24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangankan “Online”, Laptop pun Tak Punya – Realitas Guru Pembelajar Daring

Ida Bagus Weda Wigena by Ida Bagus Weda Wigena
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: Youtube

GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha.

Dewasa ini, guru tidak lagi disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, melainkan beralih menjadi pahlawan pembangun insan cendekia.

Menjadi seorang yang diakui sebagai pahlawan pembangun insan cendekia tentunya tidak mudah, banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berkaitan dengan itu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan kompetensi guru agar lebih baik dari yang sebelumnya serta mampu bersaing pada era global.

Berbagai upaya telah dilaksanakan baik oleh guru itu sendiri maupun pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di Indonesia. Sebagai contoh upaya yang telah dilaksanakan misalnya seperti diklat, seminar, pelatihan-pelatihan khusus, PLPG, dan yang terakhir yaitu uji kompetensi guru atau yang lebih familiar disebut UKG.

Dikutip dari laman berita Kemendikbud secara sederhana, UKG bertujuan untuk memetakan kompetensi guru yang dijadikan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Pada awal pemberitaannya, UKG sontak menjadi bahan pembicaraan yang kontroversial terutama di kalangan guru-guru dari sekolah dasar hingga menengah atas. Ditambah lagi dengan pemberitaan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) menggunakan sistem online.

Sebagian guru mungkin terkesan biasa-biasa saja bahkan ada yang sangat antusias akan adanya UKG online, namun tak sedikit pula guru yang takut dan waswas untuk menghadapi UKG apalagi dengan sistem online.

Menurut data dari Kemendikbud, UKG tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02, sedangkan standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa target SKM belum tercapai sehingga masih sangat perlu adanya perbaikan-perbaikan kedepannya.

Berpedoman dari hasil UKG tersebut, pemerintah memetakan bidang kompetensi guru-guru di seluruh Indonesia yang dikriteriakan masih kurang dan perlu diperbaiki. Cara yang ditempuh adalah melalui program Guru Pembelajar (GP).

Secara umum tujuan program Guru Pembelajar tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi profesional, pedagogik serta kemampuanya dalam mendidik dan mengajar melalui metode tatap muka, online maupun kombinasi.

Program Guru Pembelajar sudah mulai dilaksanakan sekitar pertengahan tahun 2016 dengan melibatkan guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dan salah satunya adalah melalui sistem online.

Guru Pembelajar dengan sistem online atau yang disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan) merupakan sebuah aktifitas belajar dalam jaringan yang dilakukan oleh guru-guru secara mandiri di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses materi-materi sumber belajar yang telah disiapkan secara elektronik.

Alur proses kegiatan program guru pembelajar online secara sederhana dan mendasar dimulai dari registrasi akun Guru Pembelajar, kemudian login akun, menerima undangan belajar, mengikuti kursus, serta tes evaluasi akhir. Tahapan tersebut harus dilalui oleh peserta GP Moda Daring untuk tercapainya tujuan-tujuan dari pembelajaran GP moda daring.

Deskripsi singkat mengenai guru pembelajar moda daring kelihatannya sangat sederhana dan mudah, namun pada kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dibayangkan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami terkait GP moda daring khususnya dengan sistem daring penuh model 2 dengan pendampingan oleh satu mentor, masih banyak kendala-kendala yang dihadapi peserta dalam mengikuti program tersebut.

Kendala-kendala tersebut muncul baik dari internal dan eksternal, kendala internal yaitu kendala yang ada pada peserta GP, sedangkan kendala eksternal yaitu kendala dari segi sarana dan prasarana. Mungkin sebagian dari peserta GP moda daring online tidak mengalami kendala internal dan eksternal, namun berdasarkan pengalaman yang ada sebagian besar peserta masih mengalami kendala terutama kendala internal.

Ditinjau dari kendala internal, kendala yang dialami peserta GP moda daring online yakni pertama, keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam mengoperasikan perangkat komputer/laptop. Kedua, keterbatasan pengetahuan serta keterampilan belajar menggunakan sistem online atau modul elektronik.

Dilihat dari kendala eksternal, terdapat kendala berupa masih adanya guru yang belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengakses GP moda daring online seperti komputer/laptop, modem, serta ketersediaan jaringan di wilayah tempat tinggal peserta.

Kendala-kendala yang dirumuskan tersebut sejatinya merupakan kendala umum yang terjadi. Guru-guru peserta GP moda daring online yang mengalami kendala tersebut telah berupaya untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Cara yang paling umum dilakukan untuk mengatasi kendala internal adalah dengan belajar secara berkelompok dan bila perlu mencari pendamping yang dianggap kompeten untuk menuntun belajar menggunakan modul elektronik atau online.

Sedangkan dari kendala eksternal secara mendasar dapat diatasi dengan membeli sarana dan prasarana yang diperlukan, mengingat pemerintah tidak mensubsidi pengadaan sarana untuk GP moda daring online. Mungkin saja salah satu pertimbangan pemerintah adalah sertifikasi guru sudah dianggap mencukupi untuk membeli sendiri sarana dan prasarana penunjang GP moda daring online.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi, semangat guru-guru untuk mengikuti pembelajaran online  dapat dikatakan sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dari antusiasme serta usaha-usaha yang dilakukan guru-guru peserta GP untuk menyelesaikan pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan.

Namun tidak ditutupi juga bahwa masih ada beberapa peserta yang menganggap tidak penting pelaksanaan program guru pembelajar tersebut sehingga cenderung pembelajaran yang dilaksanakan kurang maksimal.

Secara umum guru-guru di Indonesia adalah guru yang hebat dan berkompeten, hanya saja masih ada guru-guru yang tidak mau keluar dari zona nyaman atau dengan kata lain usaha yang dilakukan masih sangat minim untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Alasan klasik yang sering muncul adalah karena ada kesibukan lain, sudah tua dan waktu pengabdian atau masa pensiunnya sudah dekat.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah suatu halangan, karena belajar tidak mengenal usia. Jadi, sangat diharapkan kedepannya hal-hal penghambat yang perlu diperbaiki bisa diperbaiki dengan harapan pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.

Program Guru Pembelajar sesungguhnya merupakan sebuah program yang sangat baik yang dikembangkan oleh pemerintah. Melalui program guru pembelajar, guru-guru di seluruh wilayah Indonesia dipacu agar mampu memenuhi standar-standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik atau guru.

Selain itu, guru-guru diharapkan untuk senantiasa belajar, berkarya serta mengembangkan kapasitas diri untuk kemajuan pendidikan dan mampu menciptakan sumber daya manusia sesuai tujuan pendidikan nasional.

Sinergisme serta pastisipasi aktif dari pihak pemerintah, guru, sekolah danpihak lainnya sangat diperlukan demi mencapai tujuan serta harapan yang begitu besar terkait pelaksanaan program guru pembelajar tersebut. (T)

 

Tags: gurukompetensionlinePendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Dunia Guru: Tarik Ulur Antara Guru Tua dan Guru Bau Kencur

Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Ida Bagus Weda Wigena

Ida Bagus Weda Wigena

Lahir di Denpasar, tinggal di Darmasaba, Abiansemal, Badung. Alumnus Jurusan Pendidikan Geografi Undiksha. Saat ini masih berstatus mahasiswa di PPs Undiksha. Moto hidup “Tetap berusaha dan jangan pernah meremehkan orang lain, karena masing-masing orang punya jalan hidup. Orang pintar belum tentu sukses, orang tidak pintar belum tentu tidak sukses karena apapun bisa terjadi di dunia ini selama hal itu memang ditakdirkan terjadi”.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Pidato Cinta untuk Guru di Hari Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co