26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nonton Joged Porno itu Nganu Banget Pokoknya

I Putu Supartika by I Putu Supartika
February 2, 2018
in Opini

 

SAYA suka nonton joged. Apalagi joged porno. Apalagi joged yang suka naik-naikin kemben sampai di atas lutut terus duduk di atas pengibing. Pokoknya nganulah. Bikin kuota saya cepet habis gara-gara keseringan buka Youtube.

Salah? Ya dibilang salah terserah, dibilang nggak juga terserah. Orang yang suka saya, bukan situ. Kalau ada dampaknya kan bukan situ yang kena, kan saya yang kena. Nggak jadi masalah kan buat situ? Kalau misalnya saya maksa situ buat nonton padahal situ nggak suka itu baru masalah.

Lagian joged itu kan tontonan masyarakat, ya mau porno mau nggak itu kan terserah permintaan masyarakat. Kalau masyarakatnya suka joged porno, ya mau gimana lagi, masak paksa mereka biar nonton yang nggak isi porno-pornonya, kan kecewa penonton. Kan rugi jadinya ngupah joged nggak ada yang nonton.

Ya sama kayak saya, karena saya suka yang isi porno-pornonya, jadinya saya harus nontonnya yang itu. Masak saya sukanya kopi susu, malah dibuatin kopi pahit. Ya jelas, jaka sembung bawa golok.

Kalau sekarang joged porno makin marak walaupun sudah dilarang dan sekaa jogednya sudah dibina, ya itu bukan salah penari dan kroni-kroninya. Walau penari dan kroninya dibina sampai tujuh turunan juga nggak bakal ilang tu joged porno. Ya, jelaslah nggak bakal ilang, wong masyarakatnya pada suka. Kalau mau menghilangkan joged porno, mestinya masyarakatnya yang dibina, bukan penarinya.

Penarinya kan bekerja tergantung permintaan dari si pengupah. Kalau ada yang ngupah lalu ditolak kan kasian. Lumayan buat tambahan beli lipstik penarinya, apalagi nyari kerja jaman sekarang sulitnya minta ampun. Coba saja nggak ada permintaan, mana mungkin si penari mau menari kayak gitu. Sampai telanjang pun dia menari nggak akan ada yang bakal ngurus, paling-paling juga dibawa ke RSJ.

Kalau masyarakatnya sudah dibina, pasti bakal bangkrut ‘perusahaan’ joged porno itu karena tak ada yang me-ngupah. Dan kalau memang benar mau menertibkan hal-hal yang berbau pornografi dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, jangan joged porno aja yang dijadikan kambing hitam. Masih banyak kok lagu, lawakan, atau wayang yang berbau, dan berasa porno. Dan bahkan, kelakar masyarakat di desa, banyak kok yang nyerempet-nyerempet ke sana. Gitu aja kok repot.

Saya kira, masalah seperti ini nggak usah dinyinyirin pake bilang moral segalalah. Moral itu nggak perlu dipake nyinyir-nyinyiran, tapi dilaksanakan. Janganlah bawa-bawa moral, kalau ujung-ujungnya di tempat sepi ikut nonton sambil dengerin lagunya Via Vallen atau usap-usap celana.

Kan rugi mulut berbusa-busa bilang moral, kalau ujung-ujungnya ikut komen ‘share link coeg’ atau ‘bagi dong videonya,’ atau di tempat sepi malah buka website berita luar negeri yang presenternya orang gagu dan cuma bisa bilang oh mae god semacam youporn atau american naughty. Dan nanti kalau sampai ketahuan, bisa bahaya, maunya nasehatin orang biar bermoral, malah dinyinyirinn balik. Jangan sampai kita dibilang punya stok moral lebih tapi otak minus, kayak di tulisan mojok.co.(https://mojok.co/rikaanastasya/esai/zina-urusan-umat-kdrt-urus-aja-sendiri/).

Kalau toh ada anak di bawah umur yang nonton, itu kan salah orang tua. Ngapain diajak nonton. Ngapain anaknya dikasi keluyuran, apalagi malam-malam. Ya dijaga dong. Sudah tau ada joged porno, malah dikasi keluar, malah diajak nonton. Cukup bapaknya ajalah yang keluar nonton, jangan isi ngajak anak, apalagi ngajak istri, jelas berbahaya.

Oh, ya satu lagi. Kalau ada yang menghubungkan masalah ini dengan masalah agama. Ya saya maklum juga. Beberapa kali saya lihat dalam upacara tiga bulanan ngundangnya joged yang nganu itu. Sampai-sampai odalan di pura keluarga juga ngundangnya joged yang nganu-nganu gitu.

Dan bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh departemen sosiologi dari Universitas Oklahoma menunjukkan kegemaran menonton film porno, pada tingkat yang ekstrem, berkorelasi positif dengan religiusitas seseorang. (https://tirto.id/orang-religius-pun-gemar-nonton-bokep-cs71).

Nggak percaya? Ya buat penelitian tandingan dong, jangan hanya dinyinyirin doang. Gubernur tandingan aja ada, masak penelitian tandingan nggak ada.

Saran saya sih, masalah joged porno ini nggak usah diperpanjang apalagi diperdebatkan dalam forum yang super gawat tapi ujung-ujungnya malah makin menjamur. Kasian buang-buang biaya, apalagi isi ngundang narasumber yang biayanya selangit.

Biarlah joged porno itu mengalir bagaikan air. Toh nanti ujung-ujungnya joged porno ini bakal basi. Apalagi gerakannya cuma gitu-gitu aja, kalau nggak naikin kemben di atas lutut, ya duduk di atas pengibing. Sama kayak makan makanan yang enak terus-menerus, pada satu titik pasti akan bosan juga.

Dan kalau nanti sampai videonya makin menjamur di Youtube, atau di medsos, ya itu malah bagus. Jika tak setuju, ya ikutan bikin video joged yang disukai lalu dibagikan sebanyak-banyaknya, lebih banyak dari share joged porno. Video youtube ya lawan dengan youtube. Jangan koar-koar tanpa melakukan sesuatu dan sibuk nyalahkan pihak lain. (T)

Tags: Budayajoged bumbungpornoseni pertunjukan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Guru itu Bernama Pengalaman – Catatan Seorang Guru Swasta

Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails
Next Post

Kabar Perupa dari Beijing” : Citra Rupa Budaya Bali-China Digarap Berlanjut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co