12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangankan “Online”, Laptop pun Tak Punya – Realitas Guru Pembelajar Daring

Ida Bagus Weda Wigena by Ida Bagus Weda Wigena
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: Youtube

GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha.

Dewasa ini, guru tidak lagi disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, melainkan beralih menjadi pahlawan pembangun insan cendekia.

Menjadi seorang yang diakui sebagai pahlawan pembangun insan cendekia tentunya tidak mudah, banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berkaitan dengan itu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan kompetensi guru agar lebih baik dari yang sebelumnya serta mampu bersaing pada era global.

Berbagai upaya telah dilaksanakan baik oleh guru itu sendiri maupun pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di Indonesia. Sebagai contoh upaya yang telah dilaksanakan misalnya seperti diklat, seminar, pelatihan-pelatihan khusus, PLPG, dan yang terakhir yaitu uji kompetensi guru atau yang lebih familiar disebut UKG.

Dikutip dari laman berita Kemendikbud secara sederhana, UKG bertujuan untuk memetakan kompetensi guru yang dijadikan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Pada awal pemberitaannya, UKG sontak menjadi bahan pembicaraan yang kontroversial terutama di kalangan guru-guru dari sekolah dasar hingga menengah atas. Ditambah lagi dengan pemberitaan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) menggunakan sistem online.

Sebagian guru mungkin terkesan biasa-biasa saja bahkan ada yang sangat antusias akan adanya UKG online, namun tak sedikit pula guru yang takut dan waswas untuk menghadapi UKG apalagi dengan sistem online.

Menurut data dari Kemendikbud, UKG tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02, sedangkan standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa target SKM belum tercapai sehingga masih sangat perlu adanya perbaikan-perbaikan kedepannya.

Berpedoman dari hasil UKG tersebut, pemerintah memetakan bidang kompetensi guru-guru di seluruh Indonesia yang dikriteriakan masih kurang dan perlu diperbaiki. Cara yang ditempuh adalah melalui program Guru Pembelajar (GP).

Secara umum tujuan program Guru Pembelajar tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi profesional, pedagogik serta kemampuanya dalam mendidik dan mengajar melalui metode tatap muka, online maupun kombinasi.

Program Guru Pembelajar sudah mulai dilaksanakan sekitar pertengahan tahun 2016 dengan melibatkan guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dan salah satunya adalah melalui sistem online.

Guru Pembelajar dengan sistem online atau yang disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan) merupakan sebuah aktifitas belajar dalam jaringan yang dilakukan oleh guru-guru secara mandiri di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses materi-materi sumber belajar yang telah disiapkan secara elektronik.

Alur proses kegiatan program guru pembelajar online secara sederhana dan mendasar dimulai dari registrasi akun Guru Pembelajar, kemudian login akun, menerima undangan belajar, mengikuti kursus, serta tes evaluasi akhir. Tahapan tersebut harus dilalui oleh peserta GP Moda Daring untuk tercapainya tujuan-tujuan dari pembelajaran GP moda daring.

Deskripsi singkat mengenai guru pembelajar moda daring kelihatannya sangat sederhana dan mudah, namun pada kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dibayangkan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami terkait GP moda daring khususnya dengan sistem daring penuh model 2 dengan pendampingan oleh satu mentor, masih banyak kendala-kendala yang dihadapi peserta dalam mengikuti program tersebut.

Kendala-kendala tersebut muncul baik dari internal dan eksternal, kendala internal yaitu kendala yang ada pada peserta GP, sedangkan kendala eksternal yaitu kendala dari segi sarana dan prasarana. Mungkin sebagian dari peserta GP moda daring online tidak mengalami kendala internal dan eksternal, namun berdasarkan pengalaman yang ada sebagian besar peserta masih mengalami kendala terutama kendala internal.

Ditinjau dari kendala internal, kendala yang dialami peserta GP moda daring online yakni pertama, keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam mengoperasikan perangkat komputer/laptop. Kedua, keterbatasan pengetahuan serta keterampilan belajar menggunakan sistem online atau modul elektronik.

Dilihat dari kendala eksternal, terdapat kendala berupa masih adanya guru yang belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengakses GP moda daring online seperti komputer/laptop, modem, serta ketersediaan jaringan di wilayah tempat tinggal peserta.

Kendala-kendala yang dirumuskan tersebut sejatinya merupakan kendala umum yang terjadi. Guru-guru peserta GP moda daring online yang mengalami kendala tersebut telah berupaya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Cara yang paling umum dilakukan untuk mengatasi kendala internal adalah dengan belajar secara berkelompok dan bila perlu mencari pendamping yang dianggap kompeten untuk menuntun belajar menggunakan modul elektronik atau online.

Sedangkan dari kendala eksternal secara mendasar dapat diatasi dengan membeli sarana dan prasarana yang diperlukan, mengingat pemerintah tidak mensubsidi pengadaan sarana untuk GP moda daring online. Mungkin saja salah satu pertimbangan pemerintah adalah sertifikasi guru sudah dianggap mencukupi untuk membeli sendiri sarana dan prasarana penunjang GP moda daring online.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi, semangat guru-guru untuk mengikuti pembelajaran online  dapat dikatakan sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dari antusiasme serta usaha-usaha yang dilakukan guru-guru peserta GP untuk menyelesaikan pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan.

Namun tidak ditutupi juga bahwa masih ada beberapa peserta yang menganggap tidak penting pelaksanaan program guru pembelajar tersebut sehingga cenderung pembelajaran yang dilaksanakan kurang maksimal.

Secara umum guru-guru di Indonesia adalah guru yang hebat dan berkompeten, hanya saja masih ada guru-guru yang tidak mau keluar dari zona nyaman atau dengan kata lain usaha yang dilakukan masih sangat minim untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Alasan klasik yang sering muncul adalah karena ada kesibukan lain, sudah tua dan waktu pengabdian atau masa pensiunnya sudah dekat.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah suatu halangan, karena belajar tidak mengenal usia. Jadi, sangat diharapkan kedepannya hal-hal penghambat yang perlu diperbaiki bisa diperbaiki dengan harapan pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.

Program Guru Pembelajar sesungguhnya merupakan sebuah program yang sangat baik yang dikembangkan oleh pemerintah. Melalui program guru pembelajar, guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dipacu agar mampu memenuhi standar-standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik atau guru.

Selain itu, guru-guru diharapkan untuk senantiasa belajar, berkarya serta mengembangkan kapasitas diri untuk kemajuan pendidikan dan mampu menciptakan sumber daya manusia sesuai tujuan pendidikan nasional.

Sinergisme serta pastisipasi aktif dari pihak pemerintah, guru, sekolah danpihak lainnya sangat diperlukan demi mencapai tujuan serta harapan yang begitu besar terkait pelaksanaan program guru pembelajar tersebut. (T)

 

Tags: gurukompetensionlinePendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Dunia Guru: Tarik Ulur Antara Guru Tua dan Guru Bau Kencur

Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Ida Bagus Weda Wigena

Ida Bagus Weda Wigena

Lahir di Denpasar, tinggal di Darmasaba, Abiansemal, Badung. Alumnus Jurusan Pendidikan Geografi Undiksha. Saat ini masih berstatus mahasiswa di PPs Undiksha. Moto hidup “Tetap berusaha dan jangan pernah meremehkan orang lain, karena masing-masing orang punya jalan hidup. Orang pintar belum tentu sukses, orang tidak pintar belum tentu tidak sukses karena apapun bisa terjadi di dunia ini selama hal itu memang ditakdirkan terjadi”.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co