14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Savitri Sastrawan by Savitri Sastrawan
October 13, 2018
in Khas
Tentang Perupa Bali: #PK, Satu Kelompok Lebay…

Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space

JADI, PK adalah sebuah kelompok perupa asal Bali lulusan ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, dimana empat anggotanya angkatan 2006 – Dekde Jaya Putra, Rako Suarnata, Putu Nova, dan Putra D’awan Indrawan –  dan satu anggota lainnya angkatan 2009 – Dewa NPAAW.

Awalnya mereka merupakan kelompok yang tidak memiliki nama. Namun, karena pameran seni rupa perdana mereka di Yogyakarta pada tahun 2015 berjudul ‘Prajurit Kemayu’, terciptalah singkatan #PK – beserta tagarnya – dan boleh menginterpretasikannya kepanjangannya menjadi apapun.

Saya sendiri tidak pernah melihat pameran mereka secara langsung sebelum tahun 2017 dimana pameran mereka selalu antara di Bali atau Yogyakarta. Antara tahun 2013 sampai 2015, dari luar Bali saya melihat kelompok #PK ini salah satu kelompok perupa Bali yang cukup gesit, seru, dan komikal berpameran menggunakan tema yang lebay (baca: berlebihan) di sebuah ruang galeri.

Pada tahun 2016, mereka mengajak penulis dan kurator asal Bali, Made Susanta Dwitanaya, mengadakan pameran di Yogyakarta yang salah satu pamerannya berjudul “#Baper” – google aja kalau lupa itu kata gaul apa. Lalu awal tahun 2017, mereka mengajak saya untuk berkolaborasi dalam dua pameran di Bali.

Sempat kaget kenapa aku diikutkan – ternyata memang salah satu metode mereka adalah berkolaborasi dengan orang Bali yang aktif di kesenian, baik penulis maupun perupa. Karena saya dikenal sebagai penulis dan perupa oleh #PK, maka saya diminta ikut menulis namun dibentuk karya, merespon tema yang mereka angkat saat itu. Lucunya, orang-orang mengira saya kurator dan menulis untuk pameran mereka padahal #PK berpameran tanpa kurator.

Pameran #PK “Menjemput Masa Lalu” berlangsung di Sika Gallery, Ubud, pada bulan Mei 2017, memiliki makna ‘Menjemput Masa Lalu’ sebagai berikut – “Proses yang telah dilewati dan kini digali kembali, kita sebut sebagai ‘Menjemput Masa Lalu’ merupakan tahap perenungan tentang memori terdahulu yang sampai saat ini mengusik bahkan berkelana dalam ingatan.”

Lalu, “Menjemput Masa Lalu, Pagi di Pelupuk Mata” yang berlangsung di Karja Art Space, Ubud, pada bulan Oktober 2017,menjadi kelanjutannya yang bermaksud bermain dengan konsep saat cahaya pagi pertama kali menerpa mata – “Cahaya pagi yang memberi begitu banyak rasa dan dapat diinterpretasikan atau dimaknai berbeda-beda dari berbagai sudut pandang, menjadi sebuah metafora baru dalam memaknai pagi.” – kurang lebay apa coba kedua penjelasan di atas?

Instalasi Dekde Jaya Putra di Sika Gallery
Instalasi Interaktif Putu Nova di Sika Gallery
Instalasi Rako di Sika Gallery
Instalasi D’Awan di Sika Gallery

Maka, dalam seri berpameran di Bali kala itu, kedua pameran sama-sama bermaksud mengangkat sesuatu yang dipendam, sebuah memori, sebuah ingatan, yang dipertanyakan kembali maupun dibawa nostalgia saja ke masyarakat luas.

Mengetahui #PK suka bereksperimen dan eksplorasi dengan media, maka untuk kedua pameran ini saya melakukannya juga. Karena ke-lebay-an mereka saat berpameran, saya merasa seperti tidak harus takut apa yang ingin diungkapkan maupn output kekaryaan yang dibuat, seperti sangat bebas walaupun ada tema. Mengapa saya mengatakan demikian?

Pertama, pameran-pameran yang telah saya ikuti selama sepuluh tahun terakhir, sepertinya dua aspek penting yang harus ada adalah berikut: estetika dan wacana. Dengan begitu, pameran dianggap ‘serius’.

Namun, sering kali saya amati, estetika kekaryaan itu diutamakan, sedangkan wacana dihitung belakangan. Tema suatu pameran bekerja sebagai judul pameran itu, dan pameran itu secara gamblang menunjukan tema itu tanpa wacana yang dikembangkan. Padahal orang awam masih suka bertanya – apa itu estetika?- kata estetika terlalu ribet untuk diresap begitu saja.

Justru bersama #PK, membawa wacana rasanya sama derajat dengan menghadirkan estetika kekaryaan mereka. Agar sukses membawa suatu wacana, maka perlu memikirkan estetika karya – yakni bentuk, warna, garis, dan formalitas berkarya lainnya – yang memadai dalam menyampaikan wacana tersebut.

Pameran visual seni di Denpasar dan sekitarnya masih suka bergaya seragam, tetapi di #PK itu tidak pernah terjadi, masing-masing seniman merepresentasikan karyanya dengan gaya sendiri-sendiri serta memiliki kecenderungan berinstalasi dengan dua maupun tiga dimensi.

Kedua, dengan tema yang berlebihan tersebut, wacana bisa dibawa secara ringan dan mudah diresap, atau dibawa serius dengan kata-kata berlebihan tetapi sebenarnya ringan, namun kecenderungan wacana yang dibawa, ya, tidak jauh dari tentang kehidupan manusia sendiri. Menggunakan beragam media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kedua pameran di Bali tahun lalu membawa persoalan yang dapat menggelitik pikiran dan perasaan.

Instalasi Savitri di Karja Art Space
Instalasi DEkde Jaya Putra di Karja Art Space
Instalasi NPAAW di Karja Art Space

Kekaryaan perupa #PK yang inspirasinya datang dari pengalaman yang cukup personal menjadi suatu yang dapat dirasakan secara kolektif. Untuk saya, seharusnya disanalah kesenian bermain, menjembatani pengungkapan perasaan ke sesama manusia, tidak sekedar membuat sesuatu yang indah memikat mata.

Tahun ini, #PK kembali ke Bali dan berkolaborasi dengan perupa perempuan asal Bali, Tiartini Mudarahayu, dengan judul pamerannya “Menertawai Hari”. Konsepnya,menghasilkan kekaryaan dari berkumpul bersama selama 24 jam – kurang absurd apa coba dan lebaynyaa – yang akan dibuka di Room 8 Artshop, Seminyak pada tanggal 17 Oktober 2018. Yuk, simak ke-lebay-an #PK Oktober ini! (T)

Tags: baliISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Next Post

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Savitri Sastrawan

Savitri Sastrawan

Suka menyebut dirinya seorang Bali nomaden dan pekerja lepas di seni dan bahasa. Ia meyakini seni dan bahasa merupakan metode dekonstruksi dan kolaborasi dalammengeksplor kemungkinan-kemungkinan antar disiplin. Intinya, ingin menjadi orang interdisipliner yang bisa mengapresiasi segala hal dalam berkebudayaan.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

PP 43/2018, “Pelakor” Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co