2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Esok Hari di Acara Pra Bali Yang Binal: Romantisme dan Masa Depan

tatkala by tatkala
May 17, 2019
in Khas
Energi Esok Hari di Acara Pra Bali Yang Binal: Romantisme dan Masa Depan

Energi solar panel dalam acara Pra Bali Yang Binal di TBK. (Foto by @hadhi kusuma)

Taman Baca Kesiman (TBK), Kamis 16 Mei 2019,  sudah tampak ramai. Hari itu adalah hari digelarnya acara Pra Bali Yang Binal (selanjutnya disebut BYB). Acara “Pra” saja sudah begitu greget dengan diskusi yang binal, apalagi saat acara puncak Bali Yang Binal #8 pada tanggal 30 Juli nanti, juga di Taman Baca Kesiman.  

Betapa tidak binal. Acara Pra BYB dengan mengusung tajuk Energi Esok Hari ini dibuka dengan injeksi band dari Lapar Bali. Sejumlah lagu dimainkan, orang-orang berdatangan.

Setelah mendengarkan beberapa lagu, acara dibuka dengan acara berbuka bersama oleh MC Rika. Pengunjung disilakan berbuka dengan nasi jinggo yang telah disediakan panitia Komunitas Pojok.

Setelah buka bersama, diskusi yang dimoderatori oleh Ngurah Termana bersama Aam Wijaya, Gusti M dari Bio Farm, dan Man Angga sebagai musisi yang merayakan 10 tahun Nosstress dengan memanfaatkan solar panel, Pak Baidi mewakili nelayan Celukan Bawang, dan Rai A yang mewakili Komunitas Pojok.

Diskusi dibuat sebagai usaha mempertajam tema Energi Esok Hari sebelum masuk ke gelaran puncak BYB #8 pada bulan Juli 2019.

Diskusi berlangsung sampai 20:30 wita, sebelum dilanjutkan oleh Istirahat Sejenak, band lapas narkotik Bangli yang sedang menggarap album. Usai itu penampilan diisi oleh Ardha Neraka yang membawakan 5 lagu. Baru kemudian Sandrayati Fay, Yan Sanjay, dan Fendy Rizk.

Acara malam itu ditutup dengan penampilan nobeleave. Energi perayaan Pra BYB ini, semua menggunakan energy solar panel dari Bio Solar Farm, mulai dari lampu karya, hingga sound.

Oh, ya, ada juga pameran baliho diisi oleh 10 artis yang mencoba memvisualkan energi esok hari dalam karya-karya mereka. Juga ada lapakan dari Istirahat Sejenak Merchandise, Art of Whatever, I Ni timpal kopi, dan Greenpeace.

Suasana pada acara Pra BYB ini, meski diisi diskusi dengan berseliwerannya berbagai ide dan pendapat, terdapat hal romantis yang muncul di pada Pra BYB itu. Romantisme itu tampak ketika teman-teman lama yang bersentuhan selama pegelaran BYB #1 hingga #7. Mereka yang aktif sejak awal bertemu kembali, bernostalgia, tentu dengan berbagai obrolan tentang ide baru dari berbagai katagori kreativitas.

Pra Bali Yang Binal di TBK. (Foto by @hadhi kusuma)

Bali Yang Binal

Rilis yang diterima tatkala.co, menyebutkan Bali Yang Binal adalah sebuah pagelaran yang lahir dari kritik atas Bali Biennale, medio 2005. Event ini diinisiasi oleh Komunitas Pojok dan Komunitas Seni di Denpasar ( KSDD ). Nama Bali Yang Binal sendiri berasal dari parodi Bali Biennale.

Dalam perjalanannya, BYB tumbuh melebihi ekspetasi awal yang dibayangkan. BYB bukan hanya sebagai acara alternatif, namun menjadi wadah berkumpulnya seniman-seniman muda yang kemudian rutin mengadakan acara ini setiap 2 tahun sekali.

BYB menjadi even dimana banyak seniman dengan berbagai bidang seni menunjukkan kepiawaiannya masing-masing, baik itu visual, musik, teater dan sebagainya, yang tidak ragu bereksperimen atau bersenang-senang menciptakan karya seni baru. Di kala acara Bali Biennale yang dikritik mati di tahun keduanya, BYB justru mampu melewati jaman hingga ke edisi #7 pada tahun 2017 yang lalu.

Pada setiap pagelaran BYB, Komunitas Pojok selalu memilih tema-tema aktual yang dibungkus dalam balutan estetika. Seni dan kritik adalah formula untuk kemampuan keberlangsungan acara ini.

Pada edisi kali ini (BYB#8) yang menjadi tema adalah “Energi Esok Hari”. Kenapa tema itu dipilih?

“Kami memilih tema ini sebagai intisari dari semua permasalahan yang sedang terjadi atau yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari apabila dibiarkan. Bali sebagai sebuah pulau kecil yang mempunyai potensi investasi tinggi selalu menjadi obyek yang menggiurkan untuk dieksploitasi. Benar bahwa Bali telah menjadi mesin yang memutar gerigi industripariwisata, banyak kebutuhan yang kemudian diadakan atas nama menjaga Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia. Namun yang kemudian disayangkan dan butuh dikritik adalah keputusan-keputusan instanyang dipilih pemangku kebijakan dan investor dalam menentukan arah pembangunan pariwisata.

Keinginan pemerintah dan investor untuk membangun sarana-sarana penunjang pariwisata seperti rencana reklamasi Teluk Benoa, rencana pembangunan tol lintas utara, rencana pembangunan bandara baru di Bali utara, dan lain sebagainya tentu membutuhkan energi yang besar.

Dan kebutuhan energi ini hendak dijawab dengan cepat oleh para pemangku kebijakan tadi dengan membangun PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) batubara baru di Celukan Bawang, Buleleng. Sebuah langkah yang tergesa-gesa dan keliru, karena Bali mempunyai potensi energi serta waktu yang cukup untuk beralih pada penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Batubara sudah dikenal sebagai sumber energi fosil yang merusak, tidak hanya dalam proses perubahannya menjadi energi tapi juga sejak proses pengambilannya. Diawali dengan kerusakan hutan, hilangnya ekosistem flora dan fauna, kerusakan di laut dalam proses distribusi dan pengolahan energi, juga pembuangan limbah asap dari pembangkit-pembangkitnya serta konflik sosial yang ditimbukannya. Keheranan muncul ketika pulau kecil seperti Bali yang sudah memiliki satu PLTU Batubara, masih perlu membangun lagi yang baru. Berbagai pertanyaan baru kemudian muncul membutuhkan jawaban dan solusi, dan bagi kami batubara bukanlah jawaban dan solusinya.

Untuk itu, dengan kemampuan yang kami miliki sebagai seniman, kami ingin berkontribusi dalam mengkampanyekan penggunaan energi ramah lingkungan, menarik dan bergandengan bersama dengan semua pihak yang peduli lingkungan dan Bali, demi hari esok yang lebih baik.”

Demikian rilis dari Komunitas Pojok.

Rangkaian BYB

Rangkaian BYB #8 telah dimulai dengan gelaran Sawer Nite, sebuah event penggalian dana pada 19 – 21 April 2019 lalu di Cushcush Gallery. Pada 18 Mei, Pra Bali Yang Binal #8 di gelar di  Taman Baca Kesiman. Pada tahapan ini akan dilakukan pemantapan materi, sehingga karya-karya yang dihasilkan pada Bali Yang Binal #8 bisa sesuai dengan tema yang diangkat. Selain itu akan ada juga pameran baliho dari seniman-seniman pendukung Bali Yang Binal #8. Selanjutnya baliho-baliho ini akan dibawa ke Celukan Bawang sebagai media “demonstrasi visual”.

Tahapan selanjutnya adalah pembukaan Bali Yang Binal #8 pada tanggal 30 Juni di Taman Baca Kesiman. Pembukaan Bali Yang Binal #8 akan diisi dengan technical meeting  untuk seniman-seniman yang berpartisipasi. Celukan Bawang adalah daerah terdampak dengan adanya PLTU, demikian pada tanggal 6-8 Juli Bali Yang Binal #8 mengajak seniman-seniman mural untuk jamming mural langsung di daerah terdampak.

Hal ini dilakukan agar seniman-seniman lebih memahami persoalan, dan pada sisi lain kegelisahan masyarakat terdampak terwakili oleh visual-visual yang ditampilkan oleh seniman-seniman tersebut. Kemudian penutupan Bali Yang Binal #8 akan dilaksanakan pada 14 Juli 2019. Penutupan rencananya akan diadakan di lapangan Lumintang dengan memamerkan kembali baliho-baliho yang dipamerkan pada pra Bali Yang Binal #8 dan mural jamming di Celukan Bawang dan diiringi oleh beberapa kawan-kawan musisi. [T/*]

Tags: Bali Yang Binalenergi tenaga suryaSeniTaman Baca Kesiman
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Bersahabat dengan Luka dan Duka

Next Post

Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co