6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Batu-batu Ponjok Batu

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 2, 2018
in Esai

Foto: Panca Gautama

DI bibir pantai, batu-batu berderet melamun memandangi lautan yang tidak terlalu gelisah. Lemparkan ke pantai satu demi satu batu-batu pipih yang berharap bisa menari di atas air. Sekali duakali masih gagal, cobalah untuk ketigakalinya, semoga berhasil. Tidak ada yang tahu, apa yang akan ditemukan ketika segala usaha dilakukan. Berhasilkah? Tidakkah? Berhasil atau tidak, itu tidak penting. Yang penting, adalah keberanian. Lebih lagi keberanian untuk meninggalkan segala yang menyenangkan.

Ombak tidak berdebur, hanya sesekali membuncah seperti ucapan selamat datang. Batu-batu masih diam, entahlah di dalamnya. Apakah batu memang selalu sedingin itu? Saya lupa memperhatikan batu-batu telah sejak lama. Tidak juga pernah bertanya, apa dia baik-baik saja? Pertanyaan semacam itu, juga patut ditanyakan kepada perahu di atas batu di pinggir pura Ponjok Batu.

Ia diam sejuta bahasa. Atau mungkin itulah bahasanya? Bahasanya adalah bahasa diam, hanya saja manusia tidak mengerti. Terlalu banyak hal yang mesti dimengerti, tidak hanya segala yang dikatakan tapi juga didiamkan. Juga sesuatu yang diam-diam dikatakan.

Tanyakan pada perahu itu ‘apa yang kau lakukan disini?’. Ia mungkin tidak menjawab, tapi jangan menyerah, tanyakan sekali lagi, ‘menunggu sesuatukah kau disini?’. Jika ia tidak juga menjawab, maka diamlah. Lakukan seperti yang ia lakukan, barangkali nanti akan terdengar berbagai jawaban. Dengarkan baik-baik bahasa diam itu.

Jangan terkejut! Jika yang terdengar adalah suara orang yang bertanya. Suara-suara yang menggema di kepala, adalah jawaban-jawaban. Jawaban-jawaban yang nanti akan nglekas [berubah wujud] menjadi pertanyaan-pertanyaan. Demikianlah, jawaban selalu ada di dalam pertanyaan. Begitu pula sebaliknya.

Jika saja perahu di atas batu tidak menjawab, carilah batu lainnya. Batu berdiri tegak dan kokoh. Tanyakan kepadanya dengan bahasa diam, ‘Siapa namamu?’. Sekali lagi, jawabannya adalah suara di kepala yang menggema, ‘Batu Berdiri’ katanya. Batu berdiri di pinggir pantai. Tapi tentu Batu Berdiri tidak hanya ada di pinggir pantai, ia juga ada di gunung. Bukankah di gunung Agung ada tempat bernama Batu Madeg? Madeg artinya berdiri.

Gunung yang berdiri tegak juga seperti batu berdiri. Ada gunung batu besar yang berdiri di ketinggian.  Ada juga gunung batu lebih kecil berdiri di tempat yang sedikit rendah. Karena di tempat rendah maka disebut gunung di tempat lebah.

Lebah adalah kata lain dari rendah dalam bahasa Bali. Karena gunung itu ada di  tempat yang lebah, maka disebut Gunung Lebah. Dimanakah Gunung Lebah? Ada di Batur. Gunung Batur adalah Gunung Lebah. Batur juga berarti batu. Gunung Batur seperti Batu Berdiri di tengah danau yang luas. Selain nama gunung, Batur juga adalah nama raja Bali: Baturenggong. Adakah hubungan Batur dengan Baturenggong?

Di daerah Tabanan Bali, ada juga Batu Berdiri dekat gunung Batu Karu. Ada daerah yang disebut Silamadeg. Sila adalah nama lain dari Batu. Silamadeg artinya Batu Berdiri.

Ada juga batu yang benar-benar batu, disebut Silayukti. Adakah yang meragukan sebuah batu, sehingga perlu dipertegas batu itu benar-benar batu? Mungkin maksudnya bukan sila yang berarti batu, tapi sila yang berarti perbuatan. Seperti Susila berarti perbuatan baik.

Sila yang berarti perbuatan seringkali dihubungkan dengan manusia. Melalui perbuatannya manusia dinilai, selain dari pikiran dan juga perkataan. Perbuatan itulah sikap. Mengenai sikap, ada yang disebut dengan Silasana yakni sikap duduk. Sikap itu adalah sikap duduk dengan melipat kaki. Manusia yang melipat kakinya seperti itu terlihat kokoh seperti batu!

Ada batu lain yang bisa disebut dalam catatan ini, ialah Batu Bulan. Batu Bulan dekat dengan Batuan. Batu juga ada yang harganya mahal, ialah batu permata. Permata di dalam bahasa Jawa Kuna disebut Mani atau Manik. Jika Batu adalah Mani, pikiran mengingat Kintamani. Kintamani pada masanya disebut dengan Cintamani yang berarti permata pikiran.

Cinta memang pikiran. Bagi para pecinta, sulit mengendalikan pikirannya. Pikirannya selalu saja ingin mencari juga menanti. Jika Batu adalah Manik, maka saya mengingat kata seseorang tentang Manik Candra. Manik Candra diterjemahkan menjadi Batu Bulan. Ada apa dengan Batu Bulan? Konon menurut shastranya, Batu Bulan itulah yang berhubungan dengan air.

Batu di Ponjok Batu masih diam. Apakah Ponjok Batu? Ponjok artinya tanjung. Yang disebut tanjung adalah ujung tanah, atau pegunungan yang menganjur ke laut. Ponjok batu berarti batu yang menganjur ke laut. Batu menganjur ke laut, seperti ada yang hendak dicarinya ke laut. Barangkali malah sebaliknya, ada yang dinantinya datang dari laut.

Saya membayangkan sebatang pohon kelapa tumbuh di pinggir pantai dekat dengan Ponjok Batu. Buahnya yang telah tua, menjatuhkan diri ke laut. Merelakan dirinya dibawa laut entah ke mana. Mungkin beberapa ribu tahun setelahnya, dia akan ditemukan oleh peneliti-peneliti telah menjadi batu di Ponjok Batu. Ponjok juga berarti kumpulan. Ponjok Batu bisa berarti kumpulan batu.  Memikirkan batu-batu, membuat saya lelah dan ingin membatu. Tapi saya tidak ingin menjadi batu karena dikutuk ibu. (T)

BACA JUGA: 

  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Keranjang Ular
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Jalan Seribu Tanda Tanya
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Laut yang Tak Selamanya Asin
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Hujan Tubuh dan Macan dalam Pikiran
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Kemarau yang Kehujanan
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Tunjung Tutur Danau Tamblingan
Tags: alamBaturbulelenglautPura
Share104TweetSendShareSend
Previous Post

“Pasraman” Ya “Pakraman” – Terbukti Eksis Berabad-Abad

Next Post

Prejengane Kutho Suroboyo: Cintailah Tradisi Surabaya

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails
Next Post

Prejengane Kutho Suroboyo: Cintailah Tradisi Surabaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co