3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siwaratri: Puncak Kesadaran “Pemburu Pengetahuan” terhadap Intisari Pengetahuan

Made Nurbawa by Made Nurbawa
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

SEBAGAI seorang pemburu sato (binatang), suatu hari Lubdaka kembali hendak berburu ke tengah hutan. Ia berangkat menuju arah  kaja kangin (timur laut) dengan berpakaian pelung (biru). Setelah lama berjalan memasuki hutan, tak terasa Lubdaka sudah tiba di alas angker (hutan yang sangat lebat penuh dengan ancaman binatang buas).

Di alas angker Lubdaka terus melangkah menerobos hutan karena hari itu satu pun binatang belum Ia peroleh.  Tak terasa hari semakin malam, Lubdaka kemalaman di tegah alas angker dan tidak mungkin kembali pulang, di samping berbahaya malam itu benar-benar malam tergelap karena menjelang Tilem Kepitu.

Di tegah hutan yang lebat dan gelap, menghindari serangan binatang buas, malam itu Lubdaka beristirahat di atas pohon bila. Semalam suntuk Lubdaka tidak tidur, tangannya memetik daun bila menunggu terbitnya mentari esok hari.

Begitulah kisah perjalanan Lubdaka yang dijadikan renungan saat malam Siwaratri. Lubdaka sebagai seorang pemburu sato (binatang) bisa dimaknai sebagai  orang yeng tekun belajar dan menimba ilmu suci (tattwa).

Dalam menuntut ilmu, Lubdaka selalu lakukan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan lahir dan batin (Satwika) yang disimbulkan dengan baju pelung (baju warna biru/Simbul pengetahuan).  Lubdaka mencari pengetahuan suci ke arah kaja kangin yang di Bali diyakini sebagai “hulu” spirit keyakinan. “Kaja” adalah simbul gunung dan “kangin” adalah simbul matahari. Makna “hulu” di sini bisa bermakna “guru”, yaitu sumber pengetahuan suci.

Perburuan pengetahuan terus dilakukan oleh Lubdaka karena Ia merasa belum pemperoleh intisari pengetahuan suci (tattwa) yang dalam kisah di atas disimbulkan bahwa perburuan Lubdaka pada hari itu tidak memperoleh satu pun sato (binatang). Bagi Lubdaka menuntut ilmu suci adalah sebuah kewajiban yang harus Ia lakukan karena sedang berada dalam “kegelapan” (awidaya), tidak paham di mana, dari mana dan ke mana seharusnya kewajiban hidup ini  Ia jalani.

Kegelapan dalam kisah ini digambarkan dengan suasana hutan yang sangat gelap karena hari itu adalah Tilem Kapitu.

Dalam kegelapan, ancaman hidup bisa datang dari berbagai penjuru sehingga Ia tidak boleh lalai, selalu sadar, eling dan waspada dengan berbagai kemungkinan. Hal itu disimbulkan saat di atas pohon bila, Lubdaka tidak tidur alias “selalu sadar”, kalau tidak dalam keadaan sadar Lubdaka  pasti jatuh ke tanah dan dimangsa oleh binatang buas.

Agar bisa selalu sadar (tidak tidur), Lubdaka tak henti-hentinya memetik dan menghitung daun bila secara berlahan-lahan. Memetik daun bila di alas angker di wilayah kaja kangin merupakan simbul bahwa dalam menuntut pengetahuan suci (tattwa) harus dilakukan secara sadar, sabar, bertahap, hati-hati, cermat dan tentunya harus memperoleh tuntunan dari “Guru Suci” (Bhatara Guru).

Menuntut ilmu tanpa tuntunan Guru Suci, bisa-bisa proses belajar akan berjalan lama atau ilmu yang kita pelajari salah arah, bisa-bisa pengetahuan yang kita peroleh tidak akan kita gunakan untuk hal-hal yang benar dan bermanfaat, tetapi ilmu pengetahuan itu malah kita gunakan untuk mecelakakan orang/makhluk lain (aji wegig) atau gerakan-gerakan merusak atau gerakan radikal lainnya.

Malam itu (Tilem Kapitu), Lubdaka terus jalani waktu, tak terasa matahari  pun terbit di ufuk timur. Hutan yang angat gelap akhirnya berlahan terang. Sama seperti pepatah “habis gelap terbitlah terang”.   Hal ini merupakan simbul bahwa pengetahuan cuci merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalani hidup yang penuh kegelapan, godaan maupun ancaman, baik dalam bentuk nyata maupun yang tak kelihatan (maya).

Lubdaka menyadari mempelajari dan meyakini pengetahuan suci maka hidup mejadi lebih berguna. Setidaknya ada delapan kegunaan (Asta Guna) yang bisa diraihnya yaitu :

  1. Kemampuan menganalisa masa yang akan datang (Dura Darsana) yaitu: kemampuan memprediksi keadaan yang akan datang dengan menganalisa keadaan masa lalu dan masa kini secara cermat dan penuh kepekaan.
  2. Kemampuan mendengar dari jarak jauh (Dura Srawana), yaitu : memiliki akses informasi yang luas atau jaringan informasi yang luas.
  3. Kemahatahuan (Dura Sarwajnya), yaitu: memiliki pengetahuan luas di segala bidang.
  4. Kemampuan untuk tetap terjaga/tidak tidur (Asasancara), yaitu: selalu ada dalam keadaan sadar, hati-hati, cermat dan waspada dengan berbagai kemungkinan adanya godaaan dan ancaman.
  5. Kemampuan untuk tidak terlihat (Adrsya), yaitu : memiliki kearifan dalam berkarya atau mampu memasuksi segala segmen kehidupan tanpa menimbulkan kontroversi atau pertentangan dan memiliki kemampuan intelejen.
  6. Kemampuan untuk bergerak di angkasa (Ambara Marga), yaitu : memiliki akses pergaulan yang luas atau segmentasi berkarya yang luas.
  7. Kemampuan melihat jarak yang jauh (Dura Drsti), yaitu : kemampun mendapat/memperoleh informasi secara visual yang luas.
  8. Kemampuan menyampaikan sesuatu dari arah yang berbeda (Awakaromaya), yaitu; kemampuan untuk menginformasikan pengetahuan di segala segmen kehidupan. Hal ini penting untuk memperbaiki yang salah, melengkapi yang kurang, dan mencukupkan yang berlebih.

Demikianlah di malam Siwaratri, Lubdaka benar-benar berada dalam pucak kesadaran akan inti sari pengetahuan suci. Tanpa pernah Ia sadari pada malam yang sama bertepatan pula dengan malam “Maha Yoga Bhatara Siwa”, yaitu Yoga Bhatara Siwa  yang teramat istimewa untuk memohon keselamatan jagat raya.

Jadi makna “peleburan dosa” pada malam Siwararti sesungguhnya bukan berarti malam “penghapusan dosa” tetapi malam Siwararti adalah malam “puncak kesadaran” terhadap intisari pengetahuan suci (tattwa atau Weda).

Demikian pula malam Siwaratri bukanlah “akhir” dari peroses pembelajaran/pencarian intisari pengetahuan suci, tetapi sebaliknya malam Siwaratri adalah “awal” dari pelaksanaan inti sari pengetahuan suci tersebut.

“Sama halnya saat hari kenaikan kelas, jika kita naik kelas dari kelas 1 (satu) ke kelas 2 (dua), sama artinya kita sedang berada di “titik kesadaran” di akhir kelas 1 (satu) sekaligus berada di “titik kesadaran” awal kelas 2 (dua)”.

Demikianlah dengan mempelajari kisah Lubdaka, mudah-mudahan kita bisa memperoleh gambaran bahwa dalam kehidupan ini kita harus sabar, tekun dan penuh kebijaksanaan belajar pengetahuan suci melalui tuntunan guru suci, sehingga hidup kita bisa berguna bagi orang lain. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin tanpa dilandasi oleh pemahaman dan kesadaran pengetahuan suci, pasti akan sulit atau mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Tentunya puncak kesadaran itu tidak harus dicari saat malam Siwaratri saja, tetapi dilakukan secara terus menerus sepanjang hidup. (T)

Kamis, 26 Jan 2017

Baca juga: Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Tags: balihinduPendidikanrenunganSiwaratri
Share52TweetSendShareSend
Previous Post

Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co