12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FIK UNY Peduli: Mahasiswa Masuk Taman Kanak-kanak di Bantul

Julio Saputra by Julio Saputra
March 27, 2019
in Khas
FIK UNY Peduli: Mahasiswa Masuk Taman Kanak-kanak di Bantul

BEM KM FIK UNY berkunjung ke Taman Kanak-Kanak PKK 94 Karangtengah, Imogiri, Bantul.

Jumat, 22 Maret 2019, bisa jadi adalah Jumat yang tak sama seperti biasanya bagi 10 orang mahasiswa BEM KM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Jika pagi hari mereka biasanya berangkat kuliah untuk menimba ilmu juga memperluas wawasan masing-masing, maka Jumat pagi itu, dengan mengendarai sepeda motor, mereka pergi mengunjungi Taman Kanak-Kanak PKK 94 Karangtengah, Imogiri, Bantul.

Kunjungan yang mereka lakukan bukanlah sekadar kunjungan biasa, tapi lebih dari sebuah makna kunjungan. Mereka bermaksud memberikan bantuan kepada pihak sekolah yang terkena dampak serius akibat banjir dan longsor yang terjadi di Bantul sejak 17 Maret 2019 lalu.

Sebelumnya, mereka sudah ikut membantu pembangunan tanggul yang jebol di Bendungan Kidul Kulon Progo bersama masyarakat setempat, komunitas pramuka aktif, dan gabungan TNI/POLRI

“Kami di sini sedang menjalankan program FIK Peduli. FIK Peduli sendiri merupakan gabungan mahasiswa setiap prodi yang ada di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Kami datang langsung ke lokasi untuk melihat langsung seberapa parah dampak banjir yang terjadi. Melalui program FIK Peduli ini juga kami ingin memberikan bantuan kepada beberapa sekolah yang ada di Bantul, salah satunya TK PKK 94 Karangtengah,” kata Estu Kakung selaku Wakil Ketua BEM KM FIK UNY.

Dampak banjir di Bantul

Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata menyisakan dampak serius bagi TK PKK 94 Karangtengah. Di beberapa ruangan, air sisa banjir masih menggenang sampai lutut orang dewasa. Seluruh berkas-berkas sekolah pun tak terselamatkan. Semua buku dan alat pembelajaran, baik di perpustakaan maupun ruang guru dan ruang kelas, basah dan penuh lumpur.

Di samping itu, lumpur juga memenuhi seluruh kelas dan juga taman sekolah. Akibatnya proses pembelajaran pun mau tak mau harus ditunda, anak-anak terpaksa diliburkan sementara sampai kondisi di sana benar-benar kembali kondusif. Itulah mengapa berbagai bantuan dari akan sangat berarti bagi pihak sekolah.

Bantuan yang mereka berikan kepada TK PKK 94 Karantengah bisa dikatakan sederhana, yaitu berupa kertas HVS, buku catatatn, kertas double folio, spidol dan penghapus spidol, alat-alat pembelajaran, alat-alat menulis, poster abjad, angka dan huruf yang biasa dapat dijumpai di ruang kelas taman kanak-kanak pada umumnya. 

Perwakilan BEM FIK UNY Menyerahkan bantuan

Bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan dari kawan-kawan seluruh program studi di FIK UNY yang sudah dikumpulkan sejak 18 Maret kemarin. Tak hanya itu, mereka ikut serta membantu menjemur dan mengelap pelan-pelan beberapa buku dan berkas-berkas sekolah  penting, seperti rapot, data siswa, data sekolah, yang kiranya masih bisa diselamatkan, meski sudah basah kuyup terendam banjir.

Hal lain yang mereka lakukan adalah membantu beberapa orang tua siswa membersihkan ruangan yang dipenuhi lumpur.

“Ada sekitar 15 orang tua atau wali murid yang kami bantu membersihkan beberapa ruangan dari genangan air dan lumpur. Parahnya, lumpur di sini sampai mengendap di atas meja dan kursi, dan di tempat ini untuk pertama kalinya kami itu mengepel sebuah meja, seperti mengepel lantai, saking banyak lumpurnya.” imbuh Estu, sambil mengusap lumpur yang tak sengaja menempel di beberapa sudut wajahnya.

Kepala TK PKK 94 Karangtengah, Sulthonah, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan mahasiswa BEM KM FIK UNY. Beliau yang juga turun tangan dalam membersihkan beberapa ruangan tidak mengira kalau mereka akan ikut membersihkan lingkungan taman kanak-kanak.

“Saya kira hanya datang untuk memberikan bantuan barang saja. Ternyata ikut bersih-bersih. Jadi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada adik-adik BEM KM FIK UNY. Semoga dengan ini kondisi di TK semakin kondusif dan anak-anak dapat belajar seperti biasa lagi” ujar Sulthonah.

Setelah memberikan bantuan kepada TK PKK 94 Karangtengah, rombongan mahasiswa BEM KM FIK UNY menunaikan sholat jumat bersama di masjib setempat. Kemudian mereka bergegas menuju MA Ummatan Wasathon Imogiri dengan tujuan yang masih sama, yaitu memberikan bantuan yang serupa dengan yang diberikan kepada TK PKK 94 Karangtengah.

Estu mengaku MA tersebut juga perlu diberikan bantuan mengingat sebentar lagi siswa kelas XII akan melaksanakn ujian, jadi alat tulis tentu akan sangat bermanfaat.

Perjalanan mereka menuju MA Ummatan Wasathon Imogiri pun mendapat tantangan yang berarti. Akibat banjir yang menerjang beberapa hari lalu, jembatan penyebrangan yang menjadi akses satu-satunya menuju MA Ummatan Wasathon Imogiri terputus. Mereka pun harus menyebrang dengan jembatan darurat yang hanya bisa dilalui oleh maksimal 3 orang dewasa. Besar harapan mereka jembatan tersebut segera ditangani mengingat sebentar lagi aka nada penerimaan siswa baru di sekolah tersebut.

Sesampainya di MA Ummatan Wasathon Imogiri, mereka menyerahkan bantuan langsung kepada pihak sekolah. Kondisi di sana tak jauh berbeda dengan TK PKK 94 Karangtengah. Pembelejaraan ditunda dan para siswa diliburkan sementara sampai tanggal yang tak bisa dipastikan. Genangan air sisa banjir dan lumpur hamper bisa dijumpai di setiap sudut ruangan.

Parahnya, semua barang elektronik di sekolah tersebut, seperti komputer, rusak total akibat terendam banjir. Siswa kelas XII pun terpaksa menumpang di sekolah lain untuk melaksanakan ujian sekolah, dan hal yang sama bisa saja terjadi saat ujian nasional. Setelah menyerahkan bantuan, barulah mereka melakukan pembersihan bersama sekitar 6 orang guru dan 15 siswa.

Selaku perwakilan BEM KM FIK UNY, Estu berharap akan ada banyak bantuan lagi yang datang ke Bantul, khususnya untuk beberapa sekolah yang juga terkena dampak serius banjir.

“Dari FIK Peduli ini semoga kami dapat saling membantu dan menolong sesama. Masih banyak sekolah yang terkena dampak serius aibat banjir kemarin, seperti di TK Masyihoh Tilaman Paduresan, Imogiri. Kami berharap bantuan datang dengan cepat dan kondisi sekolah-sekolah di Bantul kembali kondusif sehingga mereka bisa belajar kembali, terutama bagi para siswa yang akan mengikuti ujian nasional dalam waktu dekat ini” imbuh Estu. [T]

Tags: Bantulbencana alammahasiswaUNYYogyakarta
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Pribadi: Mesin Waktu dari Studio Batu

Next Post

Musuh Dokter Itu Bernama Keseriusan

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Pasien, Guru Yang Sempurna

Musuh Dokter Itu Bernama Keseriusan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co