2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Dhamma Camp 2019: Sebuah Perjalanan Mencari Jati Diri

Julio Saputra by Julio Saputra
June 8, 2019
in Khas
Catatan Dhamma Camp 2019: Sebuah Perjalanan Mencari Jati Diri

Dhamma Camp 2019

Rabu pagi hari, tanggal 5 Juni 2019, sekitar pukul 09.00 WITA, suasana di kawasan Soka Indah Restaurant & Bungalows, Tabanan nampak begitu damai. Suasananya yang indah seperti tak berubah sejak dulu. Ombaknya tergulung dengan ringan. Angin pantai berhembus tak terlalu berat juga masih tetap kering. Beberapa ekor anjing juga masih dengan senang hati menyapa ramah siapapun yang dilihatnya.

Suasana di Soka Indah Restaurant & Bungalows pun tak jauh berbeda, tetap tenang, tidak terlalu ramai meski bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri namun juga tidak terlalu sepi. Beberapa rombongan pengunjung serta wisatawan terlihat datang dan pergi, barangkali untuk sarapan, barangkali juga sekadar minum kopi sambil menikmati pemandangan yang asri.

Di antara rombongan pengunjung tersebut, pemuda pemudi Buddhis Bali nampak paling antusias sejak baru turun dari bus mereka. Raut wajah masing-masing memperlihatkan semangat yang tinggi. Pasalnya, mereka berkunjung ke Soka Indah bukan sekadar untuk mampir atau menikmati suasana yang, tapi mereka berkunjung untuk mengikuti Dhamma Camp 2019

Dhamma Camp adalah sebuah kegiatan tahunan yang dicanangkan oleh DPD Patria Bali yang bertujuan mengisi waktu libur pemuda-pemudi Budhhis di Bali maupun di luar Bali dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan hal-hal yang tentunya mengasah sumber daya manusia yang dimiliki oleh pesertanya, seperti Kelas Dhamma (Dhamma Class), Pembentukan Karakter (Character Building),  Malam Kebersamaan (Gathering Night), Pembicara Tamu (Guest Speaker), dan berbagai jenis Games & Outbond yang membangun karakter dan kebersamaan.

Dhamma Camp 2019 resmi dimulai pada Rabu, 05 Juni 2019 bertempat di Soka Indah, Tabanan. Kegiatannya dibuka langsung secara simbolis oleh perwakilan PD Magabudhi Bali dan PP FIB Bali dengan pengalungan nametag dan penyerahan totebag kepada satu orang perwakilan peserta putra dan satu orang perwakilan peserta putri.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Penyelenggara Buddha Kabupaten Tabanan, Ketua PD Magabudhi Bali, Ketua PP FIB Bali, Ketua Dayakasakha Vihara Buddha Sakyamuni, Ketua Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Ketua Sekretariat Bersama Organisasi Buddhis Theravada Bali, Ketua Forum Generasi Muda Lintas Agama, Ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Undiknas, juga Perwakilan dari Soka Indah,

Selama 4 hari 3 malam, sampai tanggal 8 Juni 2019 nanti. mereka bersama-sama akan meningkatkan kemampuan hidup berkesadaran, menanamkan lebih dalam ajaran dhamma, melatih konsep pengembangan diri dan pembentukan karakter, serta menjaga hubungan erat antara manusia dan alam sekitarnya.

Sebuah Proses Mencari Jati Diri

Di hari pertama Dhamma Camp 2019, setelah acara pembukaan dan makan siang berlangsung, para peserta diajak untuk mencari jati diri mereka melalui sesi materi dan diskusi bertajuk “Who Am I? A Journey of Self Discovery” yang disajikan oleh Hendrik, S.Kom, MBA, orang yang pertama kali menggagas terbentuknya Patria di Bali. Ko Hendrik, begitu sapaannya, mengajak para peserta untuk menanyakan dalam lubuk hati mereka masing-masing perihal siapa sesungguhnya mereka, menjadi apa seharusnya mereka, bahkan apakah mereka normal atau tidak.

Dalam sesi ini, Ko Hendrik, memaparkan penemuan jati diri melalui pendekatan kepribadian ala Florence Littauer. Menurutnya, kepribadian seseorang dibagi menjadi 4 tipe, yaitu Koleris (Kuat), Sanguinis (Populer), Melankolis (Sempurna), dan Plegmatis (Damai).

Kerpibadian tipe sangunis, dari segi emosi ditandai dengan kepribadian yang menarik, suka berbicara, ingatan kuat untuk warna, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, mudah diubah, dan berhati tulus. Dari segi pertemanan, tipe sangunis cenderung mudah berteman, mencintai orang, suka dipuji, tampak menyenangkan, dicemburui orang lain, bukan pendendam, mudah minta maaf, mencegah rasa bosan, juga suka kegiatan spontan. Kepribadian tipe sangunis ini dapat ditemukan dalam karakter Peter Parker dalam film Spiderman Homecoming dan serial Avengers.

Dari segi emosi, tipe plegmatis ditandai dengan rendah hati, mudah bergaul & santai, diam, tenang dan mampu, sabar, baik keseimbangannya, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, menerima kenyataan, juga serba guna. Tipe plegmatis juga cenderung mudah diajak bergaul, menyenangkan, tak suka menyinggung, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang lain, punya banyak teman, belas kasihan dan perhatian, Scarlet Witch dalam serial Avengers adalah contoh yang paling pas untuk tipe kepribadian ini.

Tipe melankolis dari segi emosi cenderung mendalam dan analitis, serius dan tekun, cenderung genius, berbakat dan kreatif, artistik dan musical, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa terhadap orang lain, suka berkorban, serta penuh kesadaran dan idealis. Dari segi pertemanan, tipe melankolis selalu hati-hati dalam berteman, puas tinggal di balik layar, menghindari perhatian, setia dan berbakti, mau mendengarkan keluhan, bisa memecahkan masalah orang, sangat memperhatikan orang, air mata haru belas kasihan, juga encari teman hidup ideal. Invisible Girl adalah sosok yang paling cocok untuk kepribadian tipe melankolis.

Tipe korelis dari segi emosi cenderung berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, sangat membutuhkan perubahan, harus memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan, juga bisa menjalankan apa saja. Dari segi pertemanan, tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya selalu benar, unggul dalam keadaan darurat. Captain America dalam serial Avengers tidak dapat dipungkuri adalah contoh yang paling menggambarkan kepribadian tipe korelis.


Suasana Dhamma Camp 2019

Menurut Ko Hendrik, tipe-tipe kepribadian tersebut dapat ditentukan dari orientasi keaktifan dan preferensi tugas dan hubungan. Orang yang berorientasi aktif dan mementingkan hubungan akan cenderung menjadi orang berkepribadian sangunis, atau bisa juga dikatakan ia akan menjadi seperti Peter Parker dalam serial Avengers. Orang yang berorientasi aktif dan mementingkan tugas cenderung menjadi orang berkeperibadian korelis.

Ia bisa menjadi Captain America selanjutnya andai kata Captain Marica tewas diserang musuh-musuhnya. Orang yang berorientasi pasif dan mementingkan hubungan cenderung akan menjadi orang berkepribadian plegmatis. Ia akan menjadi idola seperti Scarlet Witch dalam serial Avengers yang disukai banyak orang. Orang yang berorientasi pasif dan mementingkan tugas akan menjadi sosok yang melankolis. Tentu ia akan menjadi sosok yang tenang namun kritis seperti Invisible Girl dalam Fantastic Four. Contoh-contoh yang diberikan oleh Ko Hendrik lumayan memberikan gambaran yang jelas tentang tipe-tipe keperibadian di atas.


BACA JUGA:

  • Dhamma Camp 2019: Camping Chef yang Tak Kalah Seru dengan Master Chef Indonesia

Setelah menjelaskan hal-hal tersebut, Ko Hendrik mengajak para peserta untuk 12 opsi dari 48 opsi yang ada. Opsi-opsi tersebut merupakan contoh-contoh keperibadian yang lebih mengkhususkan kepada emosi dan pertemanan para peserta. Para peserta haruslah memilih opsi yang sangat sesuai dengan diri mereka masing-masing. melalui opsi-opsi yang mereka pilih nanti, kepribadian mereka bisa ditentukan apakah mereka termasuk ke dalam tipe korelis, sanguinis, plegmatis, ataupun melankolis.

Para peserta nampak sangat antusias untuk mengatahui kepribadian mereka masing-masing. Mereka tak perlu berpikir lama untuk memilih opsi yang sangat pantas dengan diri mereka sendiri atau kebiasaan mereka sehari-hari. Sebagian panitia juga terlihat ikut menimbang kembali kerpibadian yang mereka miliki.


Peserta antusias ikuti Dhamma Camp 2019

Pada sesi tanya jawab pun, para peserta seperti berlomba-lomba untuk mengacungkan tangan dan mengajukan pertanyaan. Mereka penasaran start yang bagaimana yang akan menentukan hasil yang baik pula. Tak cukup dengan menegnali diri sendiri, mereka bahkan juga ingin tahu cara untuk mengetahui kepribadian orang lain.

Apa yang dijelaskan Ko Hendrik di hari pertama menjadi titik awal mereka untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depan. Dengan mengatahui tipe krpibadian mereka, mereka tentu tahu apa yang harus mereka pertahankan dan apa yang harus mereka tingkatkan. Sanguinis akan mengundang karma baik bagi mereka, plegmatis akan menjernihkan pikiran mereka, melankolis akan membantu mereka berkonsentrasi, dan koleris akan menjadikan mereka teladan.

Ko Hendrik mengajak mereka mengenali pembawaan diri dan potensi, dari sana mereka bisa mengembangkan kelebihan dan tentu mereka juga bisa waspadai kekurangan yang mereka miliki. Mereka harus menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengembangkan mental kuat dan kepribadian yang menarik.

Ko Hendrik tentu mengembangkan potensi yang ada para diri peserta masing-masing, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Minimal mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. [T]

Tags: BuddhismeBudhaDhamma Camp 2019kemanusiaan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

“Jaja Leburan” dan Kenangan Yang Tak Lesap

Next Post

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co