14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Esai

Foto: Mursal Buyung

AKU terlahir dari rahim seorang wanita mulia yang kusebut ibu. Mungkin bagi sebagian orang menyebutnya dengan sebutan berbeda seperti mama, mami, meme, bunda, umi, dan inak. Tapi sejak aku lahir, ibuku mengajarku untuk memanggilnya “Ibu”.

Bagiku, Ibu adalah malaikat penyejuk hati. Sudah 20 tahun aku hidup bersama “malaikat” itu. Ia sosok wanita tegar, penyabar, pekerja keras, dan suka membuat lelucon, membuat siapa pun yang dekat dengannya tak ingin cepat-cepat berpisah. Mereka selalu menunggu setiap kata yang dilontarkan Ibu.

Sungguh sayang, aku mengetahui semua sosok itu dari rekan kerja Ibu setiap kali aku datang ke kantornya. Aku sendiri, sayang sekali, sangat sayang, tak pernah dekat dengan Ibu, ibuku sendiri.

Jangan salah. Kami tak bermusuhan.

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku mencium pipi Ibu. Mungkin 15 tahun lalu,  ketika aku masih murid kecil di taman kanak-kanak. Saat itu, aku menciumnya dengan perasaan malu-malu.

Aku – entah bagaimana menjelaskan perasaan ini – tak pernah dekat dengan Ibu.  Seperti teman-teman lain lakukan sepulang sekolah. Yang selalu bercerita tentang pengalaman di sekolah, bercerita tentang teman sepermainan, bahkan menceritakan tentang teman lelaki yang sedang mendekatinya.

Kadang aku merasa iri melihat teman-temanku menghabiskan waktu berdua dengan ibunya. Saling  berkirim pesan singkat, menanyakan kegiatan apa yang sedang dilakukan, sampai mengucapkan ‘I love you’ setiap hari. Jujur, aku tak pernah melakukan itu kepada Ibu. Ah…

Pernah aku merasa sakit yang amat dalam, seperti perasaan untuk ingin mendapatkan sesuatu, namun tak kan pernah mungkin aku dapatkan. Aku menghadiri acara ulang tahun temanku ketika aku masih di sekolah dasar. Ketika itu, temanku memberi potongan kue pertama untuk ibu dan ayahnya. Yang kemudian dilanjutkan dengan mendapat hadiah ciuman ibu dan ayahnya, hadiah ciuman yang mendarat di pipi temanku itu.

Sakit. Hanya itu yang bisa aku rasakan. Aku terdiam. Banyak sekali yang aku pikirkan pada saat itu. Aku meras ada kerinduan yang sangat dalam, ah! Aku tak pernah lagi mendapat ciuman itu. Ciuman hangat yang hanya aku rasakan saat umurku di bawah lima tahun.

Saat itu, aku segera memalingkan muka. Aku takut temanku tahu  bahwa aku meneteskan air mata. Ya, aku malu meneteskan air saat temanku bahagia.

Jika diingat-ingat, kenanganku bersama Ibu, aku rasa hampir tidak ada. Karena segalanya aku jalani dengan biasa saja. Aku menjalani aktivitas, dan ibu menjalani aktivitasnya sebagaimana mestinya. Tak ada yang spesial, tak ada yang istimewa. Semuanya biasa saja. Tak seperti orang-orang yang menghabiskan waktu santai bersama ibu atau keluarganya. Bukan hanya dengan Ibu, bahkan dengan Ayah saja aku tidak dekat. Aku sangat tidak dekat dengan kedua orang tuaku.

Entah aku yang malu-malu untuk mendekatkan diri, atau mereka yang sangat sibuk sehingga tak sempat untuk mendekatkan diri kepada anak-anaknya. Entah apa penyebabnya.

Kadang aku berpikir, andai saja dulu saat masih kecil aku diajarkan untuk terbuka kepada orang tua, pasti perasaan semacam ini tidak akan pernah ada. Tapi aku seakan belajar untuk sembunyi. Aku selalu bersembunyi, atau sembunyi-sembunyi, setiap melakukan kegiatan. Mungkin karena orang tua selalu lebih banyak melarang kegiatanku.

Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya bisa menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tua, terutama Ibu. Dan aku tak pernah tahu mengapa aku tak bisa merasakan apa yang teman-temanku rasakan ketika mereka bersama ibunya. Ketika aku bersama Ibu, aku seperti tidak menjadi diriku sendiri. Seperti selalu ada sesuatu yang aku tutup-tutupi.

Aku tak pernah bisa leluasa melakukan apa yang aku mau ketika bersama Ibu. Bukan karena Ibu galak atau akan memarahiku ketika aku melakukan kesalahan. Bukan karena itu. Tapi tak tahu karena apa. Mungkin karena aku anak yang lemah dan tak punya keberanian, bahkan untuk terbuka pada Ibu.

Kadang aku ingin mencoba untuk membuka diri kepada Ibu, menceritakan tentang aktivitasku seharian, menceritakan tentang lelahnya mengerjakan tugas-tugas kuliah, atau menceritakan tentang seseorang yang aku kagumi di kampus. Ya, aku tahu. Aku lemah. Karena aku tak akan pernah bisa melakukan itu.

Banyak sudah nasehat kudapat agar aku mencoba mendekatkan diri pada Ibu. Karena  kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil seseorang dalam hidup kita. Mereka mengatakan jangan sampai kita menyesal seumur hidup di kemudian hari.

Aku suka merenung sebelum pergi tidur, memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus aku lakukan agar dapat membuat diri ini dekat dengan Ibu. Aku ingin cerita banyak, tentang pacar, cinta, dan apa saja.

Aku menyayangi Ibu, sangat menyayangi ibuku. Namun aku tak pernah mau untuk menunjukkan perasaan itu. Selama ini, aku hanya mengikuti apa yang ibu katakan, dan mencoba untuk tidak melakukan apa yang ibu larang. Semenjak aku duduk di bangku kuliah, aku merasa bahwa ibuku juga ingin berdekatan denganku, ingin mendengar ceritaku, dan ingin mengetahui tentang lelakiku.

Aku merasa bahwa ibu juga ingin menjadi sahabat untukku. Tapi sayang, aku tak pernah berani untuk melakukan semua itu. Aku hanya merasa malu untuk membuka siapa diri ini sebenarnya.

Hari Ibu sudah lewat, ingin kumulai untuk mendekati Ibu saat itu. Tapi Hari Ibu telanjur lewat, sementara aku tak melakukan apa-apa. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, tahun di mana kita bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik dan meraih apa yang belum sempat kita capai di tahun-tahun sebelumnya.

Ya, tinggal menghitung beberapa hari saja. Aku harap di tahun 2017, aku bisa merubah segalanya. Aku bisa lebih dekat dengan Ibu, juga dengan Ayah.

Sehat selalu dan semoga panjang umur untuk Ibu dan Ayah. Karena saat ini hanya doa yang bisa aku berikan kepada kalian. Selamat tahun baru, Ibu dan Ayah.

Aku tahu, karena aku tidak akan pernah berani untuk mengucapkannya secara langsung. Maka perasaanku ini, aku ungkapkan lewat sebuah tulisan. Walaupun aku tahu mungkin kalian tidak akan pernah membacanya. Selamat menyambut Tahun Baru. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru arah. (T)

Tags: cintaibuKeluarga
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Siklus Mahasiswa: Awalnya Rasa Coklat, Lalu Rasa Pahit Getah Adenium

Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru – Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti…

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru - Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co