23 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nonton Joged Porno itu Nganu Banget Pokoknya

I Putu Supartika by I Putu Supartika
February 2, 2018
in Opini

 

SAYA suka nonton joged. Apalagi joged porno. Apalagi joged yang suka naik-naikin kemben sampai di atas lutut terus duduk di atas pengibing. Pokoknya nganulah. Bikin kuota saya cepet habis gara-gara keseringan buka Youtube.

Salah? Ya dibilang salah terserah, dibilang nggak juga terserah. Orang yang suka saya, bukan situ. Kalau ada dampaknya kan bukan situ yang kena, kan saya yang kena. Nggak jadi masalah kan buat situ? Kalau misalnya saya maksa situ buat nonton padahal situ nggak suka itu baru masalah.

Lagian joged itu kan tontonan masyarakat, ya mau porno mau nggak itu kan terserah permintaan masyarakat. Kalau masyarakatnya suka joged porno, ya mau gimana lagi, masak paksa mereka biar nonton yang nggak isi porno-pornonya, kan kecewa penonton. Kan rugi jadinya ngupah joged nggak ada yang nonton.

Ya sama kayak saya, karena saya suka yang isi porno-pornonya, jadinya saya harus nontonnya yang itu. Masak saya sukanya kopi susu, malah dibuatin kopi pahit. Ya jelas, jaka sembung bawa golok.

Kalau sekarang joged porno makin marak walaupun sudah dilarang dan sekaa jogednya sudah dibina, ya itu bukan salah penari dan kroni-kroninya. Walau penari dan kroninya dibina sampai tujuh turunan juga nggak bakal ilang tu joged porno. Ya, jelaslah nggak bakal ilang, wong masyarakatnya pada suka. Kalau mau menghilangkan joged porno, mestinya masyarakatnya yang dibina, bukan penarinya.

Penarinya kan bekerja tergantung permintaan dari si pengupah. Kalau ada yang ngupah lalu ditolak kan kasian. Lumayan buat tambahan beli lipstik penarinya, apalagi nyari kerja jaman sekarang sulitnya minta ampun. Coba saja nggak ada permintaan, mana mungkin si penari mau menari kayak gitu. Sampai telanjang pun dia menari nggak akan ada yang bakal ngurus, paling-paling juga dibawa ke RSJ.

Kalau masyarakatnya sudah dibina, pasti bakal bangkrut ‘perusahaan’ joged porno itu karena tak ada yang me-ngupah. Dan kalau memang benar mau menertibkan hal-hal yang berbau pornografi dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, jangan joged porno aja yang dijadikan kambing hitam. Masih banyak kok lagu, lawakan, atau wayang yang berbau, dan berasa porno. Dan bahkan, kelakar masyarakat di desa, banyak kok yang nyerempet-nyerempet ke sana. Gitu aja kok repot.

Saya kira, masalah seperti ini nggak usah dinyinyirin pake bilang moral segalalah. Moral itu nggak perlu dipake nyinyir-nyinyiran, tapi dilaksanakan. Janganlah bawa-bawa moral, kalau ujung-ujungnya di tempat sepi ikut nonton sambil dengerin lagunya Via Vallen atau usap-usap celana.

Kan rugi mulut berbusa-busa bilang moral, kalau ujung-ujungnya ikut komen ‘share link coeg’ atau ‘bagi dong videonya,’ atau di tempat sepi malah buka website berita luar negeri yang presenternya orang gagu dan cuma bisa bilang oh mae god semacam youporn atau american naughty. Dan nanti kalau sampai ketahuan, bisa bahaya, maunya nasehatin orang biar bermoral, malah dinyinyirinn balik. Jangan sampai kita dibilang punya stok moral lebih tapi otak minus, kayak di tulisan mojok.co.(https://mojok.co/rikaanastasya/esai/zina-urusan-umat-kdrt-urus-aja-sendiri/).

Kalau toh ada anak di bawah umur yang nonton, itu kan salah orang tua. Ngapain diajak nonton. Ngapain anaknya dikasi keluyuran, apalagi malam-malam. Ya dijaga dong. Sudah tau ada joged porno, malah dikasi keluar, malah diajak nonton. Cukup bapaknya ajalah yang keluar nonton, jangan isi ngajak anak, apalagi ngajak istri, jelas berbahaya.

Oh, ya satu lagi. Kalau ada yang menghubungkan masalah ini dengan masalah agama. Ya saya maklum juga. Beberapa kali saya lihat dalam upacara tiga bulanan ngundangnya joged yang nganu itu. Sampai-sampai odalan di pura keluarga juga ngundangnya joged yang nganu-nganu gitu.

Dan bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh departemen sosiologi dari Universitas Oklahoma menunjukkan kegemaran menonton film porno, pada tingkat yang ekstrem, berkorelasi positif dengan religiusitas seseorang. (https://tirto.id/orang-religius-pun-gemar-nonton-bokep-cs71).

Nggak percaya? Ya buat penelitian tandingan dong, jangan hanya dinyinyirin doang. Gubernur tandingan aja ada, masak penelitian tandingan nggak ada.

Saran saya sih, masalah joged porno ini nggak usah diperpanjang apalagi diperdebatkan dalam forum yang super gawat tapi ujung-ujungnya malah makin menjamur. Kasian buang-buang biaya, apalagi isi ngundang narasumber yang biayanya selangit.

Biarlah joged porno itu mengalir bagaikan air. Toh nanti ujung-ujungnya joged porno ini bakal basi. Apalagi gerakannya cuma gitu-gitu aja, kalau nggak naikin kemben di atas lutut, ya duduk di atas pengibing. Sama kayak makan makanan yang enak terus-menerus, pada satu titik pasti akan bosan juga.

Dan kalau nanti sampai videonya makin menjamur di Youtube, atau di medsos, ya itu malah bagus. Jika tak setuju, ya ikutan bikin video joged yang disukai lalu dibagikan sebanyak-banyaknya, lebih banyak dari share joged porno. Video youtube ya lawan dengan youtube. Jangan koar-koar tanpa melakukan sesuatu dan sibuk nyalahkan pihak lain. (T)

Tags: Budayajoged bumbungpornoseni pertunjukan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Guru itu Bernama Pengalaman – Catatan Seorang Guru Swasta

Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails
Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali
Persona

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang
Puisi

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

by Chusmeru
May 22, 2026
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto
Cerpen

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

by Dody Widianto
May 22, 2026
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini
Esai

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth...

by Hartanto
May 22, 2026
Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara
Ulas Musik

Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal...

by Ahmad Sihabudin
May 22, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

‘Trust the Process’: Arsenal-Arteta Bisa, Bagaimana Indonesia-Prabowo?

ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan...

by Afgan Fadilla
May 22, 2026
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh
Panggung

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang,...

by Dede Putra Wiguna
May 22, 2026
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan
Panggung

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
Berguru ke Baduy Luar
Tualang

Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co