23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siklus Mahasiswa: Awalnya Rasa Coklat, Lalu Rasa Pahit Getah Adenium

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

MAHASISWA adalah siswa tingkat paling akhir di jagat raya ini. Ya, memang. Untuk itulah ia  diberikan label ‘maha’, yang tidak sembarang bisa dipakai. Maha karya; karya yang besar dan luar biasa, maha besar; sebutan untuk sang pencipta jagat raya ini.

Nah, dibalik istilah maha pada siswa itu, ternyata ada banyak lika-liku dan laku-laku yang terjadi pada pemegang istilah itu. Terutama mahasiswa S1. Ini bisa dipercaya dan bisa tidak dipercaya, terserah ke pembaca saja. Tapi bagi mereka yang sudah mengalami hidup di balik istilah mahasiswa ini, pasti mereka tertawa, setidaknya tersenyum, dan kemudian throwback ke masa kuliah dulu. Pasti.

Rasa Coklat

Semester 1, 2, dan 3 mungkin masih terbilang biasa. Varian rasanya masih rasa coklat kalau dibandingin dengan varian rasa ice cream. Tugas-tugas dan kegiatan ekstrakulikuler masih terbilang seimbang dengan porsi waktu, pikiran, tenaga, dan finansial.

Masih ada waktu untuk nongkrong lama di café atau tempat nongkrong yang lagi hits di seputar kampus, nongkrongnya lepas bebas membahas hal-hal di luar perkuliahan seputar gaya hidup, trend fashion, gadget, dan yang pasti yang gak ketinggalan adalah soal pacar.

Masalah pacar masih bisa masuk list daftar pembicaraan saat nongkrong, ya wajarlahlah, keadaan otak masih santai apalagi ada yang baru kenal di kampus dan lagi PDKT-an. Rasanya kesemsem banget, sama kayak rasa ice cream coklat.

Itu bagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang)  yang kerjaanya kuliah dan selalu pulang kampung ketika weekend.

Lain lagi ceritanya buat mereka yang bergabung di ormawa, ormawa menjadi sandaran hidup mereka, tempat mereka berkumpul, bikin tugas bersama, berkeluh kesah, curhat, sharing, hingga tak luput juga soal pacar, hingga PDKT-an.

Ada banyak yang bilang ikut ormawa karena saya punya jiwa aktivis tinggi, karena saya pengen punya banyak teman, karena saya pengen nyari beasiswa (ikut ormawa dapet SK, SK diajukan buat dapet beasiswa, lumayan), dan yang paling menarik karena di ormawa itu ada semangat hidup saya, ya begitulah pacar atau PDKT-an. Mereka-mereka itu sering disebut mahasiswa kura kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat).

Ada banyak alasan lainnya, mereka ikut ormawa karena mereka sangat cinta dengan kampus mereka, sampai-sampai diam dan menginap di kampus, katanya kasian ningalin kampus, ntar diambil wong ini atau wong itulah.

Selain kecintaanya terhadap kampus, mungkin karena mereka belum bayar listrik atau air di kos, jadi kaburnya ke kampus, biar gak ketemu sama ibu atau bapak kosnya. Ya mahasiswa memang cerdas dan lihai pada suatu konsdisi dan situasi tertentu untuk mempertahankan dirinya.

Rasa Getah Adenium

Nah, untuk mahasiswa middle-semester 4, 5 dan 6, inilah masa the stress awakens gitu istilah English-nya. Varian rasa ice cream coklat itu kini sudah berubah jadi rasa getah bunga jepun jepang alias adenium. Kalau gak percaya, tanya rekan kalian di semester ini. Lumayan pahit, waktu, tenaga, pikiran, dan financial benar-benar terkuras.

Kalau kalian yang pernah dapat kelas sastra atau literature, mungkin kalian akan sadar bahwa perkuliahan hampir mirip dengan plot cerita khusunya climactic structure, atau biar kalian mudah mengerti jadi ada awal, tengah, dan akhir.

Semester 1, 2 dan 3 adalah bagian awal, kalau di film-film semacam pengenalan aktor dulu, kemudian semester 4, 5 dan 6 adalah bagian tengahnya, di mana akhir semester 4 ini bisa dikatakan sebagai point of attack di mana ada masalah-masalah yang bermunculan yang kemudian akan dilalui di semester 5, dan sampai akhirnya menemukan istilah klimaks atau titik puncak pada penghujung semester 5, dan kemudian semester selanjutnya adalah bagian akhir yang merupakan resolusi dari sebuah cerita.

Begitulah kalau dikaitkan dengan mata kuliah sastra atau literature.

Semeter 5 adalah semester yang menarik untuk dibahas, sangat spesial dan perlu kalian waspadai bagi kalian yang belum melesatkan diri ke semester ini. Semester 5 ini bener-bener memberikan kalian arti bagaimana kuliah itu, bagaimana kuliah dengan rasa bored yang gak kalian temukan di semester sebelumnya.

Itu terjadi di semua jurusan yang mengambil segala disiplin ilmu. Tugas seakan begitu sulit untuk dikerjakan dan keinginan atau hasrat untuk membuat sangat begitu susah untuk dicari.

Lain lagi bagi mereka yang ikut ormawa atau punya kerjaan sampingan.  Bagi mereka yang tak punya kerjaan “sampingan” mungkin bisa menghadapinya dengan sehat walapiat. Namun bagi mereka yang punya “kerjaan sampingan” akan merasa sedikit kewalahan dalam menghadapinya dari segi waktu, tenaga dan financial.

Ada yang bersemangat karena ia harus selalu menargetkan pekerjaan, namun ada pula yang menyerah begitu saja dengan memilih condong ke satu bagian, yaitu fokus ke ormawa atau kerjaan sampingannya atau fokus ke urusan kuliah dengan tugas-tugasnya. Ya, itu memang pilihan yang begitu sulit dan sangat menyulitkan mahasiswa untuk memilih.

Masih Rasa Getah Adenium

Semester 7 dan 8 adalah semester yang masih rasa adenium sebenernya, tapi sudah ada benih benih berbagai varian rasa ice cream lainya. Kenapa? Ya karena mereka sudah punya semangat hidup lagi karena target mereka yaitu ”wisuda” sudah diambang pintu.

Rasa lelah, boring sudah mulai menurun. Mereka seakan sudah terbiasa dan terlatih. Dulu, yang begadang dan lelah masih terus curhat di media sosial. Kini mereka pendam dalam hati dan salurkan dengan apa yang bisa mereka kerjakan.

Mereka kemudian berkeliling mencari masalah untuk diangkat menjadi tugas akhir, ke sekolah, ke pelosok desa, dan ke lembaga-lembaga lainnya guna observasi bakal penelitian. Semangat untuk berjuang kembali membara, karena mereka telah menemukan harapan dan tujuan awal mereka.

Itulah hidup mahasiswa jika dilihat dari sudut pandang yang terbilang sepele, tapi ini benar-benar nyata. Tulisan ini tidak menakuti-nakuti calon mahasiswa, tapi justru memberitahu tentang “indahnya rasa” jadi mahasiswa. Memang ada rasa pahit, tapi itulah keindahan, pahit yang dilalui demi cita-cita.

Hidup mahasiswa! (T)

Tags: mahasiswaorganisasi mahasiswaPerguruan Tinggi
Share1044TweetSendShareSend
Previous Post

Jong Santiasa Putra || Empat Sajak di Hari Natal

Next Post

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co