12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Melawan” Joged Porno di Media Sosial

Edo Hary Purnawan by Edo Hary Purnawan
February 2, 2018
in Feature

Foto: Edo

Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Pontianak. Sanggar Mendu namanya. Memang setelah menikah, ibu dilarang ayah menari di panggung. Alasannya karena sudah berkeluarga cukup mengurus suami dan anak saja. Karena itu saya tak pernah melihat ibu menari, layaknya penari zapin melayu, yang berpakaian tradisional melayu. Tapi mungkin karena darah, saya selalu terkesima melihat orang menari. Ibu juga masih tetap senang menari, walau hanya sebatas di acara pernikahan yang terkadang mengundang hadrah dan Sanggar Zapin Melayu.

Ketika bertugas menjadi video jurnalis di Bali, ada satu jenis tari di Bali yang selalu mengganggu pikiran. Bukan karena unik, tapi karena kontroversian dan dinilai vulgar. Yakni joged bumbung. Jika ketik kata “joged bumbung” pada kolom search di youtube, judul-judul seronok dan tak senonoh akan muncul. Misalnya; Joged Bumbung Paling Mesum dan Binal, Joged Bumbung Bali Hot, dan sejenisnya.

Sebagaimana tampak di media sosial itu, joged bumbung terbayang seperti penari striptis di bar-bar atau klub-klub malam. Bedanya di sana ada lampu remang-remang dan musik dengan tempo yang tinggi, dan terkadang ada tiang besinya. Tapi ini, yang ada hanya penari dengan baju tradisional yang kerap digrayangi pengibingnya. Pengibing biasanya berada di dekat panggung, sehingga penari dengan mudahnya memberi isyarat memanggil untuk menari bersama, mengikuti irama musik gamelan Bali tradisional.

Saya pikir joged bumbung memang begitu. Tapi saya salah.

Sebagai video jurnalis saya ditugaskan meliput agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center, Denpasar. Saat melihat jadwal pementasan, perhatian saya tertuju kepada pementasan joged bumbung. Joged bumbung di ajang PKB itu ternyata berbeda dengan yang selama ini saya lihat di media sosial. Jika yang laris manis di media sosial terkenal karena erotis, joged bumbung yang dipentaskan di PKB justru diserbu penonton karena penarinya cantik, tariannya lincah dan sesuai pakem joged bumbung. Memang terdapat gerakan goyang pingggul, namun gerakannya lebih mengesankan keindahan ketimbang erotis.

Tahun 2015 lalu pertama kali saya melihat joged bumbung secara nyata di PKB. Joged itu dibawakan Sekaa Suara Mekar, Banjar Antap, Panjer Denpasar. Dari sekaa itu saya mendapat penjelasan yang adem. “Asal mula joged bumbung ini sebenarnya adalah dari para petani yang saat itu sedang melepas lelah, mereka lalu memainkan rindik, lalu ada yang menari. Inilah yang berkembang menjadi joged bumbung. Namun seiring perkembangan zaman terjadilah pergeseran dari segi gerakan. Jika menggoyangkan pinggul alias ngegol,  hanya dilakukan ke kiri dan ke kanan, kini malah maju ke depan dan ke belakang. Nah inilah yang sangat kami sayangkan”, ujar Koordinator Tim Kesenian Joged Bumbung Banjar Antap, Putu Juniarta, seusai pentas di PKB-37 tahun 2015.

Menurut saya joged bumbung yang tersaji di PKB ini jauh lebih berharga. Mereka yang tak ingin laris manis, namun santun dalam menari. Memang dalam setiap pentas joged bumbung, penari dengan paras cantik senantiasa mengundang penonton pria maupun wanita untuk diajak menari bersama, inilah yang diistilahkan dengan mengibing. Tak dapat ditampik, kadang kala pengibing melakukan gerakan nakal menggoda penari. Namun di sinilah keprofesionalan penari diuji, ia harus pintar mengatasi pengibing nakal, menjaga suasana tetap santun, tanpa menghilangkan unsur menghibur.

“Kan banyak penari joged bumbung isi unsur pornonya. Tiang (saya) ingin memberi contoh kepada seluruh pecinta seni, bahwa citra joged bumbung itu tidak seperti yang mereka kira,” tegas sang penari joged bumbung, Ni Luh Merianti.

Tentu saja, karena jogged bumbung adalah tarian bersifat partisipatif, yang mana selalu ada adegan mengajak penonton menari bersama. Tak jauh beda dengan Zapin Melayu, Jaipong Jawa Barat, Cokek Betawi. Dalam tari pergaulan itu, unsur hiburanlah yang ditekankan, bukan unsur erotis yang mengarah ke pornoaksi.

–

TAHUN 2016, saya kembali meliput PKB yang digelar untuk ke-38 kalinya ini. Di tanggal 25 Juni 2016, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendadak menyaksikan kesenian joged bumbung. Saya pun penasaran, apa yang akan diungkapkan Gubernur kalau saya menanyai tanggapannya tentang joged bumbung porno yang semakin marak tersebar di media sosial. Saat itu Gubernur dan tamunya dari Dewan Universitas Tsinghua Tiongkok, Chen Xu mampir sejenak melihat pementasan joged bumbung setelah membahas kerjasama di bidang pendidikan.

Kala itu joged bumbung dipentaskan oleh Sanggar Seni Kebo Iwa, Desa Sempidi, Kabupaten Badung. Pastika terlihat memberikan banyak penjelasan soal kesenian joged kepada tamunya. Setelah mereka beranjak, saya menghampiri dan menanyakan penampilan Joged yang tersaji.

“Sekarang sudah mulai bagus, sudah mulai mengerti etika. Saya kira mereka tidak usah terlalu mengikuti selera orang yang tidak bertanggungjawab. Kita harus menjaga joged bumbung supaya bisa jadi tari pergaulan yang baik,” kata Pastika. Saya langsung saja ke intinya, untuk menyinggung soal tayangan-tayangan joged porno yang menyebar secara viral di youtube serta media sosial lain. Tapi Pastika, memilih enggan menanggapinya. “Yang di youtube, mudah-mudahan nggak ada yang nonton,” tandasnya.

Tapi nyatanya video joged bumbung porno di media sosial itu sudah demikian banyak pengunjungnya. Dari seorang teman saya ketahui bahwa sebagian besar orang Bali merasa malu dengan unggahan joged bumbung erotis itu di media sosial. Banyak yang mengutuk, banyak yang meradang. Bahkan belakangan ada yang mengusulkan agar pemerintah di Bali atau pihak berwenang lain mengirim pesan ke youtube agar menghapus video joged bumbung yang bikin malu itu. Namun tentu saja hal itu tidak bisa dilakukan secara mudah. Banyak syarat yang mesti dilewati.

Bagi saya, cara melawan joged porno di media sosial adalah dengan ikut mengunggah lebih banyak video joged bumbung dengan pakem yang benar. Kita ikut mengunggah lebih banyak joged dengan penari yang cantik yang sangat trampil menari. Kita ikut mengunggah lebih banyak adegan-adegan interaktif antara penari joged dan pengibing. Misalnya adegan naik kuda atau adegan marah-marahan antara penari joged dan pengibing yang atraktif dan jenaka. Dan itu banyak dipertunjukkan dalam Pesta Kesenian Bali.

Dengan begitu, jika nanti ada yang mengklik joged bumbung di kolom search, yang keluar tentu banyak juga joged indah ketimbang joged bumbung erotis. Dunia akan melihat bahwa joged bumbung yang sebenarnya itu jauh lebih indah dari sekadar penari yang menggoyangkan pinggul muka-belakang. (T)

Tags: joged bumbungmedia sosialPesta Kesenian BaliSeni
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

2017 & 2018, Anak Muda Bali Mesti Ambil Bagian

Next Post

Pesan Toleransi dari Dapur dan Toilet Umum

Edo Hary Purnawan

Edo Hary Purnawan

Lahir di Pontianak, sempat merantau ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan kini terdampar kembali di Jakarta. Menjadi video jurnalis di sebuah stasiun TV nasional sembari giat belajar menulis

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails
Next Post

Pesan Toleransi dari Dapur dan Toilet Umum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co