2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Arlingga Hari Nugroho by Arlingga Hari Nugroho
July 13, 2019
in Khas
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Tukik yang siap dilepaskan dalam acara Komunitas reiSPIRASI di Pantai Samas Yogyakarta

“Lalu apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut?”

___

Suatu hari di perjalanan pulang dari selatan menuju utara, dari pantai Samas, Yogyakarta, menuju Kalasan, pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiran saya. Sebuah pertanyaan yang muncul setelah seharian mengikuti kegiatan pelepasliaran tukik ke laut. Perjalanan pulang malam ini, saya coba melamun dan berkhayal dengan pikiran saya.

Bertahan di tanah rantau pada masa libur begini, sepertinya cukup membuat saya mudah terhasut. Beberapa kali guru dan teman-teman menghasut untuk ikut-ikutan main dalam konservasi penyu di pantai Samas, Yogyakarta.

Diawali oleh hasutan inilah saya berkenalan dengan komunitas reiSPIRASI. Mengutip dari reispirasi.wordpress.com, reiSPIRASI merupakan komunitas dengan berbagai aktivitas pengenalan dan explorasi alam yang meletakkan alam sebagai sumber inspirasi dan napas dasar dalam setiap kegiatannya.

Dalam kurun bulan Juni hingga Juli, reiSPIRASI telah mengadakan dua kegiatan pelepasliaran tukik. Pada bulan Juni lalu, reiSPIRASI mengadakan acara dengan tema Tunggak Beranjak, Sebuah Doa, Awal yang Akan Terus Beranak Pinak. Sedangkan pada hari Minggu, 7 Juli lalu memilih Karsa : Daya untuk Melakukan Kehendak sebagai tema kegiatan.

Saya menghadiri kedua kegiatan tersebut. Maklum, sebagai seorang mahasiswa semester delapan seperti saya, sepertinya sedang membutuhkan hiburan untuk mengalihkan perhatian dari skripsi. Hal yang paling mencolok dari kedua kegiatan tersebut adalah jumlah peserta yang terlibat.

Pada kegiatan Karsa, jumlah peserta jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan pertama. Perbedaan harga tiket masuk kegiatan sepertinya menjadi alasan utama. Bukan tanpa alasan, sebagai komunitas konservasi yang mandiri, reiSPIRASI mencoba kembali mengingatkan siapa saja bahwa kegiatan konservasi bukanlah hal yang murah.

Deny Widyanto, founding father reiSPIRASI, berkali-kali menjelaskan bahwa kegiatan penangkaran terhadap penyu masih bukan menjadi hal yang penting bagi beberapa orang. Bima Chrisanto, seorang mahasiswa yang terlibat aktif di reiSPIRASI, juga menambahkan bahwa biaya konsumsi anggota, pembelian pupuk kandang untuk perawatan pandan laut, hingga biaya apresiasi bagi warga yang menemukan telur penyu menjadi biaya rutin pengeluaran reiSPIRASI. Hal-hal semacam ini tentulah tidak diketahui oleh orang-orang seperti saya jika saja tidak mencari tahu atau terlibat di dalamnya.

Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, saya belajar banyak tentang hal-hal apa saja yang terjadi semasa menangkar telur penyu hingga menjadi tukik. Berjaga semalaman ketika penyu bertelur. Memindahkan telur ke tempat penangkaran. Kegiatan pemindahan ini adalah salah satu upaya dalam menghentikan perburuan dan penjualan telur penyu oleh beberapa oknum. Telur-telur yang menetas di dalam penangkaran selanjutnya dirawat dalam akuarium sebelum akhirnya dilepaskan.


Komunitas reiSPIRASI

Bukan hanya itu, bersama reiSPIRASI saya juga ikut dalam penanaman pandan laut yang memiliki fungsi sebagai “rumah” bagi penyu yang ingin bertelur. Belajar tentang kemandirian reiSPIRASI tanpa bergantung pada lembaga konservasi sumber daya alam milik pemerintah. Atau belajar dari hal yang paling sederhana bahwa penyu merupakan salah satu makhluk purba dan gemar memakan ubur-ubur!

Jika melihat ke belakang, sepanjang bulan Juni lalu, populasi ubur-ubur di pantai Parangtritis meningkat. Sebuah artikel di media online mengatakan bahwa 106 pengunjung tersengat ubur-ubur di pantai Parangtritis. Bahkan sumber lain ada yang mengatakan korban sengatan ubur-ubur mencapai angka 200 orang!

Pada sesi diskusi, Deny menjelaskan masa dewasa tukik sekitar 30-40 tahun. Umur tersebut adalah hal yang normal mengingat penyu mampu hidup hingga 100 tahun. Pada masa dewasa inilah penyu akan kembali datang ke pantai dan bertelur. Umumnya penyu akan bertelur pada malam hari atau dini hari.

Hal yang cukup mengejutkan saya adalah sebuah pernyataan tentang tingkat keberhasilan hidup seekor penyu. Selain dari teman-teman di reiSPIRASI, beberapa artikel juga mengatakan hal yang sama, bahwa dari 1000 tukik yang dilepaskan, hanya akan ada 1 tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa.

Bayangkan saja, saya baru melepaskan tiga tukik dengan kedua tangan saya. Ini sungguh sebuah angka keberhasilan yang sangat rendah jika harus berpedoman pada perbandingan 1:1000. Bahkan hampir mustahil! Namun sebaik-baiknya hidup adalah merawat harapan; semua makhluk hidup (manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan) memiliki kesempatan yang sama untuk hidup.

Pertanyaan apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut sepertinya mampu mewakili beberapa orang seperti saya. Katakanlah saya, seorang perantau yang menghuni rumah kontrakan dengan jarak 40km dari pantai Samas. Tentu penanaman pandan laut dan pelepasan tukik tidak akan saya rasakan dari rumah saya.

Dengan pertanyaan semacam itu, tentulah saya terlalu naif jika mengharapkan keuntungan yang instan usai melepaskan tukik ke laut. Egosentris semacam ini harus saya singkirkan untuk menemukan jawabannya.

Saya coba mengingat dan merangkai beberapa hal. Pertama, terkait penanaman pandan laut. Pandan laut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyu bertelur, tapi juga sebagai pemecah ombak dan pencegah abrasi laut. Mungkin saja, pandan laut yang baru saja ditanam ini kelak mampu membawa dampak positif bagi masyarakat pantai Samas dan ekosistem penyu.

Kedua, kehadiran penyu mampu menjadi predator dalam mengatasi melunjaknya populasi ubur-ubur yang berlebihan. Ubur-ubur adalah makan favorit dari penyu. Mungkin saja, jika populasi ubur-ubur menurun, maka bisa jadi kasus musiman pengunjung pantai tersengat akan ubur-ubur berkurang.

Ketiga, terlibat dalam setiap kegiatan yang diadakan reiSPIRASI adalah bentuk lain dari wujud mendukung keberlangsungan komunitas ini untuk tetap bertahan secara moral maupun moril. Sebuah apresiasi yang tidak bernilai atas tenaga dan waktu yang mereka korbankan bolak-balik dari kota menuju pantai Samas. Mungkin saja, jika reiSPIRASI berumur panjang, edukasi tentang tukik dan penyu akan tetap tersampaikan.

Mungkin masih banyak manfaat yang seharusnya bisa saya sadari atau temukan kelak. Jika saya boleh menaruh mimpi di cangkang penyu, maka saya akan bermimpi tentang tukik yang saya lepas kemarin akan menyelamatkan anak-cucu, masyarakat pantai, para pengunjung, dan makhluk hidup yang lain, sekalipun saya tidak berumur panjang. Hehehe

Masih dalam perjalanan pulang ke rumah dengan sedikit terkantuk, saya tutup segala khayalan ini dengan teriakan amin dalam hati. [T]

13 Juli 2019.

Tags: alamfaunalingkunganPantai Samassave penyuYogyakarta
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Next Post

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Arlingga Hari Nugroho

Arlingga Hari Nugroho

Lebih dikenal dengan nama Arlingga Urak, sedang belajar sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma (USD). Kadang kala menulis puisi dan bermain drama. Saat ini sedang bergerak bersama Pejalan Bergerak, berteater bersama Teater Seriboe Djendela, dan berkeluarga bersama Bengkel Sastra USD.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co