22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siwaratri: Puncak Kesadaran “Pemburu Pengetahuan” terhadap Intisari Pengetahuan

Made Nurbawa by Made Nurbawa
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

SEBAGAI seorang pemburu sato (binatang), suatu hari Lubdaka kembali hendak berburu ke tengah hutan. Ia berangkat menuju arah  kaja kangin (timur laut) dengan berpakaian pelung (biru). Setelah lama berjalan memasuki hutan, tak terasa Lubdaka sudah tiba di alas angker (hutan yang sangat lebat penuh dengan ancaman binatang buas).

Di alas angker Lubdaka terus melangkah menerobos hutan karena hari itu satu pun binatang belum Ia peroleh.  Tak terasa hari semakin malam, Lubdaka kemalaman di tegah alas angker dan tidak mungkin kembali pulang, di samping berbahaya malam itu benar-benar malam tergelap karena menjelang Tilem Kepitu.

Di tegah hutan yang lebat dan gelap, menghindari serangan binatang buas, malam itu Lubdaka beristirahat di atas pohon bila. Semalam suntuk Lubdaka tidak tidur, tangannya memetik daun bila menunggu terbitnya mentari esok hari.

Begitulah kisah perjalanan Lubdaka yang dijadikan renungan saat malam Siwaratri. Lubdaka sebagai seorang pemburu sato (binatang) bisa dimaknai sebagai  orang yeng tekun belajar dan menimba ilmu suci (tattwa).

Dalam menuntut ilmu, Lubdaka selalu lakukan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan lahir dan batin (Satwika) yang disimbulkan dengan baju pelung (baju warna biru/Simbul pengetahuan).  Lubdaka mencari pengetahuan suci ke arah kaja kangin yang di Bali diyakini sebagai “hulu” spirit keyakinan. “Kaja” adalah simbul gunung dan “kangin” adalah simbul matahari. Makna “hulu” di sini bisa bermakna “guru”, yaitu sumber pengetahuan suci.

Perburuan pengetahuan terus dilakukan oleh Lubdaka karena Ia merasa belum pemperoleh intisari pengetahuan suci (tattwa) yang dalam kisah di atas disimbulkan bahwa perburuan Lubdaka pada hari itu tidak memperoleh satu pun sato (binatang). Bagi Lubdaka menuntut ilmu suci adalah sebuah kewajiban yang harus Ia lakukan karena sedang berada dalam “kegelapan” (awidaya), tidak paham di mana, dari mana dan ke mana seharusnya kewajiban hidup ini  Ia jalani.

Kegelapan dalam kisah ini digambarkan dengan suasana hutan yang sangat gelap karena hari itu adalah Tilem Kapitu.

Dalam kegelapan, ancaman hidup bisa datang dari berbagai penjuru sehingga Ia tidak boleh lalai, selalu sadar, eling dan waspada dengan berbagai kemungkinan. Hal itu disimbulkan saat di atas pohon bila, Lubdaka tidak tidur alias “selalu sadar”, kalau tidak dalam keadaan sadar Lubdaka  pasti jatuh ke tanah dan dimangsa oleh binatang buas.

Agar bisa selalu sadar (tidak tidur), Lubdaka tak henti-hentinya memetik dan menghitung daun bila secara berlahan-lahan. Memetik daun bila di alas angker di wilayah kaja kangin merupakan simbul bahwa dalam menuntut pengetahuan suci (tattwa) harus dilakukan secara sadar, sabar, bertahap, hati-hati, cermat dan tentunya harus memperoleh tuntunan dari “Guru Suci” (Bhatara Guru).

Menuntut ilmu tanpa tuntunan Guru Suci, bisa-bisa proses belajar akan berjalan lama atau ilmu yang kita pelajari salah arah, bisa-bisa pengetahuan yang kita peroleh tidak akan kita gunakan untuk hal-hal yang benar dan bermanfaat, tetapi ilmu pengetahuan itu malah kita gunakan untuk mecelakakan orang/makhluk lain (aji wegig) atau gerakan-gerakan merusak atau gerakan radikal lainnya.

Malam itu (Tilem Kapitu), Lubdaka terus jalani waktu, tak terasa matahari  pun terbit di ufuk timur. Hutan yang angat gelap akhirnya berlahan terang. Sama seperti pepatah “habis gelap terbitlah terang”.   Hal ini merupakan simbul bahwa pengetahuan cuci merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalani hidup yang penuh kegelapan, godaan maupun ancaman, baik dalam bentuk nyata maupun yang tak kelihatan (maya).

Lubdaka menyadari mempelajari dan meyakini pengetahuan suci maka hidup mejadi lebih berguna. Setidaknya ada delapan kegunaan (Asta Guna) yang bisa diraihnya yaitu :

  1. Kemampuan menganalisa masa yang akan datang (Dura Darsana) yaitu: kemampuan memprediksi keadaan yang akan datang dengan menganalisa keadaan masa lalu dan masa kini secara cermat dan penuh kepekaan.
  2. Kemampuan mendengar dari jarak jauh (Dura Srawana), yaitu : memiliki akses informasi yang luas atau jaringan informasi yang luas.
  3. Kemahatahuan (Dura Sarwajnya), yaitu: memiliki pengetahuan luas di segala bidang.
  4. Kemampuan untuk tetap terjaga/tidak tidur (Asasancara), yaitu: selalu ada dalam keadaan sadar, hati-hati, cermat dan waspada dengan berbagai kemungkinan adanya godaaan dan ancaman.
  5. Kemampuan untuk tidak terlihat (Adrsya), yaitu : memiliki kearifan dalam berkarya atau mampu memasuksi segala segmen kehidupan tanpa menimbulkan kontroversi atau pertentangan dan memiliki kemampuan intelejen.
  6. Kemampuan untuk bergerak di angkasa (Ambara Marga), yaitu : memiliki akses pergaulan yang luas atau segmentasi berkarya yang luas.
  7. Kemampuan melihat jarak yang jauh (Dura Drsti), yaitu : kemampun mendapat/memperoleh informasi secara visual yang luas.
  8. Kemampuan menyampaikan sesuatu dari arah yang berbeda (Awakaromaya), yaitu; kemampuan untuk menginformasikan pengetahuan di segala segmen kehidupan. Hal ini penting untuk memperbaiki yang salah, melengkapi yang kurang, dan mencukupkan yang berlebih.

Demikianlah di malam Siwaratri, Lubdaka benar-benar berada dalam pucak kesadaran akan inti sari pengetahuan suci. Tanpa pernah Ia sadari pada malam yang sama bertepatan pula dengan malam “Maha Yoga Bhatara Siwa”, yaitu Yoga Bhatara Siwa  yang teramat istimewa untuk memohon keselamatan jagat raya.

Jadi makna “peleburan dosa” pada malam Siwararti sesungguhnya bukan berarti malam “penghapusan dosa” tetapi malam Siwararti adalah malam “puncak kesadaran” terhadap intisari pengetahuan suci (tattwa atau Weda).

Demikian pula malam Siwaratri bukanlah “akhir” dari peroses pembelajaran/pencarian intisari pengetahuan suci, tetapi sebaliknya malam Siwaratri adalah “awal” dari pelaksanaan inti sari pengetahuan suci tersebut.

“Sama halnya saat hari kenaikan kelas, jika kita naik kelas dari kelas 1 (satu) ke kelas 2 (dua), sama artinya kita sedang berada di “titik kesadaran” di akhir kelas 1 (satu) sekaligus berada di “titik kesadaran” awal kelas 2 (dua)”.

Demikianlah dengan mempelajari kisah Lubdaka, mudah-mudahan kita bisa memperoleh gambaran bahwa dalam kehidupan ini kita harus sabar, tekun dan penuh kebijaksanaan belajar pengetahuan suci melalui tuntunan guru suci, sehingga hidup kita bisa berguna bagi orang lain. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin tanpa dilandasi oleh pemahaman dan kesadaran pengetahuan suci, pasti akan sulit atau mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Tentunya puncak kesadaran itu tidak harus dicari saat malam Siwaratri saja, tetapi dilakukan secara terus menerus sepanjang hidup. (T)

Kamis, 26 Jan 2017

Baca juga: Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Tags: balihinduPendidikanrenunganSiwaratri
Share52TweetSendShareSend
Previous Post

Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan

Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co