24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Savitri Sastrawan by Savitri Sastrawan
October 13, 2018
in Khas
Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space

JADI, PK adalah sebuah kelompok perupa asal Bali lulusan ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, dimana empat anggotanya angkatan 2006 – Dekde Jaya Putra, Rako Suarnata, Putu Nova, dan Putra D’awan Indrawan –  dan satu anggota lainnya angkatan 2009 – Dewa NPAAW.

Awalnya mereka merupakan kelompok yang tidak memiliki nama. Namun, karena pameran seni rupa perdana mereka di Yogyakarta pada tahun 2015 berjudul ‘Prajurit Kemayu’, terciptalah singkatan #PK – beserta tagarnya – dan boleh menginterpretasikannya kepanjangannya menjadi apapun.

Saya sendiri tidak pernah melihat pameran mereka secara langsung sebelum tahun 2017 dimana pameran mereka selalu antara di Bali atau Yogyakarta. Antara tahun 2013 sampai 2015, dari luar Bali saya melihat kelompok #PK ini salah satu kelompok perupa Bali yang cukup gesit, seru, dan komikal berpameran menggunakan tema yang lebay (baca: berlebihan) di sebuah ruang galeri.

Pada tahun 2016, mereka mengajak penulis dan kurator asal Bali, Made Susanta Dwitanaya, mengadakan pameran di Yogyakarta yang salah satu pamerannya berjudul “#Baper” – google aja kalau lupa itu kata gaul apa. Lalu awal tahun 2017, mereka mengajak saya untuk berkolaborasi dalam dua pameran di Bali.

Sempat kaget kenapa aku diikutkan – ternyata memang salah satu metode mereka adalah berkolaborasi dengan orang Bali yang aktif di kesenian, baik penulis maupun perupa. Karena saya dikenal sebagai penulis dan perupa oleh #PK, maka saya diminta ikut menulis namun dibentuk karya, merespon tema yang mereka angkat saat itu. Lucunya, orang-orang mengira saya kurator dan menulis untuk pameran mereka padahal #PK berpameran tanpa kurator.

Pameran #PK “Menjemput Masa Lalu” berlangsung di Sika Gallery, Ubud, pada bulan Mei 2017, memiliki makna ‘Menjemput Masa Lalu’ sebagai berikut – “Proses yang telah dilewati dan kini digali kembali, kita sebut sebagai ‘Menjemput Masa Lalu’ merupakan tahap perenungan tentang memori terdahulu yang sampai saat ini mengusik bahkan berkelana dalam ingatan.”

Lalu, “Menjemput Masa Lalu, Pagi di Pelupuk Mata” yang berlangsung di Karja Art Space, Ubud, pada bulan Oktober 2017,menjadi kelanjutannya yang bermaksud bermain dengan konsep saat cahaya pagi pertama kali menerpa mata – “Cahaya pagi yang memberi begitu banyak rasa dan dapat diinterpretasikan atau dimaknai berbeda-beda dari berbagai sudut pandang, menjadi sebuah metafora baru dalam memaknai pagi.” – kurang lebay apa coba kedua penjelasan di atas?

Instalasi Dekde Jaya Putra di Sika Gallery
Instalasi Interaktif Putu Nova di Sika Gallery
Instalasi Rako di Sika Gallery
Instalasi D’Awan di Sika Gallery

Maka, dalam seri berpameran di Bali kala itu, kedua pameran sama-sama bermaksud mengangkat sesuatu yang dipendam, sebuah memori, sebuah ingatan, yang dipertanyakan kembali maupun dibawa nostalgia saja ke masyarakat luas.

Mengetahui #PK suka bereksperimen dan eksplorasi dengan media, maka untuk kedua pameran ini saya melakukannya juga. Karena ke-lebay-an mereka saat berpameran, saya merasa seperti tidak harus takut apa yang ingin diungkapkan maupn output kekaryaan yang dibuat, seperti sangat bebas walaupun ada tema. Mengapa saya mengatakan demikian?

Pertama, pameran-pameran yang telah saya ikuti selama sepuluh tahun terakhir, sepertinya dua aspek penting yang harus ada adalah berikut: estetika dan wacana. Dengan begitu, pameran dianggap ‘serius’.

Namun, sering kali saya amati, estetika kekaryaan itu diutamakan, sedangkan wacana dihitung belakangan. Tema suatu pameran bekerja sebagai judul pameran itu, dan pameran itu secara gamblang menunjukan tema itu tanpa wacana yang dikembangkan. Padahal orang awam masih suka bertanya – apa itu estetika?- kata estetika terlalu ribet untuk diresap begitu saja.

Justru bersama #PK, membawa wacana rasanya sama derajat dengan menghadirkan estetika kekaryaan mereka. Agar sukses membawa suatu wacana, maka perlu memikirkan estetika karya – yakni bentuk, warna, garis, dan formalitas berkarya lainnya – yang memadai dalam menyampaikan wacana tersebut.

Pameran visual seni di Denpasar dan sekitarnya masih suka bergaya seragam, tetapi di #PK itu tidak pernah terjadi, masing-masing seniman merepresentasikan karyanya dengan gaya sendiri-sendiri serta memiliki kecenderungan berinstalasi dengan dua maupun tiga dimensi.

Kedua, dengan tema yang berlebihan tersebut, wacana bisa dibawa secara ringan dan mudah diresap, atau dibawa serius dengan kata-kata berlebihan tetapi sebenarnya ringan, namun kecenderungan wacana yang dibawa, ya, tidak jauh dari tentang kehidupan manusia sendiri. Menggunakan beragam media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kedua pameran di Bali tahun lalu membawa persoalan yang dapat menggelitik pikiran dan perasaan.

Instalasi Savitri di Karja Art Space
Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space
Instalasi NPAAW di Karja Art Space

Kekaryaan perupa #PK yang inspirasinya datang dari pengalaman yang cukup personal menjadi suatu yang dapat dirasakan secara kolektif. Untuk saya, seharusnya disanalah kesenian bermain, menjembatani pengungkapan perasaan ke sesama manusia, tidak sekedar membuat sesuatu yang indah memikat mata.

Tahun ini, #PK kembali ke Bali dan berkolaborasi dengan perupa perempuan asal Bali, Tiartini Mudarahayu, dengan judul pamerannya “Menertawai Hari”. Konsepnya,menghasilkan kekaryaan dari berkumpul bersama selama 24 jam – kurang absurd apa coba dan lebaynyaa – yang akan dibuka di Room 8 Artshop, Seminyak pada tanggal 17 Oktober 2018. Yuk, simak ke-lebay-an #PK Oktober ini! (T)

Tags: baliISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Next Post

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Savitri Sastrawan

Savitri Sastrawan

Suka menyebut dirinya seorang Bali nomaden dan pekerja lepas di seni dan bahasa. Ia meyakini seni dan bahasa merupakan metode dekonstruksi dan kolaborasi dalammengeksplor kemungkinan-kemungkinan antar disiplin. Intinya, ingin menjadi orang interdisipliner yang bisa mengapresiasi segala hal dalam berkebudayaan.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co