3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sayatan Hati Sang Usain Bolt – Antara “Happy Ending”, “Sad Ending”, dan “Cliffhanger”

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Google

 

OLYMPIC Stadium London, Inggris, dan Senin, 14 Agustus 2017, menjadi tempat dan hari yang tak terlupakan bagi Usain Bolt. Superstar atletik asal Jamaika yang sangat dipuja-puja penggemar dan rakyat Jamaika. Di hari itu, seorang Bolt tak mampu menginjak garis finish di lintasan atletik ajang Kejuaraan Dunia Atletik 2017. Bahkan spinter 30 tahun itu terjatuh di arena yang ia cintai dan yang telah membesarkan namanya.

Tepat, ketika Yohan Blake rekan senegara Bolt memberikan tongkat estafet kepadanya. Bolt menerima tongkat itu. Bolt yang diplot sebagai pelari terakhir nomor lari 4×100 meter berusaha lari, namun tak berlangsung lama ia tampak terpincang-pincang. Wajahnya meringis seolah menahan sakit luar biasa. Sang Bolt pun terjatuh dan tergeletak di lintasan.

“I am number one” begitu kata-kata yang biasa diucapkan Bolt di depan kamera usai memenangi perlombaan. Namun tidak di hari itu. Keceriaan dan kegembiraan serta teriakan Bolt tak mampu terbendung dengan perasaan ketidakpercayaan. Seisi stadion seolah sedang berduka. Sejumlah tenaga medis mengevakuasi pemegang rekor dunia lari nomor 100 dan 200 meter itu. Tumbangnya Bolt juga menyebabkan Jamaika, negara yang dalam empat kejuaraan dunia terakhir berstatus sebagai penguasa nomor lari 4×100 meter, menjadi turun pamor.

Lebih dari itu, ambisi pribadi Bolt menutup karier individu dengan mempersembahkan medali emas gagal total. Olympic Stadion seolah menjadi arena pesakitan Bolt. Di nomor 100 meter, ia kalah dari rivalnya, Justin Gatlin, pelari asal Amerika Serikat. Disusul pelari AS lainnya, Cristian Coleman dan Bolt hanya mampu finis di posisi ketiga.

Padahal, peraih 11 emas kejuaraan dunia dan 8 emas Olimpiade memutuskan pensiun setelah event ini. Jauh lebih itu, menang dan berada di panggung pengalungan medali akan menjadi kesempatan Bolt mengucapkan salam perpisahan. Pupus harapan dan niat mulia Bolt tersebut.Tragedi Bolt, nasib tragis sang superstar.

“Ini bukan jalan yang aku inginkan untuk mengakhiri kejuaraan. Aku sudah memberikan segalanya di lintasan. Maaf, aku tidak sempat mengucapkan kalimat perpisahan atau semacamnya,” kata Bolt seperti dilansir Associated Press. Gatlin usai memenangi lomba itu, mendekati Bolt. Ekspresi Gatlin memberikan semangat dan menaruh rasa hormat Bolt.

Apakah ini ending seorang Bolt layaknya karya sastra, cerita novel atau drama? Apakah kontruksi cerita Bolt bagian dari ending sad? Atau justru ini dibentuk dengan akhir happy ending. Akhir cerita yang selalu ditunggu para pemirsa dan pembaca.

Dalam teori sastra, dalam sebuah cerita pada umumnya ditutup dengan ending, baik itu happy ending berakhir bahagia, sad ending ditutup dengan kesedihan, atau cliffhanger atau menggantung, terbuka yang diserahkan kepada pembaca atau penonton. Namun ada juga novel atau film yang dimulai dari ending lebih dulu sehingga pembaca dan pemirsa semakin lebih semangat melanjutkan membaca dan menonton.

Ending sangat penting dan berdampak luar biasa bagi sebuah cerita. Kejayaan Bolt terus dikenang dan dielu-elukan jika saja di akhir perlombaan kemarin ia mampu berbicara dan mengucapkan selamat tinggal. Stadion dan tribun petaka emosionalnya melepas sang super star. Duka dan mungkin saja tetesan air mata dari para penonton tak terbendung. Bolt pun dengan suka cita mengucapkan selamat tinggal.

Achdiat Karta Mihardja dalam novel fenomenalnya Atheis misalnya. Dalam novel yang diterbitkan Balai Pustaka di tahun 1949 ini Achdiat membuat ending yang sederhana. Namun, harus dibaca ulang baru menemukan jawaban tentang ending itu, apalagi untuk mengetahui apakah happy ending, sad ending atau justru cliffhanger. Setelah dicermati maka ending dalam novel Atheis bisa menunjukkan kategori ending sad. Tokoh Hasan pun jatuh tersungkur setelah tertembak. Di akhir cerita dia pun menyempatkan diri menyebut nama tuhan sebelum Hasan tidak bergerak lagi.

/Hasan jatuh tersungkur. Darah menyebrot dari pahanya. Ia jatuh pingsan. Peluru senapan menembus daging pahanya sebelah kiri. Darah mengalir dari lukanya, meleleh di atas betisnya. Badan yang lemah itu berguling-guling sebentar di atas aspal, bermandi darah. Kemudian dengan bibir melepas kata “Allahu Akbar,” tak bergerak lagi…..”

“Mata-mata, ya! Mata-mata, ya! Orang jahat! Bakeru!”/

Banyak contoh ending karya sastra yang cukup memuas kita sebagai pembaca. Mimimal menemukan akhir cerita dari sebuah novel. Apalagi roman-roman Balai Pustaka lainnya, seperti Siti Nurbaya; Kasih Tak Sampai oleh Marah Rusli, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA cukup jelas meletakkan dan jenis ending-nya. Kemudian Para Priyayi karya Umar Kayam, dan Pengakuan Pariyem oleh Linus Suryadi AG, dan masih banyak lagi karya sastra yang cukup menyita perhatian endingnya.

Namun jangan tanya ending novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Dalam satu buku dengan karya yang judulnya sama dengan kumpulan puisinya ini belum cukup memutuskan ending. Buku yang diterbitkan Gramedia di bulan Juni 2015 lalu belum ada ending secara total. Namun, Sapardi harus menguraikan menjadi tiga buku atau trilogi.

Kisah cinta Sarwono dan Pingkan dirajut dan diracik. Cinta beda agama, Sarwono dosen muda, Muslim taat, sedangkan Pingkan yang juga dosen dan menyakini agama Kristen sepenuh hati. Atau kisah cinta dengan konflik persoalan cinta segitiga Sarwono-Pingkan-Katsuo.Tentu kalau kita hanya membaca buku pertama saja, maka belum tuntas ceritanya. Di akhir cerita tepatnya di Bab Lima pembaca “dihadiahi” tiga sajak kecil. Pada tulisan bab sebelumnya justru secara gamblang menyiratkan cerita ini belum berakhir. Begini:         

“Pingkan, Sarwono memberikan koran ini, katanya agar segera diserahkan kepada kamu.”

Sangat hati-hati Pingkan membuka lipatan itu dan segera dilihatnya tiga buah sajak pendek di salah satu sudut halamannya. Demikianlah maka Surat Takdir pun dibaca berulang kali tanpa ada yang mampu mendengarkan. (Hujan Bulan Juni: 130)

Maka novel kedua Sapardi dari Trilogi Hujan Bulan Juni telah diterbitkan 2017. Kali ini dengan judul “Pingkan Melipat Jarak”. Tentu isinya melanjutkan ceritanya. Buku yang terbit pada Maret 2017 lalu ini fokus pada sudut pandang Pingkan yang mengalami pergulatan batin setelah tahu bahwa Sarwono mengidap penyakit serius. Namun sama seperti buku pertama, maka buku kedua masih akan berlanjut pada buku ketika. Ending-nya seperti apakah cinta Pingkan dan Sarwono?

Lebih panjang lagi kalau membicarakan ending dari The Birth of Tragedy atau Lahirnya Tragedi yang ditulis Friedrich Nietzsche. Buku pertama Nietzsche yang diterbitkan pada 1872 silam dengan judul lengkap “The Birth of Tragedy out of the Spirit of Music” pada edisi kedua 1874. Kemudian di tahun 1886 ketika buku ini diterbitkan kembali dengan nama baru The Birth of Tragedy. Or: Greekhood and Pesimism. New Edition and Attempt at a Self-Critisism mendapatkan sambutan luar biasa dari publik, selain pujian juga kritik.

Bukankah ending penuh surprise dan tidak terpikirkan? Cerita Bolt yang memilukan di arena lari kemarin tentu bukan akhir dari segalanya. Bolt masih hidup dan masih bisa melanjutkan cerita panjangnya. Ia masih bisa cerita awal kisah kesuksesan. Mengawali karier lari karena iming-iming nasi kotak. Ajaran kedisiplinan seorang bapak dan ketekunan berlatih agar juara.  Jadi bukan sebuah ending bagi Bolt, tetapi bisa saja awal cerita. Kita tunggu cerita tentang Bolt setelah pensiun dari lintasan atletik. (T)

Tags: atletikJamaikaolahragasastraUsain Bolt
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Salah Sambung

Next Post

Obituari Nyoman Gunarsa: Menembus Perancis dan Warisan Budaya

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post

Obituari Nyoman Gunarsa: Menembus Perancis dan Warisan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co