23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kamera Terbaik adalah Kamera yang Ada di Tanganmu!” #Classwithlumix di Rumah Film Sang Karsa

Kardian Narayana by Kardian Narayana
June 1, 2019
in Khas
“Kamera Terbaik adalah Kamera yang Ada di Tanganmu!”  #Classwithlumix di Rumah Film Sang Karsa

Benny Kadarhariarto bicara banyak dalam acara #Classwithlumix feat #dcikeliling dilaksanakan di Rumah Film Sang Karsa, Lovina, Singaraja, Bali

Para anggota group facebook Digital Cinematografy Indonesia (DCI) yang ada di Singaraja, bertemu dengan CEO DCI dan para sepuh DCI merupakan suatu kebahagian, biasanya kita hanya bisa bertemu dalam setiap komen yang ditulis pada status grup DCI.

Jumat, 31 Mei 2019, rombongan DCI Keliling menyempatkan untuk mampir di Singaraja, Buleleng Bali. Mampirnya tim DCI Keliling ke Singaraja Buleleng Bali, merupakan lanjutan dari perjalanan Jawa Timur 2 Bali, dari tanggal 24 Mei – 2 Juni. Perjalanan Tim DCI Keliling, disponsori oleh Lumix Panasonic, jadi perjalanan ini di beri nama #ClassWithLumix feat #DCIkeliling. Perjalanan dilakukan ke Sembilan kota, 6 kota di Jawa Timur dan 3 di Bali.

Di Singaraja, #Classwithlumix feat #dcikeliling dilaksanakan di Rumah Film Sang Karsa. Kali ini Rumah Film Sang Karsa menjadi ramai. Pesona tim DCI Keliling nampaknya sangat menggoda, sehingga peserta yang hadir lebih dari 30 orang.

Dalam perjalanan yang dilakukan oleh DCI keliling, memang dilakukan langsung oleh CEO DCI om Benny Kadarhariarto atau yang akrab di panggil Om Ben. Di acara ini, ada dua orang didaulat sebagai pembicara yaitu Om Ben dan Om Sutiknyo alias Bolang. Om Bolang ini, seorang vloger dan bloger dengan nama channel youtube Lostpacker. 

Acara #Classwithlumix feat #dcikeliling pun dimulai tanpa menyanyikan lagi Indonesia Raya dan berdoa. Walau tanpa keduanya, sudah yakinlah jika semua yang hadir nasionalisnya tinggi dan mendoakan acara berjalan lancar tanpa gangguan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh mc yang cukup kocak walau keseringan garing dan krik..krik.., sehingga dari awal acaranya sudah terkesan sangat santai. Acara dilanjutkan dengan sambutan singkat oleh pemilik Rumah Film Sang Karsa Bli Putu Kusuma Wijaya dan acara pun dimulai.

Om Ben, memulai dengan memperkenalkan anggota tim DCI Keliling dan menyampaikan sejarah berdirinya DCI dengan sangat diplomatis, selayaknya seorang CEO dari grup facebook yang beranggota 113.180 akun (tidak disebut orang takutnya ada akun palsu). Setelah selesai menyampaikan sejarah DCI dilanjutkan dengan Om Bolang, berbagai pengalaman sebagai bloger dan vloger, bercerita berbagai situasi yang dihadapi saat melakukan pekerjaan videografi dan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indoneisa. Kabarnya Om Bolang sudah berkunjung ke 34 provinsi dan puluhan kota di Indonesia. Diskusi dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan para peserta yang bertanya.

Peserta satu persatu mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Pertanyaan dari yang sifat teknis hingga tips dan trik. Sangat sedikit sekali Om Ben dan Om  Bolang bicara tentang teknis camera dan teknis pengambilan gambar. Diskusi lebih banyak untuk mendorong dan memotivasi peserta untuk berkarya. Berkali-kali Om Ben, mengucapkan “KAMERA TERBAIK ADALAH KAMERA YANG ADA DI TANGANMU”.

Ucapan itu cukup menarik bagi saya, selain karena diucapkan berkali-kali, ucapan ini cukup memicu peserta termasuk saya untuk terus berkarya. Om Ben menerjemahkan ucapannya, “Apa pun alatmu, tetap akan bisa menghasilkan karya yang baik dan bagus, jika kamu bisa membuat ide cerita dengan baik dan bagus. Kamera dan kelengkapan lainnya hanya menjadi alat untuk mewujudkan ide yang ada dipikiranmu”.

Belajarlah membangun imajinasi seliar-liarnya untuk menciptakan visual yang menarik dan berfaedah bagi penonton. Jangan sampai, membuang waktu seseorang dengan percuma, untuk menonton karya, yang tidak ada isinya sama sekali. Kamera yang ada ditangan harus dimaksimalkan untuk menciptakan karya yang sebaik-baiknya. Banyak karya film yang baik dan bagus dikerjakan hanya menggunakan handphone dan kamera yang harganya tidak sampai puluhan juta.Jangan bilang kamera Mahal itu bagus malu tidak Ada ditanganmu.  


Peserta antusias ikuti #Classwithlumix feat #dcikeliling di Rumah Film Sang Karsa

Om Bolang pun, menegaskan apa yang diucapkan oleh Om Ben. Sebagai pelaku conten creator dalam bentuk video, merawat imajinasi itu haruslah terus dilakukan. Om Bolang mengistilahkan dengan Literasi Video. Literasi Video yang disebut oleh Om Bolang, memperbanyak tontonan video dari berbagai sumber dan memperbanyak membaca untuk merawat imajinasi seorang conten creator.

Jika alat-alat produksimu sangat bagus namun hasil karyamu biasa saja, itu namanya kurang ajar, namun jika alatmu sederhana dan hasil karyamu bagus dan baik, itu baru luar biasa. Jadi janganlah cuma nyombongin alat namun karyanya tak berkualitas. Disela-sela diskusi, sempat di putar karya film dan video yang menggunakan HP serta konsep-konsep yang menarik. 

Trik yang dibagikan untuk para peserta #Classwithlumix feat #dcikeliling dalam menghasilkan dan menjaga karya, yaitu trik what if / bagaimana jika. Triks sederhana ini sebagaiknya selalu digunakan dalam setiap membuat karya. Memperhitungkan dan memprediksi setiap adengan maupun angel pengambilan gambar sangat baik tetap berpikir what if / bagaimana jika, hal ini akan membuat kita untuk tetap berpikir, setiap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam setiap proses.

Pola what if / bagaimana jika, sangat sering digunakan oleh pelaku-pelaku film untuk menciptakan adegan-adegan, untuk menjaga kwalitas karya.  What if / bagaimana jika, dapat digunakan dengan baik, bila dilakukan latihan yang secara terus menerus. Pola ini tidak akan berjalan dengan baik, bila tidak pernah dilatihkan, dan dapat membuat penonton dengan mudah menebak alur yang kita buat dalam setiap video yang kita kerjakan. 

Acara #Classwithlumix feat #dcikeliling, walau disponsori oleh Lumix Panasonic, Om Ben tak banyak bicara tentang kehebatan Lumix. Selama tiga jam diskusi, Om Ben Cuma satu kali, mempromokan sponsor utamanya Lumix Panasonic. Promo Lumix Panasonic dilakukan, saat ada yang bertanya tentang cara memilih kamera di tengah gempuran teknologi kamera digital yang sengat pesat dan cepat.

Pembahasan tentang produk Lumix Panasonic tidak banyak dilakukan namun banner, baju dan kamera Lumix Panasonic bertebaran memenuhi halaman Rumah Film Sang Karya, jujur saja saya cukup tertarik dengan produk Lumix Panasonic, ya semoga bisa segera saya miliki. Hehehehe 

Membahas tentang video, artinya kita tidak bisa lepas dari audio. Video kurang baik, masih diampuni dibandingkan dengan audio yang kurang bagus. Dalam videografi, selain kita membuat gambar video, audio pun harus di gambar dengan baik. Terlalu sering, dalam produksi videografi, audio menjadi hal yang paling terakhir diperhitungkan, padahal audio sangat berperan penting dalam membangun dimensi ruang dalam video. Peranan audioman harus sangat dipertimbangkan untuk menunjang hasil akhir yang bagus. Audio mampu menguatkan imajinasi gambar yang ditampilkan dalam video.

Sebagai materi penutup, Om Ben, menekankan kepada para peserta untuk rajin-rajin membaca Buku Manual yang ada dicamera atau di alat lain yang menunjang produksi. Membaca buku manual akan mempermudah kita dalam memaksimalkan semua tombol dan menu yang ada pada kamera/yang lainnya saat berada di lapangan produksi. Penekanan yang kedua, belajar belajar dan terus belajar. Jangan pernah merasa pintar. Merasa pintar akan membuat kita mati dalam berkaya. Perkembangan teknologi dalam videografi terus berkembang, proses belajar akan membuat kita tidak tertinggal dari perkembangan teknologi yang terjadi. [T] 

Tags: balibulelengfilmRumah Film Sang Karsaworkshop
Share360TweetSendShareSend
Previous Post

Satu Juni & Misteri Waktu

Next Post

Selamat Pagi Burung Hantu di Banjar Pagi, Selalulah jadi Sahabat Petani…

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Selamat Pagi Burung Hantu di Banjar Pagi, Selalulah jadi Sahabat Petani…

Selamat Pagi Burung Hantu di Banjar Pagi, Selalulah jadi Sahabat Petani…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co