Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban I Nengah Suarya, SE.

Kegiatan yang diikuti oleh orang guru, dosen, penyuluh bahasa Bali, siswa, dan beberapa orang pegiat literasi itu berlangsung sederhana namun sarat dengan pengetahuan dan pengalaman, bagaimana membangun literasi mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan yang berdurasi kurang dari empat jam tersebut, mampu membangkitkan dan menumbuhkan berbagai macam perasaan. Yang jika ditulis, tentu akan membuat yang menuliskannya itu menjadi penulis. Apalagi ditulis dengan pengembangan dan analisis yang baik akan menjadikan penulis tersebut menjadi penulis yang mempunyai kualitas. Tentu saja itu tujuan dari digelarnya acara tersebut.

Kembali kepada dosa kebudayaan. Kenapa bisa dikatakan seseorang yang pernah menulis, lalu mendapatkan “manfaat” dari tulisan dan kegiatannya menulis, dan kemudian berhenti menulis, akan memiliki dosa kebudayaan?

Sejatinya, selain untuk menuliskan pengetahuan dan perasaanya, seorang penulis secara langsung akan memasukkan budaya-budaya yang berkembang pada masa hidupnya ke dalam tulisan yang dia buat. Tanpa adanya jejak-jejak budaya yang terangkum dalam sebuah tulisan, kebudayaan-kebudayaan yang sudah lama berkembang akan hilang tanpa jejak ditelan jaman.

Dengan kata lain, kita akan mati tanpa memberi warisan kepada anak dan cucu kita. Dengan kondisi mati demikian, kita akan membiarkan anak-cucu kita hidup terapung terombang-ambing tanpa pegangan budaya dalam mengarungi kehidupannya. Mereka hanya akan bergantung pada budaya yang mereka dapatkan saat kehidupannya tanpa bisa memilih pada saat dalam kondisi terdesak. Memberi kehidupan yang demikan, adalah sebuah dosa besar yang tidak akan bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan menulis, setidaknya kita mewariskan jejak-jejak kehidupan masa lampau kepada generasi mendatang untuk dapat diambil hal-hal positif yang terkandung di dalamnya agar mempunyai landasan yang kuat dalam menghadapi putaran jaman yang semakin kencang. Bahkan landasan yang diwariskan tersebut, bisa jadi, membuat mereka yang akan mengendalikan putaran jaman yang pesat ini. Pesat dan semakin pesat.

Setidaknya demikian hal yang diperoleh pada Minggu pagi itu. Dan harus segera dituliskan. Jika tidak, maka akan menjadi sesuatu yang hanya “pernah” terlintas dalam benak.

Lalu, bagaimana agar bisa menulis di tengah kesibukan? Jawaban pastinya adalah: punya komitmen yang kuat untuk menulis. Selebihnya masalah waktu, cara, dan perlengkapan lainnya, silakan tentukan sendiri. (???) dan akan lebih baik jika mulai sedini mungkin dan bila ada kebingungan, konsultasikan pada ahlinya (penulis yang sudah berpengalaman) seperti narasumber suami istri yang mengisi acara hari itu. [T]

Tags: karangasemMuseum Pustaka Lontar Dukuh Penabansastrasastra bali modern
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Konser New Gamelan: Melompat Bangun atau Lelap Menuju Potongan Pengalaman Bunyi

Next Post

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co