2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Teater Sekolah – Diskusi Panas Usai Pentas di Parade Teater Canasta 2018

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
November 4, 2018
in Khas
Tentang Teater Sekolah – Diskusi Panas Usai Pentas di Parade Teater Canasta 2018

Penyair Warih Wisatsana orasi budaya dan membaca puisi dalam Parade Teater Canasta 2018

JUMAT, 2 November 2018, usai pentas teater dalam Parade Teater Canasta 2018, diskusi memanas ketika Hendra Utay-pembina Teater Sangsaka SMKN 1 Denpasar unjuk pendapat, ia mengatakan Parade Teater Canasta 2018 tidak bertanggung jawab dan mengeksploitasi anak-anak peserta. Mata merah, muka merah, omogannya seperti ngelantur. Utay keberatan adanya diskusi usai pentas seolah hanya untuk memojokkan peserta, berdalih anak-anak binaannya tidak tahu teater dan ini adalah pentas pertama kali mereka.

Kemudian dari pihak Canasta tidak menyiapkan pendampingan terhadap masing-masing peserta, naskahnya pun dipilih oleh pihak  Canasta tanpa diskusi bersama. Ia tetap melanjutkan protesnya dengan nada pelan, sesekali menyuruh peserta untuk menjaga ketenangan saat diskusi. Walaupun moderator-Agus Wiratama, dengan nada sopan meminta Hendra Utay berhenti dan memberikan kesempatan pada yang lain.

Saya sendiri pasang badan ketika pernyataan-pernyataan itu dilontarkan.

Memang benar setiap usai kedua pentas, kami berdiskusi dan sharing pendapat. Itu pun dilaksakan oleh beberapa kawan yang tertarik dan masih tetap bertahan. Budaya diskusi usai pentas merupakan analisis kritis penonton apa yang ditontonnya, baik kepada kedua peserta, bisa saling menanyakan kebingungan mereka saat menonton. Bukan sekedar pentas langsung pulang, sehingga tidak adanya gesekan-gesekan kritis, malah yang akan terjadi suatu pengotakan identitas kelompok. Jika demikian guyub tidak akan terjadi.

I Wayan Sumahardika sutradara Teater Kalangan juga menambahkan bahwa ruang diskusi usai pentas ini, merupakan hal luput selama belasan tahun, terutama di Denpasar. Pentas hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, mencari juara, dan terbaik. Tanpa pernah mempertanyakan kenapa itu terjadi, jika budaya kompetisi ini dipelihara, polanya sangat berbahaya pada kelompok-kelompok teater sekolah. Setiap teater sekolah hanya mementingkan dirinya sendiri, tanpa tahu menahu bagaimana proses kelompok lain, sebab acuannya bukan kebersamaan, tapi bersaing menjadi nomor 1. Bukan capaian di luar teater yang di perjuangkan. Akhrinya teater sekolah hanya sebagai teater regenerasi. Tidak ada harapan untuk membangun kultur teater secara lebih luas.

Sumahardika menambahkan, setiap kelompok memiliki penonton loyalis sekolahnya masing-masing, tapi mereka hadir hanya untuk menonton teater sekolahnya. Bukan untuk menonton yang lain. Padahal pementasan yang lain memiliki suatu wacana yang bisa di diskusikan bersama. Maka dari itu Parade Teater Canasta hadir sebagai wadah untuk menjawab hal tersebut, bahwa diskusi bukan untuk memojokkan, tapi seberapa jauh kawan-kawan pelaku pentas dapat memahaminya.

“Selama ini kan tidak ada diskusi aktor, paling yang ada hanya ada diskusi pembina, benar nggak?” ucap Sumahardika, sejurus kemudian dijawab iya serempak oleh kawan-kawan diskusi.

Nampaknya hal esensi seperti  ini dilupakan oleh Dramawan Hendra Utay, yang mengatakan bahwa dirinya telah membina banyak sekolah di Bali. Seberapa jauh pembinaan yang ia lakukan, itu dapat kita lacak dari bagaimana anak didiknya mencapai suatu pemahaman atas apa yang mereka lakukan di teater. Dan seberapa jauh regenerasi ini berkembang menyikapi dunia teater.

Kemarin malam saya emosi ketika Teater Sangsaka membentuk lingkaran besar usai pentas, hendak melakukan evaluasi. Sementara pertunjukan Teater Enter dari SMA Muhammadyah sedang berlangsung. Apa yang terjadi ini? Bagaimana sikap mereka terhadap pertunjukan lain, sementara ketika mereka pentas semua penonton disuruh diam, saya yang mengarahkan penonton untuk duduk, dapat  teguran oleh salah seorang anggotanya. Di mana sikap saling menghargai tersebut?

Bagi saya pribadi yang sempat melatih di beberapa sekolah, inilah tugas pembina teater, selain melatih teater, secara kritis harus mengintervensi dan meluruskan jalan teater sebagai hal yang berguna dalam kehidupan. Tidak habis-habisnya sebelum atau sesudah latihan saya melakukan diskusi, tentang naskah, tentang kehidupan, tentang refrensi pementasan, atau tentang masalah pribadi sekalipun.

Hendra Utay yang dikenal sebagai dewa monolog pada masanya, nampaknya tidak peduli terhadap kondisi-kondisi kultural teater ini. Mengulang masa yang terlewat merupakan kebuntuan psikologis yang harus  disikapi secara sadar, jika tidak, bisa dilihat apa yang akan terjadi. Bagaimana guru begitulah muridnya bersikap. Malah lebih jauh ia bercita-cita pada yang muda-muda untuk membangun teater Bali, tanpa individu yang mengibarkan bendera masing-masing.

Saya rasa dramawan tersohor kita satu ini tidak membaca Parade Teater Canasta, sebagai ruang kolektif untuk tumbuh, embrio membangun dikemudian hari. Perlu dicatat selama 7 hari, ada 12 kelompok yang pentas dan 7 sharing session yang kami undang dari lintas multidispliner, tapi ia hanya datang ketika anak didiknya pentas. Bahkan anak didiknya pun tidak hadir mengikuti rangkaian acara. Bagaimana membangun teater Bali, jika demikian?.

Sementara itu hadir pula Jonas Sestakresna, menyampaikan bahwa teater SMA berfungsi sebagai ekstrakulikuler di sekolah, tapi biasanya jadwal latihannya kurang disiplin. Untuk itu fungsi teater di SMA untuk belajar organisasi yang baik, dan displin terhadap segala hal produksi. Sementara teater kampus, semestinya lebih liar dan ada pesan yang ingin disampaikan. Pemahaman dan berfikirnya lebih dari pada adik-adik SMA

“Jika ada kakak pembina, memang harus ada kakak penghina, harus diakui” ujarnya sembari tertawa.

Diskusi selesai, saya menawarkan kopi untuk Hendra Utay dan Mas Jonas. kemudian saya ingat perbincangan ringan dengan Bli Jun, beberapa waktu lalu. Bahwa seniman-seniman yang bersudah-untuk tidak mengatakan tua, belilah skrop bangunan, untuk perlahan membuat liang lahannya sendiri. Saya dan Bli Jun tertawa sembari menyeruput kopi, sementara  waktu itu di ruang tengah Canasta,  Bli Marlowe Bandem tengah asik berbincang dengan  anak anak muda SMA terkait project 1928-nya. (T)

Tags: Parade Teater CanastasekolahTeater
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Rindu yang Memeluk Benci – Rekonsiliasi Tragedi Nasional ’65

Next Post

Kota yang Seringkali Disalahpahami…

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kota yang Seringkali Disalahpahami…

Kota yang Seringkali Disalahpahami...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co