2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siklus Mahasiswa: Awalnya Rasa Coklat, Lalu Rasa Pahit Getah Adenium

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

MAHASISWA adalah siswa tingkat paling akhir di jagat raya ini. Ya, memang. Untuk itulah ia  diberikan label ‘maha’, yang tidak sembarang bisa dipakai. Maha karya; karya yang besar dan luar biasa, maha besar; sebutan untuk sang pencipta jagat raya ini.

Nah, dibalik istilah maha pada siswa itu, ternyata ada banyak lika-liku dan laku-laku yang terjadi pada pemegang istilah itu. Terutama mahasiswa S1. Ini bisa dipercaya dan bisa tidak dipercaya, terserah ke pembaca saja. Tapi bagi mereka yang sudah mengalami hidup di balik istilah mahasiswa ini, pasti mereka tertawa, setidaknya tersenyum, dan kemudian throwback ke masa kuliah dulu. Pasti.

Rasa Coklat

Semester 1, 2, dan 3 mungkin masih terbilang biasa. Varian rasanya masih rasa coklat kalau dibandingin dengan varian rasa ice cream. Tugas-tugas dan kegiatan ekstrakulikuler masih terbilang seimbang dengan porsi waktu, pikiran, tenaga, dan finansial.

Masih ada waktu untuk nongkrong lama di café atau tempat nongkrong yang lagi hits di seputar kampus, nongkrongnya lepas bebas membahas hal-hal di luar perkuliahan seputar gaya hidup, trend fashion, gadget, dan yang pasti yang gak ketinggalan adalah soal pacar.

Masalah pacar masih bisa masuk list daftar pembicaraan saat nongkrong, ya wajarlahlah, keadaan otak masih santai apalagi ada yang baru kenal di kampus dan lagi PDKT-an. Rasanya kesemsem banget, sama kayak rasa ice cream coklat.

Itu bagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang)  yang kerjaanya kuliah dan selalu pulang kampung ketika weekend.

Lain lagi ceritanya buat mereka yang bergabung di ormawa, ormawa menjadi sandaran hidup mereka, tempat mereka berkumpul, bikin tugas bersama, berkeluh kesah, curhat, sharing, hingga tak luput juga soal pacar, hingga PDKT-an.

Ada banyak yang bilang ikut ormawa karena saya punya jiwa aktivis tinggi, karena saya pengen punya banyak teman, karena saya pengen nyari beasiswa (ikut ormawa dapet SK, SK diajukan buat dapet beasiswa, lumayan), dan yang paling menarik karena di ormawa itu ada semangat hidup saya, ya begitulah pacar atau PDKT-an. Mereka-mereka itu sering disebut mahasiswa kura kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat).

Ada banyak alasan lainnya, mereka ikut ormawa karena mereka sangat cinta dengan kampus mereka, sampai-sampai diam dan menginap di kampus, katanya kasian ningalin kampus, ntar diambil wong ini atau wong itulah.

Selain kecintaanya terhadap kampus, mungkin karena mereka belum bayar listrik atau air di kos, jadi kaburnya ke kampus, biar gak ketemu sama ibu atau bapak kosnya. Ya mahasiswa memang cerdas dan lihai pada suatu konsdisi dan situasi tertentu untuk mempertahankan dirinya.

Rasa Getah Adenium

Nah, untuk mahasiswa middle-semester 4, 5 dan 6, inilah masa the stress awakens gitu istilah English-nya. Varian rasa ice cream coklat itu kini sudah berubah jadi rasa getah bunga jepun jepang alias adenium. Kalau gak percaya, tanya rekan kalian di semester ini. Lumayan pahit, waktu, tenaga, pikiran, dan financial benar-benar terkuras.

Kalau kalian yang pernah dapat kelas sastra atau literature, mungkin kalian akan sadar bahwa perkuliahan hampir mirip dengan plot cerita khusunya climactic structure, atau biar kalian mudah mengerti jadi ada awal, tengah, dan akhir.

Semester 1, 2 dan 3 adalah bagian awal, kalau di film-film semacam pengenalan aktor dulu, kemudian semester 4, 5 dan 6 adalah bagian tengahnya, di mana akhir semester 4 ini bisa dikatakan sebagai point of attack di mana ada masalah-masalah yang bermunculan yang kemudian akan dilalui di semester 5, dan sampai akhirnya menemukan istilah klimaks atau titik puncak pada penghujung semester 5, dan kemudian semester selanjutnya adalah bagian akhir yang merupakan resolusi dari sebuah cerita.

Begitulah kalau dikaitkan dengan mata kuliah sastra atau literature.

Semeter 5 adalah semester yang menarik untuk dibahas, sangat spesial dan perlu kalian waspadai bagi kalian yang belum melesatkan diri ke semester ini. Semester 5 ini bener-bener memberikan kalian arti bagaimana kuliah itu, bagaimana kuliah dengan rasa bored yang gak kalian temukan di semester sebelumnya.

Itu terjadi di semua jurusan yang mengambil segala disiplin ilmu. Tugas seakan begitu sulit untuk dikerjakan dan keinginan atau hasrat untuk membuat sangat begitu susah untuk dicari.

Lain lagi bagi mereka yang ikut ormawa atau punya kerjaan sampingan.  Bagi mereka yang tak punya kerjaan “sampingan” mungkin bisa menghadapinya dengan sehat walapiat. Namun bagi mereka yang punya “kerjaan sampingan” akan merasa sedikit kewalahan dalam menghadapinya dari segi waktu, tenaga dan financial.

Ada yang bersemangat karena ia harus selalu menargetkan pekerjaan, namun ada pula yang menyerah begitu saja dengan memilih condong ke satu bagian, yaitu fokus ke ormawa atau kerjaan sampingannya atau fokus ke urusan kuliah dengan tugas-tugasnya. Ya, itu memang pilihan yang begitu sulit dan sangat menyulitkan mahasiswa untuk memilih.

Masih Rasa Getah Adenium

Semester 7 dan 8 adalah semester yang masih rasa adenium sebenernya, tapi sudah ada benih benih berbagai varian rasa ice cream lainya. Kenapa? Ya karena mereka sudah punya semangat hidup lagi karena target mereka yaitu ”wisuda” sudah diambang pintu.

Rasa lelah, boring sudah mulai menurun. Mereka seakan sudah terbiasa dan terlatih. Dulu, yang begadang dan lelah masih terus curhat di media sosial. Kini mereka pendam dalam hati dan salurkan dengan apa yang bisa mereka kerjakan.

Mereka kemudian berkeliling mencari masalah untuk diangkat menjadi tugas akhir, ke sekolah, ke pelosok desa, dan ke lembaga-lembaga lainnya guna observasi bakal penelitian. Semangat untuk berjuang kembali membara, karena mereka telah menemukan harapan dan tujuan awal mereka.

Itulah hidup mahasiswa jika dilihat dari sudut pandang yang terbilang sepele, tapi ini benar-benar nyata. Tulisan ini tidak menakuti-nakuti calon mahasiswa, tapi justru memberitahu tentang “indahnya rasa” jadi mahasiswa. Memang ada rasa pahit, tapi itulah keindahan, pahit yang dilalui demi cita-cita.

Hidup mahasiswa! (T)

Tags: mahasiswaorganisasi mahasiswaPerguruan Tinggi
Share1044TweetSendShareSend
Previous Post

Jong Santiasa Putra || Empat Sajak di Hari Natal

Next Post

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co