12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siwaratri: Puncak Kesadaran “Pemburu Pengetahuan” terhadap Intisari Pengetahuan

Made Nurbawa by Made Nurbawa
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

SEBAGAI seorang pemburu sato (binatang), suatu hari Lubdaka kembali hendak berburu ke tengah hutan. Ia berangkat menuju arah  kaja kangin (timur laut) dengan berpakaian pelung (biru). Setelah lama berjalan memasuki hutan, tak terasa Lubdaka sudah tiba di alas angker (hutan yang sangat lebat penuh dengan ancaman binatang buas).

Di alas angker Lubdaka terus melangkah menerobos hutan karena hari itu satu pun binatang belum Ia peroleh.  Tak terasa hari semakin malam, Lubdaka kemalaman di tegah alas angker dan tidak mungkin kembali pulang, di samping berbahaya malam itu benar-benar malam tergelap karena menjelang Tilem Kepitu.

Di tegah hutan yang lebat dan gelap, menghindari serangan binatang buas, malam itu Lubdaka beristirahat di atas pohon bila. Semalam suntuk Lubdaka tidak tidur, tangannya memetik daun bila menunggu terbitnya mentari esok hari.

Begitulah kisah perjalanan Lubdaka yang dijadikan renungan saat malam Siwaratri. Lubdaka sebagai seorang pemburu sato (binatang) bisa dimaknai sebagai  orang yeng tekun belajar dan menimba ilmu suci (tattwa).

Dalam menuntut ilmu, Lubdaka selalu lakukan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan lahir dan batin (Satwika) yang disimbulkan dengan baju pelung (baju warna biru/Simbul pengetahuan).  Lubdaka mencari pengetahuan suci ke arah kaja kangin yang di Bali diyakini sebagai “hulu” spirit keyakinan. “Kaja” adalah simbul gunung dan “kangin” adalah simbul matahari. Makna “hulu” di sini bisa bermakna “guru”, yaitu sumber pengetahuan suci.

Perburuan pengetahuan terus dilakukan oleh Lubdaka karena Ia merasa belum pemperoleh intisari pengetahuan suci (tattwa) yang dalam kisah di atas disimbulkan bahwa perburuan Lubdaka pada hari itu tidak memperoleh satu pun sato (binatang). Bagi Lubdaka menuntut ilmu suci adalah sebuah kewajiban yang harus Ia lakukan karena sedang berada dalam “kegelapan” (awidaya), tidak paham di mana, dari mana dan ke mana seharusnya kewajiban hidup ini  Ia jalani.

Kegelapan dalam kisah ini digambarkan dengan suasana hutan yang sangat gelap karena hari itu adalah Tilem Kapitu.

Dalam kegelapan, ancaman hidup bisa datang dari berbagai penjuru sehingga Ia tidak boleh lalai, selalu sadar, eling dan waspada dengan berbagai kemungkinan. Hal itu disimbulkan saat di atas pohon bila, Lubdaka tidak tidur alias “selalu sadar”, kalau tidak dalam keadaan sadar Lubdaka  pasti jatuh ke tanah dan dimangsa oleh binatang buas.

Agar bisa selalu sadar (tidak tidur), Lubdaka tak henti-hentinya memetik dan menghitung daun bila secara berlahan-lahan. Memetik daun bila di alas angker di wilayah kaja kangin merupakan simbul bahwa dalam menuntut pengetahuan suci (tattwa) harus dilakukan secara sadar, sabar, bertahap, hati-hati, cermat dan tentunya harus memperoleh tuntunan dari “Guru Suci” (Bhatara Guru).

Menuntut ilmu tanpa tuntunan Guru Suci, bisa-bisa proses belajar akan berjalan lama atau ilmu yang kita pelajari salah arah, bisa-bisa pengetahuan yang kita peroleh tidak akan kita gunakan untuk hal-hal yang benar dan bermanfaat, tetapi ilmu pengetahuan itu malah kita gunakan untuk mecelakakan orang/makhluk lain (aji wegig) atau gerakan-gerakan merusak atau gerakan radikal lainnya.

Malam itu (Tilem Kapitu), Lubdaka terus jalani waktu, tak terasa matahari  pun terbit di ufuk timur. Hutan yang angat gelap akhirnya berlahan terang. Sama seperti pepatah “habis gelap terbitlah terang”.   Hal ini merupakan simbul bahwa pengetahuan cuci merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalani hidup yang penuh kegelapan, godaan maupun ancaman, baik dalam bentuk nyata maupun yang tak kelihatan (maya).

Lubdaka menyadari mempelajari dan meyakini pengetahuan suci maka hidup mejadi lebih berguna. Setidaknya ada delapan kegunaan (Asta Guna) yang bisa diraihnya yaitu :

  1. Kemampuan menganalisa masa yang akan datang (Dura Darsana) yaitu: kemampuan memprediksi keadaan yang akan datang dengan menganalisa keadaan masa lalu dan masa kini secara cermat dan penuh kepekaan.
  2. Kemampuan mendengar dari jarak jauh (Dura Srawana), yaitu : memiliki akses informasi yang luas atau jaringan informasi yang luas.
  3. Kemahatahuan (Dura Sarwajnya), yaitu: memiliki pengetahuan luas di segala bidang.
  4. Kemampuan untuk tetap terjaga/tidak tidur (Asasancara), yaitu: selalu ada dalam keadaan sadar, hati-hati, cermat dan waspada dengan berbagai kemungkinan adanya godaaan dan ancaman.
  5. Kemampuan untuk tidak terlihat (Adrsya), yaitu : memiliki kearifan dalam berkarya atau mampu memasuksi segala segmen kehidupan tanpa menimbulkan kontroversi atau pertentangan dan memiliki kemampuan intelejen.
  6. Kemampuan untuk bergerak di angkasa (Ambara Marga), yaitu : memiliki akses pergaulan yang luas atau segmentasi berkarya yang luas.
  7. Kemampuan melihat jarak yang jauh (Dura Drsti), yaitu : kemampun mendapat/memperoleh informasi secara visual yang luas.
  8. Kemampuan menyampaikan sesuatu dari arah yang berbeda (Awakaromaya), yaitu; kemampuan untuk menginformasikan pengetahuan di segala segmen kehidupan. Hal ini penting untuk memperbaiki yang salah, melengkapi yang kurang, dan mencukupkan yang berlebih.

Demikianlah di malam Siwaratri, Lubdaka benar-benar berada dalam pucak kesadaran akan inti sari pengetahuan suci. Tanpa pernah Ia sadari pada malam yang sama bertepatan pula dengan malam “Maha Yoga Bhatara Siwa”, yaitu Yoga Bhatara Siwa  yang teramat istimewa untuk memohon keselamatan jagat raya.

Jadi makna “peleburan dosa” pada malam Siwararti sesungguhnya bukan berarti malam “penghapusan dosa” tetapi malam Siwararti adalah malam “puncak kesadaran” terhadap intisari pengetahuan suci (tattwa atau Weda).

Demikian pula malam Siwaratri bukanlah “akhir” dari peroses pembelajaran/pencarian intisari pengetahuan suci, tetapi sebaliknya malam Siwaratri adalah “awal” dari pelaksanaan inti sari pengetahuan suci tersebut.

“Sama halnya saat hari kenaikan kelas, jika kita naik kelas dari kelas 1 (satu) ke kelas 2 (dua), sama artinya kita sedang berada di “titik kesadaran” di akhir kelas 1 (satu) sekaligus berada di “titik kesadaran” awal kelas 2 (dua)”.

Demikianlah dengan mempelajari kisah Lubdaka, mudah-mudahan kita bisa memperoleh gambaran bahwa dalam kehidupan ini kita harus sabar, tekun dan penuh kebijaksanaan belajar pengetahuan suci melalui tuntunan guru suci, sehingga hidup kita bisa berguna bagi orang lain. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin tanpa dilandasi oleh pemahaman dan kesadaran pengetahuan suci, pasti akan sulit atau mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Tentunya puncak kesadaran itu tidak harus dicari saat malam Siwaratri saja, tetapi dilakukan secara terus menerus sepanjang hidup. (T)

Kamis, 26 Jan 2017

Baca juga: Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Tags: balihinduPendidikanrenunganSiwaratri
Share52TweetSendShareSend
Previous Post

Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co