3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

2017 & 2018, Anak Muda Bali Mesti Ambil Bagian

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: KPU Buleleng

BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali akan segera digelar. 7 bulan menuju 2017 dan 19 bulan menuju 2018 bukan waktu yang cukup untuk mengubah cara pandang terhadap politik di Bali. Tidak sesingkat melakukan copy-paste ketika membuat tulisan di microsoft word.

Dalam hal ini, anak muda Bali harus ambil bagian. Ambil bagian tidak mesti terjun langsung sebagai tim sukses. Cukup dengan membuka mata sendiri dan mata orang lain bahwa yang dipilih nanti bukanlah yang memberi uang, bukanlah yang pandai membangun citra, dan bukanlah yang semata eksis di sosial media. Mata dan hati harus tertuju kepada sosok yang rela bekerja siang dan malam untuk Bali.

Saat ini saya berniat mengajak anak muda Bali untuk mulai lebih membuka mata yang faktanya sudah cukup terbuka. Membuka mata dalam hal ini bukan hanya sekadar mampu melihat, namun juga mampu merasakan dan menalar sosok yang mau dan mampu sebagai pemimpin di Bali. Kenapa perlu merasakan dan menalar? Karena ini bukan sekadar urusan isi perut. Terlebih masyarakat Bali akan memilih seseorang yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola dan mengayomi masyarakat di Bali. Lalu, ini bukan pula sekadar pemilihan ketua panitia pada acara 17-an.

Kenapa anak muda? Mari tengok sejenak ke belakang. Berdirinya Budi Utomo tahun 1908 diinisiasi oleh pemuda, sumpah pemuda tahun 1928 yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, dan tumbangnya rezim Orde Baru pada tahun 1998 yang juga diinisiasi oleh pemuda. Maka tidak salah bahwa pemuda adalah salah satu aset penting negeri ini.

Dimulai dengan mengubah pola pikir bahwa memilih bukanlah sebuah hak, melainkan sebuah kewajiban. Banyak orang orang wajar saja kalau tidak sepakat dengan pendapat ini karena hal ini belum biasa ada di Bali. Dalam hal ini saya menggunakan pendekatan tanggung jawab. Ketika sebuah proses demokrasi yang dalam hal ini disebut pemilu masih dianggap semua sebagai sebuah hak, maka tidak salah angka golput sering kali lebih tinggi dari perolehan suara calon pemenang pemilu.

Namun ketika memilih dalam pemilu dianggap sebagai sebuah kewajiban, maka pasca pelaksanaan pemilihan akan melekat sebuah tanggung jawab pada diri si pemilih. Tanggung jawab untuk bersama-sama memastikan bahwa ketika calon yang dipilih memenangkan pemilu, dia akan tetap berada pada alur yang benar. Kalaupun sesekali melenceng, si pemilihlah yang dapat mengarahkan pilihannya agar kembali menuju alur yang seharusnya. Pendekatan tersebut menjadi penting ketika situasi politik pragmatis seperti saat ini dan ketika prinsip take and give menjadi dasar untuk menentukan sebuah pilihan.

–

BANYAK anggapan bahwa pemilu adalah waktu ketika kita berada di dalam bilik suara selama kurang lebih 5 menit. Setelah urusan 5 menit selesai, bukan berarti tugas anak muda Bali selesai, namun tugas yang sebenarnya baru dimulai. Pemilu adalah hasil dari 5 menit pasca keluar dari bilik suara. Pendekatan tanggung jawab dapat menjadikan pemilih tidak beranggapan bahwa pilihannya sebagai manusia setengah Dewa. Manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dan manusia yang selalu benar.

Entah karena memang senyatanya benar, atau mungkin benar karena dibenarkan melalui sebuah pembenaran. Pemimpin tetaplah manusia biasa, yang sama-sama makan nasi dan sama-sama butuh waktu tidur dalam sehari. Yang kapanpun memiliki peluang untuk melakukan kekeliruan atau mungkin kesalahan. Konsep fundamental seorang pemimpin adalah manusia biasa itulah yang menjadi penyebab mengapa pendekatan tanggung jawab ini diperlukan.

Anak muda Bali yang cerdas, selayaknya mengkritik dan memberi koreksi ketika pemimpinnya keliru, dan mengapresiasi ketika pemimpinnya berprestasi. Kritik dan apresiasi harus ditempatkan pada strata yang sama. Harus diberikan bagian yang sama ketika merasakan dan menalar kerja seorang pemimpin.

Bedanya, ketika memilih masih dianggap sebagai sebuah hak. Apalagi diiringi pikiran pragmatis dan konsep take and give. Pemilih bukan tidak mungkin menganggap pemimpinnya sebagai manusia setengah Dewa. Manusia yang tidak wajar untuk dikritik dan dikoreksi. Manusia yang dimata pemilihnya tidak pernah melakukan kekeliruan atau kesalahan. Hal tersebut berbahaya untuk Bali. Hilangnya peran kontrol masyarakat sama artinya dengan merelakan terjadinya sebuah manajemen daerah yang sesuka hati.

Selanjutnya adalah keberanian untuk menentukan pilihan. Ketika tidak menentukan masih dianggap sebagai sebuah pilihan, maka sampai saat itu juga anak muda Bali dapat dikatakan belum memiliki keberanian untuk ambil bagian dalam pembangunan Bali. Kalau anak muda Bali saja takut memilih, apalagi kelak ketika harus dipilih. Bukan tidak mungkin rasa takut itu akan membesar dan menjadi sebuah kebiasaan.

–

LALU, kepada siapa suksesi kepemimpinan pada masa-masa berikutnya akan diberikan? Masihkah ingin mengatakan Ajeg Bali? Atau mungkin akan berubah menjadi Ajeng Bali. Relakah ketika suatu saat nanti Bali dipimpin oleh seseorang yang bukan orang Bali?

Sering saya mendengar pernyataan yang kira-kira isinya begini ”Saya tidak sreg dengan calon Gubernur/Bupati/Wali Kota, kan lebih baik saya memilih golput”. Dalam hal ini saya ingin menyampaikan, bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna. Ketika akan memilih, hal yang seharusnya dilakukan adalah membandingkan seorang calon dengan calon lainnya. Bukan membandingkan seorang calon dengan kesempurnaan. Mencoba menalar kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing calon. Mana yang dirasa lebih baik, lalu jatuhkan pilihan kepadanya.

Lalu, bagaimana ketika tidak ada yang dirasa baik? Maka jatuhkan pilihan kepada yang tidak melakukan pelanggaran kampanye, atau setidaknya yang lebih sedikit melakukan pelanggaran. Setidaknya dia memiliki kadar kebaikan yang lebih banyak dibandingkan calon lainnya.

Menentukan pilihan menjadi penting ketika calon yang menang telah menjadi pemimpin. Disana akan muncul rasa tanggung jawab dan memiliki. Ketika kita merasa tidak puas terhadap sebuah kebijakan, kita punya arah dan tujuan yang jelas (dalam konteks ikatan emosional) kepada siapa kita seharusnya mengadu. Ada rasa tanggung jawab yang sulit dijelaskan dengan narasi dalam konteks ini.

Bedanya, ketika kita tidak menentukan pilihan dan kemudian merasakan ada kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat, kita tidak punya arah dan tujuan yang jelas kepada siapa seharusnya mengadu. Dalam hal ini saya tidak sedang melihat dari sudut pandang administrasi, namun dari sudut pandang ikatan emosional.

–

JIKA BEGITU, bukankah anak muda Bali akan dicap sebagai manusia yang hanya siap menerima kebaikan. Tidak mau ikut memilih, namun ketika ada kebijakan yang tidak pas, lalu ikut bersuara menuntut agar pemimpinnya turun jabatan. Bukankah hal tersebut hanya akan merendahkan nilai diri. Anak muda Bali selayaknya siap mengambil risiko dan tanggung jawab. Siap menerima baik dan buruk hasil dari sebuah pilihan. Percaya ataupun tidak, hidup ini memang sebuah pilihan. Jadi, keberanian untuk memilih dalam bentuk apapun mutlak diperlukan.

Pemimpin yang baik, tidak secara instan muncul begitu saja. Perlu proses yang sangat panjang untuk membentuk sebuah karakter pemimpin. Kemampuan merasakan dan menalar jejak rekam calon pemimpin dalam hal ini menjadi poin penting selanjutnya. Anak muda Bali selayaknya tidak terlena dengan pencitraan. Memang, saat ini sulit membedakan mana yang tergolong kerja nyata atau kerja citra. Batas keduanya sangat tipis, bahkan nyaris tidak terlihat.

Dalam hal ini, kemampuan menemukan dan menalar jejak rekam penting dibutuhkan. Menggunakan istilah “manusia hari ini adalah hasil akumulasi masa lalunya” dapat menjadi salah satu alternatif. Dia mungkin dapat membangun citra baik dengan segala hal yang dilakukannya saat ini, namun masa lalunya telah terekam dan tercatan oleh mata masyarakat ataupun media. Hal tersebut tidak akan pernah dapat dirubah. Memilih pemimpin bukan hal coba-coba, namun memilih seseorang yang setidaknya dalam pandangan kita telah teruji nyata.

Terakhir, adalah pendekatan penularan. Sebuah konsep terobosan tidak akan pernah menjadi nyata ketika hanya dilakukan oleh segelintir orang. Mari tularkan semangat berbeda ini kepada teman, keluarga, dan kerabat.

Tulisan ini bukan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan pemilihan pemimpin yang dihadapi oleh masyarakat di Bali. Namun mengajak anak muda Bali untuk bersama-sama memiliki masalah yang dihadapi oleh Bali. Lebih banyak orang yang merasa memiliki masalah yang sedang dihadapi oleh Bali, maka secara bersamaan akan lebih banyak muncul tawaran solusi. Setiap pencapaian besar selalu diawali dengan sebuah langkah kecil. Bali ini bukan milikku, bukan milikmu, dan bukan juga miliknya. Bali ini milik kita semua. (T)

 

Tags: baliPilkada
Share41TweetSendShareSend
Previous Post

Bangun Trotoar Gelar Karnaval – Cara Mudah Menjadi Kota

Next Post

“Melawan” Joged Porno di Media Sosial

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post

“Melawan” Joged Porno di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co