24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertigaan Beringin Sayan-Mengwi: Stasiun Cinta Romantika Mahasiswa

Satia Guna by Satia Guna
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

CINTA, ah, erat kaitannya dengan “kangen”. Kalau cinta dan kangen sudah bertemu maka banyak cerita terpatri dalam ingatan seorang penjalin cinta. Cinta dan kangen jadi punya hubungan sangat penting, apalagi bila dikaitkan dengan yang namanya LDR (Long Distence Reladibohonginsip) ha ha.  

Di zaman sentuhan ini siapa yang tidak mengenal LDR? Nah LDR pula erat kaitannya dengan Stasiun Cinta. Apa itu Stasiun Cinta ?   Marilah saya ceritakan tentang pohon beringin di Banjar Sayan Baleran, Mengwi, Badung. Itu, lho, lokasi pertigaan yang berdekatan dengan pabrik Coca-Cola di tepi Jalan Denpasar-Singaraja.  

Dingin udara selalu menyebar dari pohon beringin besar itu. Pohon itu sebetulnya selalu menjadi saksi bisu sepasang kekasih bertemu atau berpisah, khususnya yang sedang menjalin cinta di Universitas Pendidikan Ganesha. Pohon beringin tersebut merupakan saksi bisu lambaian tangan dari sepasang kekasih yang berbeda jalur untuk pulang menuju rumah masing-masing.  

Mungkin sudah ribuan pasangan yang pohon beringin lihat bertemu atau berpisah di pertigaan tersebut. Mulai dari pasangan yang sedang marajuk, yang sedang hangat-hangatnya menjalin cinta, maupun yang dilanda kasus LDR, semua terekam jelas oleh pohon beringin tua yang berdiri kokoh di simpang tiga jalan itu.  

Semua yang berada dalam lingkar pohon itu akan menitip rindu dalam bagi yang LDR, di mana ketika sang lelaki mengantarkan pacarnya yang pertama kali pergi ke Singaraja. Maka akan diantar sampai di sana. Karena jalan dari sana menuju Singaraja hanya tinggal lurus atau menuruti jalan, hingga kelok-melok yang memusingkan kepala. Nah, dari sanalah tercipta stasiun cinta yang hingga kini masih berlaku di pertigaan di bawah pohon beringin tersebut.  

Mungkin ada juga pasangan yang saling tunggu di sana, menunggu untuk berangkat bersama ke Singaraja. Menunggu di sana sangatlah mengasyikkan. Bisa duduk sambil mengobrol di rumpun pasar sebelah pohon beringin yang sepi. Karena pada siang hari itu tak terlihat seperti pasar. Melainkan terlihat seperti stasiun yang memperbolehkan setiap penunggunya untuk sekadar ngopi dan ngeteh menunggu pujaan hati datang.

Apalagi kalau pulangnya di siang hari, wah, angin akan membelai mesra di sana. Sangat romantis bukan, menunggu pasangan di bawah pohon beringin dikelilingi orang-orang yang membicarakan masalah pekerjaan ataupun hal-hal sepele di warung kopi.  

Cinta memang seringkali membuat hal sesederhana itu menjadi sangat mengesankan. Kenapa harus saling tunggu menunggu di bawah pohon beringin? Mungkin jawabannya sudah bisa ketebak, hahaha. Ya tentu saja.  

Belum Direstui  

Yang pertama, mungkin karena belum direstui orang tua. Memang orang tua di rumah pasti akan wanti-wanti sekali untuk tak berpacaran lebih dulu semasih kita berada di bangku kuliah (terutama bagi kaum hawa). Apalagi kos, wah wah bahaya sekali. Orang tua akan sangat bangga bila anaknya kerja terlebih dahulu baru memperhitungkan cinta.

Nah, oleh sebab itulah muncul stasiun cinta entah itu di pohon bringin maupun di tempat lain, karena setiap pasangan memiliki stasiun cintanya masing-masing. Yang mereka anggap aman dan tanpa sepengetahuan orang tua ataupun sanak family.  

Rumah Berjauhan  

Yang kedua, karena rumah yang berjauhan, misalkan yang cowok dari Klungkung atau Gianyar dan yang cewek di Denpasar atau Tabanan.  Agar tak bolak-balik maka haruslah mereka siapkan stasiun cinta. Agar lebih efisien maka adalah kesepakatan untuk bertemu di mana dan jam berapa. Agar tak saling tunggu mereka biasanya jalan bersamaan dan sampai di tempat tujuan secara bersamaan, saling menyapa terlebih dahulu, senyum, lirik mata, saling ejek maupun saling sindir, mungkin karena KANGEN.

Duhh…, inti percintaan memang rasa kangen, tak ada yang bisa mengalahkan hebatnya rasa kangen. Rasa yang menyebabkan tak enak makan, tak enak mandi, tak enak BAB, sampai tak enak yang enak-enak. Lalu karena kangenkah tercipta stasiun cinta? Ah pohon beringin terlalu cepat mengambil kesimpulan, masih ada banyak alasan yang lainnya.  

Menciptakan Tempat Bersejarah  

Yang ketiga, mungkin, mungkin saja karena mereka ingin menciptakan suatu tempat yang bersejarah bagi kisah percintaan mereka, yang bisa mereka kenang demi menjaga masa lalu. Demi menjaga rantaian kisah cinta yang mereka bangun. Maka mereka ciptakan sebuah tempat di mana mereka sering menunggu, bertengkar, dan hal-hal sepele lainnya.

Ya, kalau kisah cintanya bersemi abadi sampai mereka menuju pelaminan, ya, tempat itu akan mereka perkenalkan pada anak cucunya nanti, bahwa inilah stasiun cinta yang agung, yang mempertemukan bapak dan ibumu lalu bersama-sama menuju Singaraja demi melanjutkan pendidikan.  

Tapi bagaimana mereka yang tak bahagia saat tua? Mungkin stasiun cinta akan menjadi kenangan yang sangat manis bila dilewati saat pulang, oknum yang tertimpa masalah tersebut akan senyum-senyum sendiri saat melewati stasiun cinta tersebut (sambil tertawa menangis) pedih, pedih sekali. Sabar yaa…   

Romantisnya Berdua  

Yang terakhir, pertanyaan yang masih berhubungan dengan stasiun cinta. Kenapa harus berjalan bersama ke Singaraja? Hemm bisa ditebak, bisa diterka. Sebenarnya bisa saja menempuh perjalanan sendiri ke Singaraja, tapi alangkah lebih romantisnya bila bisa bersama pujaan hati, apalagi sepanjang perjalanan Denpasar-Singaraja sangat banyak objek wisata yang dilewati.  

Alangkah lucunya bila hanya seorang diri yang merasakan, indahnya pemandangan Bedugul, The Silas, Kubu Strawberry, Danau Tamblingan, Danau Buyan, Danau Beratan, nikmatnya bila ada pasangan, perjalanan yang harusnya hanya 2 jam saja, mungkin bisa jadi setengah hari bila sudah bersama pasangan. Indah bukan? Memang indah Denpasar-Singaraja.  

Jadi yang sudah memiliki stasiun cinta masing-masing, jangan hanya dijadikan stasiun cinta semata, jadikan juga tempat bersejarah untuk hidup, hidup percintaan yang tak habis-habis bila dibicarakan.  

Penulis memang sedikit BAPER bila menulis hal-hal yang seperti ini, harap maklum (ini semua berdasarkan wawancara dan pengalaman penulis sendiri). He he he… (T)

Tags: cintaLDRmahasiswa
Share3018TweetSendShareSend
Previous Post

Bunuh Diri Bahasa Using Banyuwangi

Next Post

Aku Si Bau Berteman Hujan

Satia Guna

Satia Guna

Lelaki pendiam yang selalu bikin kangen, terutama dikangeni teman-temannya di Komunitas Mahima. Suka main teater, suka menulis puisi, esai dan cerpen. Kini juga melukis.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Aku Si Bau Berteman Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co