13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perpustakaan Tempat Remidi dan Pacar Saya Membaca untuk Tahu Harga Komestik

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
February 2, 2018
in Opini

Google

 

PERPUSTAKAAN adalah ruangan yang keramat. Isinya tumpukan buku, tinggi, dengan rak hingga ke langit-langit. Selalu diupacarai dan diberikan sesajen. Jarang dijamah hingga berdebu dan dimakan kutu.

Ruang-ruang dengan rak tinggi itu biasanya hanya jadi tempat semedi bagi mahasiswa semester akhir. Atau bagi orang-orang yang tak punya teman selain buku. Perpustakaan memang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang, kecuali orang yang memang datang untuk membaca. Karena hanya bisa dimasuki oleh orang yang suka membaca, maka perpustakaan jadi sepi dan terkesan keramat.

Tapi tunggu dulu. Bukankah masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang cukup tinggi?  Mereka tidak lagi membaca buku atau koran melainkan melalui gawai masing-masing. Lihatlah begitu banyak orang yang waktunya dihabiskan di depan layar telepon pintarnya itu.

Namun apakah mereka sudah membaca sebagaimana layaknya membaca? Nah, tampaknya inilah yang jadi pertanyaan. Tampaknya sebagian besar masyarakat belum membaca secara benar. Saya sering amati, teman-teman di tempat kerja tidak pernah ketinggalan mengetahui status teman-temannya di media sosial.

Pacar saya selalu, hampir setiap hari membaca harga-harga kosmetik dan tas di toko daring. Tetangga saya membaca untuk melihat lowongan pekerjaan, membaca untuk menengok hasil pertandingan sepak bola, dan membaca subtitle drama korea di laptop untuk mendapatkan hiburan. Akibatnya, kegiatan membaca belum berhasil memberi makna dan meningkatkan nilai kehidupan mereka.

Mari lihat data. Indonesia tetap dimasukkan sebagai negara berkembang yang minat baca penduduknya masih di bawah rata-rata. Ini dipertegas oleh hasil studi Most Littered Nation In the Word yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016 yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ada yang tahu di mana letak negara Bostwana?

Tampaknya fenomena ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, akses masyarakat terhadap buku (bahan bacaan) minim dan mahal. Kedua, kebiasaan mendongeng sebelum tidur oleh orang tua kepada anaknya semakin punah. Padahal mendongeng bermanfaat mendorong rasa ingin tahu dan berdampak meningkatkan minat baca anak sejak dini.

Apa daya, orang tua zaman sekarang begitu sibuk memenuhi kebutuhan keluarga yang selalu meningkat. Apalagi anak-anak sekarang, kids zaman now kata orang-orang ababil di luar sana, lebih suka yang praktis dan tidak banyak mikir. Saya memang tak suka menggunakan istilah kids zaman now, entah kenapa. Tapi agar esai ini dibaca oleh lebih banyak orang, tidak ada salahnya ikut tren.

Membaca sangat penting, menurut teori dan sangat bisa dibuktikan sendiri. Sebab berhubungan dengan masa depan generasi mendatang di tengah pesat berkembangnya informasi dan pengetahuan. Beruntunglah pemerintah Indonesia mengambil kebijakan penting menggerakkan kembali literasi di bangku-bangku sekolah.

Bukan berarti pendidikan kita sebelumnya tanpa literasi, namun lebih diluaskan lagi. Lebih ditingkatkan lagi kuantitas dan kualitasnya. Perlu diingat bahwa literasi tidak hanya terbatas membaca dan menulis, atau sebatas membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai. Ya, literasi itu sangat luas.

Tentu saja ini langkah yang sangat baik, harus disambut baik serta didukung oleh semua pihak. Mengingat dalam literasi terdapat aktivitas membaca. Literasi dapat kita maknai sebagai kegiatan berpikir yang sebelumnya diawali dengan membaca, sehinga tindakan-tindakan yang dilakukan didasarkan pada pengetahuan dan ilmu yang didapat melalui membaca.

Belum apa-apa kelemahan sudah terlihat, yaitu sebagian guru belum gemar membaca. Padahal guru menjadi model dalam gerakan literasi di sekolah. Untuk meningkatkan minat baca peserta didik, perlu terlebih dahulu menanamkan persepsi, ketertarikan, dan kesadaran mereka akan manfaat membaca.

Peran orang tua serta guru sangat penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Kebiasaan membaca tidak bisa terbentuk secara tiba-tiba, sehingga perlu pembinaan sejak dini. Sayangnya harga buku-buku mahal. Mending beli kuota internet ya biar bisa main gim daring.

Jika kita berbicara Indonesia akan sangat luas. Mari kita cermati sebagian kecil masyarakat dalam bangku-bangku sekolah saja. Saya cukup yakin, hampir pasti semua masyarakat akan melewati masa belajar di sekolah (dalam arti luas), sehingga sekolah menjadi awal yang penting bagi kemajuan bangsa.

Rendahnya minat baca masyarakat khususnya kalangan siswa berdampak buruk terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga di Asia, apalagi dunia. Ini menurut riset, silakan cek hasil riset, di Google ada kok! Rendahnya kualitas pendidikan berimplikasi pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola masa depan.

Jika berbicara masalah fasilitas, kita sesungguhnya memiliki. Sebut saja perpustakaan dan toko buku. Sudah banyak ada namun belum mencukupi. Mengingat begitu luas wilayah dan begitu banyak penduduk di Indonesia. Serta permasalahan Indonesia yang begitu kompleks. Hingga membuat siapapun presidennya akan pusing tujuh keliling. Belum lagi produksi buku di Indonesia yang terhitung minim, serta harga buku yang tak terjangkau.

Minimnya bahan bacaan pun menjadi salah satu hambatan terbesar bagi masyarakat Indonesia dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat baca. Keberadaan toko buku tidak didukung dengan daya beli masyarakat terhadap buku-buku. Para siswa lebih memprioritaskan membeli kuota internet daripada buku. Begitu pula para guru yang lebih memilih mencicil motor merek terbaru atau untuk pemenuhan gaya hidup daripada menyisihkan honornya untuk membeli buku. Jadi buku bukanlah kebutuhan mendasar bagi sebagian masyarakat kita.

Sebetulnya ini masalah yang sangat kompleks yang dipengaruhi dari dua sisi, luar maupun dalam masing-masing individu. Bisa kita amati bersama, ketika ada orang asing dalam antrian pastilah disibukkan dengan membaca. Berbeda dengan orang Indonesia ketika dalam keadaan sama, mereka mengisinya dengan mendengar musik atau bergosip membicarakan orang lain.

Jika daya beli belum mendukung, sesungguhnya ada perpustakaan yang dapat memenuhi hasrat membaca masyarakat. Sayangnya opsi ini bukan tanpa masalah. Keberadaan perpustakaan di hampir tiap sekolah dan daerah-daerah belum dikelola sebagaimana mestinya. Siswa-siswa masih takut ke perpustakaan karena penjaganya tidak ramah.

Sebagian guru hanya menggunakan perpustakaan sebagai tempat remedial siswa mereka. Keberadaan perpustakaan juga masih terkesan angker dan sangat tidak bersahabat untuk pengunjung. Perpustakaan sebagai institusi informasi semakin usang dan tidak diperdulikan di antara kemajuan teknologi informasi, seperti menghandirkan bacaan-bacaan digital atau buku-buku elektronik. Akhirnya, hanya debu dan rayap yang setia mengunjungi buku-buku di perpustakaan.

Beberapa solusi yang bisa diberikan untuk kembali menyalakan kecintaan terhadap buku, bisa dimulai melalui penataan kembali perpustakaan, baik perpustakaan sekolah maupun daerah.

Pertama, perpustakaan harus disesuaikan keberadaannya bagi pembaca. Misal perpustakaan sekolah, hendaknya menyediakan buku-buku yang dibutuhkan siswa. Mulai dari buku cerita anak-anak hingga novel, biografi, dan berbagai karya nonfiksi.

Pemerintah serta komite sekolah hendaknya mulai memerhatikan keberadaan perpustakaan sebagai bagian penting sekolah, tidak hanya sebagai bangunan pelengkap. Pada umumnya tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah  hanya berfokus pada kebanggaan pribadi sekolah.

Bagi banyak sekolah, alasan mereka mendirikan perpustakaan hanya untuk menunjukkan kehebatan fasilitas. Bukan pada arti makna dan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar yang sesungguhnya.

Kedua, petugas perpustakaan harus ramah dan murah senyum. Pelayanan yang ramah dan simpatik menjadikan taman baca yang banyak dikunjungi. Petugas perpustakaan juga hendaknya dibekali pengetahuan-pengetahuan yang menunjang tugasnya tersebut.

Selama ini petugas perpustakaan hanyalah “pegawai” yang ditempatkan secara sekadar. Tidak kalah penting juga, petugas perpustakaan haruslah individu-individu yang senang membaca sehingga bisa menjadi teman yang baik bagi pengunjung.

Ketiga, waktu yang panjang untuk para pembaca. Rata-rata waktu pelayanan perpustakaan di Indonesia sama dengan waktu pelayanan publik lainnya. Tolong dikoreksi jika saya salah. Belum pernah saya ketahui ada perpustakaan di Bali yang buka sampai larut malam. Dengan begitu tentunya pengunjung akan dapat membaca, menulis, dan menjelajahi belantara pengetahuan semakin panjang. Jadi, memperpanjang jam buka perpustakaan akan sangat penting.

Keempat, pemerdayaan perpustakaan secara rekreatif dan edukatif. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku atau mencari bahan-bahan tugas sekolah. Perpustakaan bisa dibuat menjadi tempat bedah buku, diskusi-diskusi, aplikasi pengetahuan, serta kegiatan apresiasi lainnya. Hal ini memungkinkan perpustakaan menjadi destinasi wisata yang sangat indah saat liburan-liburan sekolah.

Akhirnya, upaya-upaya di atas diharapkan mampu membangun kembali perpustakaan menjadi taman-taman yang indah serta menghapus pandangan masyarakat bahwa perpustakaan hanyalah kumpulan rak-rak buku penuh debu. Selanjutnya, perpustakaan-perpustakaan tersebut akan menjadi surga bagi kita semua, masyarakat Indonesia. Tidak hanya tempat tinggal para kutu buku, dalam arti harfiah. (T)

Tags: BukumembacaPendidikanperpustakaan
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Wirata# Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang

Next Post

Senja di Pelabuhan Buleleng

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post

Senja di Pelabuhan Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co