23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Arlingga Hari Nugroho by Arlingga Hari Nugroho
July 13, 2019
in Khas
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Tukik yang siap dilepaskan dalam acara Komunitas reiSPIRASI di Pantai Samas Yogyakarta

“Lalu apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut?”

___

Suatu hari di perjalanan pulang dari selatan menuju utara, dari pantai Samas, Yogyakarta, menuju Kalasan, pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiran saya. Sebuah pertanyaan yang muncul setelah seharian mengikuti kegiatan pelepasliaran tukik ke laut. Perjalanan pulang malam ini, saya coba melamun dan berkhayal dengan pikiran saya.

Bertahan di tanah rantau pada masa libur begini, sepertinya cukup membuat saya mudah terhasut. Beberapa kali guru dan teman-teman menghasut untuk ikut-ikutan main dalam konservasi penyu di pantai Samas, Yogyakarta.

Diawali oleh hasutan inilah saya berkenalan dengan komunitas reiSPIRASI. Mengutip dari reispirasi.wordpress.com, reiSPIRASI merupakan komunitas dengan berbagai aktivitas pengenalan dan explorasi alam yang meletakkan alam sebagai sumber inspirasi dan napas dasar dalam setiap kegiatannya.

Dalam kurun bulan Juni hingga Juli, reiSPIRASI telah mengadakan dua kegiatan pelepasliaran tukik. Pada bulan Juni lalu, reiSPIRASI mengadakan acara dengan tema Tunggak Beranjak, Sebuah Doa, Awal yang Akan Terus Beranak Pinak. Sedangkan pada hari Minggu, 7 Juli lalu memilih Karsa : Daya untuk Melakukan Kehendak sebagai tema kegiatan.

Saya menghadiri kedua kegiatan tersebut. Maklum, sebagai seorang mahasiswa semester delapan seperti saya, sepertinya sedang membutuhkan hiburan untuk mengalihkan perhatian dari skripsi. Hal yang paling mencolok dari kedua kegiatan tersebut adalah jumlah peserta yang terlibat.

Pada kegiatan Karsa, jumlah peserta jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan pertama. Perbedaan harga tiket masuk kegiatan sepertinya menjadi alasan utama. Bukan tanpa alasan, sebagai komunitas konservasi yang mandiri, reiSPIRASI mencoba kembali mengingatkan siapa saja bahwa kegiatan konservasi bukanlah hal yang murah.

Deny Widyanto, founding father reiSPIRASI, berkali-kali menjelaskan bahwa kegiatan penangkaran terhadap penyu masih bukan menjadi hal yang penting bagi beberapa orang. Bima Chrisanto, seorang mahasiswa yang terlibat aktif di reiSPIRASI, juga menambahkan bahwa biaya konsumsi anggota, pembelian pupuk kandang untuk perawatan pandan laut, hingga biaya apresiasi bagi warga yang menemukan telur penyu menjadi biaya rutin pengeluaran reiSPIRASI. Hal-hal semacam ini tentulah tidak diketahui oleh orang-orang seperti saya jika saja tidak mencari tahu atau terlibat di dalamnya.

Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, saya belajar banyak tentang hal-hal apa saja yang terjadi semasa menangkar telur penyu hingga menjadi tukik. Berjaga semalaman ketika penyu bertelur. Memindahkan telur ke tempat penangkaran. Kegiatan pemindahan ini adalah salah satu upaya dalam menghentikan perburuan dan penjualan telur penyu oleh beberapa oknum. Telur-telur yang menetas di dalam penangkaran selanjutnya dirawat dalam akuarium sebelum akhirnya dilepaskan.


Komunitas reiSPIRASI

Bukan hanya itu, bersama reiSPIRASI saya juga ikut dalam penanaman pandan laut yang memiliki fungsi sebagai “rumah” bagi penyu yang ingin bertelur. Belajar tentang kemandirian reiSPIRASI tanpa bergantung pada lembaga konservasi sumber daya alam milik pemerintah. Atau belajar dari hal yang paling sederhana bahwa penyu merupakan salah satu makhluk purba dan gemar memakan ubur-ubur!

Jika melihat ke belakang, sepanjang bulan Juni lalu, populasi ubur-ubur di pantai Parangtritis meningkat. Sebuah artikel di media online mengatakan bahwa 106 pengunjung tersengat ubur-ubur di pantai Parangtritis. Bahkan sumber lain ada yang mengatakan korban sengatan ubur-ubur mencapai angka 200 orang!

Pada sesi diskusi, Deny menjelaskan masa dewasa tukik sekitar 30-40 tahun. Umur tersebut adalah hal yang normal mengingat penyu mampu hidup hingga 100 tahun. Pada masa dewasa inilah penyu akan kembali datang ke pantai dan bertelur. Umumnya penyu akan bertelur pada malam hari atau dini hari.

Hal yang cukup mengejutkan saya adalah sebuah pernyataan tentang tingkat keberhasilan hidup seekor penyu. Selain dari teman-teman di reiSPIRASI, beberapa artikel juga mengatakan hal yang sama, bahwa dari 1000 tukik yang dilepaskan, hanya akan ada 1 tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa.

Bayangkan saja, saya baru melepaskan tiga tukik dengan kedua tangan saya. Ini sungguh sebuah angka keberhasilan yang sangat rendah jika harus berpedoman pada perbandingan 1:1000. Bahkan hampir mustahil! Namun sebaik-baiknya hidup adalah merawat harapan; semua makhluk hidup (manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan) memiliki kesempatan yang sama untuk hidup.

Pertanyaan apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut sepertinya mampu mewakili beberapa orang seperti saya. Katakanlah saya, seorang perantau yang menghuni rumah kontrakan dengan jarak 40km dari pantai Samas. Tentu penanaman pandan laut dan pelepasan tukik tidak akan saya rasakan dari rumah saya.

Dengan pertanyaan semacam itu, tentulah saya terlalu naif jika mengharapkan keuntungan yang instan usai melepaskan tukik ke laut. Egosentris semacam ini harus saya singkirkan untuk menemukan jawabannya.

Saya coba mengingat dan merangkai beberapa hal. Pertama, terkait penanaman pandan laut. Pandan laut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyu bertelur, tapi juga sebagai pemecah ombak dan pencegah abrasi laut. Mungkin saja, pandan laut yang baru saja ditanam ini kelak mampu membawa dampak positif bagi masyarakat pantai Samas dan ekosistem penyu.

Kedua, kehadiran penyu mampu menjadi predator dalam mengatasi melunjaknya populasi ubur-ubur yang berlebihan. Ubur-ubur adalah makan favorit dari penyu. Mungkin saja, jika populasi ubur-ubur menurun, maka bisa jadi kasus musiman pengunjung pantai tersengat akan ubur-ubur berkurang.

Ketiga, terlibat dalam setiap kegiatan yang diadakan reiSPIRASI adalah bentuk lain dari wujud mendukung keberlangsungan komunitas ini untuk tetap bertahan secara moral maupun moril. Sebuah apresiasi yang tidak bernilai atas tenaga dan waktu yang mereka korbankan bolak-balik dari kota menuju pantai Samas. Mungkin saja, jika reiSPIRASI berumur panjang, edukasi tentang tukik dan penyu akan tetap tersampaikan.

Mungkin masih banyak manfaat yang seharusnya bisa saya sadari atau temukan kelak. Jika saya boleh menaruh mimpi di cangkang penyu, maka saya akan bermimpi tentang tukik yang saya lepas kemarin akan menyelamatkan anak-cucu, masyarakat pantai, para pengunjung, dan makhluk hidup yang lain, sekalipun saya tidak berumur panjang. Hehehe

Masih dalam perjalanan pulang ke rumah dengan sedikit terkantuk, saya tutup segala khayalan ini dengan teriakan amin dalam hati. [T]

13 Juli 2019.

Tags: alamfaunalingkunganPantai Samassave penyuYogyakarta
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Next Post

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Arlingga Hari Nugroho

Arlingga Hari Nugroho

Lebih dikenal dengan nama Arlingga Urak, sedang belajar sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma (USD). Kadang kala menulis puisi dan bermain drama. Saat ini sedang bergerak bersama Pejalan Bergerak, berteater bersama Teater Seriboe Djendela, dan berkeluarga bersama Bengkel Sastra USD.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co