14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngiring Ida Batara Pucak Natar Sari: Perjalanan Spiritual, Bakti Spiritual…

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
August 27, 2019
in Khas
Ngiring Ida Batara Pucak Natar Sari: Perjalanan Spiritual, Bakti Spiritual…

Salah satu tapakan Dewata Nawa Sanga yang simpang di sebuah Pura

Minggu, tanggal 25 Agustus 2019, perjalanan spiritual itu dimulai lagi. Setelah ngererep satu malam di Pura Puseh di Banjar Adat Sema, Desa Payangan, Gianyar, Bali, tepat pukul 10 pagi sesuhunan Ida Batara metangi. Para pemedek yang akan ngiring sudah memenuhi areal pura. Lautan manusia berbaju putih dengan udeng putih, tumpah ruah. Gamelan Kakelentingan dengan bunyi yang khas dan sakral yang mengiringi Beliau, terdengar begitu religius dan menebarkan aura suci. Ribuan pengiring  mengikuti perjalanan suci itu.

Tak pelak lagi, ruas jalan Payangan – Kintamani menjadi lumpuh. Macet total. Sepanjang jalan adalah warna putih. Iring-iringan Ida Batara memargi. Entah berapa ribu orang. Pengiring adalah gabungan dari beberapa desa adat. Kami adalah wakil dari Marga Dauh Puri, warga Desa Adat Kelaci dan Desa Adat Ole. Bergabung, berbaur dengan pemedek yang entah dari mana asalnya. Menyatu dalam sebuah acara religius. Perjalanan kali ini menuju Pura Gunung  Lebah di Ubud. Sebuah pura yang terletak di campuhan, pertemuan dua sungai. Jarak diperkirakan sepanjang 9 kilometer, begitulah data yang disodorkan google map yang super cerdas.

Di sepanjang jalan yang kami lalui, masyarakat menghaturkan canang gebogan sekaligus menyiapkan  beberapa dus air minum dalam kemasan untuk para pengiring yang kehausan. Semua bisa diambil dengan gratis.  Bukan cuma itu. Canang gebogan yang sudah dihaturkan ke hadapan Ida Batara, kemudian dibagi-bagikan untuk para pengiring.


Ngiring Ida Betara, perjalanan spiritual dari pura ke pura

Di depan setiap rumah, selalu ada canang gebogan di atas meja sebagai persembahan, kemudian para pengiring dipersilakan mengambil dengan perasaan ikhlas. Anggur merah, apel impor, jeruk Mandarin, pisang lokal, teh kotak, telor asin bahkan yakult, semua lungsuran itu bisa diambil. Perjalanan begitu jauh dan membutuhkan waktu berjam-jam.

Kami menjadi haus dan mulai lapar. Buah-buahan lungsuran itu bisa sebagai pengganjal perut  dan sangat membantu memasok energi. Terutama pisang. Pisang mengandung potasium untuk menjaga tubuh kami agar tetap sehat melalui perjalanan jauh itu, apalagi di bawah terik matahari. Untunglah pisang selalu menjadi buah wajib pada canang gebogan.

“Ngiring, niki lungsuran dados diambil,” kata-kata indah dari pinggir jalan. Kami pun mengerubutinya. Tangan-tangan dari tubuh-tubuh yang mulai kelelahan mengambil lungsuran yang diberikan dengan perasaan ikhlas. Dan ibu pemilik canang tadi tersenyum puas karena lungsuran-nya laris.

Sambil tetap berjalan, kami menikmati lungsuran dengan perasaan haru. Ternyata persaudaraan umat Hindu masih begitu kental. Inilah yang harus terus kita jaga, nilai-nilai ini.

Para pengiring begitu semangat. Pria dan wanita, bahkan anak-anak banyak yang ikut. Semua bergembira. Tidak ada yang mengeluh. Kami berjalan tak putus-putus. Kebersamaan dalam perjalanan spiritual itu telah memberikan vibrasi dan kekuatan kepada kami untuk melangkahkan kaki ribuan kali. Apalagi sepanjang jalan ada sumbangan air minum dan lungsuran yang bisa diambil sesuka hati. Sumbangan yang tak putus-putus. Budaya gotong royong yang mengikat adat ketimuran kita.

Memasuki desa Ubud, kami menjadi tontonan para bule. Mereka begitu takjub dan tak henti-hentinya membidikkan kamera smartphone. Sepertinya iri melihat budaya spiritual yang kita miliki. Budaya spiritual dan gotong royong yang mengikat kami bertahun-tahun. Patutlah kita banggakan.

Ini adalah serangkaian perjalanan spiritual tapakan Ida Batara yang berasal dari Pura Pucak Natar Sari, sebuah pura yang terletak di Desa Apuan, Baturiti, Tabanan, Bali. Di pura yang diempon oleh lima desa adat itu terdapat sembilan tapakan sebagai manifestasi Tuhan dalam bentuk Dewata Nawa Sanga, yang disimbolkan dengan tokoh pewayangan. Menjelang piodalan yang akan dilaksanakan di pura itu, tapakan Dewata Nawa Sanga akan melancaran, melakukan perjalanan suci dari pura ke pura di wilayah Marga, Baturiti, Mengwi, Ubud bahkan Canggu. Serangkaian perjalanan suci selama beberapa minggu. Ngererep (menginap) di pura yang satu, kemudian besoknya ke pura yang lain.

Pukul 1.20 siang kami akhirnya tiba di Pura Gunung Lebah, Ubud, kabupaten Gianyar, Bali. Sekitar 2 jam 48 menit perjalanan, dengan jarak 9.47 kilometer. Secara detail langkah kaki saya dicatat sebanyak 15.611 langkah oleh smartphone saya, dan menghabiskan sekitar 753 kalori.

Pura Gunung Lebah adalah sebuah pura yang indah dengan ornamen pasir laut, yang terletak di lembah sungai campuhan, yang merupakan pertemuan dua arus sungai yaitu sungai Oos dan sungai Cerik. Menurut sejarahnya, pura Gunung Lebah ini didirikan oleh Rsi Markandeya. Konon di lembah campuhan yang memiliki getaran magis yang kuat ini, ditemukan berbagai tanaman obat-obatan. Obat bahasa balinya adalah ubad. Kata ubad itulah yang  kemudian menjadi cikal bakal nama Ubud. Begitulah yang sempat saya baca di google, di sela-sela kelelahan setelah perjalanan jauh sambil nunas wedang (ngopi).       

Di belakang pura, naik sedikit, ada sebuah bukit yang indah dengan lembah dan tanaman liar ilalang. Tempat ini menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan. Bule dan pengunjung domestik lalu-lalang di Bukit Cinta ini, untuk melakukan swafoto.

Iya, tugas kami ngiring sesuhunan sudah selesai. Beliau akan ngererep di Pura Gunung Lembah malam itu, kemudian besok akan melanjutkan perjalanan ke pura yang lain. Dan mungkin warga dari desa adat yang lain diberi tugas ngiring oleh pihak panitia.

Setelah nunas pica, kami pun bergegas ke truk masing-masing. Semua merasa kelelahan dan pegal di kaki. Lumayan semua orang memangkas kalori dan keringat hari ini. Metabolisme yang baik untuk tubuh.

Lalu lintas Ubud agak lumpuh beberapa jam. Saat kami meninggalkan desa wisata itu menuju rumah masing-masing, polisi dan pecalang masih sibuk mengatur lalu lintas. [T]     

Tags: balihinduperjalananPura Pucak Natar Sari ApuanSpiritual
Share447TweetSendShareSend
Previous Post

Komang Wulandari dan AA Putu Atmaja, Komposer Muda yang Menyikapi Ulang Gamelan Bali

Next Post

Hilangnya Pura, Larinya “Pengempon”

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
Demam Peraturan dan Kooptasi Ruang Publik Kita

Hilangnya Pura, Larinya “Pengempon”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co