13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antimadat, Penyelamatan Holistik

Putu Suweka Oka Sugiharta by Putu Suweka Oka Sugiharta
September 16, 2019
in Opini
Antimadat, Penyelamatan Holistik

KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mempermasalahkan merk dan logo perusahaan rokok yang tersablon pada kaos anak-anak yang mengikuti audisi calon atlet bulu tangkis. Dinilai ajang tersebut mengeksploitasi anak-anak secara terselubung untuk mepromosikan produk-produk rokok PT Djarum.

Persatuan Bulu Tangkis Djarum kemudian bereaksi dengan mengumumkan penghentian audisi pencarian bakat calon atlet mulai tahun 2020. Sebagian masyarakat menilai apa yang dilakukan KPAI sebagai sebuah kecerobohan karena dapat membunuh kesempatan bagi atlet-atlet yang berbakat.

Sementara KPAI membela diri jika apa yang mereka lakukan telah tepat karena Djarum dinilai telah melanggar regulasi negara. Di luar gelombang pro-kontra yang masih bergulir, polemik ini sejatinya mampu menuntun kepada penguraian akar masalah permadatan yang berkelindan sejak sangat lampau.//

Pembatasan Definitif tentang Madat

Rudy Badil dalam bukunya Kretek Jawa Gaya Hidup Lintas Budaya (2011) menduga bahwa prototipe rokok bukanlah tembakau, meskipun ia mengakui tidak memiliki informasi yang lengkap. Akibat kebuntuan dalam melacak prototipe rokok, Badil mencoba mencari alternatif dengan mencermati tradisi menghisap bau-bauan khas dalam bentuknya yang lain seperti dhupa, asĕp, dan agaru/ garu.

Khusus untuk benda hisap yang mendekati rokok ada penjelasan Kakawin Smarandahana 4.5: saksat guguh makemilan mangudud kapundung” (Terlihat orang tua ompong pipinya mengembung mengisap dan menghemuskan asap). Selain itu ditemukan kutipan dari Kitab Sri Tanjung 7.84 yang berbunyi, wong anglampit saududan (seseorang menggenggam lintingan untuk merokok).

Sementara Babad Tanah Jawi memuat kisah tentang Rara Mendut perempuan cantik yang berjualan rokok pada suatu pasar yang membuat para pengunjung terutama kaum pria demikian terpikat terhadapnya. Ketuaan tradisi serta beragam cara menghisap bau-bauan menuntut kita untuk berhati-hati ketika membedakan perilaku menghisap bau-bauan yang tergolong madat dan tidak.

Rokokpun tidak seutuhnya dipergunakan sebagai sarana madat dalam artian hanya dihisap untuk kesenangan pragmatis dan lebih banyak efek negatif yang ditimbulkannya. Budiman dan Onghokam dalam bukunya Hikayat Kretek (2016) memuat kisah tentang Haji Jamhari, si penemu kretek yang awalnya menderita penyakit dada menahun. Berbagai macam cara pengobatan telah dicobanya namun tidak membuahkan hasil, hingga  muncul ide di kepalanya unuk menggosokkan minyak cengkeh pada dada dan punggungnya.

Keampuhan minyak cengkeh membuat Jamhari tertarik untuk mencampurkan gilingan cengkeh ke dalam tembakau yang diraciknya sebagai bahan rokok. Hasilnya sangat menakjubkan, penyakit dada Jamhari mulai membaik hingga sembuh samasekali. Cara pengobatan Jamhari lama kelamaan ditiru oleh orang-orang di sekitarnya. Pandangan tentang merokok pada masa Jamhari tentu berbeda dengan citra merokok masa kini yang identik dengan berbagai penyakit. Semenjak era kolonial memang telah diklasifikasi antara kretek lokal dengan rokok putih BAT (British American Tobacco) yang lebih modern.

Penyebutan madat mulanya hanya ditujukan bagi penghisap opium. Rush dalam bukunya Opium to Java mengungkapkan pada tahun 1882 satu dari 20 orang Jawa adalah pemadat yang menghisap candu. Di Bali sendiri perdagangan Candu merupakan bisnis yang menjanjikan sehingga terjadi benturan-benturan antara penguasa lokal dan pihak Belanda.

Sastrodiwiyo dalam bukunya Budak Pulau Surga (2009)menggambarkan jika budak dan candu merupakan dua sumber pendapatan para bangsawan serta raja-raja yang menawarkan kehidupan penuh kesenangan. Masyarakat Bali sesungguhnya mengenal aturan tentang dampak buruk menghisap opium yang jelas merupakan pengaruh dari ajaran Mo Lima di Jawa. Dalam masyarakat Bali aturan ini sering disebut dengan Panca Ma salah satunya adalah madat. Seiring berjalannya waktu ketika rokok diketahui menimbulkan kecanduan dan dalam pembuatannya melibatkan bahan-bahan kimia sintetik penambah citarasa maka merokok juga digolongkan ke dalam madat.

Dalam Lontar Panugrahan Dalem ditemukan suatu ilmu magis bernama Kawisésan Sang Hyang Pancamahabhuta. Pengamalnya mesti berdisiplin, salah satunya adalah pantang merokok (tan wenang meroko). Beberapa ritual di Bali sejatinya mensyaratkan penggunaan rokok (lanjaran) hanya saja sifatnya sangat fleksibel. Unsur tembakau pada lanjaran dapat digantikan dengan kayu-kayuan beraroma harum yang selanjutnya dikenal sebagai lanjaran banten.

Belakangan muncul temuan rokok bermerk Divine oleh Gretha Zahar yang disebut-sebut efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker. Jikalau temuan tersebut benar-benar sahih bukannya tidak mungkin pengertian madat tidak lagi dilekatkan pada perokok Divine.       

Pandangan Bio Medisin dan Kepudaran Maknawi

Istilah uang rokok masih sering terdengar diberikan oleh seseorang yang merasa puas terhadap hasil kerja individu lain, terlepas penerimanya seorang perokok atau tidak. Demikianlah yang terjadi dalam masyarakat kita secara luas. Pada satu sisi pemadat tidak diinginkan keberadaannya sedangkan pada sisi lainnya sokongan dana dari aktivitas permadatan masih sangat diharapkan. Terlihat kita masih sangat naïf dalam mengambil keputusan dan terkesan ‘ingin enaknya saja’. 

Folcault telah jauh-jauh hari mengingatkan jika untuk memahami kehidupan dalam modernitas yang diperlukan hanyalah seberapa jauh manusia menyadari ketundukannya kepada kekuasaan definisi medis yang lebih dikenal sebagai pendekatan Bio Medisin. Kekuasaan konsep sehat-sakit selanjutnya analog dengan kekuasaan konsep baik-buruk dalam kehidupan manusia pramodern. Jika pada masyarakat pramodern seorang pemadat tidak dibenci karena kelakuannya dipandang hanya merugikan dirinya sendiri.

Ketika literasi kesehatan disebarluaskan bahwa asap rokok mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang tidak hanya merugikan si perokok aktif, namun juga perokok-perokok pasif di sekitarnya. Pada saat yang bersamaan pemadat yang pada periode sebelumnya telah tercitra sebagai pribadi yang tidak menjaga kesehatannya dengan baik kemudian mendapat labeling baru sebagai orang yang memiliki kualitas moral rendahan, penjahat, pencemar udara, dan semacamnya. Terlihat jelas peralihan dari masyarakat pramodern yang berpusat pada agama menuju masyarakat modern yang mengusung dominasi kekuasaan medis maupun kekuasaan klinik.

Bila pada era pramodern penyakit dimungkinkan berasal dari sebab-sebab eksternal yang tidak rasional seperti karma buruk atau kegagalan mengendalikan diri. Sementara pada periode modern sebab-sebab sakit dilokalisir pada gejala fisik/ tubuh seperti racun tembakau. Langkah penanggulangan penyakitpun bisa jadi setengah hati.

Mendesaknya Pemulihan Fungsi Agama

Bio medisin yang tubuh-sentris dengan cepat mengakrab bahkan dalam masyarakat yang paling tradisional sekalipun. Orang-orang di pelosok pedesaan terpencil mulai memilih mendatangi dokter tinimbang dukun. Pasien diwajibkan menuruti perkataan dokter yang berisi keharusan dan pantangan bahkan melakukan pengorbanan yang melebihi kemampuannya untuk membiayai prosedur-prosedur medis. Kendatipun tidak ada jaminan bila tindakan-tindakan medis berbiaya tinggi akan menyelamatkan nyawa pasien.

Jika terjadi kegagalan maka para petugas medis seringkali memberikan penjelasan dengan cara-cara pramodern seperti takdir dan ajal yang telah diatur Tuhan. Disinilah tampak dikotomi dalam bio medisin, prosesnya seolah-olah tidak membutuhkan peran unsur-unsur eksternal sehingga mencitrakan posivisme murni sedangkan ketika timbul kegagalan barulah unsur-unsur eksternal diikut-ikutkan sebagai tameng.

Peran dimensi agama yang utuh mendesak untuk dikembalikan sehingga masyarakat kita tidak hanya berlindung dalam apa yang diistilahkan Weber sebagai ‘kandang besi birokrasi’. Weber lebih jauh mengingatkan apabila kehidupan hanya dikendalikan oleh birokrasi semu maka mengindikasikan kemenangan kapitalis. Pada saat yang sama gerbong yang sedianya mengangkut harapan bagi kesejahteraan spiritual kemanusiaan melaju menuju terminal rasionalitas yang instrumental akhirnya hanya melahirkan kenangan akan masa kemanusiaan yang indah serta sarat makna.

Demikianlah pendekatan administratif bagi masyarakat modern lambat laun mengesampingkan semua unsur emosi dan perasaan yang semestinya diolah melalui ibadah agama sehingga lahirlah krisis makna serta moralitas. Bila bangsa ini benar-benar tidak menginginkan dampak buruk aktivitas permadatan maka harus siap pula kehilangan kenimatan-kenikmatan yang telah dikontribusikannya. Agama tidak mengarahkan manusia sebagai pribadi munafik yang gandrung kenikmatan tetapi menolak ampas-ampas yang disisakannya.

Penghentian permadatan bersumber dari hati nurani sehingga dalam pelaksanaannya dipenuhi kasih. Bukan dengan drama saling menyalahkan apalagi menumbalkan segelintir orang demi keuntungan-keuntungan lain. Penghapusan permadatan bukan sebatas bertujuan menyelamatkan golongan mayoritas namun sebisa mungkin diupayakan penyelamatan segenap bangsa tanpa kecuali.

Khusus pada masyarakat Bali semakin banyak Desa Pakraman yang membuat pararem tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Meskipun demikian pelarangan merokok harusnya tidak berhenti pada tataran normatif tetapi berlanjut kepada penyadaran yang lebih holistik yang melibatkan keimanan (sradha). [T]       

Tags: agamaantirokokcandumadatPendidikanrokok
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

PETALA

Next Post

Sabana Bunga di Rejeng Anyar, Toya Bungkah

Putu Suweka Oka Sugiharta

Putu Suweka Oka Sugiharta

Nama lengkapnya I Putu Suweka Oka Sugiharta, S.Pd.H.,M.Pd.,CH.,CHt. Lahir dan tinggal di Nongan, Rendang, Karangasem. Kini menjadi dosen dan terus melakukan kegiatan menulis di berbagai media

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Sabana Bunga di Rejeng Anyar, Toya Bungkah

Sabana Bunga di Rejeng Anyar, Toya Bungkah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co