23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Jalan Politik, Apa yang Tak Mungkin untuk Eka Wiryastuti?

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Opini

Foto: Edo Hary Purnawan

 

“Boleh panggil saya Pak Adi, boleh juga Pak Eka!” kata Nyoman Adi Wiryatama kepada saya, suatu hari di tahun 2000.

Saat itu, ia baru saja duduk secara resmi di kursi Bupati Tabanan setelah terpilih melalui sidang paripurna pemilihan bupati di DPRD Tabanan. Saat itu, kepala daerah masih dipilih DPRD, belum dipilih secara langsung seperti sekarang ini. Saya, sebagai wartawan Radio Global FM dan Bali Post saat itu, sengaja menemuinya untuk berkenalan sekaligus wawancara tentang berbagai hal.

Sebutan Pak Adi, tentu saja merujuk pada namanya, Adi Wiryatama. Sebutan Pak Eka, saya belum paham betul. Tapi ia kemudian melanjutkan, “Saya biasa dipanggil Pak Eka. Anak saya namanya Eka,” kata dia.

Oh, barulah saya paham. Sebutan itu semacam pungkusan. Di Bali, orang tua yang sudah punya anak biasanya dipanggil dengan sebutan nama anak pertama yang ditambahi kata Pan atau Men di depannya. Jika anak pertama bernama Putri, bapaknya biasa dipanggil Pan Putri dan ibunya dipanggil Men Putri. Pan berarti Pak, Men berarti Bu.

Jika begitu, Adi Wiryatama seharusnya dipanggil Pan Eka. Namun, sebutan itu tentu sangat tak cocok untuk seorang Bupati, apalagi di zaman modern ini. Maka Pan Eka diindonesiakan menjadi Pak Eka. Tentu karena Eka adalah anak pertamanya.

Awalnya saya kira Eka itu laki-laki. Saya tak bertanya nama lengkapnya, mungkin karena saya tak perhatian terhadap latar keluarga, dan hanya tertarik pada wawancara tentang hal-hal yang saya anggap penting semacam rencana pembangunan dan sejenisnya. Sebagai wartawan, betapa bodoh saya waktu itu. Setidaknya, saya mesti bertanya secara lebih humanis, siapa anak, siapa istri, bagaimana peranan keluarga dalam karir politik.

Dan itu tak saya lakukan. Sehingga dalam waktu lama saya mengira Eka adalah laki-laki. Apalagi, setidaknya pada lima tahun pertama pemerintahan Adi Wiryatama, nama Eka nyaris tak pernah tersebutkan, baik di lingkungan politik maupun lingkungan birokrasi. Eka sepertinya bagian lain dari kehidupan Adi Wiryatama saat itu.

Sampai akhirnya ada kabar Eka menikah dan disunting oleh seorang lelaki dari luar Bali. Kata “disunting oleh lelaki” itu yang menyadarkan saya bahwa Eka adalah perempuan dengan nama lengkap Ni Putu Eka Wiryastuti. Owalah, sebagai wartawan, betapa tidak rungu saya. Betapa tidak peka saya. Harusnya saat itu juga saya dipecat jadi wartawan.

Lebih bodoh lagi, lebih tak peka lagi, saya tak pernah menduga (jangankan menduga, bahkan berpikir pun tidak pernah) bahwa Eka, anak dari Pak Eka itu, akan masuk ke ranah politik. Apalagi menduga ia akan berkuasa dan menjadi Bupati. Saya tak pernah memikirkan itu. Beh, beh, lagi-lagi saya harusnya dipecat jadi wartawan untuk keduakalinya.

Sebab kenyataannya, menjelang Pemilu Legislatif 2009, nama Eka Wiryastuti muncul. Ia menjadi Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Tabanan. Dan seolah-olah ada agenda besar dari BMI, mendadak organisasi underbow PDIP itu begitu populer, bukan hanya di Tabanan, juga di wilayah kepengurusan Provinsi Bali dan semua kabupaten di Bali.

Pertemuan-pertemuan pengurus dan kader BMI selalu ramai, seperti sempat dilaksanakan di Gedung Kesenian Singaraja. Bendera-bendera BMI berkibar lebih kerap dari biasanya, bahkan seakan bersaing dengan bendera-bendera PDIP yang menjadi induknya. Nama-nama ketua BMI saat itu seakan sama terkenal dan sama pentingnya dengan ketua DPC PDIP, termasuk tentu saja nama Eka Wiryastuti.

Nama Eka terus mencorong ketika ia ikut bertarung dalam Pemilu Legislatif 2009, dan kemudian mulus melangkah ke Gedung Dewan di Sanggulan. Namanya dibicarakan hingga menjelang Pilkada Tabanan 2010. Saat itu, ayahnya, Pak Eka, harus diganti karena sudah dua periode memimpin Tabanan. Santerlah disebut Eka disiapkan untuk mengganti ayahnya. Dari segi kepopuleran, nama Eka langsung bersaing dengan nama tokoh PDIP senior seperti Wayan Sukaja dan Made Sudana.

Saat itulah saya benar-benar sadar bahwa dalam politik, sesuatu yang tak pernah diduga orang (orang semacam saya) bisa terjadi, bahkan terasa dengan begitu mudah. Sesuatu yang dianggap tak mungkin oleh orang awam, dalam politik bisa jadi amat mungkin. Buktinya, kader senior yang begitu kuat bisa jatuh bergelimpangan, sementara kader baru bisa melenggang di jalur yang seakan tol – bebas hambatan.

Nama Eka dibicarakan lagi begitu rekomendasi untuk Pilkada Tabanan 2010 dari DPP PDIP. Paketnya: Wayan Sukaja-Eka Wiryastuti. Tapi paket itu ditentang oleh sekelompok orang di PDIP. Terjadi konflik internal di PDIP. Meski ditentang, banyak orang menganggap rekomendasi tak mungkin dianulir. Tapi kenyataannya, rekomendasi itu dianulir, dan keluarlah rekomendasi baru. Paketnya: Ni Putu Eka Wiryastuti-IKG Sanjaya (Eka-Jaya).

Wayan Sukaja yang pencalonannya dibatalkan, tak mundur. Sukaja memilih berpasangan dengan IGN Anom dan dicalonkan oleh Partai Golkar. Banyak orang mengira Sukaja bisa menang mudah karena kader PDIP itu memiliki basis massa yang kuat, yang sudah “dipelihara” sejak bertahun-tahun.

Tapi nyatakan Eka-Jaya menang. Pasangan itu memperoleh suara terbanyak yakni 134.441 suara. Sementara pasangan Sukaja-IGN Anom mengumpukan 116.153 suara. Satu pasangan, yakni IGG Putra Wirasana-I Putu Oka Mahendra yang diusung Partai Demokrat hanya memperoleh suara 26.258 suara.

Menjelang Pilkada 2015 banyak juga orang mengira Eka akan kalah jika dicalonkan kembali sebagai calon petahana. Di media sosial Eka terus diserang kampanye negatif, terutama tentang banyaknya jalan rusak di Tabanan. Namun, jalan politik bisa seperti jalan rusak yang simsalabim bisa langsung dihotmik mulus. Eka-Jaya yang dicalonkan kembali sebagai calon petahan ternyata mendapat lawan yang tak begitu sepadan, sehingga jalan yang dilalui untuk kembali ke kursi bupati memang seperti jalan homix.

Di Pilkada itu, Eka-Jaya menang dengan perolehan 170.869 suara. Dan lawannya, Wayan Sarjana-Ida Bagus Komang Astawa Merta memperoleh 94.583 suara. Asal tahu saja, Wayan Sarjana sesungguhnya kader PDIP yang kemudian “membelot” untuk melawan Eka-Jaya.

Selama kepemimpinan Eka di Tabanan banyak penilaian miring dialamatkan kepada pemerintahan, terutama diunggah di media sosial. Namun penilaian miring itu tak menjatuhkannya, justru namanya terus mencorong. Bahkan berbagai penghargaan terus diperolehnya sebagaimana disiarkan di media-media massa mainstreams.

Menjelang Pilgub Bali, nama Eka kembali menjadi pembicaraan. Pasalnya, namanya didaftarkan sebagai bakal calon gubernur ke DPD PDIP, bersaing dengan Wayan Koster dan Rai Mantra. Nama Eka seakan mencuat ke tengah arena setelah sejak lama nama Koster dan Rai Mantra memenuhi ruang analisis politik di PDIP.

Di tengah gemuruh politik di Bali, terutama di internal PDIP, menjelang Pilgub, nama Eka seakan menjadi bintang yang menyerobot cahaya bintang lainnya. Orang boleh tak setuju. Boleh tak senang. Boleh komentar miring. Tapi, di jalan politik, apa yang tidak mungkin? Eka sudah membuktikannya.

Jadi, rekomendasi dari DPP PDIP bisa saja jatuh kepada Eka. Mungkin sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Koster, Rai Mantra, atau dengan nama lain yang tak terduga. Mungkin juga jadi calon gubernur.

Bisa saja, siapa yang tahu? Bahkan Megawati, saat ini, mungkin tak tahu juga… (T)

Tags: Eka WiryastutiPartai PolitikPilkada BaliPolitiktabanan
Share50TweetSendShareSend
Previous Post

Lucu jika Rocky Menyanyi Lagu Lucu

Next Post

Cak Puspita Jaya, Blahkiuh: Menjunjung Kualitas Berkarya

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post

Cak Puspita Jaya, Blahkiuh: Menjunjung Kualitas Berkarya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co