3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangankan “Online”, Laptop pun Tak Punya – Realitas Guru Pembelajar Daring

Ida Bagus Weda Wigena by Ida Bagus Weda Wigena
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: Youtube

GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha.

Dewasa ini, guru tidak lagi disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, melainkan beralih menjadi pahlawan pembangun insan cendekia.

Menjadi seorang yang diakui sebagai pahlawan pembangun insan cendekia tentunya tidak mudah, banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berkaitan dengan itu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan kompetensi guru agar lebih baik dari yang sebelumnya serta mampu bersaing pada era global.

Berbagai upaya telah dilaksanakan baik oleh guru itu sendiri maupun pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di Indonesia. Sebagai contoh upaya yang telah dilaksanakan misalnya seperti diklat, seminar, pelatihan-pelatihan khusus, PLPG, dan yang terakhir yaitu uji kompetensi guru atau yang lebih familiar disebut UKG.

Dikutip dari laman berita Kemendikbud secara sederhana, UKG bertujuan untuk memetakan kompetensi guru yang dijadikan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Pada awal pemberitaannya, UKG sontak menjadi bahan pembicaraan yang kontroversial terutama di kalangan guru-guru dari sekolah dasar hingga menengah atas. Ditambah lagi dengan pemberitaan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) menggunakan sistem online.

Sebagian guru mungkin terkesan biasa-biasa saja bahkan ada yang sangat antusias akan adanya UKG online, namun tak sedikit pula guru yang takut dan waswas untuk menghadapi UKG apalagi dengan sistem online.

Menurut data dari Kemendikbud, UKG tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02, sedangkan standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa target SKM belum tercapai sehingga masih sangat perlu adanya perbaikan-perbaikan kedepannya.

Berpedoman dari hasil UKG tersebut, pemerintah memetakan bidang kompetensi guru-guru di seluruh Indonesia yang dikriteriakan masih kurang dan perlu diperbaiki. Cara yang ditempuh adalah melalui program Guru Pembelajar (GP).

Secara umum tujuan program Guru Pembelajar tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi profesional, pedagogik serta kemampuanya dalam mendidik dan mengajar melalui metode tatap muka, online maupun kombinasi.

Program Guru Pembelajar sudah mulai dilaksanakan sekitar pertengahan tahun 2016 dengan melibatkan guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dan salah satunya adalah melalui sistem online.

Guru Pembelajar dengan sistem online atau yang disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan) merupakan sebuah aktifitas belajar dalam jaringan yang dilakukan oleh guru-guru secara mandiri di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses materi-materi sumber belajar yang telah disiapkan secara elektronik.

Alur proses kegiatan program guru pembelajar online secara sederhana dan mendasar dimulai dari registrasi akun Guru Pembelajar, kemudian login akun, menerima undangan belajar, mengikuti kursus, serta tes evaluasi akhir. Tahapan tersebut harus dilalui oleh peserta GP Moda Daring untuk tercapainya tujuan-tujuan dari pembelajaran GP moda daring.

Deskripsi singkat mengenai guru pembelajar moda daring kelihatannya sangat sederhana dan mudah, namun pada kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dibayangkan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami terkait GP moda daring khususnya dengan sistem daring penuh model 2 dengan pendampingan oleh satu mentor, masih banyak kendala-kendala yang dihadapi peserta dalam mengikuti program tersebut.

Kendala-kendala tersebut muncul baik dari internal dan eksternal, kendala internal yaitu kendala yang ada pada peserta GP, sedangkan kendala eksternal yaitu kendala dari segi sarana dan prasarana. Mungkin sebagian dari peserta GP moda daring online tidak mengalami kendala internal dan eksternal, namun berdasarkan pengalaman yang ada sebagian besar peserta masih mengalami kendala terutama kendala internal.

Ditinjau dari kendala internal, kendala yang dialami peserta GP moda daring online yakni pertama, keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam mengoperasikan perangkat komputer/laptop. Kedua, keterbatasan pengetahuan serta keterampilan belajar menggunakan sistem online atau modul elektronik.

Dilihat dari kendala eksternal, terdapat kendala berupa masih adanya guru yang belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengakses GP moda daring online seperti komputer/laptop, modem, serta ketersediaan jaringan di wilayah tempat tinggal peserta.

Kendala-kendala yang dirumuskan tersebut sejatinya merupakan kendala umum yang terjadi. Guru-guru peserta GP moda daring online yang mengalami kendala tersebut telah berupaya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Cara yang paling umum dilakukan untuk mengatasi kendala internal adalah dengan belajar secara berkelompok dan bila perlu mencari pendamping yang dianggap kompeten untuk menuntun belajar menggunakan modul elektronik atau online.

Sedangkan dari kendala eksternal secara mendasar dapat diatasi dengan membeli sarana dan prasarana yang diperlukan, mengingat pemerintah tidak mensubsidi pengadaan sarana untuk GP moda daring online. Mungkin saja salah satu pertimbangan pemerintah adalah sertifikasi guru sudah dianggap mencukupi untuk membeli sendiri sarana dan prasarana penunjang GP moda daring online.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi, semangat guru-guru untuk mengikuti pembelajaran online  dapat dikatakan sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dari antusiasme serta usaha-usaha yang dilakukan guru-guru peserta GP untuk menyelesaikan pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan.

Namun tidak ditutupi juga bahwa masih ada beberapa peserta yang menganggap tidak penting pelaksanaan program guru pembelajar tersebut sehingga cenderung pembelajaran yang dilaksanakan kurang maksimal.

Secara umum guru-guru di Indonesia adalah guru yang hebat dan berkompeten, hanya saja masih ada guru-guru yang tidak mau keluar dari zona nyaman atau dengan kata lain usaha yang dilakukan masih sangat minim untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Alasan klasik yang sering muncul adalah karena ada kesibukan lain, sudah tua dan waktu pengabdian atau masa pensiunnya sudah dekat.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah suatu halangan, karena belajar tidak mengenal usia. Jadi, sangat diharapkan kedepannya hal-hal penghambat yang perlu diperbaiki bisa diperbaiki dengan harapan pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.

Program Guru Pembelajar sesungguhnya merupakan sebuah program yang sangat baik yang dikembangkan oleh pemerintah. Melalui program guru pembelajar, guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dipacu agar mampu memenuhi standar-standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik atau guru.

Selain itu, guru-guru diharapkan untuk senantiasa belajar, berkarya serta mengembangkan kapasitas diri untuk kemajuan pendidikan dan mampu menciptakan sumber daya manusia sesuai tujuan pendidikan nasional.

Sinergisme serta pastisipasi aktif dari pihak pemerintah, guru, sekolah danpihak lainnya sangat diperlukan demi mencapai tujuan serta harapan yang begitu besar terkait pelaksanaan program guru pembelajar tersebut. (T)

 

Tags: gurukompetensionlinePendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Dunia Guru: Tarik Ulur Antara Guru Tua dan Guru Bau Kencur

Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Ida Bagus Weda Wigena

Ida Bagus Weda Wigena

Lahir di Denpasar, tinggal di Darmasaba, Abiansemal, Badung. Alumnus Jurusan Pendidikan Geografi Undiksha. Saat ini masih berstatus mahasiswa di PPs Undiksha. Moto hidup “Tetap berusaha dan jangan pernah meremehkan orang lain, karena masing-masing orang punya jalan hidup. Orang pintar belum tentu sukses, orang tidak pintar belum tentu tidak sukses karena apapun bisa terjadi di dunia ini selama hal itu memang ditakdirkan terjadi”.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co