2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Savitri Sastrawan by Savitri Sastrawan
October 13, 2018
in Khas
Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space

JADI, PK adalah sebuah kelompok perupa asal Bali lulusan ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, dimana empat anggotanya angkatan 2006 – Dekde Jaya Putra, Rako Suarnata, Putu Nova, dan Putra D’awan Indrawan –  dan satu anggota lainnya angkatan 2009 – Dewa NPAAW.

Awalnya mereka merupakan kelompok yang tidak memiliki nama. Namun, karena pameran seni rupa perdana mereka di Yogyakarta pada tahun 2015 berjudul ‘Prajurit Kemayu’, terciptalah singkatan #PK – beserta tagarnya – dan boleh menginterpretasikannya kepanjangannya menjadi apapun.

Saya sendiri tidak pernah melihat pameran mereka secara langsung sebelum tahun 2017 dimana pameran mereka selalu antara di Bali atau Yogyakarta. Antara tahun 2013 sampai 2015, dari luar Bali saya melihat kelompok #PK ini salah satu kelompok perupa Bali yang cukup gesit, seru, dan komikal berpameran menggunakan tema yang lebay (baca: berlebihan) di sebuah ruang galeri.

Pada tahun 2016, mereka mengajak penulis dan kurator asal Bali, Made Susanta Dwitanaya, mengadakan pameran di Yogyakarta yang salah satu pamerannya berjudul “#Baper” – google aja kalau lupa itu kata gaul apa. Lalu awal tahun 2017, mereka mengajak saya untuk berkolaborasi dalam dua pameran di Bali.

Sempat kaget kenapa aku diikutkan – ternyata memang salah satu metode mereka adalah berkolaborasi dengan orang Bali yang aktif di kesenian, baik penulis maupun perupa. Karena saya dikenal sebagai penulis dan perupa oleh #PK, maka saya diminta ikut menulis namun dibentuk karya, merespon tema yang mereka angkat saat itu. Lucunya, orang-orang mengira saya kurator dan menulis untuk pameran mereka padahal #PK berpameran tanpa kurator.

Pameran #PK “Menjemput Masa Lalu” berlangsung di Sika Gallery, Ubud, pada bulan Mei 2017, memiliki makna ‘Menjemput Masa Lalu’ sebagai berikut – “Proses yang telah dilewati dan kini digali kembali, kita sebut sebagai ‘Menjemput Masa Lalu’ merupakan tahap perenungan tentang memori terdahulu yang sampai saat ini mengusik bahkan berkelana dalam ingatan.”

Lalu, “Menjemput Masa Lalu, Pagi di Pelupuk Mata” yang berlangsung di Karja Art Space, Ubud, pada bulan Oktober 2017,menjadi kelanjutannya yang bermaksud bermain dengan konsep saat cahaya pagi pertama kali menerpa mata – “Cahaya pagi yang memberi begitu banyak rasa dan dapat diinterpretasikan atau dimaknai berbeda-beda dari berbagai sudut pandang, menjadi sebuah metafora baru dalam memaknai pagi.” – kurang lebay apa coba kedua penjelasan di atas?

Instalasi Dekde Jaya Putra di Sika Gallery
Instalasi Interaktif Putu Nova di Sika Gallery
Instalasi Rako di Sika Gallery
Instalasi D’Awan di Sika Gallery

Maka, dalam seri berpameran di Bali kala itu, kedua pameran sama-sama bermaksud mengangkat sesuatu yang dipendam, sebuah memori, sebuah ingatan, yang dipertanyakan kembali maupun dibawa nostalgia saja ke masyarakat luas.

Mengetahui #PK suka bereksperimen dan eksplorasi dengan media, maka untuk kedua pameran ini saya melakukannya juga. Karena ke-lebay-an mereka saat berpameran, saya merasa seperti tidak harus takut apa yang ingin diungkapkan maupn output kekaryaan yang dibuat, seperti sangat bebas walaupun ada tema. Mengapa saya mengatakan demikian?

Pertama, pameran-pameran yang telah saya ikuti selama sepuluh tahun terakhir, sepertinya dua aspek penting yang harus ada adalah berikut: estetika dan wacana. Dengan begitu, pameran dianggap ‘serius’.

Namun, sering kali saya amati, estetika kekaryaan itu diutamakan, sedangkan wacana dihitung belakangan. Tema suatu pameran bekerja sebagai judul pameran itu, dan pameran itu secara gamblang menunjukan tema itu tanpa wacana yang dikembangkan. Padahal orang awam masih suka bertanya – apa itu estetika?- kata estetika terlalu ribet untuk diresap begitu saja.

Justru bersama #PK, membawa wacana rasanya sama derajat dengan menghadirkan estetika kekaryaan mereka. Agar sukses membawa suatu wacana, maka perlu memikirkan estetika karya – yakni bentuk, warna, garis, dan formalitas berkarya lainnya – yang memadai dalam menyampaikan wacana tersebut.

Pameran visual seni di Denpasar dan sekitarnya masih suka bergaya seragam, tetapi di #PK itu tidak pernah terjadi, masing-masing seniman merepresentasikan karyanya dengan gaya sendiri-sendiri serta memiliki kecenderungan berinstalasi dengan dua maupun tiga dimensi.

Kedua, dengan tema yang berlebihan tersebut, wacana bisa dibawa secara ringan dan mudah diresap, atau dibawa serius dengan kata-kata berlebihan tetapi sebenarnya ringan, namun kecenderungan wacana yang dibawa, ya, tidak jauh dari tentang kehidupan manusia sendiri. Menggunakan beragam media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kedua pameran di Bali tahun lalu membawa persoalan yang dapat menggelitik pikiran dan perasaan.

Instalasi Savitri di Karja Art Space
Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space
Instalasi NPAAW di Karja Art Space

Kekaryaan perupa #PK yang inspirasinya datang dari pengalaman yang cukup personal menjadi suatu yang dapat dirasakan secara kolektif. Untuk saya, seharusnya disanalah kesenian bermain, menjembatani pengungkapan perasaan ke sesama manusia, tidak sekedar membuat sesuatu yang indah memikat mata.

Tahun ini, #PK kembali ke Bali dan berkolaborasi dengan perupa perempuan asal Bali, Tiartini Mudarahayu, dengan judul pamerannya “Menertawai Hari”. Konsepnya,menghasilkan kekaryaan dari berkumpul bersama selama 24 jam – kurang absurd apa coba dan lebaynyaa – yang akan dibuka di Room 8 Artshop, Seminyak pada tanggal 17 Oktober 2018. Yuk, simak ke-lebay-an #PK Oktober ini! (T)

Tags: baliISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Next Post

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Savitri Sastrawan

Savitri Sastrawan

Suka menyebut dirinya seorang Bali nomaden dan pekerja lepas di seni dan bahasa. Ia meyakini seni dan bahasa merupakan metode dekonstruksi dan kolaborasi dalammengeksplor kemungkinan-kemungkinan antar disiplin. Intinya, ingin menjadi orang interdisipliner yang bisa mengapresiasi segala hal dalam berkebudayaan.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co