26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru itu Bernama Pengalaman – Catatan Seorang Guru Swasta

Surya Pratama by Surya Pratama
February 2, 2018
in Opini

Foto ilustrasi: FB/Disdikpora Buleleng

 

PROSES belajar tidak hanya dapat berlangsung di sekolah. Ia bisa dilakukan di luar kelas, di luar sekolah. Banyak yang berpikir, belajar itu proses pemahaman teori-teori ilmu pengetahuan di sekolah. Bahkan banyak anggapan beredat, semakin paham seseorang akan teori-teori, semakin pintar ia dinilai oleh orang lain.

Untuk itulah orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya, bermaksud agar anaknya mendapat ilmu dari guru di sekolah. Sepulang sekolah, anak itu langsung diantar ke tempat les, yang lucunya, guru les itu adalah guru yang sama dengan guru yang mengajar di sekolah. Malamnya anak itu menghabiskan waktunya untuk membuat PR. Kegiatan ini berulang terus menerus.

Pertanyaannya, apakah ada yang dapat menjamin bahwa anak itu tidak merasa jenuh dengan pelajaran-pelajaran di sekolah? Apakah sudah pasti teori-teori yang ia dapat di sekolah dapat terimplementasi dengan baik di kehidupan nyata? Apakah cukup hanya dengan pemahaman teori, seseorang dapat menjadi orang yang berhasil atau sukses di suatu bidang?

Jawaban dari semua pertanyaan tersebut adalah tidak.

Namun, bukan berarti bahwa teori-teori yang seseorang dapatkan di sekolah atau perguruan tinggi tidak berguna bagi kehidupan orang itu, atau bahkan sekolah tidak lagi penting untuk dijadikan tempat belajar.

Nah, menurut pandangan seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah swasta, pemahaman teori bukan menjadi pelajaran terbaik, melainkan pengalamanlah yang jadi pengalaman terbaik.

Pengalaman dari Kuliah PPL

Teman saya itu adalah seorang guru yang sebelumnya merasa bahwa ilmu yang ia dapat dari perguruan tinggi memiliki pengaruh besar dalam keberhasilannya mengajar sebagai seorang guru yang baik. Namun nyatanya, ia merasa hanya 30% suksesnya dipengaruhi teori-teori mengajar yang diperoleh di kampus.  Dan sebanyak 70%  dipengaruhi oleh pengalaman.

“Guru yang baik” dalam hal ini bukan berarti baik hati, tapi baik dalam arti mampu mentransfer informasi kepada siswa, mentaati aturan di sekolah, mampu bersosialisasi dengan siswa, guru, dan pegawai sekolah, dan mampu mengembangkan potensi siswa didikan.

Sebagai contoh pengalamannya, sewaktu ia masih belajar di perguruan tinggi, ia adalah mahasiswa yang tergolong pintar di kelas, bahkan ia lulus dengan predikat cumlaude (berprestasi). Namun, ia sempat dibuat kewalahan dengan salah satu mata kuliah, yaitu Program Pengalaman Lapangan yang lebih dikenal dengan sebutan PPL. Kuliah PPL ini sederhanya adalah praktek mengajar di sekolah.

Awalnya, saat praktek mengajar, ia hanya berpatokan pada teori-teori mengajar yang diperolehnya di bangku kuliah. Namun ia tidak mampu mengimbangi kondisi siswa, termasuk gagap dalam urusan administrasi, pengelolaan kelas, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ia mengambil pelajaran dari pengalaman mengajarnya itu.  Ia kemudian menyempatkan waktu luangnya untuk mengajar di beberapa bimbingan belajar. Ia ingin mendapatkan pengalaman menjagar sebanyak-banyaknya, bahkan lebih banyak dari teori mengajar yang diperolehnya di kelas. Dari pengalaman-pengalaman mengajar itulah ia mendapatkan banyak pelajaran bagaimana menghadapi siswa di kelas, atau menghadapi siswa yang memiliki persoalan di luar kelas.

Setelah lulus dari perguruan tinggi ia sudah membawa pengalaman mengajar yang ia dapat dari PPL dan bimbingan belajar tersebut dan ia terapkan di sekolah dimana ia mengajar saat ini.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman mengjar itu antara lain: siswa yang lebih sering mendapat pengalaman di lapangan (luar kelas) cenderung lebih bisa dalam menjelaskan sebuah masalah dan memberi solusi pada situasi yang dijelaskan oleh guru, karena ia setidaknya pernah melihat atau mengalami kejadian-kejadian tertentu di lapangan. Dengan kata lain, pengalaman mengajarkan kemampuan problem-solving (mengatasi masalah) dengan baik.

Meskipun demikian, tidak berarti semua pengalaman yang seseorang dapatkan di lapangan mengajarkan hal yang baik saja. Masalahnya, seseorang dapat dengan mudah terjerumus ke hal-hal yang tidak baik yang ada di lapangan. Contohnya, beberapa siswa SMP banyak terlibat kasus perkelahian dan pengeroyokan, seperti yang terjadi pada salah satu satu siswa kelas 3 SMP tempat guru itu mengajar.

Dari keterangan siswa yang mengaku dikroyok tersebut, ia memiliki masalah dengan teman kelas, sehingga teman kelas tersebut mengadu kepada teman-teman geng-nya. Sejumlah orang yang diperkirakan berada di bangku SMA, dan ada yang sudah putus sekolah itu mengroyok siswa tersebut lantaran tidak suka teman geng-nya diejek.

Dari kejadian tersebut, dapat dipahami bahwa siswa yang mengadu tersebut telah mendapat pengalaman yang buruk di lapangan, yaitu berteman dengan orang-orang yang memiliki kepribadian tidak baik, dimana ia telah diajarkan pelajaran yang tidak baik juga seperti berkelahi, merokok, minum minuman keras, dan lain-lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman di lapangan tanpa pantauan dari guru atau orang tua/wali tidak akan sepenuhnya mengarah ke pelajaran yang baik. Meski siswa tidak dapat diawasi sepanjang hari, setidaknya guru atau orang tua telah mendidik dan mengajarkan mana perilaku yang baik dan buruk kepada siswa tersebut.

Mengarahkan dan mendampingi siswa untuk mencoba pengalaman baru atau membiarkan siswa mencoba pengalaman baru dengan pantauan guru atau orang tua/wali adalah solusi dari masalah tersebut. Dengan demikian, siswa akan terbiasa dengan pengalaman-pengalaman yang mengajarkan untuk bertindak dan berperilaku yang baik.

Nah, coba resapi contoh ini:

Pada suatu sekolah terdapat 3 orang guru, yaitu Pak Budi, Pak Tono, dan Bu Susi. Jika Pak Tono dikatakan sebagai guru terbaik, apakah itu berarti bahwa Pak Budi dan Bu Susi bukan seorang guru? Jawabannya sudah tentu tidak.

Sama halnya dengan pembahasan kali ini. Jika pengalaman dikatakan sebagai pelajaran terbaik, bukan berarti bahwa pemahaman teori di sekolah bukan sebuah pelajaran juga. Namun, akan menjadi sangat baik jika teori dan pengalaman dapat terselaraskan dengan baik.

Kita tidak lagi hidup di jaman di mana orang cerdas dilihat dari nilai pelajaran yang tinggi.  Seseungguhnya, orang cerdas adalah ia yang mampu mengetahui dan mengembangkan potensi dirinya dengan baik, serta mampu mengetahui kekurangan diri dan mengambil pelajaran dari pengalaman. (T)

Tags: gurumahasiswaPendidikan
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Film Horor: Hantu Perempuan, Hukum, Agama, dan Hal-hal yang Berubah

Next Post

Nonton Joged Porno itu Nganu Banget Pokoknya

Surya Pratama

Surya Pratama

Lahir di Denpasar. Sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Bergabung dengan Komunitas Mahima sembari belajar teater, musik, dan sastra.

Related Posts

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails
Next Post

Nonton Joged Porno itu Nganu Banget Pokoknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co