14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bukan Bentuk Tubuh, Tapi Kesadaran Tubuh – Catatan Guyub Kalangan

Gede Gus Khrisna Bayu by Gede Gus Khrisna Bayu
July 30, 2019
in Esai
Bukan Bentuk Tubuh, Tapi Kesadaran Tubuh – Catatan Guyub Kalangan

Pentas hasil proses Guyub Kalangan di acara Bali Yang Binal yang ke 8.

Guyub Kalangan merupakan proses latihan keaktoran yang diberikan oleh Teater Kalangan. Proses latihannya dilakukan selama sebulan lebih. Latihan yang diberikan merupakan latihan olah tubuh, menonton film, dan membaca buku keaktoran. Proses latihan olah tubuh yang digunakanan berada di Lapangan Puputan Badung. Latihan dimulai pada pukul 18.00 hingga 20.00, proses latihannya hanya 2 jam setiap harinya. Sedangkan menonton film dan membaca buku dilaksanakan di Canasta Creativespace.

Kawan-kawan yang mengikuti guyub ada lima orang yaitu Dedek Surya, Aguk, Jacko, Iin dan tentu saja saya. Awal mula diajak proses Guyub Kalangan yaitu ketika saya mengikuti program Olah yaitu kegiatan melatih menulis naskah yang dilakukan di Canasta. Ketika itu saya bertemu dengan I Wayan Sumahardika atau biasa saya sapa Bli Suma selaku narasumber. Dari pertemuan perdana kami, Bli Suma mengajak saya untuk mengikuti Guyub Kalangan.

Dari mulai saat itu saya bersedia untuk mengikuti proses Guyub Kalangan yang dilakukan selama sebulan. Yang mana setiap hari akan dibagi menjadi menonton film dan latihan olah tubuh. Hari Senin dan Rabu kami mendapatkan jadwal untuk menonton film, kemudian hari Selasa, Kamis, Jumat akan menjadi hari latihan olah tubuh, kemudian hari Sabtu akan menjadi hari diskusi bahan bacaan yang dibagi oleh Bli Suma, dan hari Minggunya pada pagi harinya kami latihan di pantai Sanur. Saya tidak sepenuhnya mengikuti latihan selama sebulan penuh karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadinya, saya minta izin kepada Bli Suma untuk tidak mengikuti latihan tersebut.

Latihan perdana dilakukan pada tanggal 10 Juni 2019, pada awal pertemuan latihan kami menonton sebuah film yang berjudul “Black”, film India yang diadaptasi dari naskah The Miracle Worker karya William Gibson. Pemeran utama dalam film ini ialah Amitabh Bachchan dengan Rani Mukerji. Film tersebut menceritakan tentang dunia yang dirasakan oleh seorang perempuan bisu, buta, dan tuli. Karena kekurangan yang dimiliki, ia mempunyai dunia yang berbeda dengan orang normal pada umumnya. Dunianya dinamakan black.

Filmnya begitu emosianal sehingga tetesan air mata tidak bisa dibendung oleh kelopak mata sehingga berjatuhan membasahi pipi. Setelah menonton kami berkumpul diruang tamu untuk mendiskusikan apa yang sudah kami tonton tadi. Karena kami baru pertama kali melakukan diskusi ini, saya begitu canggung untuk menyampaikan pendapat saya sehingga saya hanya mendengarkan saja apa yang disampaikan teman-teman. Ketika saya menyampaikan pendapat saya begitu terbata-bata dan malu untuk mengatakannya.

Ternyata teman-teman mempunyai pendapat yang begitu beragam sehingga saya mulai memikirkan pendapat dari teman-teman yang lain. Hal yang saya dapatkan dari diskusi tersebut ialah hal-hal yang tidak pernah saya pikirkan yang kemudian membuat saya ingat pada hal-hal yang lebih detail lagi.

Kemudian kami menonton film “Pina”. Film ini adalah film documenter tentang Pina Bausch, seorang seniman tari kontemporer Jerman. Karya-karyanya kerap menggunakan Bahasa tubuh untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Selanjutnya, kami juga menonton film “The Man Without A Past”. 

Film ini begitu aneh bagi saya karena mmiliki tempo yang flat. Tidak ada konflik yang dipermasalahkan begitu berat. Setiap konflik hanya ditanggapi dengan kondisi apa adanya. Tidak ada tekanan terhadap setiap konflik sehingga menghadirkan cerita yang begitu detail untuk diperhatikan dan menuntut para penonton untuk merasakan ketegangan yang dirasakan oleh tokoh di dalam benak pribadi.

Latihan olah tubuh yang diberikan oleh Bli Suma dimulai dengan melakukan pemanasan mengitari trek joging lapangan puputan sambil berlari. Yang menarik dari Bli Suma yaitu sebelum latihan, kami akan duduk melingkar di dekat joging trek. Bli Suma kemudian  menanyakan apa yang kami rasakan ketika kami duduk. Saya yang baru pertama kali ditanyakan seperti itu langsung saja menjawab apa yang saya rasakan pada waktu itu.

Yang saya rasakan ialah suasana yang kelam. Langit yang mendung namun tidak hujan dan hembusan angin yang lumayan dingin. Setelah ditanyakan, kami kemudian berdoa dan setelah itu saya dan teman-teman lari mengitari trek joging. Barang-barang kami dijaga oleh Bli Suma di tempat kami memarkirkan motor kami. Awalnya kami hanya berlari selama 5 menit akan tetapi pada hari selanjutnya kami diminta berlari selama 10 menit.

Setelah berlari, kami akan pergi ke lapangan. Adapun latihan selanjutnya adalah latihan yang diadaptasi dari metode A Beat oleh Anwari, seorang seniman teater dari Madura yang dimulai dari Soka 1, 2, 3, dan 4. Pada metode Anwari kami latihan selama 10 menit setiap Soka. Metode ini berfokus terhadap respon tubuh dan pernafasan. Yang dimaksud tubuh ialah pikiran, badan, dan perasaan.

Metode ini melatih kita untuk fokus, konsentrasi dan sadar terhadap pernafasan. Melatih kekuatan badan agar selalu tegap dan siap. Kemudian melatih perasaaan untuk siap melakukan latihan. Saya baru pertama kali mengikuti latihan semacam ini. Hal yang saya rasakan pada awalnya lumayan campur aduk dimana pada saat itu konsentrasi sangat dibutuhkan sedangkan pada diri saya, saya susah berkonsentrasi. Jadi, pada latihan soka ini saya belum bisa melakukan dengan baik sehingga masih harus berlatih lagi.

Memang latihan ini sangatlah melelahkan. Kita harus fokus pada latihan. Apalagi kita akan terus mengulangi soka 1 terus menerus selama 10 menit. Dimana soka 1 harus lari sekencang-kencangnya ditempat, kemudian jatuh menyamping dan kemudian berdiri lalu berlari lagi. Itu sangat membutuhkan pernafasan dan tenaga kuat pada tumpuan yang tepat. Bli Suma selalu mengingatkan kita untuk memberikan tenaga ke setiap gerakan dan selalu siaga terhadap tubuh kita.

Selain melatih tubuh, soka 1, 2, 3, dan 4 juga melatih pernafasan. Setiap melakukan soka pastilah pernafasan yang paling utama. Dibutuhkan pernafasan yang setabil untuk memompa tenaga agar bisa mengulang-ulang gerakan soka. Oh, iyaa, kesadaran tubuh juga dilatih didalam metode Anwari ini dimana kita harus sadar terhadap tangan, kaki, kepala, dan badan. Untuk kepala kita harus sadar dan fokus memandang ke arah depan.

Pada metode ini tangan juga penting untuk menyeimbangkan badan dan menambahkan tenaga di setiap soka. Kaki menjadi hal yang harus disadari karena setiap metode menggunakan kaki sebagi tumpuan. Saya pernah mengalami tidak sadar terhadap kaki yang membuat saya susah melakukan metode soka tersebut. Tenaga yang dihasilkan menjadi tidak seimbang sehingga saya kewalahan dalam melakukan soka.

Setelah mengikuti latihan, hal yang saya dapatkan ialah ketegapan badan. Saya merasakan perubahan pada badan saya. Dalam hal kesadaran, sebelum melakukan latihan badan saya terasa tidak ada ketegangan alias tidak ada kesadaran di dalam setiap anggota tubuh dalam melakukkan kegiatan. Setelah latihan, badan saya berasa lebih hidup dan lebih dirasakan.

Selain latihan Metode Anwari, kami juga latihan ngukur tubuh yang diadaptasi dari metode latihan Ibed Surgana Yuga, seniman teater dari Jogja. Dimana latihan ngukur tubuh ini bertujuan untuk mengenal anggota badan kita. Awalnya saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan ngukur tubuh ini. Setiap melakukan ngukur tubuh, yang saya rasakan hanyalah kebingungan sehingga saya tidak mendapatkan apa-apa dari ngukur tubuh ini.

Namun setelah melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan momennya, saya menjadi mengerti apa yang dimaksud dengan ngukur tubuh ini. Ketika kita mengukur tubuh, kita berdialog dengan tubuh kita, mengenal siapa saja anggota badan kita sehingga saya lebih akrab lagi dengan badan saya. Saya menjadi lebih sadar lagi terhadap badan saya. Saya bisa menumpu pada posisi yang saya inginkan karena sudah akrab dengan badan saya. Namun saya masih perlu belajar lagi agar bisa lebih menyadari tubuh saya.

Latihan berakhir pada tanggal 14 juli 2019, dimana kami mempresentasikan hasil proses Guyub Kalangan di acara Bali Yang Binal yang ke 8. Saya berserta teman-teman melakukan gerakan abstrak mengikuti alunan lagu band Cassadaga yang bergendre Rock.

Ini pengalaman yang sangat menarik karena baru pertama kali ini saya mencoba teater menggunakan gerak tubuh. Bli Suma selalu bilang bukan bentuk yang dicari melainkan kesadaran terhadap tubuh itu. Sadar terhadap nafas, sadar terhadap anggota tubuh, dan sadar terhadap pikiran. [T]

Tags: Canasta Creative SpacedenpasarTeaterTeater KalanganTubuh
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Seleksi Pemuda Pelopor Provinsi Bali, Sebuah Catatan dan Refleksi…

Next Post

Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Gede Gus Khrisna Bayu

Gede Gus Khrisna Bayu

Nama Panggilan De Gus. Mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Udayana. Pertama kali berproses di Teater Orok. Mulai serius menekuni teater di Teater Kalangan.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Film Kartun Berimajinasi Tinggi dan Kekerasan Berkarakter Lucu, Apakah Cocok Ditayangkan untuk Anak-anak?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co