14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dan Semua Berubah Ketika Tugas Kuliah Menyerang…

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis (foto hanya ilustrasi)

BRAD PIT dan Angelina Jolie mungkin bisa berpisah. Naruto dan Sasuke juga masih bisa berpisah, namun yang namanya mahasiswa itu tidak bisa dipisahkan dengan tugas kuliah. Akan selalu ada kapanpun.

Layaknya ikan hiu dengan ikan ramora, mahasiswa dan tugas kuliah selalu berdampingan. Terkadang seperti pohon dan benalu, tugas juga bisa menjadi parasit di saat-saat tertentu.

Seperti ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan tugas yang berjibun besok sementara di hari yang sama ada ujian tengah semester. Nah, tugas ini tentu akan mengganggu proses belajar mahasiswa itu. Jika memang sudah terjadwal mungkin masih bisa di-manage, tapi yang namanya tugas dadakan tentu yang akan menjadi parasit. Sabar ya, mahasiswa.

Mengerjakan tugas dari seorang dosen bisa dikatakan menjadi keseharian mahasiswa. Sebenarnya kuliah itu benar-benar seperti nguli atau jadi tukang, hhhmm mungkin juga lebih tepatnya menjadi seorang pengrajin.

Kenapa? Karena tugas kuliah ini adalah order dari sang dosen. Harus dikerjakan sesuai dengan order. Analisis ini, analisis itu, ringkas ini, ringkas itu, praktikum ini, praktikum itu, soal ini, soal itu, pokoknya jumlahnya itu melimpah ruah. Karena tugas inilah, beberapa hal yang sebelumnya kita anggap indah mulai menjadi mitos.

Dalam bayangan yang indah, sepulang kuliah, kebanyakan mahasiswa memanfaatkannya sesuai dengan minat dan kesukaan masing-masing, seperti makan bareng di kantin kampus, nongkrong di café sambil cari wifi gratis dan ngobrol asik membahas suatu hal. Atau berkerja sampingan mencari uang tambahan, apel ke tempat pacar sambil jalan-jalan, rapat organisasi mahasiswa atau mempersiapkan acara kampus. Atau mungkin juga tidur siang, karena tidur memang menjadi hal ternikmat dalam hidup.

Namun bayangan yang indah, bayangan tentang mahasiswa hidup dengan damai, tiba-tiba berubah saat tugas-tugas kuliah menyerang.

Kantin kampus bukan lagi menjadi pilihan untuk disamperi sepulang kuliah. Tipat santok (gado-gado) dan rokok eceran tidak lagi bisa dinikmati dengan nikmat. Mahasiswa yang dibuntuti tugas kuliah tentu akan memilih tempat lain untuk mengerjakan tugas, seperti perpustakaan jurusan (jika ada), perpustakaan fakultas (jika ada) atau perpustakaan kampus (jika bukunya lengkap, nyaman, dan wifi juga kencang).

Jika bukan di perpustakaan maka tempat lain tentu menjadi pilihan untuk browsing data di internet, seperti café dengan layanan wifi. Namun untuk menikmati wifi café tentu harus merogoh kocek paling sedikit Rp. 10.000. Ya, untuk sekedar beli kopi secangkir saja sudah cukup.  Belum lagi jika ingin memesan yang lain, seperti cemilan, minum dan lain-lain, maka harus merogoh kocek lebih banyak lagi.

Perpustakaan dan café tentu juga ada jam bukanya, dan jika tempat-tempat tersebut harus tutup sementara tugas belum selesai, maka kembali lagi mahasiswa harus mencari tempat lain, yaitu warnet atau wifi corner. Nah lagi-lagi harus merogoh kocek. Lama-lama mahasiswa bisa miskin hanya untuk mencari wifi. Beruntung jika wifi yang disediakan kampus lumayan berfungsi, namun jika lambat seperti keong, wah sampai lebaran kuda pun tugas tidak akan selesai.

Karena tugas kuliah yang berjibun, mahasiswa yang memiliki perkerjaan sampingan tentu saja akan terganggu. Mereka harus dengan bijak membagi waktu untuk kuliah, kerja dan mengerjakan tugas kuliah. Tentu saja mereka memiliki beban yang lebih berat alias double, karena selain harus bekerja fisik, ia juga harus memeras otak dan pikiran mereka mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Jika satu atau dua tugas mungkin tidak masalah. Masih bisa diatasi. Namun jika tugas-tugas diberikan dengan jumlah yang banyak dan harus dikumpul dalam tempo sesingkat-singkatnya, tentu akan menjadi masalah. Apalagi jika tugas yang diberikan tidak jelas. Tambah lagi masalahnya. Mahasiswa perkeja sampingan yang memiliki banyak tugas kuliah biasanya tidak lagi menjadikan SKS sebagai Sistem Kebut Semalam, tapi Sistem Kebut Sejam.

Karena tugas kuliah juga, masa-masa pacaran tak lagi terasa indah. Setiap akan jalan bareng pacar, ada tugas yang harus dikerjakan. Setiap akan chatting-an sama pacar, ada tugas yang harus dikumpul besok. Malam minggu harus berduaan sama tugas.

Tugas kuliah harus menjadi prioritas. Jika pacar kalian adalah oarng yang pengertian, kalian beruntung, bisa saja kalian akan dibantu dalam mengerjakan tugas. Jika tidak, sayang sekali, siap-siap saja untuk kehilangan karena ditinggal pergi mencari yang lebih mengutamakan dirinya, mencari yang lebih menyediakan waktu, atau mencari yang bukan anak kuliahan. Hahahaha.

Waktu tidur sianglah yang biasanya menjadi sebuah misteri. Kapan adanya, kapan waktunya. Pagi diawali dengan kuliah, siang diisi dengan mengerjakan tugas. Tak tahunya siang sudah berganti malam, dan tugas kuliah masih belum rampung. Kembali lagi mengerjakan tugas.

Ketika tugas sudah rampung ternyata hari sudah subuh, tanggal sudah berganti, dan hawa dingin sudah menusuk.  Lupa makan lupa mandi hanya untuk mengerjakan tugas. Setelah itu beranjak ke tempat tidur dan baru tidur subuh, namun harus bangun lagi pagi-pagi untuk berangkat kuliah. Mahasiswa memang harus terbiasa tidur pagi bangun pagi.

Sekali lagi, mahasiswa dan tugas kuliah itu tidak dapat dipisahkan sampai kapan pun. Tentu di antara kalian ada yang berharap agar timbul suatu keajaiban yang membuat mahasiswa dan tugas kuliah tidak dipertemukan lagi. Namun di balik tugas-tugas yang diberikan, tentu ada maksud baik jika memang itu bisa dipandang baik dan bijaksana.

Jika tugas-tugas yang diberikan hanya formalitas dan ternyata tidak dinilai dan menjadi penghias meja dosen saja, wah betapa sakit hatinya kalian mengingat usaha yang kalian lakukan lebih besar dari seorang kuli. Memeras otak tentu lebih susah dari pada melakukan perkerjaan fisik. Buat mahasiswa setanah air, semoga masih semangat dan masih kuat jiwanya. Dan buat calon mahasiswa, semoga beruntung. Ingat selalu berusaha dan berdoa. Amitaba, sancai sancai. (T)

 

Tags: kampusmahasiswa
Share104TweetSendShareSend
Previous Post

Fatah Anshori# Diriku Adalah Sekarung Kata-Kata

Next Post

Kelak, Mungkin Kiamat Disebabkan Punahnya Akal Sehat Manusia

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post

Kelak, Mungkin Kiamat Disebabkan Punahnya Akal Sehat Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co