23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
July 31, 2019
in Opini
Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Ist

Berbicara masalah film kartun, pada umumnya film kartun sangat digemari di kalangan anak-anak hingga dewasa, namun ada dua film kartun terpopuler  yang  membuat saya heran, yaitu film kartun “Doraemon”, “Tom and Jerry” dan “Crayon Shinchan”. Pasti pada bertanya kenapa bisa heran pada kartun-kartun tersebut, bukankah begitu?

Film kartun tersebut memang memiliki karakter yang lucu dan menggemaskan, pada film kartun Doraemon karakter yang diperankan yaitu seekor robot kucing yang terlihat lucu, dan pada film Tom and Jerry menggunakan karakter hewan Kucing dan Tikus, sedangkan pada film kartun Crayon Shinchan yang diperankan oleh sosok anak kecil berusia 5 tahun dengan alis tebal serta rambut dan suaranya yang khas.

Ketiga film kartun tersebut membuat anak-anak bahkan orang dewasa yang menontonnya tertawa, akan tetapi jika dilihat secara garis besar 3 kartun tersebut menayangkan sifat atau sikap yang tidak pantas ditiru oleh anak kecil. Mengapa demikian?

Coba kita mengulas satu per satu, dimulai dari film kartun “Doraemon”, kita melihat kartun tersebut sangatlah lucu dan unik, mengapa? Karena “Doraemon” adalah robot kucing yang datang dari abad 2000 yang dapat berbicara dan memiliki “kantong ajaib” dan selalu membantu temannya yang bernama Nobita menggunakan benda-benda ajaib.

Jika dipikir secara logika, apakah ada kantong ajaib yang bisa mengeluarkan semua benda sesuai keinginan langsung didepan mata? Sangat mustahil di dalam kenyataan, bahkan manusia sepintar apa pun belum bisa membuat penemuan yang seperti itu, ada juga sebuah alat doraemon yang sering muncul pada kartun tersebut yaitu “baling-baling bambu” dan “pintu kemana saja”.

Nahhh, berbicara tentang baling-baling bambu yang dapat dipasang di kepala dan langsung dapat terbang, jika dibawa dalam dunia nyata terlintas di pikiran saya baling-baling itu terbuat dari apa? Kenapa bisa sampai menerbangkan orang yang menggunakannya?

Lanjutt,,, tentang pintu ke mana saja, sebenarnya alat ini yang membuat saya terkagum dan membuat saya sedikit berkhayal atau berimajinasi tinggi. Mengapa bisa? Coba bayangkan, apabila benar-benar ada dalam kenyataan pintu ke mana saja, mungkin tak akan dibutuhkan lagi yang namanya “transportasi”, karena pintu ke mana saja sudah membawa kemanapun kita mau.

Kemudian ada juga alat yang bernama “mesin waktu”, dimana alat ini dapat membawa kita melihat ke masa lalu sampai dengan masa depan. Jika dipikir ke dunia nyata, enak juga ya jika memiliki mesin waktu, kita tidak akan terheran lagi seperti apa di masa yang akan datang, bahkan jika dipikir kembali mesin waktu ini bagaikan Tuhan, yang sudah mengetahui secara langsung kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.

Selain itu, pada film kartun ini juga adanya kekerasan, yakni seperti tokoh Giant yang berbadan besar dengan seenaknya dan semaunya sendiri selalu saja menindas yang lemah, yakni Nobita. Nobita selalu saja dipukuli oleh Giant sampai babak belur.

Jadi di sini saya dapat menyimpulkan bahwa dari kartun tersebut bahwa kartun “Doraemon” membawa kita dalam dunia yang penuh dengan “khayalan”. Memang itu hanya sebuah kartun, namun coba bayangkan apabila ada anak kecil yang senang sekali menonton kartun tersebut sampai-sampai ada yang ingin memiliki alat-alat ajaib yang dimiliki Doraemon, siapa yang repot kalau begitu kenyataannya?

Dan juga film kartun ini membuat daya pikir anak seolah-olah berangan-angan yang tidak logis, serta mengajarkan anak-anak untuk menindas yang lemah. Saya sering menyebut kartun ini dengan “kartun berimajinasi tinggi”.

Lanjut ke kartun berikutnya yaitu “Tom and Jerry”, hmmm berbicara kartun ini memang sangat lucu, karena “Tom” adalah seekor binatang kucing dan “Jerry” adalah seekor tikus. Walaupun dalam kenyataannya binatang tikus dinilai sangat kotor dan menjijikkan, namun pada film kartun ini seekor tikus yang bernama Jerry tidak kelihatan seperti binatang yang menjijikkan, namun sebaliknya, terlihat binatang yang sangat lucu.

Dalam kisah ini mereka saling jahil atau yang sering disebut usil satu sama lain, mereka selalu ada aja masalah yang dibuat, entah itu dari kucing Tom yang duluan maupun Jerry tikus yang duluan.

Akan tetapi dalam kenyataan pun juga seperti itu, ketika kucing melihat tikus maka si kucing akan cepat tanggap mengejar si tikus sampai dapat, bergitu pun dalam kartun tersebut. Yaa memang kartun tersebut sangatlah lucu, jika ditonton pastilah ada saja tingkah lakunya yang membuat kita tertawa, akan tetapi selain lucu, terdapat sisi negatif, Mengapa dikatakan demikian?

Yaa pastinya kita sudah tau dong, karena mereka itu melakukan kejahilannya menggunakan cara kekerasan, seperti yang pernah saya tonton ada sebuah episode kartun ini dimana “Tom” dan “Jerry” saling berperang menggunakan “Petasan”,

Menurut kalian apakah hal itu pantas untuk ditiru? Tentu saja tidak, dan pastinya akan membahayakan jika itu dilakukan. Dan dalam kartun ini pun juga sering melakukan kejahilan dengan cara kekerasan, seperti adanya “pukulan” dengan alat-alat yang membahayakan. Nahhh ini juga tidak baik dilihat untuk anak kecil di bawah umur, karena nanti mereka juga akan melakukan kejahilan kepada temannya seperti pada kartun tersebut.

Selanjutnya kita membahas pada kartun “Crayon Shinchan”, pada dasarnya kartun ini sangat lucu dan menggemaskan melihat tingkah laku anak kecil berusia 5 tahun, namun terkadang tingkah laku sosok yang bernama “Nohara Shinosuke alias Shinchan” kerap membuat ibunya menjadi sangat marah karena sering melawan perintah orangtuanya, sehingga ibunya sering sekali memukul Shinchan sampai membuat kepalanya benjol.

Bahkan anak kecil berusia 5 tahun ini sudah pandai menggoda perempuan dewasa yang terlihatcantik dan sexy. Pada film kartun ini, sebenarnya tidak pantas untuk diperlihatkan oleh anak kecil, karena pada film ini juga mengandung kekerasan orang tua pada anak kecil yang seharusnya tidak boleh dilakukan dan juga anak-anak yang menonton film kartun ini dapat membuat anak berlaku keras terhadap orang tuanya bahkan sampai durhaka kepada orang tuanya.

Jadi kesimpulannya saya menuliskan tentang 3 kartun ini tidak pantas ditayangkan pada anak di bawah umur karena (1) kartun yang penuh dengan dunia khayalan, tidak dijangkau dalam fakta. (2) kartun yang mencerminkan kekerasan. Kepada orang tua jika anak-anak menonton film kartun untuk tetap didampingi dan dilihat kembali pembelajaran apakah yang terkandung dalam film kartun tersebut.

Karena memang tidak semua film kartun cocok dan pantas untuk ditonton oleh anak-anak, agar moral anak tetap terjaga dengan baik sebagaimana mestinya.      [T]

Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Bentuk Tubuh, Tapi Kesadaran Tubuh – Catatan Guyub Kalangan

Next Post

Curiga Publik dan Retorika Politik

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Curiga Publik dan Retorika Politik

Curiga Publik dan Retorika Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co