2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik itu Lucu, Konyol, Tragis – Kuliah Tak Penting dari Negeri Saat ini

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

POLITIK mungkin sesuatu yang asing bagi saya terutama mengenai politik praktis. Memang sedikit paham, secara garis besar politik didefinisikan sebagai “ilmu mempengaruhi”. Sebagai anak bahasa (mahasiswa jurusan bahasa), saya juga mengenal politic in language in use yaitu politik yang bekerja ketika kita berbicara atau membangun percakapan dengan orang lain.

Berbohong adalah salah satu contoh politic in language in use. Kenapa? Karena berbohong adalah bagian dari mempengaruhi dan berstrategi dalam menggunakan bahasa sehingga pembicara akan menerima dan terpengaruh terhadap apa yang diwacanakan oleh si pembicara.

Tapi politik mungkin tak sesederhana itu. Politik itu luas, bukan hanya politik praktis, bukan hanya bicara soal “mencoblos ini” atau “mencoblos itu” dalam pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden.

Sebagai seorang yang tidak terlalu aktif dalam seluk-beluk politik praktis, hanya sebagai penonton yang tak punya dasar ilmu mendalam tentang politik praktis, bagi saya politik praktis memang kelihatan begitu menarik. Menarik ini didefinisikan sebagai sesuatu yang lucu, unik, konyol, dan tragis. Varian-varian itulah yang membuat politik terkesan menarik bagi saya.

Mulai dengan lucu, kisah-kisah orang orang yang bergabung ke politik praktis banyak yang lucu. Misalnya pindah-pindah aliran disaat tidak dipilih di rumah yang telah membesarkan namanya. Pindah-pindah kubu ketika di kubu sebelumnya tak mendapatkan apa yang diinginkan.

Pindah-pindah partai politik menjadi sesuatu yang biasa. Maka jadi biasa pula ketika menghadapi yang dulu teman, kini menjadi lawang. Yang dulu lawan, kini berangkulan bersama. Bagi saya, itu lucu.

Mungkin selera humor saya rendah sehingga hal semacam itu dianggap lucu. Tapi tak apa-apa, karena itu memang lucu. Bahkan sangat lucu. Betapa lucunya meninggalkan “keluarga” yang membesarkannya, lalu enyah dari rumah, hanya gara-gara tak mendapatkan “mandat tertinggi” di keluarga itu. Lalu, di luar, sibuk sendiri menjelek-jelekkan keluarga lama.

Unik. Cara mereka berkampanye dan menyuarakan pendapat ya tergolong unik. Blusukan adalah trend kampanye baru dibandingkan dengan berkonvoi-konvoi menghabiskan banyak baju dan uang operasional partai.

Blusukan jauh lebih irit, tokoh politik yang hendak mendapatkan mandat dan simpati rakyat, tinggal datang ke kantong-kantong rakyat. Berkeliling-berkeling tanpa harus ada loud speaker dan mobil-mobil besar untuk mengawal prosesi kampanye. Memang kreatif mereka mencari inovasi terbaru guna teknis kampanye yang lebih modern dan efisien.

Lanjut dengan konyol. Mungkin ini bagian yang menarik bagi saya untuk mengulas kekonyolan ini. Ketika produk politik praktis ini menghasilkan suprastruktur politik yang berkompeten dan punya integritas serta profesionalisme tinggi, banyak orang (terutama lawan politik) menyerangnya.

“Mereka” digulingkan! Hello, mau kalian apa? Mau dibawa ke mana negara ini jika orang-orang yang punya kualitas disingkirkan? Luar biasa sekali, sungguh konyol. Seakan-akan sesuatu “yang berkualitas” dianggap ancaman bagi negara.

Setelah ditelaah lebih dalam dengan analisa teori yang terbatas, buku, serta cerita dan dongeng Indonesia kuno, hal-hal semacam itu bisa disebut sebagai bagian dari konspirasi. Ya, konspirasi politik yang bisa dikatakan begitu brutal.

Kemungkinan kondisi ini terjadi karena ketakutan jasmani dan rohani yang terlalu kuat di kalangan conspirator. Mereka takut jika posisi mereka akan tergangu oleh-oleh orang yang punya integritas tinggi untuk bangsa dan negara terus lahir dari waktu ke waktu. Sungguh ini sangat-sangat konyol, siapa yang akan memperbaiki bangsa ini jika mereka yang sudah menunjukkan kredibilitas justru disingkirkan.

Sehingga pada ujungnya hal ini dikatakan tragis. Ya tragis, karena ujung-ujung orang yang punya kualitas dipenjarakan dengan kasus-kasus yang terbilang tidak sebanding dengan apa yang telah mereka buat terhadap bangsa mereka. Sungguh sangat tragis, usaha mereka yang begitu keras membangun negeri agar bisa lebih baik dan sudah bisa mewujudkannya walau belum sempurna akhirnya berujung dijebloskan ke rumah tanpa jendela.

Kisah ini seakan mengingatkan kita dengan tokoh-tokoh pejuang bangsa zaman dulu yang mesti masuk bui karena perlawanan yang mereka suarakan. Bedanya, zaman dulu mereka dibui oleh musuh yang jelas, semacam penjajah, pemberontak bangsa, atau rezim yang dianggap diktator.

Namun kini, musuh adalah kelompok-kelompok yang tak begitu jelas, abstrak namun punya kekuatan politik. Musuh abstrak ini mungkin juga berkonspirasi dengan petinggi dan mantan pengelola kekuasaan yang terserang post power syndrome dan ingin berkuasa kembali secara langsung maupun tak langsung.

Jika ini terus terjadi, di mana pelajaran dan kuliah politik dan demokrasi bagi mahasiswa dan generasi muda seperti saya? Kami seperti mendapatkan semacam kuliah tak penting tentang politik yang tak pernah kami pahami dengan teoritis maupun dengan praktis.

Kami jadi melihat politik, apalagi politik yang dikaitkan dengan agama dan nafsu berkuasa,  sebagai sebuah laku manusia yang mungkin akan kami tiru di kemudian hari. Lalu, bagaimana kami bisa menyusun strategi bagus untuk ikut berjuang, suatu saat nanti, demi kemajuan bangsa. Demi kemajuan demokrasi, demi tegaknya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. (T)

Tags: IndonesiamahasiswaPartai PolitikPolitik
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

“Sampi Gerumbungan”, Bukti Bali (Pernah) Menjadi Tanah Agraris

Next Post

Skenario itu Ditulis Tuhan – Renungan Kecil Prihal Cinta, Pertemuan dan Perpisahan

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Skenario itu Ditulis Tuhan – Renungan Kecil Prihal Cinta, Pertemuan dan Perpisahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co