3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bocah Sekolah 6 Jam Jalan Kaki dan Terciptanya Wisata Alam di Gulinten, Karangasem…

Wayan Paing by Wayan Paing
September 19, 2019
in Khas
Bocah Sekolah 6 Jam Jalan Kaki dan Terciptanya Wisata Alam di Gulinten, Karangasem…

Marianta (sumber foto akun facebook Andy Karyasa Wayan)

Sudah baca tulisan tentang destinasi wisata Lahangan Sweet di kawasan di Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali? Tulisan itu baru beberapa hari dimuat di tatkala.co. Jika mau baca dulu, klik Lahangan Sweet, atau coba scroll halaman ini ke bawah…

Sudah baca? Nah, Lahangan Sweet ternyata tak bisa dipisahkan dengan kisah Ketut Marianta.

Bagaimana kisah Ketut Marianta?

Ketut Marianta adalah bocah warga Gulinten. Saat bersekolah di SDN 6 Bunutan, saban hari ia harus berjalan kaki sejauh 20 kilometer pulang pergi, dari rumah ke sekolah, bolak-balik.  Perjalanan itu menghabiskan waktu 6 jam.

Untuk itu, ia harus bangun tidur setidaknya jam 4 pagi, lalu berangkat ke sekolah jam 5, agar bisa sampai di sekolah sekitar jam 8.  Itu dilakukan setiap jam sekolah, Senin hingga Sabtu, berjalan melwati bukit-bukit, kadang di antara kabut yang pekat.

Bagi yang belum pernah mendengar kisah Ketut Marianta, ada baiknya mencoba searching di youtube dan google.  Kisah dia sempat viral di media sosial hingga masuk siaran TV awal April 2019 lalu.

Kisahnya yang paling mengharukan adalah saat ia hendak ujian. Marianta terpaksa harus menginap di rumah temannya di dekat sekolah agar bisa mengikuti ujian pemantapan waktu itu. Untuk tidak merepotkan tuan rumah tempatnya menginap, jagung dibawa sebagai bekal selama menginap.

Sangat beruntung, ada mata kamera HP yang meliput dan akhirnya kisah itu mengantarkan banyak hal, bukan saja bagi dirinya, tapi juga bagi masyarakat tempat tinggalnya. Kisah anak dusun di ujung timur pulau Bali itu terbang ke Jakarta  untuk mengisi acara di salah satu stasiun TV swasta nasional.

Kisah itu bukan mengantarkan banyak hal bagi dirinya sendiri, namun juga bagi masyarakat di sekitarnya, terutama di wilayah Gulinten. Berbagai bantuan setelah itu mengalir ke banjar tempat tinggal Marianta dan bahkan masih berlangsung sampai saat ini.


Paling kanan, Andy Karyasa, anak nomor dua dari kanan adalah Marianta, dan paling kiri Agus Winda, dalam acara Hitam Putih di TV (Sumber foto: akun facebook Punapi Gianyar)

Munculnya Lahangan Sweet sebagai destinasi wisata baru yang sedang dibangun di Banjar Dinas Gulinten saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kisah Ketut Marianta.

Adahal Andy Karyasa Wayan, dan “mata tajam” seorang Agus Windha (anggota Relawan Bali yang “menemukan”, membimbing, dan membantu terwujudnya destinasi wisata ini yang indah di daerah itu.  Destinasi wisata itu ditemukan saat banyak orang kemudian melakukan napak tilas terhadap perjalanan Ketut Marianta dari rumah ke sekolah dengan melewati bukit-bukit indah.

Salah satu dari dua bukit yang dilintasi oleh Marianta selama 6 tahun pulang pergi ke sekolah selama enam jam tersebut, oleh relawan, diberi nama Bukit Marianta. Bersebelahan dengan Lahangan Sweet sekarang.


BACA JUGA:

  • Wayan Andy Karyasa, Merawat Dendam pada Kemiskinan

Jika dari Bukit Marianta, pemandangan laut dan gugusan enam bukit di bawahnya merupakan pemandangan yang menarik, namun dari Lahangan Sweet, pemandangan yang menajubkan tersebut dilengkapi dengan pemandangan hamparan sawah di Berina dan Kangkahang, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani di seberang laut timur memberikan pesona eksotis matahari terbit dan tenggelam dari satu tempat itu.

Adalah Andy Karyasa Wayan, founder Yayasan Relawan Bali, yang kemudian tak henti-hentinya menghimpun dana untuk bisa disalurkan bagi masyarakat kurang mampu di tempat Katut Marianta tinggal. Tapi, kegiatan dia bukan hanya di sana, melainkan juga di seluruh Bali ia mampu menghimpun dana milyaran rupiah tiap tahunnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Marianta adalah bagian kecil dari cerita perjuangan beliau.


Andy Karyasa bersama Andy F Noya (Sumber foto akun facebook Andy Karyasa)

Walaupun hanya bagian kecil, bagi masyarakat di Gulinten, tempat tinggal Marianta, apa yang sudah disalurkan di sana merupakan kegiatan kerelawanan yang fantastis. Mengingat kisah Marianta yang berjalan kaki hingga 6 jam PP untuk menuju sekolah, sebuah mobil pickup disumbangkan untuk membantu mobilitas siswa yang berada jauh dari sekolahnya di SD Negeri 6 Bunutan.

Dengan total bantuan relawan yang diserahkan pada saat kenaikan kelas tahun ajaran 2018/2019 itu senilai Rp. 200.000.000. Selain berupa mobil bantuan tersebut meliputi: bantuan fasilitas belajar, tempat tidur dan sembako.

Munculnya Lahangan Sweet sebagai destinasi wisata baru yang sedang dibangun di Banjar Dinas Gulinten saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kisah Ketut Marianta, Andy Karyasa Wayan, dan “mata tajam” seorang Agus Windha (anggota relawan Bali yang “menemukan”, membimbing, dan membantu terwujudnya destinasi wisata ini.

Salah satu dari dua bukit yang dilintasi oleh Marianta selama 6 tahun pulang pergi ke sekolah selama enam jam tersebut, oleh relawan, diberi nama Bukit Marianta. Bersebelahan dengan Lahangan Sweet sekarang.


Agus Windha, (duduk) – (sumber foto akun facebook Agus Windha);

Jika dari Bukit Marianta, pemandangan laut dan gugusan enam bukit di bawahnya merupakan pemandangan yang menarik, namun dari Lahangan Sweet, pemandangan yang menajubkan tersebut dilengkapi dengan pemandangan hamparan sawah di Berina dan Kangkahang, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani di seberang laut timur memberikan pesona eksotis matahari terbit dan tenggelam dari satu tempat itu.

Tidak salah, walau belum mencapai 25% proses pembangunan di Lahangan Sweet, ratusan tamu terus berdatangan ke tempat itu dalam satu minggunya. Bahkan pada hari-hari tertentu seperti hari libur, Sabtu, dan Minggu, pengunjung mencapai jumlah ratusan dalam satu hari. Bukan hanya tamu-tamu lokal, tamu-tamu manca negara juga sudah banyak yang menikmati suasana sunrise dan sunset dari Lahangan Sweet.

Dalam sebulan dari mulai proses pembukaan, tidak kurang dari enam kali kemah terpasang di sana oleh pengunjung dari karangasem bahkan dari Denpasar. Hal ini sedikit mebuktikan bahwa tempat tersebut layak untuk dikunjungi.


Tempat wisata Lahangan Sweet (Foto: Wayan Paing)

Objek wisata baru yang dibangun dan dibiayai oleh desa Adat Gulinten tersebut belum menetapkan tarif masuk, hanya berupa kotak punia yang bisa diisi suka rela oleh pengunjung. Fasilitas penunjang berupa air sudah tersedia. Sebuah genset disiagakan untuk menerangi kegiatan perkemahan yang dilakukan malam hari. Sebuah kamar mandi masih dalam proses pengerjaan dan siap dioperasikan akhir minggu ini.

Dengan biaya seadanya dan sistem pengerjaan yang sedikit rumit (oleh prosedur; sebagai hal yang lumrah ada atau diada-adakan) perjalanan Lahangan Sweet tetap menapak. Menapak dan menjejakkan kakinya untuk menjawab masa depan sosok Ketut Marianta dan anak-anak Gulinten lainnya, juga menjawab tantangan kerelawanan seorang Andy Karyasa Wayan. Sosok yang menemukan Marianta dan menunjukkan arah ditemukannya Lahangan Sweet.

Matahari terbit indah di pagi hari dan tenggelam elegan di sore hari yang terlihat dari Lahangan Sweet menjanjikan masa depan yang menjanjikan bagi generasi Gulinten ke depan. Setidaknya, itulah doa tetua saat ini buat anak cucu mereka kedepan. Semoga menjadi kenyataan. [T]

Tags: balikarangasemPariwisataPendidikan
Share368TweetSendShareSend
Previous Post

Orang Kaya Baru: Misqueen yang Santuy

Next Post

Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co