6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nonton Joged Porno itu Nganu Banget Pokoknya

I Putu Supartika by I Putu Supartika
February 2, 2018
in Opini

 

SAYA suka nonton joged. Apalagi joged porno. Apalagi joged yang suka naik-naikin kemben sampai di atas lutut terus duduk di atas pengibing. Pokoknya nganulah. Bikin kuota saya cepet habis gara-gara keseringan buka Youtube.

Salah? Ya dibilang salah terserah, dibilang nggak juga terserah. Orang yang suka saya, bukan situ. Kalau ada dampaknya kan bukan situ yang kena, kan saya yang kena. Nggak jadi masalah kan buat situ? Kalau misalnya saya maksa situ buat nonton padahal situ nggak suka itu baru masalah.

Lagian joged itu kan tontonan masyarakat, ya mau porno mau nggak itu kan terserah permintaan masyarakat. Kalau masyarakatnya suka joged porno, ya mau gimana lagi, masak paksa mereka biar nonton yang nggak isi porno-pornonya, kan kecewa penonton. Kan rugi jadinya ngupah joged nggak ada yang nonton.

Ya sama kayak saya, karena saya suka yang isi porno-pornonya, jadinya saya harus nontonnya yang itu. Masak saya sukanya kopi susu, malah dibuatin kopi pahit. Ya jelas, jaka sembung bawa golok.

Kalau sekarang joged porno makin marak walaupun sudah dilarang dan sekaa jogednya sudah dibina, ya itu bukan salah penari dan kroni-kroninya. Walau penari dan kroninya dibina sampai tujuh turunan juga nggak bakal ilang tu joged porno. Ya, jelaslah nggak bakal ilang, wong masyarakatnya pada suka. Kalau mau menghilangkan joged porno, mestinya masyarakatnya yang dibina, bukan penarinya.

Penarinya kan bekerja tergantung permintaan dari si pengupah. Kalau ada yang ngupah lalu ditolak kan kasian. Lumayan buat tambahan beli lipstik penarinya, apalagi nyari kerja jaman sekarang sulitnya minta ampun. Coba saja nggak ada permintaan, mana mungkin si penari mau menari kayak gitu. Sampai telanjang pun dia menari nggak akan ada yang bakal ngurus, paling-paling juga dibawa ke RSJ.

Kalau masyarakatnya sudah dibina, pasti bakal bangkrut ‘perusahaan’ joged porno itu karena tak ada yang me-ngupah. Dan kalau memang benar mau menertibkan hal-hal yang berbau pornografi dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, jangan joged porno aja yang dijadikan kambing hitam. Masih banyak kok lagu, lawakan, atau wayang yang berbau, dan berasa porno. Dan bahkan, kelakar masyarakat di desa, banyak kok yang nyerempet-nyerempet ke sana. Gitu aja kok repot.

Saya kira, masalah seperti ini nggak usah dinyinyirin pake bilang moral segalalah. Moral itu nggak perlu dipake nyinyir-nyinyiran, tapi dilaksanakan. Janganlah bawa-bawa moral, kalau ujung-ujungnya di tempat sepi ikut nonton sambil dengerin lagunya Via Vallen atau usap-usap celana.

Kan rugi mulut berbusa-busa bilang moral, kalau ujung-ujungnya ikut komen ‘share link coeg’ atau ‘bagi dong videonya,’ atau di tempat sepi malah buka website berita luar negeri yang presenternya orang gagu dan cuma bisa bilang oh mae god semacam youporn atau american naughty. Dan nanti kalau sampai ketahuan, bisa bahaya, maunya nasehatin orang biar bermoral, malah dinyinyirinn balik. Jangan sampai kita dibilang punya stok moral lebih tapi otak minus, kayak di tulisan mojok.co.(https://mojok.co/rikaanastasya/esai/zina-urusan-umat-kdrt-urus-aja-sendiri/).

Kalau toh ada anak di bawah umur yang nonton, itu kan salah orang tua. Ngapain diajak nonton. Ngapain anaknya dikasi keluyuran, apalagi malam-malam. Ya dijaga dong. Sudah tau ada joged porno, malah dikasi keluar, malah diajak nonton. Cukup bapaknya ajalah yang keluar nonton, jangan isi ngajak anak, apalagi ngajak istri, jelas berbahaya.

Oh, ya satu lagi. Kalau ada yang menghubungkan masalah ini dengan masalah agama. Ya saya maklum juga. Beberapa kali saya lihat dalam upacara tiga bulanan ngundangnya joged yang nganu itu. Sampai-sampai odalan di pura keluarga juga ngundangnya joged yang nganu-nganu gitu.

Dan bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh departemen sosiologi dari Universitas Oklahoma menunjukkan kegemaran menonton film porno, pada tingkat yang ekstrem, berkorelasi positif dengan religiusitas seseorang. (https://tirto.id/orang-religius-pun-gemar-nonton-bokep-cs71).

Nggak percaya? Ya buat penelitian tandingan dong, jangan hanya dinyinyirin doang. Gubernur tandingan aja ada, masak penelitian tandingan nggak ada.

Saran saya sih, masalah joged porno ini nggak usah diperpanjang apalagi diperdebatkan dalam forum yang super gawat tapi ujung-ujungnya malah makin menjamur. Kasian buang-buang biaya, apalagi isi ngundang narasumber yang biayanya selangit.

Biarlah joged porno itu mengalir bagaikan air. Toh nanti ujung-ujungnya joged porno ini bakal basi. Apalagi gerakannya cuma gitu-gitu aja, kalau nggak naikin kemben di atas lutut, ya duduk di atas pengibing. Sama kayak makan makanan yang enak terus-menerus, pada satu titik pasti akan bosan juga.

Dan kalau nanti sampai videonya makin menjamur di Youtube, atau di medsos, ya itu malah bagus. Jika tak setuju, ya ikutan bikin video joged yang disukai lalu dibagikan sebanyak-banyaknya, lebih banyak dari share joged porno. Video youtube ya lawan dengan youtube. Jangan koar-koar tanpa melakukan sesuatu dan sibuk nyalahkan pihak lain. (T)

Tags: Budayajoged bumbungpornoseni pertunjukan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Guru itu Bernama Pengalaman – Catatan Seorang Guru Swasta

Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
0
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

Read moreDetails

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails
Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co