2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prejengane Kutho Suroboyo: Cintailah Tradisi Surabaya

M. Ivan Aulia Rokhman by M. Ivan Aulia Rokhman
February 2, 2018
in Ulasan
  • Judul Buku : Prejengane Kutho Suroboyo
  • Penulis : Maulana Malik Ibrahim, Dkk
  • Penerbit : PT Smelting
  • Cetakan : I, Desember 2015
  • Tebal : 300 Halaman
  • ISBN : 978-602-716-271-6

Buku Prejengane Kutho Suroboyo menggambarkan tentang menjumpai dan mengenal tradisi terhadap kearifan lokal di Ibukota tercinta yakni Surabaya. Salah satu kebudayaan di daerah Surabaya adalah mengenang ragam adat istiadat dan membiasakan masyarakat dengan menerapkan tradisional. Inilah keagungan yang mencorak dalam tulisan yang enak dan renyah.

Sunan Ampel, Sawunggaling, Bung Tomo, Bung Karnom Tjokroaminoto, Gubernur Suryo, dan banyak tokoh lain telah tercatat kontribusinya oleh sejarah dunia yang masih kental kaitannya dengan Surabaya, Indonesia. Namun perlu ingat, kepahlawanan dan ruh Surabaya bukan hanya Bung Tomo dan nama-nama yang disebutkan tadi, karena Surabaya juga tentang kepahlawanan rakyatnya, tukang becak dan pemuda-pemudinya, arek-arek-nya, dan segala lapisan masyarakat Surabaya yang berkenan menempatkan diri sebagai pembela kebenaran. Pembela tanah air.

Surabaya tak hanya berisi para pahlawan yang harum namanya. Surabaya juga merupakan tempat bersemayam kearifan-kearifan lokal. Kita bisa melihat berbagai tradisi seperti manakiban, manten pegon, dan selapanan. Dalam hal kuliner, Surabaya memiliki rujak cingur, semanggi, lontong balap, dan lainnya. Unsur-unsur pembentuk kearifan lokal itulah tuh penting terciptanya hakikat, nuansa, kharisma, dan rasa yang membedakan Surabaya dan lainnya.

Buku ini terdapat 80 kisah yang berisi tentang cerita tradisi yang ada di daerah Surabaya. Sebagian tulisan yang berbentuk koran dan tulisan buku pada umumnya. Bahasa yang ditulis merupakan hasil penjelajahan di berbagai kecamatan dan kota apalagi di dalamnya kota kampung menyimpan keunikan terhadap budaya kita.

Bahasa di buku ini terlalu santai dan ringan. Bayangkan betapa penulis meneliti (riset) dan mengelilingi kampung. Konon ada tradisi menilai keanekaragaman adat dan istiadat yang mengenang tokoh yang mengarahkan tradisi hingga saat ini.

Tradisi pertama dari uniknya Topeng Muludan. Topeng muludan adalah topeng mainan untuk anak-anak. Kalau pun ada orang tua yang ingin bermain topeng-topengan ini, ya sah-sah saja. Tak perlu menunggu fatwa halal dari MUI. Topeng yang mulai ngetren pada tahun 60-an ini dulu adalah mainan wajib anak-anak ketika menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi.

Bagi lidah orang Surabaya, maulid lebih sering disebut muludan. Karena itulah topeng ini disebut topeng muludan (halaman 9).

Tradisi kedua ada keunikan menarik tentang Langgar Wèdhok. Langgar wèdhok adalah nama lain mushala perempuan. Tempat shalat khusus bagi kaum perempuan. Tempat beribadah ritual muslimah. Biasanya terdapat di kampung. Dahulu kala jumlah langgar wedhok di Surabaya cukup banyak, di antaranya di Tenggilis Mulya. Namun sekarang banyak yang sudah tidak digunakan lagi. Penyebab utamanya adalah semakin sedikit orang yang mau shalat berjamaah di tempat itu. Selain itu, sangat sedikit orang yang mau ngrumat langgar wedhok juga menyebabkannya mangkrak tak terurus dan sepi jamaah (halaman 14).

Tradisi ketiga dalam konsep kebudayaan islam di Surabaya adalah Manaqiban. Dari akhiran ‘an’ menjadi manaqiban yang berati kegiatan pembacaan manaqib, utowo biografi Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani. Manaqiban biasanya dilaksanakan oleh jam’iyah thoriqot tertentu, namun tak jarang juga sering dilakukan oleh masyarakat biasa.

Kalau dilihat secara ilmiah, Kitab Manaqib memang seperti kitab-kitab lainnya. Tetapi tampaknya dalam kehidupan para penganut tarekat, manaqiban merupakan kegiatan ritual dan sebagai tradisi yang tak kalah sakralnya dengan ritual-ritual lain. Bahkan dari beberapa sumber menyebutkan, manaqiban ini dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat dan santri pendesaan, khususnya di Pulau Jawa dan Madura (halaman 23).

Kalau dari minggu kemarin kita memulai tahun baru islam jatuh pada 2 Oktober 2016. Seringkali masyarakat terpercaya ada malam 1 suro sebagai perayaan tahun baru menurut kalender jawa.

Malam satu Suro dalam masyarakat jawa adalah suatu perayaan tahun baru menurut kalender Jawa. Malam satu Suro jatuh mulai terbenam mathari pada hari terakhir bulan terakhir kalender jawa sampai terbitnya matahari pada hari pertama tahun berikutnya (1 Suro) (halaman 31).

Tradisi berikutnya juga tak kalah unik dan keren abis yakni Wayang Golek dengan Boneka khas China. Wayang ini dimainkan untuk mengisahkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah China. Misalnya Kera Sakti dan Gurunya, kisah kekaisaran, dan para dewa. Menurut legenda, wayang ini dibuat oleh narapidana di Tiongkok ribuan tahun silam. Ada lima orang tahanan yang akan dihukum mati pada mas Dinasti Tsang Tian (halaman 38).

Tradisi selanjutnya yang jarang dilakukan yaitu khataman al-qur’an. Syukuran khataman ngaji yang paling lazim dilaksanakan, ya, setelah khataman Al-Qur’an untuk yang baru pertama kali khatam al-qur;an. Yakni setelah seorang anak menyelesaikan setoran bacaan Al-Qur’an kepada Ustadz dan pengajarnya (halaman 69).

Dan banyak tradisi yang menarik lainnya dalam kearifan lokal di Surabaya. Hikmah dari Prejengane Kutho Suroboyo adalah hargailah tradisi yang masih ada dari dulu hingga sekarang. Tujuannya untuk senantiasa menerapkan konsep tradisional yang dikemukakan baik dalam keagamaan, cara kebiasaan, maupun pendekatan persuatif terhadap adat istiadat. (T)

Semarang, 7 Oktober 2016

Tags: BukuresensiSurabayaTradisi
Share4TweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Batu-batu Ponjok Batu

Next Post

Jalan Panjang Menuju Ada

M. Ivan Aulia Rokhman

M. Ivan Aulia Rokhman

Lahir di Jember, 21 April 1996. Alumnus SMAN 10 Surabaya. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Masa Depan Waktu (2017), Bukan Kita (2017), Cerita 3 Masa (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan Remas Al-Akbar Surabaya. Ia seorang penulis Berkebutuhan Khusus.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Jalan Panjang Menuju Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co