2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Savitri Sastrawan by Savitri Sastrawan
October 13, 2018
in Khas
Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space

JADI, PK adalah sebuah kelompok perupa asal Bali lulusan ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, dimana empat anggotanya angkatan 2006 – Dekde Jaya Putra, Rako Suarnata, Putu Nova, dan Putra D’awan Indrawan –  dan satu anggota lainnya angkatan 2009 – Dewa NPAAW.

Awalnya mereka merupakan kelompok yang tidak memiliki nama. Namun, karena pameran seni rupa perdana mereka di Yogyakarta pada tahun 2015 berjudul ‘Prajurit Kemayu’, terciptalah singkatan #PK – beserta tagarnya – dan boleh menginterpretasikannya kepanjangannya menjadi apapun.

Saya sendiri tidak pernah melihat pameran mereka secara langsung sebelum tahun 2017 dimana pameran mereka selalu antara di Bali atau Yogyakarta. Antara tahun 2013 sampai 2015, dari luar Bali saya melihat kelompok #PK ini salah satu kelompok perupa Bali yang cukup gesit, seru, dan komikal berpameran menggunakan tema yang lebay (baca: berlebihan) di sebuah ruang galeri.

Pada tahun 2016, mereka mengajak penulis dan kurator asal Bali, Made Susanta Dwitanaya, mengadakan pameran di Yogyakarta yang salah satu pamerannya berjudul “#Baper” – google aja kalau lupa itu kata gaul apa. Lalu awal tahun 2017, mereka mengajak saya untuk berkolaborasi dalam dua pameran di Bali.

Sempat kaget kenapa aku diikutkan – ternyata memang salah satu metode mereka adalah berkolaborasi dengan orang Bali yang aktif di kesenian, baik penulis maupun perupa. Karena saya dikenal sebagai penulis dan perupa oleh #PK, maka saya diminta ikut menulis namun dibentuk karya, merespon tema yang mereka angkat saat itu. Lucunya, orang-orang mengira saya kurator dan menulis untuk pameran mereka padahal #PK berpameran tanpa kurator.

Pameran #PK “Menjemput Masa Lalu” berlangsung di Sika Gallery, Ubud, pada bulan Mei 2017, memiliki makna ‘Menjemput Masa Lalu’ sebagai berikut – “Proses yang telah dilewati dan kini digali kembali, kita sebut sebagai ‘Menjemput Masa Lalu’ merupakan tahap perenungan tentang memori terdahulu yang sampai saat ini mengusik bahkan berkelana dalam ingatan.”

Lalu, “Menjemput Masa Lalu, Pagi di Pelupuk Mata” yang berlangsung di Karja Art Space, Ubud, pada bulan Oktober 2017,menjadi kelanjutannya yang bermaksud bermain dengan konsep saat cahaya pagi pertama kali menerpa mata – “Cahaya pagi yang memberi begitu banyak rasa dan dapat diinterpretasikan atau dimaknai berbeda-beda dari berbagai sudut pandang, menjadi sebuah metafora baru dalam memaknai pagi.” – kurang lebay apa coba kedua penjelasan di atas?

Instalasi Dekde Jaya Putra di Sika Gallery
Instalasi Interaktif Putu Nova di Sika Gallery
Instalasi Rako di Sika Gallery
Instalasi D’Awan di Sika Gallery

Maka, dalam seri berpameran di Bali kala itu, kedua pameran sama-sama bermaksud mengangkat sesuatu yang dipendam, sebuah memori, sebuah ingatan, yang dipertanyakan kembali maupun dibawa nostalgia saja ke masyarakat luas.

Mengetahui #PK suka bereksperimen dan eksplorasi dengan media, maka untuk kedua pameran ini saya melakukannya juga. Karena ke-lebay-an mereka saat berpameran, saya merasa seperti tidak harus takut apa yang ingin diungkapkan maupn output kekaryaan yang dibuat, seperti sangat bebas walaupun ada tema. Mengapa saya mengatakan demikian?

Pertama, pameran-pameran yang telah saya ikuti selama sepuluh tahun terakhir, sepertinya dua aspek penting yang harus ada adalah berikut: estetika dan wacana. Dengan begitu, pameran dianggap ‘serius’.

Namun, sering kali saya amati, estetika kekaryaan itu diutamakan, sedangkan wacana dihitung belakangan. Tema suatu pameran bekerja sebagai judul pameran itu, dan pameran itu secara gamblang menunjukan tema itu tanpa wacana yang dikembangkan. Padahal orang awam masih suka bertanya – apa itu estetika?- kata estetika terlalu ribet untuk diresap begitu saja.

Justru bersama #PK, membawa wacana rasanya sama derajat dengan menghadirkan estetika kekaryaan mereka. Agar sukses membawa suatu wacana, maka perlu memikirkan estetika karya – yakni bentuk, warna, garis, dan formalitas berkarya lainnya – yang memadai dalam menyampaikan wacana tersebut.

Pameran visual seni di Denpasar dan sekitarnya masih suka bergaya seragam, tetapi di #PK itu tidak pernah terjadi, masing-masing seniman merepresentasikan karyanya dengan gaya sendiri-sendiri serta memiliki kecenderungan berinstalasi dengan dua maupun tiga dimensi.

Kedua, dengan tema yang berlebihan tersebut, wacana bisa dibawa secara ringan dan mudah diresap, atau dibawa serius dengan kata-kata berlebihan tetapi sebenarnya ringan, namun kecenderungan wacana yang dibawa, ya, tidak jauh dari tentang kehidupan manusia sendiri. Menggunakan beragam media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kedua pameran di Bali tahun lalu membawa persoalan yang dapat menggelitik pikiran dan perasaan.

Instalasi Savitri di Karja Art Space
Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space
Instalasi NPAAW di Karja Art Space

Kekaryaan perupa #PK yang inspirasinya datang dari pengalaman yang cukup personal menjadi suatu yang dapat dirasakan secara kolektif. Untuk saya, seharusnya disanalah kesenian bermain, menjembatani pengungkapan perasaan ke sesama manusia, tidak sekedar membuat sesuatu yang indah memikat mata.

Tahun ini, #PK kembali ke Bali dan berkolaborasi dengan perupa perempuan asal Bali, Tiartini Mudarahayu, dengan judul pamerannya “Menertawai Hari”. Konsepnya,menghasilkan kekaryaan dari berkumpul bersama selama 24 jam – kurang absurd apa coba dan lebaynyaa – yang akan dibuka di Room 8 Artshop, Seminyak pada tanggal 17 Oktober 2018. Yuk, simak ke-lebay-an #PK Oktober ini! (T)

Tags: baliISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Next Post

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Savitri Sastrawan

Savitri Sastrawan

Suka menyebut dirinya seorang Bali nomaden dan pekerja lepas di seni dan bahasa. Ia meyakini seni dan bahasa merupakan metode dekonstruksi dan kolaborasi dalammengeksplor kemungkinan-kemungkinan antar disiplin. Intinya, ingin menjadi orang interdisipliner yang bisa mengapresiasi segala hal dalam berkebudayaan.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co