14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangankan “Online”, Laptop pun Tak Punya – Realitas Guru Pembelajar Daring

Ida Bagus Weda Wigena by Ida Bagus Weda Wigena
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: Youtube

GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha.

Dewasa ini, guru tidak lagi disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, melainkan beralih menjadi pahlawan pembangun insan cendekia.

Menjadi seorang yang diakui sebagai pahlawan pembangun insan cendekia tentunya tidak mudah, banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berkaitan dengan itu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan kompetensi guru agar lebih baik dari yang sebelumnya serta mampu bersaing pada era global.

Berbagai upaya telah dilaksanakan baik oleh guru itu sendiri maupun pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di Indonesia. Sebagai contoh upaya yang telah dilaksanakan misalnya seperti diklat, seminar, pelatihan-pelatihan khusus, PLPG, dan yang terakhir yaitu uji kompetensi guru atau yang lebih familiar disebut UKG.

Dikutip dari laman berita Kemendikbud secara sederhana, UKG bertujuan untuk memetakan kompetensi guru yang dijadikan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Pada awal pemberitaannya, UKG sontak menjadi bahan pembicaraan yang kontroversial terutama di kalangan guru-guru dari sekolah dasar hingga menengah atas. Ditambah lagi dengan pemberitaan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) menggunakan sistem online.

Sebagian guru mungkin terkesan biasa-biasa saja bahkan ada yang sangat antusias akan adanya UKG online, namun tak sedikit pula guru yang takut dan waswas untuk menghadapi UKG apalagi dengan sistem online.

Menurut data dari Kemendikbud, UKG tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02, sedangkan standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa target SKM belum tercapai sehingga masih sangat perlu adanya perbaikan-perbaikan kedepannya.

Berpedoman dari hasil UKG tersebut, pemerintah memetakan bidang kompetensi guru-guru di seluruh Indonesia yang dikriteriakan masih kurang dan perlu diperbaiki. Cara yang ditempuh adalah melalui program Guru Pembelajar (GP).

Secara umum tujuan program Guru Pembelajar tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi profesional, pedagogik serta kemampuanya dalam mendidik dan mengajar melalui metode tatap muka, online maupun kombinasi.

Program Guru Pembelajar sudah mulai dilaksanakan sekitar pertengahan tahun 2016 dengan melibatkan guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dan salah satunya adalah melalui sistem online.

Guru Pembelajar dengan sistem online atau yang disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan) merupakan sebuah aktifitas belajar dalam jaringan yang dilakukan oleh guru-guru secara mandiri di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses materi-materi sumber belajar yang telah disiapkan secara elektronik.

Alur proses kegiatan program guru pembelajar online secara sederhana dan mendasar dimulai dari registrasi akun Guru Pembelajar, kemudian login akun, menerima undangan belajar, mengikuti kursus, serta tes evaluasi akhir. Tahapan tersebut harus dilalui oleh peserta GP Moda Daring untuk tercapainya tujuan-tujuan dari pembelajaran GP moda daring.

Deskripsi singkat mengenai guru pembelajar moda daring kelihatannya sangat sederhana dan mudah, namun pada kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dibayangkan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami terkait GP moda daring khususnya dengan sistem daring penuh model 2 dengan pendampingan oleh satu mentor, masih banyak kendala-kendala yang dihadapi peserta dalam mengikuti program tersebut.

Kendala-kendala tersebut muncul baik dari internal dan eksternal, kendala internal yaitu kendala yang ada pada peserta GP, sedangkan kendala eksternal yaitu kendala dari segi sarana dan prasarana. Mungkin sebagian dari peserta GP moda daring online tidak mengalami kendala internal dan eksternal, namun berdasarkan pengalaman yang ada sebagian besar peserta masih mengalami kendala terutama kendala internal.

Ditinjau dari kendala internal, kendala yang dialami peserta GP moda daring online yakni pertama, keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam mengoperasikan perangkat komputer/laptop. Kedua, keterbatasan pengetahuan serta keterampilan belajar menggunakan sistem online atau modul elektronik.

Dilihat dari kendala eksternal, terdapat kendala berupa masih adanya guru yang belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengakses GP moda daring online seperti komputer/laptop, modem, serta ketersediaan jaringan di wilayah tempat tinggal peserta.

Kendala-kendala yang dirumuskan tersebut sejatinya merupakan kendala umum yang terjadi. Guru-guru peserta GP moda daring online yang mengalami kendala tersebut telah berupaya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Cara yang paling umum dilakukan untuk mengatasi kendala internal adalah dengan belajar secara berkelompok dan bila perlu mencari pendamping yang dianggap kompeten untuk menuntun belajar menggunakan modul elektronik atau online.

Sedangkan dari kendala eksternal secara mendasar dapat diatasi dengan membeli sarana dan prasarana yang diperlukan, mengingat pemerintah tidak mensubsidi pengadaan sarana untuk GP moda daring online. Mungkin saja salah satu pertimbangan pemerintah adalah sertifikasi guru sudah dianggap mencukupi untuk membeli sendiri sarana dan prasarana penunjang GP moda daring online.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi, semangat guru-guru untuk mengikuti pembelajaran online  dapat dikatakan sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dari antusiasme serta usaha-usaha yang dilakukan guru-guru peserta GP untuk menyelesaikan pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan.

Namun tidak ditutupi juga bahwa masih ada beberapa peserta yang menganggap tidak penting pelaksanaan program guru pembelajar tersebut sehingga cenderung pembelajaran yang dilaksanakan kurang maksimal.

Secara umum guru-guru di Indonesia adalah guru yang hebat dan berkompeten, hanya saja masih ada guru-guru yang tidak mau keluar dari zona nyaman atau dengan kata lain usaha yang dilakukan masih sangat minim untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Alasan klasik yang sering muncul adalah karena ada kesibukan lain, sudah tua dan waktu pengabdian atau masa pensiunnya sudah dekat.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah suatu halangan, karena belajar tidak mengenal usia. Jadi, sangat diharapkan kedepannya hal-hal penghambat yang perlu diperbaiki bisa diperbaiki dengan harapan pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.

Program Guru Pembelajar sesungguhnya merupakan sebuah program yang sangat baik yang dikembangkan oleh pemerintah. Melalui program guru pembelajar, guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dipacu agar mampu memenuhi standar-standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik atau guru.

Selain itu, guru-guru diharapkan untuk senantiasa belajar, berkarya serta mengembangkan kapasitas diri untuk kemajuan pendidikan dan mampu menciptakan sumber daya manusia sesuai tujuan pendidikan nasional.

Sinergisme serta pastisipasi aktif dari pihak pemerintah, guru, sekolah danpihak lainnya sangat diperlukan demi mencapai tujuan serta harapan yang begitu besar terkait pelaksanaan program guru pembelajar tersebut. (T)

 

Tags: gurukompetensionlinePendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Dunia Guru: Tarik Ulur Antara Guru Tua dan Guru Bau Kencur

Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Ida Bagus Weda Wigena

Ida Bagus Weda Wigena

Lahir di Denpasar, tinggal di Darmasaba, Abiansemal, Badung. Alumnus Jurusan Pendidikan Geografi Undiksha. Saat ini masih berstatus mahasiswa di PPs Undiksha. Moto hidup “Tetap berusaha dan jangan pernah meremehkan orang lain, karena masing-masing orang punya jalan hidup. Orang pintar belum tentu sukses, orang tidak pintar belum tentu tidak sukses karena apapun bisa terjadi di dunia ini selama hal itu memang ditakdirkan terjadi”.

Related Posts

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails
Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co