23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Esok Hari di Acara Pra Bali Yang Binal: Romantisme dan Masa Depan

tatkala by tatkala
May 17, 2019
in Khas
Energi Esok Hari di Acara Pra Bali Yang Binal: Romantisme dan Masa Depan

Energi solar panel dalam acara Pra Bali Yang Binal di TBK. (Foto by @hadhi kusuma)

Taman Baca Kesiman (TBK), Kamis 16 Mei 2019,  sudah tampak ramai. Hari itu adalah hari digelarnya acara Pra Bali Yang Binal (selanjutnya disebut BYB). Acara “Pra” saja sudah begitu greget dengan diskusi yang binal, apalagi saat acara puncak Bali Yang Binal #8 pada tanggal 30 Juli nanti, juga di Taman Baca Kesiman.  

Betapa tidak binal. Acara Pra BYB dengan mengusung tajuk Energi Esok Hari ini dibuka dengan injeksi band dari Lapar Bali. Sejumlah lagu dimainkan, orang-orang berdatangan.

Setelah mendengarkan beberapa lagu, acara dibuka dengan acara berbuka bersama oleh MC Rika. Pengunjung disilakan berbuka dengan nasi jinggo yang telah disediakan panitia Komunitas Pojok.

Setelah buka bersama, diskusi yang dimoderatori oleh Ngurah Termana bersama Aam Wijaya, Gusti M dari Bio Farm, dan Man Angga sebagai musisi yang merayakan 10 tahun Nosstress dengan memanfaatkan solar panel, Pak Baidi mewakili nelayan Celukan Bawang, dan Rai A yang mewakili Komunitas Pojok.

Diskusi dibuat sebagai usaha mempertajam tema Energi Esok Hari sebelum masuk ke gelaran puncak BYB #8 pada bulan Juli 2019.

Diskusi berlangsung sampai 20:30 wita, sebelum dilanjutkan oleh Istirahat Sejenak, band lapas narkotik Bangli yang sedang menggarap album. Usai itu penampilan diisi oleh Ardha Neraka yang membawakan 5 lagu. Baru kemudian Sandrayati Fay, Yan Sanjay, dan Fendy Rizk.

Acara malam itu ditutup dengan penampilan nobeleave. Energi perayaan Pra BYB ini, semua menggunakan energy solar panel dari Bio Solar Farm, mulai dari lampu karya, hingga sound.

Oh, ya, ada juga pameran baliho diisi oleh 10 artis yang mencoba memvisualkan energi esok hari dalam karya-karya mereka. Juga ada lapakan dari Istirahat Sejenak Merchandise, Art of Whatever, I Ni timpal kopi, dan Greenpeace.

Suasana pada acara Pra BYB ini, meski diisi diskusi dengan berseliwerannya berbagai ide dan pendapat, terdapat hal romantis yang muncul di pada Pra BYB itu. Romantisme itu tampak ketika teman-teman lama yang bersentuhan selama pegelaran BYB #1 hingga #7. Mereka yang aktif sejak awal bertemu kembali, bernostalgia, tentu dengan berbagai obrolan tentang ide baru dari berbagai katagori kreativitas.

Pra Bali Yang Binal di TBK. (Foto by @hadhi kusuma)

Bali Yang Binal

Rilis yang diterima tatkala.co, menyebutkan Bali Yang Binal adalah sebuah pagelaran yang lahir dari kritik atas Bali Biennale, medio 2005. Event ini diinisiasi oleh Komunitas Pojok dan Komunitas Seni di Denpasar ( KSDD ). Nama Bali Yang Binal sendiri berasal dari parodi Bali Biennale.

Dalam perjalanannya, BYB tumbuh melebihi ekspetasi awal yang dibayangkan. BYB bukan hanya sebagai acara alternatif, namun menjadi wadah berkumpulnya seniman-seniman muda yang kemudian rutin mengadakan acara ini setiap 2 tahun sekali.

BYB menjadi even dimana banyak seniman dengan berbagai bidang seni menunjukkan kepiawaiannya masing-masing, baik itu visual, musik, teater dan sebagainya, yang tidak ragu bereksperimen atau bersenang-senang menciptakan karya seni baru. Di kala acara Bali Biennale yang dikritik mati di tahun keduanya, BYB justru mampu melewati jaman hingga ke edisi #7 pada tahun 2017 yang lalu.

Pada setiap pagelaran BYB, Komunitas Pojok selalu memilih tema-tema aktual yang dibungkus dalam balutan estetika. Seni dan kritik adalah formula untuk kemampuan keberlangsungan acara ini.

Pada edisi kali ini (BYB#8) yang menjadi tema adalah “Energi Esok Hari”. Kenapa tema itu dipilih?

“Kami memilih tema ini sebagai intisari dari semua permasalahan yang sedang terjadi atau yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari apabila dibiarkan. Bali sebagai sebuah pulau kecil yang mempunyai potensi investasi tinggi selalu menjadi obyek yang menggiurkan untuk dieksploitasi. Benar bahwa Bali telah menjadi mesin yang memutar gerigi industripariwisata, banyak kebutuhan yang kemudian diadakan atas nama menjaga Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia. Namun yang kemudian disayangkan dan butuh dikritik adalah keputusan-keputusan instanyang dipilih pemangku kebijakan dan investor dalam menentukan arah pembangunan pariwisata.

Keinginan pemerintah dan investor untuk membangun sarana-sarana penunjang pariwisata seperti rencana reklamasi Teluk Benoa, rencana pembangunan tol lintas utara, rencana pembangunan bandara baru di Bali utara, dan lain sebagainya tentu membutuhkan energi yang besar.

Dan kebutuhan energi ini hendak dijawab dengan cepat oleh para pemangku kebijakan tadi dengan membangun PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) batubara baru di Celukan Bawang, Buleleng. Sebuah langkah yang tergesa-gesa dan keliru, karena Bali mempunyai potensi energi serta waktu yang cukup untuk beralih pada penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Batubara sudah dikenal sebagai sumber energi fosil yang merusak, tidak hanya dalam proses perubahannya menjadi energi tapi juga sejak proses pengambilannya. Diawali dengan kerusakan hutan, hilangnya ekosistem flora dan fauna, kerusakan di laut dalam proses distribusi dan pengolahan energi, juga pembuangan limbah asap dari pembangkit-pembangkitnya serta konflik sosial yang ditimbukannya. Keheranan muncul ketika pulau kecil seperti Bali yang sudah memiliki satu PLTU Batubara, masih perlu membangun lagi yang baru. Berbagai pertanyaan baru kemudian muncul membutuhkan jawaban dan solusi, dan bagi kami batubara bukanlah jawaban dan solusinya.

Untuk itu, dengan kemampuan yang kami miliki sebagai seniman, kami ingin berkontribusi dalam mengkampanyekan penggunaan energi ramah lingkungan, menarik dan bergandengan bersama dengan semua pihak yang peduli lingkungan dan Bali, demi hari esok yang lebih baik.”

Demikian rilis dari Komunitas Pojok.

Rangkaian BYB

Rangkaian BYB #8 telah dimulai dengan gelaran Sawer Nite, sebuah event penggalian dana pada 19 – 21 April 2019 lalu di Cushcush Gallery. Pada 18 Mei, Pra Bali Yang Binal #8 di gelar di  Taman Baca Kesiman. Pada tahapan ini akan dilakukan pemantapan materi, sehingga karya-karya yang dihasilkan pada Bali Yang Binal #8 bisa sesuai dengan tema yang diangkat. Selain itu akan ada juga pameran baliho dari seniman-seniman pendukung Bali Yang Binal #8. Selanjutnya baliho-baliho ini akan dibawa ke Celukan Bawang sebagai media “demonstrasi visual”.

Tahapan selanjutnya adalah pembukaan Bali Yang Binal #8 pada tanggal 30 Juni di Taman Baca Kesiman. Pembukaan Bali Yang Binal #8 akan diisi dengan technical meeting  untuk seniman-seniman yang berpartisipasi. Celukan Bawang adalah daerah terdampak dengan adanya PLTU, demikian pada tanggal 6-8 Juli Bali Yang Binal #8 mengajak seniman-seniman mural untuk jamming mural langsung di daerah terdampak.

Hal ini dilakukan agar seniman-seniman lebih memahami persoalan, dan pada sisi lain kegelisahan masyarakat terdampak terwakili oleh visual-visual yang ditampilkan oleh seniman-seniman tersebut. Kemudian penutupan Bali Yang Binal #8 akan dilaksanakan pada 14 Juli 2019. Penutupan rencananya akan diadakan di lapangan Lumintang dengan memamerkan kembali baliho-baliho yang dipamerkan pada pra Bali Yang Binal #8 dan mural jamming di Celukan Bawang dan diiringi oleh beberapa kawan-kawan musisi. [T/*]

Tags: Bali Yang Binalenergi tenaga suryaSeniTaman Baca Kesiman
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Bersahabat dengan Luka dan Duka

Next Post

Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

Aku dan Kemungkinan-Kemungkinan Lain Atas Diriku –Catatan Aktris Sebelum Pentas Sang Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co