2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Dhamma Camp 2019: Sebuah Perjalanan Mencari Jati Diri

Julio Saputra by Julio Saputra
June 8, 2019
in Khas
Catatan Dhamma Camp 2019: Sebuah Perjalanan Mencari Jati Diri

Dhamma Camp 2019

Rabu pagi hari, tanggal 5 Juni 2019, sekitar pukul 09.00 WITA, suasana di kawasan Soka Indah Restaurant & Bungalows, Tabanan nampak begitu damai. Suasananya yang indah seperti tak berubah sejak dulu. Ombaknya tergulung dengan ringan. Angin pantai berhembus tak terlalu berat juga masih tetap kering. Beberapa ekor anjing juga masih dengan senang hati menyapa ramah siapapun yang dilihatnya.

Suasana di Soka Indah Restaurant & Bungalows pun tak jauh berbeda, tetap tenang, tidak terlalu ramai meski bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri namun juga tidak terlalu sepi. Beberapa rombongan pengunjung serta wisatawan terlihat datang dan pergi, barangkali untuk sarapan, barangkali juga sekadar minum kopi sambil menikmati pemandangan yang asri.

Di antara rombongan pengunjung tersebut, pemuda pemudi Buddhis Bali nampak paling antusias sejak baru turun dari bus mereka. Raut wajah masing-masing memperlihatkan semangat yang tinggi. Pasalnya, mereka berkunjung ke Soka Indah bukan sekadar untuk mampir atau menikmati suasana yang, tapi mereka berkunjung untuk mengikuti Dhamma Camp 2019

Dhamma Camp adalah sebuah kegiatan tahunan yang dicanangkan oleh DPD Patria Bali yang bertujuan mengisi waktu libur pemuda-pemudi Budhhis di Bali maupun di luar Bali dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan hal-hal yang tentunya mengasah sumber daya manusia yang dimiliki oleh pesertanya, seperti Kelas Dhamma (Dhamma Class), Pembentukan Karakter (Character Building),  Malam Kebersamaan (Gathering Night), Pembicara Tamu (Guest Speaker), dan berbagai jenis Games & Outbond yang membangun karakter dan kebersamaan.

Dhamma Camp 2019 resmi dimulai pada Rabu, 05 Juni 2019 bertempat di Soka Indah, Tabanan. Kegiatannya dibuka langsung secara simbolis oleh perwakilan PD Magabudhi Bali dan PP FIB Bali dengan pengalungan nametag dan penyerahan totebag kepada satu orang perwakilan peserta putra dan satu orang perwakilan peserta putri.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Penyelenggara Buddha Kabupaten Tabanan, Ketua PD Magabudhi Bali, Ketua PP FIB Bali, Ketua Dayakasakha Vihara Buddha Sakyamuni, Ketua Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Ketua Sekretariat Bersama Organisasi Buddhis Theravada Bali, Ketua Forum Generasi Muda Lintas Agama, Ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Undiknas, juga Perwakilan dari Soka Indah,

Selama 4 hari 3 malam, sampai tanggal 8 Juni 2019 nanti. mereka bersama-sama akan meningkatkan kemampuan hidup berkesadaran, menanamkan lebih dalam ajaran dhamma, melatih konsep pengembangan diri dan pembentukan karakter, serta menjaga hubungan erat antara manusia dan alam sekitarnya.

Sebuah Proses Mencari Jati Diri

Di hari pertama Dhamma Camp 2019, setelah acara pembukaan dan makan siang berlangsung, para peserta diajak untuk mencari jati diri mereka melalui sesi materi dan diskusi bertajuk “Who Am I? A Journey of Self Discovery” yang disajikan oleh Hendrik, S.Kom, MBA, orang yang pertama kali menggagas terbentuknya Patria di Bali. Ko Hendrik, begitu sapaannya, mengajak para peserta untuk menanyakan dalam lubuk hati mereka masing-masing perihal siapa sesungguhnya mereka, menjadi apa seharusnya mereka, bahkan apakah mereka normal atau tidak.

Dalam sesi ini, Ko Hendrik, memaparkan penemuan jati diri melalui pendekatan kepribadian ala Florence Littauer. Menurutnya, kepribadian seseorang dibagi menjadi 4 tipe, yaitu Koleris (Kuat), Sanguinis (Populer), Melankolis (Sempurna), dan Plegmatis (Damai).

Kerpibadian tipe sangunis, dari segi emosi ditandai dengan kepribadian yang menarik, suka berbicara, ingatan kuat untuk warna, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, mudah diubah, dan berhati tulus. Dari segi pertemanan, tipe sangunis cenderung mudah berteman, mencintai orang, suka dipuji, tampak menyenangkan, dicemburui orang lain, bukan pendendam, mudah minta maaf, mencegah rasa bosan, juga suka kegiatan spontan. Kepribadian tipe sangunis ini dapat ditemukan dalam karakter Peter Parker dalam film Spiderman Homecoming dan serial Avengers.

Dari segi emosi, tipe plegmatis ditandai dengan rendah hati, mudah bergaul & santai, diam, tenang dan mampu, sabar, baik keseimbangannya, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, menerima kenyataan, juga serba guna. Tipe plegmatis juga cenderung mudah diajak bergaul, menyenangkan, tak suka menyinggung, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang lain, punya banyak teman, belas kasihan dan perhatian, Scarlet Witch dalam serial Avengers adalah contoh yang paling pas untuk tipe kepribadian ini.

Tipe melankolis dari segi emosi cenderung mendalam dan analitis, serius dan tekun, cenderung genius, berbakat dan kreatif, artistik dan musical, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa terhadap orang lain, suka berkorban, serta penuh kesadaran dan idealis. Dari segi pertemanan, tipe melankolis selalu hati-hati dalam berteman, puas tinggal di balik layar, menghindari perhatian, setia dan berbakti, mau mendengarkan keluhan, bisa memecahkan masalah orang, sangat memperhatikan orang, air mata haru belas kasihan, juga encari teman hidup ideal. Invisible Girl adalah sosok yang paling cocok untuk kepribadian tipe melankolis.

Tipe korelis dari segi emosi cenderung berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, sangat membutuhkan perubahan, harus memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan, juga bisa menjalankan apa saja. Dari segi pertemanan, tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya selalu benar, unggul dalam keadaan darurat. Captain America dalam serial Avengers tidak dapat dipungkuri adalah contoh yang paling menggambarkan kepribadian tipe korelis.


Suasana Dhamma Camp 2019

Menurut Ko Hendrik, tipe-tipe kepribadian tersebut dapat ditentukan dari orientasi keaktifan dan preferensi tugas dan hubungan. Orang yang berorientasi aktif dan mementingkan hubungan akan cenderung menjadi orang berkepribadian sangunis, atau bisa juga dikatakan ia akan menjadi seperti Peter Parker dalam serial Avengers. Orang yang berorientasi aktif dan mementingkan tugas cenderung menjadi orang berkeperibadian korelis.

Ia bisa menjadi Captain America selanjutnya andai kata Captain Marica tewas diserang musuh-musuhnya. Orang yang berorientasi pasif dan mementingkan hubungan cenderung akan menjadi orang berkepribadian plegmatis. Ia akan menjadi idola seperti Scarlet Witch dalam serial Avengers yang disukai banyak orang. Orang yang berorientasi pasif dan mementingkan tugas akan menjadi sosok yang melankolis. Tentu ia akan menjadi sosok yang tenang namun kritis seperti Invisible Girl dalam Fantastic Four. Contoh-contoh yang diberikan oleh Ko Hendrik lumayan memberikan gambaran yang jelas tentang tipe-tipe keperibadian di atas.


BACA JUGA:

  • Dhamma Camp 2019: Camping Chef yang Tak Kalah Seru dengan Master Chef Indonesia

Setelah menjelaskan hal-hal tersebut, Ko Hendrik mengajak para peserta untuk 12 opsi dari 48 opsi yang ada. Opsi-opsi tersebut merupakan contoh-contoh keperibadian yang lebih mengkhususkan kepada emosi dan pertemanan para peserta. Para peserta haruslah memilih opsi yang sangat sesuai dengan diri mereka masing-masing. melalui opsi-opsi yang mereka pilih nanti, kepribadian mereka bisa ditentukan apakah mereka termasuk ke dalam tipe korelis, sanguinis, plegmatis, ataupun melankolis.

Para peserta nampak sangat antusias untuk mengatahui kepribadian mereka masing-masing. Mereka tak perlu berpikir lama untuk memilih opsi yang sangat pantas dengan diri mereka sendiri atau kebiasaan mereka sehari-hari. Sebagian panitia juga terlihat ikut menimbang kembali kerpibadian yang mereka miliki.


Peserta antusias ikuti Dhamma Camp 2019

Pada sesi tanya jawab pun, para peserta seperti berlomba-lomba untuk mengacungkan tangan dan mengajukan pertanyaan. Mereka penasaran start yang bagaimana yang akan menentukan hasil yang baik pula. Tak cukup dengan menegnali diri sendiri, mereka bahkan juga ingin tahu cara untuk mengetahui kepribadian orang lain.

Apa yang dijelaskan Ko Hendrik di hari pertama menjadi titik awal mereka untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depan. Dengan mengatahui tipe krpibadian mereka, mereka tentu tahu apa yang harus mereka pertahankan dan apa yang harus mereka tingkatkan. Sanguinis akan mengundang karma baik bagi mereka, plegmatis akan menjernihkan pikiran mereka, melankolis akan membantu mereka berkonsentrasi, dan koleris akan menjadikan mereka teladan.

Ko Hendrik mengajak mereka mengenali pembawaan diri dan potensi, dari sana mereka bisa mengembangkan kelebihan dan tentu mereka juga bisa waspadai kekurangan yang mereka miliki. Mereka harus menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengembangkan mental kuat dan kepribadian yang menarik.

Ko Hendrik tentu mengembangkan potensi yang ada para diri peserta masing-masing, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Minimal mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. [T]

Tags: BuddhismeBudhaDhamma Camp 2019kemanusiaan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

“Jaja Leburan” dan Kenangan Yang Tak Lesap

Next Post

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co