2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bocah Sekolah 6 Jam Jalan Kaki dan Terciptanya Wisata Alam di Gulinten, Karangasem…

Wayan Paing by Wayan Paing
September 19, 2019
in Khas
Bocah Sekolah 6 Jam Jalan Kaki dan Terciptanya Wisata Alam di Gulinten, Karangasem…

Marianta (sumber foto akun facebook Andy Karyasa Wayan)

Sudah baca tulisan tentang destinasi wisata Lahangan Sweet di kawasan di Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali? Tulisan itu baru beberapa hari dimuat di tatkala.co. Jika mau baca dulu, klik Lahangan Sweet, atau coba scroll halaman ini ke bawah…

Sudah baca? Nah, Lahangan Sweet ternyata tak bisa dipisahkan dengan kisah Ketut Marianta.

Bagaimana kisah Ketut Marianta?

Ketut Marianta adalah bocah warga Gulinten. Saat bersekolah di SDN 6 Bunutan, saban hari ia harus berjalan kaki sejauh 20 kilometer pulang pergi, dari rumah ke sekolah, bolak-balik.  Perjalanan itu menghabiskan waktu 6 jam.

Untuk itu, ia harus bangun tidur setidaknya jam 4 pagi, lalu berangkat ke sekolah jam 5, agar bisa sampai di sekolah sekitar jam 8.  Itu dilakukan setiap jam sekolah, Senin hingga Sabtu, berjalan melwati bukit-bukit, kadang di antara kabut yang pekat.

Bagi yang belum pernah mendengar kisah Ketut Marianta, ada baiknya mencoba searching di youtube dan google.  Kisah dia sempat viral di media sosial hingga masuk siaran TV awal April 2019 lalu.

Kisahnya yang paling mengharukan adalah saat ia hendak ujian. Marianta terpaksa harus menginap di rumah temannya di dekat sekolah agar bisa mengikuti ujian pemantapan waktu itu. Untuk tidak merepotkan tuan rumah tempatnya menginap, jagung dibawa sebagai bekal selama menginap.

Sangat beruntung, ada mata kamera HP yang meliput dan akhirnya kisah itu mengantarkan banyak hal, bukan saja bagi dirinya, tapi juga bagi masyarakat tempat tinggalnya. Kisah anak dusun di ujung timur pulau Bali itu terbang ke Jakarta  untuk mengisi acara di salah satu stasiun TV swasta nasional.

Kisah itu bukan mengantarkan banyak hal bagi dirinya sendiri, namun juga bagi masyarakat di sekitarnya, terutama di wilayah Gulinten. Berbagai bantuan setelah itu mengalir ke banjar tempat tinggal Marianta dan bahkan masih berlangsung sampai saat ini.


Paling kanan, Andy Karyasa, anak nomor dua dari kanan adalah Marianta, dan paling kiri Agus Winda, dalam acara Hitam Putih di TV (Sumber foto: akun facebook Punapi Gianyar)

Munculnya Lahangan Sweet sebagai destinasi wisata baru yang sedang dibangun di Banjar Dinas Gulinten saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kisah Ketut Marianta.

Adahal Andy Karyasa Wayan, dan “mata tajam” seorang Agus Windha (anggota Relawan Bali yang “menemukan”, membimbing, dan membantu terwujudnya destinasi wisata ini yang indah di daerah itu.  Destinasi wisata itu ditemukan saat banyak orang kemudian melakukan napak tilas terhadap perjalanan Ketut Marianta dari rumah ke sekolah dengan melewati bukit-bukit indah.

Salah satu dari dua bukit yang dilintasi oleh Marianta selama 6 tahun pulang pergi ke sekolah selama enam jam tersebut, oleh relawan, diberi nama Bukit Marianta. Bersebelahan dengan Lahangan Sweet sekarang.


BACA JUGA:

  • Wayan Andy Karyasa, Merawat Dendam pada Kemiskinan

Jika dari Bukit Marianta, pemandangan laut dan gugusan enam bukit di bawahnya merupakan pemandangan yang menarik, namun dari Lahangan Sweet, pemandangan yang menajubkan tersebut dilengkapi dengan pemandangan hamparan sawah di Berina dan Kangkahang, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani di seberang laut timur memberikan pesona eksotis matahari terbit dan tenggelam dari satu tempat itu.

Adalah Andy Karyasa Wayan, founder Yayasan Relawan Bali, yang kemudian tak henti-hentinya menghimpun dana untuk bisa disalurkan bagi masyarakat kurang mampu di tempat Katut Marianta tinggal. Tapi, kegiatan dia bukan hanya di sana, melainkan juga di seluruh Bali ia mampu menghimpun dana milyaran rupiah tiap tahunnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Marianta adalah bagian kecil dari cerita perjuangan beliau.


Andy Karyasa bersama Andy F Noya (Sumber foto akun facebook Andy Karyasa)

Walaupun hanya bagian kecil, bagi masyarakat di Gulinten, tempat tinggal Marianta, apa yang sudah disalurkan di sana merupakan kegiatan kerelawanan yang fantastis. Mengingat kisah Marianta yang berjalan kaki hingga 6 jam PP untuk menuju sekolah, sebuah mobil pickup disumbangkan untuk membantu mobilitas siswa yang berada jauh dari sekolahnya di SD Negeri 6 Bunutan.

Dengan total bantuan relawan yang diserahkan pada saat kenaikan kelas tahun ajaran 2018/2019 itu senilai Rp. 200.000.000. Selain berupa mobil bantuan tersebut meliputi: bantuan fasilitas belajar, tempat tidur dan sembako.

Munculnya Lahangan Sweet sebagai destinasi wisata baru yang sedang dibangun di Banjar Dinas Gulinten saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kisah Ketut Marianta, Andy Karyasa Wayan, dan “mata tajam” seorang Agus Windha (anggota relawan Bali yang “menemukan”, membimbing, dan membantu terwujudnya destinasi wisata ini.

Salah satu dari dua bukit yang dilintasi oleh Marianta selama 6 tahun pulang pergi ke sekolah selama enam jam tersebut, oleh relawan, diberi nama Bukit Marianta. Bersebelahan dengan Lahangan Sweet sekarang.


Agus Windha, (duduk) – (sumber foto akun facebook Agus Windha);

Jika dari Bukit Marianta, pemandangan laut dan gugusan enam bukit di bawahnya merupakan pemandangan yang menarik, namun dari Lahangan Sweet, pemandangan yang menajubkan tersebut dilengkapi dengan pemandangan hamparan sawah di Berina dan Kangkahang, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani di seberang laut timur memberikan pesona eksotis matahari terbit dan tenggelam dari satu tempat itu.

Tidak salah, walau belum mencapai 25% proses pembangunan di Lahangan Sweet, ratusan tamu terus berdatangan ke tempat itu dalam satu minggunya. Bahkan pada hari-hari tertentu seperti hari libur, Sabtu, dan Minggu, pengunjung mencapai jumlah ratusan dalam satu hari. Bukan hanya tamu-tamu lokal, tamu-tamu manca negara juga sudah banyak yang menikmati suasana sunrise dan sunset dari Lahangan Sweet.

Dalam sebulan dari mulai proses pembukaan, tidak kurang dari enam kali kemah terpasang di sana oleh pengunjung dari karangasem bahkan dari Denpasar. Hal ini sedikit mebuktikan bahwa tempat tersebut layak untuk dikunjungi.


Tempat wisata Lahangan Sweet (Foto: Wayan Paing)

Objek wisata baru yang dibangun dan dibiayai oleh desa Adat Gulinten tersebut belum menetapkan tarif masuk, hanya berupa kotak punia yang bisa diisi suka rela oleh pengunjung. Fasilitas penunjang berupa air sudah tersedia. Sebuah genset disiagakan untuk menerangi kegiatan perkemahan yang dilakukan malam hari. Sebuah kamar mandi masih dalam proses pengerjaan dan siap dioperasikan akhir minggu ini.

Dengan biaya seadanya dan sistem pengerjaan yang sedikit rumit (oleh prosedur; sebagai hal yang lumrah ada atau diada-adakan) perjalanan Lahangan Sweet tetap menapak. Menapak dan menjejakkan kakinya untuk menjawab masa depan sosok Ketut Marianta dan anak-anak Gulinten lainnya, juga menjawab tantangan kerelawanan seorang Andy Karyasa Wayan. Sosok yang menemukan Marianta dan menunjukkan arah ditemukannya Lahangan Sweet.

Matahari terbit indah di pagi hari dan tenggelam elegan di sore hari yang terlihat dari Lahangan Sweet menjanjikan masa depan yang menjanjikan bagi generasi Gulinten ke depan. Setidaknya, itulah doa tetua saat ini buat anak cucu mereka kedepan. Semoga menjadi kenyataan. [T]

Tags: balikarangasemPariwisataPendidikan
Share368TweetSendShareSend
Previous Post

Orang Kaya Baru: Misqueen yang Santuy

Next Post

Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co