25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dan Semua Berubah Ketika Tugas Kuliah Menyerang…

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis (foto hanya ilustrasi)

BRAD PIT dan Angelina Jolie mungkin bisa berpisah. Naruto dan Sasuke juga masih bisa berpisah, namun yang namanya mahasiswa itu tidak bisa dipisahkan dengan tugas kuliah. Akan selalu ada kapanpun.

Layaknya ikan hiu dengan ikan ramora, mahasiswa dan tugas kuliah selalu berdampingan. Terkadang seperti pohon dan benalu, tugas juga bisa menjadi parasit di saat-saat tertentu.

Seperti ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan tugas yang berjibun besok sementara di hari yang sama ada ujian tengah semester. Nah, tugas ini tentu akan mengganggu proses belajar mahasiswa itu. Jika memang sudah terjadwal mungkin masih bisa di-manage, tapi yang namanya tugas dadakan tentu yang akan menjadi parasit. Sabar ya, mahasiswa.

Mengerjakan tugas dari seorang dosen bisa dikatakan menjadi keseharian mahasiswa. Sebenarnya kuliah itu benar-benar seperti nguli atau jadi tukang, hhhmm mungkin juga lebih tepatnya menjadi seorang pengrajin.

Kenapa? Karena tugas kuliah ini adalah order dari sang dosen. Harus dikerjakan sesuai dengan order. Analisis ini, analisis itu, ringkas ini, ringkas itu, praktikum ini, praktikum itu, soal ini, soal itu, pokoknya jumlahnya itu melimpah ruah. Karena tugas inilah, beberapa hal yang sebelumnya kita anggap indah mulai menjadi mitos.

Dalam bayangan yang indah, sepulang kuliah, kebanyakan mahasiswa memanfaatkannya sesuai dengan minat dan kesukaan masing-masing, seperti makan bareng di kantin kampus, nongkrong di café sambil cari wifi gratis dan ngobrol asik membahas suatu hal. Atau berkerja sampingan mencari uang tambahan, apel ke tempat pacar sambil jalan-jalan, rapat organisasi mahasiswa atau mempersiapkan acara kampus. Atau mungkin juga tidur siang, karena tidur memang menjadi hal ternikmat dalam hidup.

Namun bayangan yang indah, bayangan tentang mahasiswa hidup dengan damai, tiba-tiba berubah saat tugas-tugas kuliah menyerang.

Kantin kampus bukan lagi menjadi pilihan untuk disamperi sepulang kuliah. Tipat santok (gado-gado) dan rokok eceran tidak lagi bisa dinikmati dengan nikmat. Mahasiswa yang dibuntuti tugas kuliah tentu akan memilih tempat lain untuk mengerjakan tugas, seperti perpustakaan jurusan (jika ada), perpustakaan fakultas (jika ada) atau perpustakaan kampus (jika bukunya lengkap, nyaman, dan wifi juga kencang).

Jika bukan di perpustakaan maka tempat lain tentu menjadi pilihan untuk browsing data di internet, seperti café dengan layanan wifi. Namun untuk menikmati wifi café tentu harus merogoh kocek paling sedikit Rp. 10.000. Ya, untuk sekedar beli kopi secangkir saja sudah cukup.  Belum lagi jika ingin memesan yang lain, seperti cemilan, minum dan lain-lain, maka harus merogoh kocek lebih banyak lagi.

Perpustakaan dan café tentu juga ada jam bukanya, dan jika tempat-tempat tersebut harus tutup sementara tugas belum selesai, maka kembali lagi mahasiswa harus mencari tempat lain, yaitu warnet atau wifi corner. Nah lagi-lagi harus merogoh kocek. Lama-lama mahasiswa bisa miskin hanya untuk mencari wifi. Beruntung jika wifi yang disediakan kampus lumayan berfungsi, namun jika lambat seperti keong, wah sampai lebaran kuda pun tugas tidak akan selesai.

Karena tugas kuliah yang berjibun, mahasiswa yang memiliki perkerjaan sampingan tentu saja akan terganggu. Mereka harus dengan bijak membagi waktu untuk kuliah, kerja dan mengerjakan tugas kuliah. Tentu saja mereka memiliki beban yang lebih berat alias double, karena selain harus bekerja fisik, ia juga harus memeras otak dan pikiran mereka mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Jika satu atau dua tugas mungkin tidak masalah. Masih bisa diatasi. Namun jika tugas-tugas diberikan dengan jumlah yang banyak dan harus dikumpul dalam tempo sesingkat-singkatnya, tentu akan menjadi masalah. Apalagi jika tugas yang diberikan tidak jelas. Tambah lagi masalahnya. Mahasiswa perkeja sampingan yang memiliki banyak tugas kuliah biasanya tidak lagi menjadikan SKS sebagai Sistem Kebut Semalam, tapi Sistem Kebut Sejam.

Karena tugas kuliah juga, masa-masa pacaran tak lagi terasa indah. Setiap akan jalan bareng pacar, ada tugas yang harus dikerjakan. Setiap akan chatting-an sama pacar, ada tugas yang harus dikumpul besok. Malam minggu harus berduaan sama tugas.

Tugas kuliah harus menjadi prioritas. Jika pacar kalian adalah oarng yang pengertian, kalian beruntung, bisa saja kalian akan dibantu dalam mengerjakan tugas. Jika tidak, sayang sekali, siap-siap saja untuk kehilangan karena ditinggal pergi mencari yang lebih mengutamakan dirinya, mencari yang lebih menyediakan waktu, atau mencari yang bukan anak kuliahan. Hahahaha.

Waktu tidur sianglah yang biasanya menjadi sebuah misteri. Kapan adanya, kapan waktunya. Pagi diawali dengan kuliah, siang diisi dengan mengerjakan tugas. Tak tahunya siang sudah berganti malam, dan tugas kuliah masih belum rampung. Kembali lagi mengerjakan tugas.

Ketika tugas sudah rampung ternyata hari sudah subuh, tanggal sudah berganti, dan hawa dingin sudah menusuk.  Lupa makan lupa mandi hanya untuk mengerjakan tugas. Setelah itu beranjak ke tempat tidur dan baru tidur subuh, namun harus bangun lagi pagi-pagi untuk berangkat kuliah. Mahasiswa memang harus terbiasa tidur pagi bangun pagi.

Sekali lagi, mahasiswa dan tugas kuliah itu tidak dapat dipisahkan sampai kapan pun. Tentu di antara kalian ada yang berharap agar timbul suatu keajaiban yang membuat mahasiswa dan tugas kuliah tidak dipertemukan lagi. Namun di balik tugas-tugas yang diberikan, tentu ada maksud baik jika memang itu bisa dipandang baik dan bijaksana.

Jika tugas-tugas yang diberikan hanya formalitas dan ternyata tidak dinilai dan menjadi penghias meja dosen saja, wah betapa sakit hatinya kalian mengingat usaha yang kalian lakukan lebih besar dari seorang kuli. Memeras otak tentu lebih susah dari pada melakukan perkerjaan fisik. Buat mahasiswa setanah air, semoga masih semangat dan masih kuat jiwanya. Dan buat calon mahasiswa, semoga beruntung. Ingat selalu berusaha dan berdoa. Amitaba, sancai sancai. (T)

 

Tags: kampusmahasiswa
Share104TweetSendShareSend
Previous Post

Fatah Anshori# Diriku Adalah Sekarung Kata-Kata

Next Post

Kelak, Mungkin Kiamat Disebabkan Punahnya Akal Sehat Manusia

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Kelak, Mungkin Kiamat Disebabkan Punahnya Akal Sehat Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co