13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PETALA

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 16, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 16/9/19

KOPLAK meringis sambil menatap wajahnya yang terlihat aneh karena rambut hitam yang tumbuh di atas kepalanya membuat Koplak merasa sangat bersalah pada waktu. Koplak merasa dia sedang memanipulasi waktu untuk tampil lebih wah. Dan terlihat trendi, kata Kemitir kalau dipotret biar terlihat lebih gaya dan instagramable. Istilah apa pula itu? Terus kalau sudah terlihat instagramable apa Koplak akan berjasa dan minimal bisa membantu orang-orang yang melihatnya jadi instagramable?

Koplak mengernyitkan alisnya, dan mengkerutkan dahinya. Terlihat jelas ada satu-dua alisnya yang sudah memutih. Rasanya nikmat melihat warna melihat beberapa kerut juga menegaskan bahwa dia sudah tidak muda lagi. Bukan seorang lelaki muda yang tidak jelas perasaannya. Koplak menggelengkan kepalanya ke kiri sambil menyatukan kedua alisnya. Terasa wajahnya telah banyak berubah.

Apakah setiap lipatan kerut yang mengulas wajahnya bisa bercerita mengurai lapis demi lapis masa lalunya? Teringat Ni Luh Wayan Langir, perempuan satu-satunya yang memahami seluruh perasaannya. Perempuan satu-satunya yang telah menyerahkan tubuhnya dengan kepercayaan yang penuh untuk Koplak. Perempuan yang mengorbankan hidupnya untuk hidup yang lebih baik. Hidup Kemitir, perempuan keras kepala dengan aturan-aturan yang membuat kepala Koplak berdenyut. Perempuan paling nyinyir dan banyak sekali bicaranya pokoknya jika Kemitir datang Koplak merasa sangat terjajah.

Koplak merasa tidak lagi memiliki kenikmatan-kenikmatan di rumah sendiri. Apakah Koplak salah? Apakah bibitnya yang salah?

Koplak melayangkan matanya ke depan Jendela, terlihat bunga mataharinya berayun-ayun cantik. Bukankah kata orang bibit yang baik akan menghasilkan tumbuhan yang baik? Koplak kembali mengeryitkan alis, aneh sekali alisnya sudah berwarna agak kelabu, tetapi rambutnya hitam pekat. Hitam yang sangat terang. Koplak selalu sulit berkomunikasi dengan bibitnya, si Kemitir. Langir tidak pernah macam-macam, Langir perempuan yang lebih banyak diam dan menyimak. Pekerjaan mengurus suami dan rumah selalu beres, hasilnya sangat memuaskan, masakannya juga enak.

“Kau dan Langir kawin kan baru beberapa tahun, belum genap jumlah jari tanganmu. Belum ada gesekan, belum ada kepandiran-kepandiran yang tidak masuk akal. Jika kau menikah dengan mengabungkan seluruh jari tangan dan kakimu baru tahu rasa kau!” Kata teman Koplak ketika dia bercerita tentang sulitnya menjadi orangtua yang beradaptasi dengan anak-anak muda.

“Bape jangan norak?” suatu hari Kemitir memiliki kosa kata yang aneh lagi. Norak? Memangnya sebagai ayahnya selama ini Koplak berlaku aneh-aneh? Sebgai Kades juga Koplak merasa Kades yang baik.

“Ah, kamu belum jadi Kades yang baik.” Sahut suara teman yang lain. Koplak mengernyitkan alis. Belum jadi Kades yang baik? Perasaan Koplak jadi tidak enak, apakah perjuangan selama ini tidak ada artinya? Jauh sebelum ada aturan dari pak Wali Kota, Koplak sudah melarang warga desa membuang sampah sembarangan. Sebaiknya buatlah lubang untuk sampah kering dan sampah basah. Botol plastik bisa ditimbang. Sampah rumah tangga yang basah bisa ditimbun dibuatkan lubang, itu kan baik untuk kesuburan tanah. Jika tanah subur tentu mudah untuk menanam segala macam. Tidak perlu takut kehabisan bahan makanan yang akan dimasak. Pohon pisang juga gampang tumbuh, daunnya bisa untuk tekor, tempat makan. Bisa juga untuk membungkus ini-itu. Lebih fresh dan sehat tidak juga mencemari lingkungan. Sehingga tidak mungkin warga desanya mengalami kejadian  seperti yang didengar Koplak di TV.

Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, 14 santriwati Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Desa Pangadegan, yang diduga keracunan limbah B3 sebanyak 14 orang santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah itu sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas setempat karena diduga keracunan limbah B3 sejak Rabu malam, 28 Agustus hingga Kamis malam 29 Agustus lalu. Mereka dilarikan ke Puskesmas karena mengeluh mual dan pusing setelah menghirup udara di sekitar.

Dari hasil pemeriksaan sementara tim, kata Hendra, disimpulkan rata-rata para santri baru masuk pesantren itu dan kebanyakan ada riwayat alergi serta menderita asma. Tim juga mendapat keterangan dari warga bahwa sebelumnya ada bau yang sangat menyengat tertiup angin dan kemungkinan sumber bau dari limbah pabrik yang dialirkan ke sungai. Saat dicek, sungai itu airnya hitam pekat berminyak seperti oli dan berbau menyengat.

 Sementara air sungai di kampung Koplak masih berbau harum, warnanya juga bening. Ikan-ikan juga bebas bercengkrama sambil bersenggama untuk menaburkan telur-telur di seluruh lapisan air sungai.

“Kau itu harus jadi pemimpin yang menyuarakan suara rakyat. Suara rakyat itu harus kamu dengar, Koplak. Tanpa suara kami, memangnya bisa kamu jadi Kades? Setelah kami mendududukkan kamu di kursi Kades harusnya kamu merasa malu, minimal suara kita di dengarlah. Pemimpin itu wakil rakyat. Bukan menjelma jadi bangsawan yang harus disembah. Kursi yang kau dapatkan itu berasal dari suara kita. Jangan seperti pemimpin-pemimpin yang lain yang hanya kenal dan sok akrab dengan kita hanya pada saat pemilihan.”

Suara temannya itu membuat Koplak terdiam. Masih di depan cermin, Koplak melihat bagaimana hiruk-pikuknya rakyat memberi masukan kepada sang Pemimpin agar memilih ketua KPK yang benar-benar bersih, anehnya setelah diobrak-abrik kiri-kanan. Justru pemenangnya yang penuh catatan.

Koplak terdiam ketika beragam rusuh mengurai pikirannya. Apakah aku sudah menjadi pemimpin yang diinginkan rakyat desaku? Apakah aku sudah memenuhi beragam janji yang kuurai waktu kampaye? Apakah aku siap melayani para pemilih dan yang tidak memilih aku dengan keseriusan yang sama? Apakah aku hanya mendengarkan suara pemilihku saja? Karena kalau mendengarkan suara bukan pemilihku aku bisa stres? Koplak terdiam sambil mengusap alisnya yang kelabu. Juga mengusap kerut dikeningnya. Kenapa manusia suka sekali korupsi, termasuk  takut menjadi tua dengan memoles diri. Apakah mereka sadar korupsi itu harus dikikis dulu dalam diri sebelum mengurainya untuk orang lain.

Koplak terdiam. Kemitir pasti akan berkata, “ oh, berarti menyemir rambut dan merwat diri itu korupsi, Bape?” Koplak mendelik. Merasa tersengat. [T]

Tags: daur ulang sampah plastikdesafilsafatfilsafat baliSampahsampah plastik
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Next Post

Antimadat, Penyelamatan Holistik

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Antimadat, Penyelamatan Holistik

Antimadat, Penyelamatan Holistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co