3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
July 31, 2019
in Opini
Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Ist

Berbicara masalah film kartun, pada umumnya film kartun sangat digemari di kalangan anak-anak hingga dewasa, namun ada dua film kartun terpopuler  yang  membuat saya heran, yaitu film kartun “Doraemon”, “Tom and Jerry” dan “Crayon Shinchan”. Pasti pada bertanya kenapa bisa heran pada kartun-kartun tersebut, bukankah begitu?

Film kartun tersebut memang memiliki karakter yang lucu dan menggemaskan, pada film kartun Doraemon karakter yang diperankan yaitu seekor robot kucing yang terlihat lucu, dan pada film Tom and Jerry menggunakan karakter hewan Kucing dan Tikus, sedangkan pada film kartun Crayon Shinchan yang diperankan oleh sosok anak kecil berusia 5 tahun dengan alis tebal serta rambut dan suaranya yang khas.

Ketiga film kartun tersebut membuat anak-anak bahkan orang dewasa yang menontonnya tertawa, akan tetapi jika dilihat secara garis besar 3 kartun tersebut menayangkan sifat atau sikap yang tidak pantas ditiru oleh anak kecil. Mengapa demikian?

Coba kita mengulas satu per satu, dimulai dari film kartun “Doraemon”, kita melihat kartun tersebut sangatlah lucu dan unik, mengapa? Karena “Doraemon” adalah robot kucing yang datang dari abad 2000 yang dapat berbicara dan memiliki “kantong ajaib” dan selalu membantu temannya yang bernama Nobita menggunakan benda-benda ajaib.

Jika dipikir secara logika, apakah ada kantong ajaib yang bisa mengeluarkan semua benda sesuai keinginan langsung didepan mata? Sangat mustahil di dalam kenyataan, bahkan manusia sepintar apa pun belum bisa membuat penemuan yang seperti itu, ada juga sebuah alat doraemon yang sering muncul pada kartun tersebut yaitu “baling-baling bambu” dan “pintu kemana saja”.

Nahhh, berbicara tentang baling-baling bambu yang dapat dipasang di kepala dan langsung dapat terbang, jika dibawa dalam dunia nyata terlintas di pikiran saya baling-baling itu terbuat dari apa? Kenapa bisa sampai menerbangkan orang yang menggunakannya?

Lanjutt,,, tentang pintu ke mana saja, sebenarnya alat ini yang membuat saya terkagum dan membuat saya sedikit berkhayal atau berimajinasi tinggi. Mengapa bisa? Coba bayangkan, apabila benar-benar ada dalam kenyataan pintu ke mana saja, mungkin tak akan dibutuhkan lagi yang namanya “transportasi”, karena pintu ke mana saja sudah membawa kemanapun kita mau.

Kemudian ada juga alat yang bernama “mesin waktu”, dimana alat ini dapat membawa kita melihat ke masa lalu sampai dengan masa depan. Jika dipikir ke dunia nyata, enak juga ya jika memiliki mesin waktu, kita tidak akan terheran lagi seperti apa di masa yang akan datang, bahkan jika dipikir kembali mesin waktu ini bagaikan Tuhan, yang sudah mengetahui secara langsung kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.

Selain itu, pada film kartun ini juga adanya kekerasan, yakni seperti tokoh Giant yang berbadan besar dengan seenaknya dan semaunya sendiri selalu saja menindas yang lemah, yakni Nobita. Nobita selalu saja dipukuli oleh Giant sampai babak belur.

Jadi di sini saya dapat menyimpulkan bahwa dari kartun tersebut bahwa kartun “Doraemon” membawa kita dalam dunia yang penuh dengan “khayalan”. Memang itu hanya sebuah kartun, namun coba bayangkan apabila ada anak kecil yang senang sekali menonton kartun tersebut sampai-sampai ada yang ingin memiliki alat-alat ajaib yang dimiliki Doraemon, siapa yang repot kalau begitu kenyataannya?

Dan juga film kartun ini membuat daya pikir anak seolah-olah berangan-angan yang tidak logis, serta mengajarkan anak-anak untuk menindas yang lemah. Saya sering menyebut kartun ini dengan “kartun berimajinasi tinggi”.

Lanjut ke kartun berikutnya yaitu “Tom and Jerry”, hmmm berbicara kartun ini memang sangat lucu, karena “Tom” adalah seekor binatang kucing dan “Jerry” adalah seekor tikus. Walaupun dalam kenyataannya binatang tikus dinilai sangat kotor dan menjijikkan, namun pada film kartun ini seekor tikus yang bernama Jerry tidak kelihatan seperti binatang yang menjijikkan, namun sebaliknya, terlihat binatang yang sangat lucu.

Dalam kisah ini mereka saling jahil atau yang sering disebut usil satu sama lain, mereka selalu ada aja masalah yang dibuat, entah itu dari kucing Tom yang duluan maupun Jerry tikus yang duluan.

Akan tetapi dalam kenyataan pun juga seperti itu, ketika kucing melihat tikus maka si kucing akan cepat tanggap mengejar si tikus sampai dapat, bergitu pun dalam kartun tersebut. Yaa memang kartun tersebut sangatlah lucu, jika ditonton pastilah ada saja tingkah lakunya yang membuat kita tertawa, akan tetapi selain lucu, terdapat sisi negatif, Mengapa dikatakan demikian?

Yaa pastinya kita sudah tau dong, karena mereka itu melakukan kejahilannya menggunakan cara kekerasan, seperti yang pernah saya tonton ada sebuah episode kartun ini dimana “Tom” dan “Jerry” saling berperang menggunakan “Petasan”,

Menurut kalian apakah hal itu pantas untuk ditiru? Tentu saja tidak, dan pastinya akan membahayakan jika itu dilakukan. Dan dalam kartun ini pun juga sering melakukan kejahilan dengan cara kekerasan, seperti adanya “pukulan” dengan alat-alat yang membahayakan. Nahhh ini juga tidak baik dilihat untuk anak kecil di bawah umur, karena nanti mereka juga akan melakukan kejahilan kepada temannya seperti pada kartun tersebut.

Selanjutnya kita membahas pada kartun “Crayon Shinchan”, pada dasarnya kartun ini sangat lucu dan menggemaskan melihat tingkah laku anak kecil berusia 5 tahun, namun terkadang tingkah laku sosok yang bernama “Nohara Shinosuke alias Shinchan” kerap membuat ibunya menjadi sangat marah karena sering melawan perintah orangtuanya, sehingga ibunya sering sekali memukul Shinchan sampai membuat kepalanya benjol.

Bahkan anak kecil berusia 5 tahun ini sudah pandai menggoda perempuan dewasa yang terlihatcantik dan sexy. Pada film kartun ini, sebenarnya tidak pantas untuk diperlihatkan oleh anak kecil, karena pada film ini juga mengandung kekerasan orang tua pada anak kecil yang seharusnya tidak boleh dilakukan dan juga anak-anak yang menonton film kartun ini dapat membuat anak berlaku keras terhadap orang tuanya bahkan sampai durhaka kepada orang tuanya.

Jadi kesimpulannya saya menuliskan tentang 3 kartun ini tidak pantas ditayangkan pada anak di bawah umur karena (1) kartun yang penuh dengan dunia khayalan, tidak dijangkau dalam fakta. (2) kartun yang mencerminkan kekerasan. Kepada orang tua jika anak-anak menonton film kartun untuk tetap didampingi dan dilihat kembali pembelajaran apakah yang terkandung dalam film kartun tersebut.

Karena memang tidak semua film kartun cocok dan pantas untuk ditonton oleh anak-anak, agar moral anak tetap terjaga dengan baik sebagaimana mestinya.      [T]

Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Bentuk Tubuh, Tapi Kesadaran Tubuh – Catatan Guyub Kalangan

Next Post

Curiga Publik dan Retorika Politik

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Curiga Publik dan Retorika Politik

Curiga Publik dan Retorika Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co